MAGICTASTE
Sesuai permintaan si mami bawel yg nyuruh diriku buat nulis FF pendek, here I come coba-coba aja coz lagi sepi ide n kata si mami buat yang amburadul aja ndak papa
![[hmpfh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/hmpfh.gif)
so mian kl ceritanya juga amburadul n ngasal banget yaw
![[heh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/heh.gif)
[/font]
Ok Start!!!CHAPTER 1Suatu kali hiduplah seorang cenayang muda bernama Hyesun tetapi orang-orang memanggil dia Miss Sunshine bukan karena wajahnya yang selalu ceria seperti matahari namun dia selalu suka menggunakan segala sesuatu bergambar bunga matahari >>> kagak nyambung banget yah
![[hmpfh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/hmpfh.gif)
Miss Sunshine aka Hyesun ini memiliki sebuah klinik untuk praktek ilmu percenayangannya. Tidak seperti “paranormal” pada umumnya yang biasanya memiliki ruang praktek dominan warna gelap atau hitam Miss Sunshine lebih suka mendekorasi ruang prakteknya dengan warna putih cerah dan full gambar sunflower untuk wallpaper dindingnya serta taman kecil dengan tanaman bunga matahari di halaman luarnya. Sangat kontras dengan penampilannya yang mungkin kau akan berpikir kalau dia juga akan berdandan berbeda dengan paranormal pada umumnya. Tetapi sayang sekali jawabannya adalah
TIDAK.
Penampilan Miss Sunshine tidak kalah antik dengan sifatnya. Memakai wig pendek dan gaun-gaun model 70an dengan aksen (lagi-lagi) bunga matahari dan syal tebal melilit lehernya belum lagi dengan cardigannya dan kacamatanya yang lumayan tebal menambah keantikan dirinya. Padahal umurnya masih sangat muda baru 22 tahun bok tapi dandanannya mirip ahjumma-ahjumma berusia 40 tahunan.
![[heh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/heh.gif)
Namun jangan meragukan ilmu percenayangannya. Pasiennya sangat banyak dan dia juga terkenal sampai ke luar kota karena kemampuannya yang konon dapat memanggil arwah orang yang bergentayangan. Pasiennya macam-macam, mulai tua-muda, kaya-miskin, ibu-bapak, nenek-kakek, om-tante, keponakan om dan tante, cucu, cicit, encing, nyak, babe, opung dan bolo-bolo yang lainnya kalau musti nulis disini semuanya cape bok ntar gak maju-maju neh ceritanya
![[hmpfh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/hmpfh.gif)
Dan satu lagi keanehan dan keantikan Miss Sunshine tidak seperti cenayang pada umumnya, dia menentukan hari dan jam prakteknya. “Kantornya” mulai buka hari Senin – Jum’at jam 08.00 sampai jam 17.00 >>> tuh kan kenapa daku bilang kantor bukan tempat praktek
![[hmpfh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/hmpfh.gif)
Oke selesai basa-basi dan sekilas info tentang Miss Sunshine
![[lovestruck]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/lovestruck.gif)
Sore itu Miss Sunshine sedang duduk santai di kantornya. Dia kelihatan rada cape gara-gara mengurusi pasiennya yang seabrek tadi. Oya lupa Miss Sunshine punya asisten cantik dan gaul lho namanya Ga Eul
![[hmpfh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/hmpfh.gif)
maksa bok. Tidak seperti juragannya yang antik Miss Ga Eul ini berpenampilan 180° terbalik dari Miss Sunshine yang kolot. Miss Ga Eul selalu berpenampilan trendi dan mengikuti jaman, terkadang Miss Gaul juga suka berpenampian seksi dengan rok mininya. Ditunjang dengan wajahnya yang cantik dan tinggi serta rambutnya yang panjang dan hitam serta senyumannya yang menawan membuat ia diidolakan banyak orang termasuk beberapa pasien Miss Sunshine yang terkadang datang hanya untuk melihat dan CCP ke Miss Ga Eul. >>> kasian amat yah
![[heh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/heh.gif)
Kembali lagi kepada Miss Sunshine yang sedang duduk santai di kursinya untuk melepas lelah. Dia memejamkan matanya ketika Miss Ga Eul mengetuk pintunya dan masuk sambil membawakan segelas coklat panas.
“Sun-aaa, ini minumanmu” Ga Eul memanggil Hyesun “Sun-aa” saat tidak ada pasien karena mereka sebenarnya adalah sahabat dekat.
“Gomawo, Ga Eul” Hyesun tersenyum menerima secangkir coklat panas dari Ga Eul. Ga Eul kemudian duduk di tepi meja praktek Hyesun dan melihat foto Hyesun kecil dengan ibunya. Lama diperhatikannya foto itu.
“Kau masih terus berusaha yah” Ga Eul berkata lembut kepada Hye Sun.
“Tentu saja, aku tidak akan pernah menyerah sampai akhir” Hyesun menjawab dan tersenyum kecil.
“Sampai kapan kau akan terus berusaha seperti itu, sudahlah relakan saja” sahut Ga Eul lagi.
Hyesun berhenti menyeruput coklat panasnya, matanya menatap tajam ke arah Ga Eul. “Apa maksudmu hah?” tanyanya tajam “Jadi selama ini kau tidak yakin kalau” lanjutnya lagi terpotong oleh Ga Eul.
“Bukan begitu Sun-aa” Ga Eul dengan nada sedikit menyesal karena sudah menyinggung temannya itu. “Hanya saja, get the life, hidup itu terlalu indah untuk dilewatkan, kau masih muda” lanjutnya kembali dengan lembut.
“Ga Eul inilah hidupku, kau suka atau tidak beginilah aku” sahut Hyesun pelan namun tajam. Bibirnya terkatup rapat matanya menatap Ga Eul tajam. Ga Eul tidak menjawab hanya tersenyum kecil, dia tidak ingin melanjutkan perdebatan ini karena dia tahu kalau tidak ada gunanya untuk diteruskan. Kemudian diapun mulai melangkah ke arah pintu.
“Sudah hampir jam 5 sore dan pasien sudah habis, apa kau masih mau meneruskan praktek” Lanjutnya pelan. Sementara Hyesun masih duduk terdiam di kursinya.
“Tidak,, tutup saja aku mau pulang masih harus membereskan barang-barangku” sahutnya kemudian pada Ga Eul sementara Ga Eul hanya tersenyum dan mengangguk kecil kemudian menutup pintu ruang kerja Hyesun . Setelah Ga Eul keluar Hyesun menghembuskan nafasnya dalam, memejamkan matanya sejenak dan menyandarkan kepalanya di kursi prakteknya. 10 Menit kemudian Ga Eul berpamitan padanya dan Hyesun hanya melambaikan tangannya serta tersenyum kecil kepada Ga Eul.
Hyesun mendengar suara mobil yang berhenti diluar. Diintipnya melalui tirai jendelanya Ga Eul sedang berjalan ke arah seorang pemuda yang sebaya dengannya. Pemuda itu sangat tampan dan punya senyuman yang menawan sama seperti Ga Eul. Mereka berpelukan sejenak sebelum akhirnya mereka masuk ke mobil dan pergi dari situ.
“Pasti kekasih barunya” gumam Hyesun pada dirinya sendiri. Terkadang dia merasa iri dengan Ga Eul yang sering berganti-ganti kekasih dan rata-rata kekasihnya tampan dan cukup kaya. Sedangkan dia sendiri sampai umurnya 22 tahun masih juga menjomblo karena hampir tidak ada laki-laki yang menyukainya atau lebih tepatnya menyukai penampilannya
![[biggrin]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/biggrin.gif)
Cukup lama dia melamun sampai akhirnya dia sadar kalau hari sudah mulai beranjak malam. Diapun mengemasi barangnya dan bersiap untuk pulang. Miss Sunshine pulang dan menyetir sendiri mobilnya. Sebuah VW beetle tua antik berwarna kuning cerah namun masih terawat adalah kendaraan milik Miss Sunshine, Miss Sunshine aka Hyesun juga meletakkan bunga matahari di dalam mobilnya sebagai hiasan. Menurutnya itu bagus namun menurut Ga Eul itu sangat aneh. Ga Eul hanya pernah 2 kali menumpang mobil Hyesun dan tentu saja Ga Eul tidak mau lagi menumpang mobil Hyesun karena selalu terjadi hal-hal buruk saat dia menumpang. Well mungkin bukan hal yang buruk kalau yang pertama mobilnya mogok dan kedua pecah ban, hal yang biasa terjadi dengan mobil tua dan hanya kebetulan terjadi saat Ga Eul menumpang mobil itu tapi bagi Ga Eul adalah sebuah mimpi buruk yang tidak ingin dia ulangi seumur hidupnya.
![[hmpfh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/hmpfh.gif)


Sesampainya dirumahnya, dia memakirkan kendaraannya di garasi. Rumahnya gelap gulita hanya cahaya bulan yang samar-samar menerangi sebagian rumahnya karena dia sampai malam hari dan dia lupa menyalakan lampu ruang tengahnya. Hyesun berjalan di kegelapan menuju ke pintu masuk rumahnya. Lokasi rumah yang lumayan jauh di pinggiran kota.
Rumahnya mirip pondok peristirahatan, dia baru saja pindah seminggu di sini saat tidak sengaja menemukan iklan rumah dijual saat dia membaca koran. Selain harganya yang lumayan murah dan cukup dengan uang tabungannya, Hyesun juga suka dengan rumah ini karena struktur bangunannya adalah kayu dan bergaya minimalis, meskipun hanya rumah kecil namun terkesan hangat. Selain lokasinya yang jauh dari keramaian adalah salah satu alasan kuat dia membeli rumah ini.
Sesampainya di depan pintu rumahnya dia masih sibuk mencari kunci rumah yang dia letakkan di tasnya yang besar sedangkan tangan lainnya sibuk membawa belanjaan yang dia beli sebelum dia pulang tadi. Cukup lama dia mencari kunci rumahnya. Semakin lama dia agak merinding juga karena rumah itu sangat sepi dan gelap.
“Duuuuhhhh mana sih kuncinya” gumamnya pada dirinya sendiri tetap sibuk mencari-cari kunci rumahnya. Oke dia sudah mulai cukup merinding. Tengkuknya berdiri. Angin malam yang lumayan dingin mulai berhembus menambah ketakutannya.
“Ah, ini dia” serunya berbicara sendiri saat dia sudah menemukan kuncinya. “Mungkin besok aku harus mengganti dengan gantungan yang lebih besar supaya mudah menemukannya” lanjutnya lagi masih bicara sendiri.
Klik,,, suara kunci pintu terdengar. Perlahan-lahan Hyesun membuka pintu rumahnya.
Kreeekkk…. Suara pintu kayu tua berderit menambah keangkeran suasana malam itu. Hyesun melangkah masuk ke dalam rumahnya, mencari – cari tombol lampu saat dia melihat sebuah bayangan dan saat dia menoleh ke arah bayangan itu tiba-tiba.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” Hyesun dan seseorang itu berteriak bersamaan
“Ha….hann..han..tuuuuuuuuuuuu” teriak Hyesun kemudian. Dia segera berlari ke pojokan dengan gugup dia mencari tombol lampu di ruangan itu, jantungnya berdegub kencang. Keringat dingin keluar membasahi tubuhnya yang mendadak menjadi panas dingin. Akhirnya setelah berjuang cukup lama dia berhasil meraih tombol itu dan memencetnya.
Klik…. Lampu di ruangan itu menyala. Hyesun masih setengah memejamkan matanya. Masih penuh ketakutan dia membuka matanya pelan-pelan sambil mulutnya yang tidak berhenti komat-kamit membaca doa – doa pengusir hantu.
![[hmpfh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/hmpfh.gif)
Satu matanya terbuka pelan disusul satu mata yang lainnya. Sekarang ruangan itu sudah terang. Hyesun melihat ke sekeliling. Sepi tidak ada siapa-siapa. Hyesun memegang wajahnya sendiri dan menepuk-nepuk kedua pipinya sendiri. Matanya yang tertutup kacamata tebal terbelalak lebar, mengerjab-ngerjab. Wajahnya yang putih menjadi sangat pucat. Bibirnya bergetar dan giginya bergemelatuk. Dia masih berdiri kaku di pojokan dengan mulutnya terbuka.
“Ini mimpi hanya mimpi… yah ini pasti CUMA mimpi” sahutnya berbicara sendiri mencoba meyakinkan dirinya sendiri. Hyesun mengelus dadanya. Diambilnya nafas dalam-dalam dan di hembuskannya perlahan-lahan. Kemudian dengan sisa-sisa keberanian yang sudah dikumpulkannya, dia berjalan menuju ke ruang tengah.
“Hey kau bisa melihatku???” sebuah suara dari belakang mengagetkan Hyesun. Saat dia menoleh ke arah suara itu mendadak tubuhnya menjadi ringan dan sesaat kemudian diapun terjatuh tidak sadarkan diri.
TO BE CONTINUED ^^ di tunggu kritik dan saran2 yang juga amburadul
![[hmpfh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/hmpfh.gif)