Author Topic: Angel By My Side~Chapter 22 Updated 9 January 2011~  (Read 49884 times)

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
sist Karin,, mslh scene yg begituan mah tnank aja,, ada mak nem n mami yg udah profesional,, jd tak usah terlalu dipusingkan sizt [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] BETUL KAN MAK NEM N MAMI???? punk punk punk punk punk punk
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
Wadowww...
Jujur loh... Aku tidak berbakat menciptakan adegan begituan...  [on] [on] [on]
Jadi, kalo masuk adegan itu minta pasukanku bantuin ya...  [img] [img] [img] [img] [img]

Kyknya taste"an itu bisa dibuat pas nih FF kelarrr deh...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
Gk papa deh, yaaa...

Noona... Request Update FF hantu dong... [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

Zist... tenang aja soal yg begitu-gituan... kan ada, mami, mak nem, n miny.... tinggal minta bantuan tu mak" sama miny aja buat gitu-gituan... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
Kalo, mereka kgak mw nanti pra fakir minsun bantuin  [whip] [guns] [head break] mereka...  [hmpfh] [AddEmoticons04257]... *jgn d' [head break] [head break] [head break] ya mak", n miny...*

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
kyknya chap 7 jelek deh...
kyknya aku bikinnya lagi gk mood deh...
maaf ya kalo jelek...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
kyknya chap 7 jelek deh...
kyknya aku bikinnya lagi gk mood deh...
maaf ya kalo jelek...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


ga apa2 karin, gw jg sering begitu kok, klu ga mood pasti jadinya acak2an [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
SETUJU ma mami,, sizt Karin ndak pa2 ko.. jgn ga PD gtu atuh punk punk punk punk
kpn dg niy UPDATE'an nya sizt??? qt sngat menantikan nya niy Karin [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
Chapter  7
[/b]

   New York

   Ia tahu ia sakit.

   “Song Hye Gyo-ssi.”panggil Min Ho pelan, meskipun ia tahu, Sekretaris Song yang tinggal di sebelah apartemen ini tak mungkin mendengarnya.

   Badannya demam. Ia menggigil. Ia merasakan badannya ingin remuk saat itu juga.

   Ia akhirnya meraih ponsel di sebelah tempat tidurnya, menekan-nekan sebuah nomor telepon.

   “Hye Gyo-ssi.”kata Min Ho, bahkan sebelum terdengar suara dari seberang sana.

   “Halo? Pak Direktur?”Sekretaris Song terdengar sangat terkesiap sekarang mendengar suara lemas itu.

   Suara Min Ho yang lemas mulai terdengar lagi. “Tolong ke apartemenku sekarang juga. Kau punya kuncinya, kan?”

   “Punya—Punya—Tapi, Anda kenapa?”Sekarang suara Sekretaris Song terdengar bergetar dan khawatir.

   “Datang saja—“ucap Min Ho seraya memutuskan sambungan itu. Ia sudah tak tahan lagi. Mungkin ia harus tinggal di sini lebih lama.
***
Badan Hye Sun serasa mau remuk ketika ia bangun pagi ini.
   
“Hyo Joo—“panggil Hye Sun pelan. Tapi, tak ada Hyo Joo di sampingnya.
   
Tahu-tahu sekarang ia sudah sampai di rumah bibi Hyo Joo.
   
Hye Sun berusaha bangkit dari posisi tidurnya.
   
Karena hujan-hujanan semalam, Hye Sun dapat merasakan hidungnya sendiri dipenuhi oleh lendir.
   
Dengan satu gerakan ia mengambil tisu di sampingnya, membuang lendir itu.
   
“Hyo Joo-ssi—“panggil Hye Sun lagi.
   
Sedetik kemudian, terdengar suara pintu kamarnya yang dibuka, Hyo Joo dengan baju tidurnya yang longgar dan rambut merahnya yang awut-awutan masuk ke kamar Hye Sun tanpa sekali pun melihat wajah Hye Sun.
   
“Hari ini jadwalku kosong, kan?”tanya Hye Sun pada Hyo Joo yang sekarang sedang terlihat memeriksa surat satu per satu.
   
“Yap.”jawab Hyo Joo singkat. Ia meraba-raba ke belakangnya dan menarik satu kursi untuknya duduk.
   
“Aku mau ke dokter. Aku flu berat.”kata Hye Sun. Sekarang Hyo Joo baru mengangkat wajahnya.
   
“Baik.”kata Hyo Joo, setelah bicara ia kemudian menelusuri surat-surat itu lagi.
   
“Hye Sun, surat untukmu dari penggemar.”kata Hyo Joo sambil memisahkan setumpuk surat dan memberikannya kepada Hye Sun.
   
Hye Sun kemudian membuka surat itu satu per satu. Ketika sampai pada surat terakhir, ia kemudian melihat Hyo Joo yang masih berkutik dengan surat-surat lainnya sambil menggumamkan kata-kata tidak jelas.
   
Hye Sun membaca surat yang terakhir itu sampai habis ketika Hyo Joo kemudian bersuara kembali. “Hye Sun—“
   
“Hm?”
   
Hye Sun menengadah ke arah Hyo Joo yang sekarang sedang memegang amplop coklat berukuran besar yang kelihatan tebal dan berat.
   
“Tidak tertulis nama pengirim. Tapi, ini surat untukmu.”kata Hyo Joo sambil memberikan amplop itu pada Hye Sun.
   
“Isinya apa?”tanya Hye Sun pada Hyo Joo.
   
“Aku tidak membukanya. Dari tadi aku hanya penasaran dengan si pengirim, jadi aku menelusuri bagian luar amplop itu untuk mencari pengirimnya.”lanjut Hyo Joo. “Tapi, aku tak menemukan apa-apa. Coba saja lihat di dalamnya, mungkin ada.”
   
Hye Sun mengangguk-ngangguk. “Ohhh…”
   
“Hyo Joo, bulan depan, kita bisa pindah ke apartemen yang kubeli, kan?”tanya Hye Sun tiba-tiba.
   
“Ya.”jawab Hyo Joo. “Kita tinggal membereskan pakaian kita, lalu pindah.”
   
Hye Sun tersenyum lega, ia tak bisa terus-terusan membebani Bibi Jae Min yang sebenarnya sudah sangat baik padanya. Maka, sudah seharusnya setelah mendapat kontrak bernilai berjuta-juta dollar itu, ia segera pindah dari rumah Bibi Jae Min dan suaminya ini.
   
Hye Sun kemudian membuka amplop itu dengan hati-hati. Ia menumpahkan isi amplop itu di ranjangnya.
   
Pantas saja—
   
Ia lalu melihat beberapa foto dirinya sendiri dan beberapa majalah terbitan terbaru tentang dirinya. Ini pasti penggemarku…
   
Kemudian, ia melihat sebuah kertas surat dan mulai membacanya.

   Untuk Nona Goo Hye Sun,

   Aku tak tahu harus bicara apa sekarang. Tapi yang penting, aku melihat semua ini di dalam tempat sampah Lee Min Ho-ssi.
   Setelah akhirnya menyelamatkan barang-barang tentang dirimu, aku memutuskan untuk mengantar barang-barang ini ke rumahmu.
   Tanpa bermaksud ikut campur sama sekali, aku hanya ingin memberitahukan bahwa ia sedang sakit parah dan harus di-opname. Kami sepertinya tidak akan kembali ke Seoul malam ini. Jika Anda ingin informasi lebih lanjut, Anda bisa hubungi saya di nomor 112-323-9650.


Sekretaris Song

   “Kenapa?”tanya Hyo Joo dengan nada khawatir.
   
“Min Ho—“jawab Hye Sun pelan dan berusaha tersenyum.

   “Siapa? Min Ho siapa?”tanya Hyo Joo bertubi-tubi. “Jangan-jangan—“

   “Ya. Lee Min Ho yang itu, yang kemarin.”kata Hye Sun, sekarang ia mengalihkan perhatiannya kepada Hyo Joo yang melihatnya dengan tatapan khawatir.

   “Dia sakit.”lanjut Hye Sun lagi.

   “Lalu, kau akan berusaha menjenguknya?”tanya Hyo Joo pada Hye Sun, sekalipun Hye Sun berusaha menyembunyikan perasaannya, dapat tergambar jelas kalau ia tidak begitu senang dengan berita ini.

   Hye Sun menggeleng pelan, sedangkan Hyo Joo tersenyum sambil menghembuskan napas lega. Jika saja gadis ini ingin menjenguk Min Ho—sedangkan gerak-geriknya sedang diawasi oleh wartawan—dan secara tidak disengaja ia tertangkap oleh kamera wartawan, ini hanya akan memperparah skandalnya kemarin.

   “Tidak.”jawab Hye Sun lagi, ia sekarang sudah kelihatan kembali lagi seperti biasa.

   “Aku—Aku masih penasaran apa yang terjadi kemarin.”kata Hyo Joo terus terang, berharap Hye Sun dapat mengatakan yang sebenarnya.

   “Tidak terjadi apa-apa. Dan jika yang kau pikirkan adalah itu. Sama sekali tidak terjadi apa-apa di antara kami.”kata Hye Sun sambil tersenyum halus.

   Hyo Joo akhirnya mengibaskan tangannya sendiri, “Ah, sudahlah, aku juga tahu tidak terjadi apa-apa. Tapi, lebih baik kau tidak usah baca koran, majalah, membuka internet, atau menonton TV akhir-akhir ini.”lanjut Hyo Joo. “Meskipun kau bilang tidak terjadi apa-apa, para wartawan itu hanya menulis apa yang mereka lihat kemarin.”

“ Dan kau harus tahu aku hampir gila semalaman ini.”cibir Hyo Joo sambil memasang wajah kesal.“Para wartawan tak tahu diri itu menelpon ponselmu—dua-duanya—dan ponselku sampai-sampai aku terjaga semalaman.”

   Hye Sun tersenyum geli,  kemudian mengangguk. “Jangan lupa. Daftarkan namaku ke dokter hari ini.”

   “Iya, Goo Hye Sun-ssi yang cerewet.”kata Hyo Joo. “Aku akan meminta nama dokter yang bagus di New York. Kau istirahat saja dulu.”
***
   New York General Hospital....

   “Pak Direktur,”panggil Sekretaris Song pelan. “Anda istirahat saja dulu. Saya sudah tunda penerbangan kita ke Seoul. Kata dokter, Anda harus di-opname untuk empat hari lagi.”

   Min Ho mengangguk. Tak berani lagi protes karena ia sudah tak punya tenaga untuk itu. Ia kemudian melihat Sekretaris Song dengan sundress warna abu-abu dan rambut panjang bergelombang yang terurai sampai ke punggung.
   
   “Anda sudah sarapan, kan?”tanya Min Ho tiba-tiba. “Tadi ada suster yang bilang kalau Anda ingin pergi ke luar untuk sarapan sebentar.”

   Sekretaris Song tersenyum agak dipaksakan. “Sudah, Pak. Maaf tadi saya menggunakan mobil Anda.”

   Sekretaris Song berdusta. Mana sempat ia sarapan tadi. Hampir satu jam ia mencari-cari letak rumah Goo Hye Sun melalui navigator yang terpasang di mobil milik Min Ho, karena menurut Min Ho, ia mengantarkan Hye Sun dulu ke rumahnya kemarin sebelum kembali ke apartemen milik perusahaan.

Tapi karena tak kenal jalanan New York dan tidak membawa Mr. Denzels—supirnya selama ini di New York—Jalanan yang seharusnya dapat ditempuh dalam 30 menit itu terasa berliku-liku dan panjang sekali. Jika setelah itu ia masih menyempatkan diri untuk sarapan, Min Ho mungkin akan curiga karena kepergiannya yang sangat lama.

Min Ho menggeleng, “Gwenchanayo, Hye Gyo-ssi. Kau bawa Mr. Denzels, kan? Kemarin aku hampir tersasar ke mana-mana ketika membawa mobil sendiri.”
   
 “Ya. Aku tadi bawa Mr. Denzels.”dusta Hye Gyo lagi.
   
Mana berani Hye Gyo membawa Mr. Denzels. Bisa-bisa ia dilaporkan pada Min Ho dan pada akhirnya ia pasti akan ditanya macam-macam.
   
“Hye Gyo-ssi, Anda sakit juga?”tanya Min Ho pada Sekretaris Song yang terlihat pucat.
   
“Tidak.”jawab Sekretaris Song cepat-cepat, sambil berusaha kelihatan seperti biasa lagi.
   
“Anda terlihat pucat   . Anda tidak apa-apa, kan?”tanya Min Ho dengan nada khawatir.
   
“Gwenchanseumnida, Lee Min Ho-ssi.”kata Sekretaris Song sambil menarik senyumnya. Aku hanya tidak suka berbohong.
***
   New York, 26 Mei 2006, 12.14 am—New York General Hospital

   “Dokter bilang kalau kau tidak apa-apa—“kata Hyo Joo sambil memulai pembicaraan. “Kau hanya perlu istirahat dan minum obat—“

   Mereka berdua sedang berjalan di lorong New York General Hospital yang sangat bersih, tenang, dan sepi, tak ada orang di sekitar lorong itu.
   
Hye Sun sedang berjalan dibalut dengan pakaian serba hitam dan syal tebal yang menyelimuti bagian leher dan separuh wajahnya. Selain ia sedang flu berat, karena skandal kemarin, tidak boleh ada wartawan yang mengenalinya sekarang ini, kalau ia tidak mau dibanjiri berbagai pertanyaan yang hanya akan menjungkirbalikkan perutnya.
   
“Berita di koran hari ini—“kata Hye Sun dengan tatapan yang mengarah ke lantai, sambil masih berjalan. “Apakah ada yang mengenai diriku?”
   
“Aku tak berani baca—“jawab Hyo Joo sambil mengangkat bahu.
   
“Jujur saja, ya, Hye Sun-ssi.”kata Hyo Joo dengan suara yang tidak biasanya. “Butuh beberapa waktu bagiku untuk tidak percaya dengan apa yang mataku lihat kemarin dan untuk percaya kalau tidak terjadi apa-apa antara kalian berdua.”
   
Ketika mengucapkan kalimat terakhir, nada bicaranya terdengar agak aneh.
   
“Lalu,”Hye Sun berkata dengan suaranya yang sengau akibat flu yang dideritanya. “aku ingin bertanya sesuatu padamu.”
   
Hyo Joo akhirnya menoleh pada Hye Sun yang masih saja melihat ke arah lantai. “Apa?”
   
“Kontrakku.”desah Hye Sun. “Itu berlaku selama berapa tahun?”
   
 Wajah Hyo Joo mendadak berubah, hening selama beberapa saat dan otomatis langkah mereka berdua terhenti, lalu Hye Sun segera menoleh ke arah Hyo Joo, meminta jawaban dan penjelasan sejelas-jelasnya.
   
“Kau tahu? Sejak—Sejak—“Hyo Joo tergagap, ia tak bisa menyembunyikan kebohongan ini di depan Hye Sun.
   
“Baru kemarin—Tidak—“koreksi Hye Sun cepat-cepat. “Aku mengetahuinya ketika hampir pukul dua belas dini hari.”
   
“Mianhae, Hye Sun-ssi.”Hyo Joo lalu membungkuk dalam-dalam.
   
“Tidak apa-apa. Itu bukan salahmu.”jawab Hye Sun sambil mengibaskan tangannya sendiri dan segera mengalihkan pandangan ke lantai. “Ada seseorang yang ingin membantuku membayar denda itu jika aku benar-benar ingin pulang tahun depan dan memutuskan kontrak begitu saja.”
   
Hyo Joo terbelalak. Sekarang ia yang berusaha meminta penjelasan sejelas-jelasnya.
   
“Melihat ada orang sebaik itu. Aku jadi merasa tidak tahu diri sekali.”Hye Sun berusaha tersenyum di balik syal itu, walaupun air matanya pada akhirnya menetes juga. “Dan jika aku menerima bantuannya. Aku akan merasa sangat amat tidak tahu diri sekali.”
   
Hye Sun kemudian mengusap air matanya sendiri dengan telapak tangannya dan mulai menatap Hyo Joo kembali.
   
“Aku akan terus berada di sini selama 4 tahun ke depan—“ungkap Hye Sun terang-terangan. “Inilah tempatku dan aku sudah memilihnya. Aku tak punya pilihan lain lagi sekarang.”
   
Hyo Joo memperhatikan gadis di hadapannya ini baik-baik.
   
“Kau masih mau menjadi manajerku selama 4 tahun ke depan, kan?”tanya Hye Sun dengan suara tertahan.
   
Hyo Joo menatap perempuan ini lagi dengan senyum dan air mata di wajahnya. Ia berkata pelan pada Hye Sun, “Siapa yang membutuhkan siapa?”
***
   Ruang Perawatan New York General Hospital...

   Sekretaris Song hanya memperhatikan atasannya yang sedang dengan serius membaca koran. Kalau dipikir-pikir, atasannya ini tidak terlihat seperti orang sakit jika dilihat sekilas. Tapi, dengan menyentuh badannya saja, kau akan merasa suhu badannya sama sekali tidak normal.
   
Sekretaris Song juga membeli sebuah tabloid mingguan ketika Lee Min Ho memintanya membelikan sebuah koran untuk dibaca di ruangan perawatan ini.
   
Tapi, kali ini ia menemukan kesamaan headline berita di koran dan tabloid. Dua-duanya membahas tentang acara pelelangan busana rancangan Rachélle Kourvénski kemarin yang berjalan dengan sangat tidak baik.


   Model bernama Hye Sun-Ku itu ditemukan berpelukan dengan seorang pria yang masih misterius identitasnya. Tapi dugaan semua orang saat ini, kejadian ini adalah upaya pelecehan seksual yang berusaha dilakukan oleh pria misterius itu terhadap Hye Sun-Ku.
   Masih belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak Hye Sun-Ku sampai saat ini. Tapi kami mengharapkan konfirmasi secepatnya.


   Oh Tuhan… Apa yang dipikirkan orang-orang ini? Lelaki sepertinya bisa melakukan hal seperti itu? Aku harus berpikir seribu kali untuk menuduhnya melakukan hal itu.


   “Sekretaris Song—“panggil Min Ho pelan dan tidak begitu bertenaga. “Aku ingin mencari udara segar di luar.”
   
Sekretaris Song segera menoleh ketika mendengar suara itu. “Tapi, Pak—“
   
“Aku tak betah di sini. Tolong ambilkan kursi roda.”perintah atasannya padanya.
   
Hye Gyo tak dapat berbuat apa-apa jika sudah begini. Ia akhirnya menyerah dan  menyuruh seorang suster untuk mengambilkan kursi roda untuk atasannya.
   
“Kau di sini saja, Hye Gyo-ssi.”perintah atasannya sebelum meninggalkan ruangan dengan kursi roda dan infus di tangan kanannya—
***
   Min Ho menghela napas ketika sudah berada di luar ruang perawatannya.
   
Bayangkan. Ia dituduh melakukan pelecehan seksual pada Hye Sun!
   
Apa pun yang sudah dilakukannya kemarin. Ia sangat yakin kalau ia sama sekali tidak bermaksud untuk melakukan hal itu.
   
Kemudian, ketika ia melihat seorang perempuan di kursi taman.
   
Apakah ini saatnya aku mulai memakai kacamata?
   
Yang ada di matanya selalu Goo Hye Sun. Lama-lama ia bisa gila kalau begini terus. Tapi ketika perempuan itu berbaju serba hitam dan bersyal tebal itu menoleh, ia langsung tahu kalau ia tidak salah, ia tidak gila.
   
Tapi perempuan itu jelas tidak sedang melihatnya, karena ia segera berbalik lagi, Hye Sun pasti sedang menunggu seseorang. Akhirnya Min Ho menjalankan kursi rodanya menyusuri jalan setapak menuju kursi taman tempat perempuan itu sedang duduk.
   
“Hei, Nona cantik—“panggil Min Ho ketika ia sudah tiba di samping Hye Sun. Bisa dilihat perempuan itu terlihat sangat terkesiap.
   
“Kau?”
   
“Kau tak bisa bilang aku melanggar janji.”kata Min Ho cepat-cepat. “Kita masih di New York sekarang—“
***
   Setelah mengalami penolakan di tengah hujan itu, Min Ho segera menyuruh Hye Sun mengganti bajunya dengan baju milik Sekretaris Song yang berada di mobil.
   
Menguntungkan sekali ternyata selain membawa baju Min Ho, sekretaris itu juga membawa baju untuk dirinya sendiri. Dan hal menguntungkan lain adalah ternyata ukuran pakaian Sekretaris Song dan Hye Sun sama.
   
Setelah itu, Min Ho menyuruh Mr. Denzels untuk membiarkan Min Ho menyetir mobil sendiri bersama perempuan itu dan menyuruh Mr. Denzels mendampingi Sekretaris Song ketika pulang ke apartemen milik perusahaan.
   
Setelah sampai di mobil, Min Ho segera menekan-nekan layar sentuh navigator-nya, sedangkan Hye Sun memandanginya lekat-lekat.
   
“Kau tidak marah?”tanya Hye Sun hati-hati.
   
“Tidak—“jawab Min Ho singkat sambil tersenyum ke arah perempuan itu.
   
Ketika ia mulai menginjak gas dan meninggalkan Clayton Hotel, tak ada kata-kata lagi yang keluar dari mulut mereka berdua. Mereka melewati jalanan New York yang terang benderang dan masih ramai itu, sekalipun saat itu sudah hampir pukul 12 malam. Tapi mereka berdua sama sekali diam malam ini. Sibuk dengan pikiran masing-masing dan tak ada yang berani menginterupsi satu sama lain maupun memecahkan keheningan panjang itu.
   
Tapi, ketika Min Ho tiba-tiba menginjak remnya, pertanyaan itu spontan keluar dari mulutnya, “Kau sedang membawaku ke mana?”
   
“Lihat bangunannya baik-baik.”jawab Min Ho kalem sambil melepaskan sabuk pengamannya sendiri.
   
Bangunan di luar mobil ini, terlihat sangat mewah dan besar…
   
Mereka melihatnya dari dalam mobil itu, mereka tidak keluar sama sekali, takut kalau-kalau ada wartawan yang berkeliaran dan mengambil foto mereka terang-terangan.
   
“Lee Min Ho-ssi, sadarkah Anda ini adalah Bandara Internasional John F. Kennedy?”tanya Hye Sun ketika sudah menyadari di mana ia sekarang, ia menatap bangunan yang ada di hadapannya dengan tatapan menerawang, tatapan aneh.
   
“Bandara.”ucap Min Ho. “Tempat terjadi pertemuan dan perpisahan, awal dan akhir, alfa dan omega. Tempat istimewa.”
   
Hye Sun terdiam sejenak, tak menyangka Min Ho akan mengeluarkan kata-kata seperti itu. “Min Ho-ssi.”
   
“Akankah kita bisa memulai ‘awal’ kita di sini?”Pandangan mereka berdua tiba-tiba saja beradu. “Melupakan segala macam perkataan yang tadi kau dan aku ucapkan?”

 “Dapatkah kita mengawali segalanya lagi?”tanya Min Ho lagi, membuat Hye Sun ingin mengalihkan pandangannya ke tempat lain, jurusan lain, yang penting ia tak boleh melihat Min Ho, tapi, sinar mata lelaki itu mampu membuatnya hanya akan melihat lelaki itu. “Dapatkah kita kembali ke Seoul bersama-sama?”
   
“Kapan kau akan pulang?”Hye Sun tiba-tiba mengalihkan pembicaraan, ia menggigit bibirnya sekeras mungkin, ini selalu terjadi kalau ia tak tahu harus bicara apa lagi.
   
“Jangan alihkan pembicaraan.”tukas Min Ho dengan tegas, membuat jantung Hye Sun serasa ingin lepas ketika mendengar perkataan yang hampir mirip disebut bentakan itu, Min Ho tak biasanya seperti ini. “Aku yang harusnya bertanya kapan kau akan pulang.”
   
Hye Sun mengerutkan dahinya dan menatap lelaki itu dengan pandangan tak mengerti, “Apa maksudmu?”
   
“Empat tahun lagi, kan?”Inilah batas akhir kemampuan Lee Min Ho, ia tak mungkin berpura-pura tolol lagi, tersenyum, dan berkata semuanya baik-baik saja.”Kontrak kerjamu berlaku selama empat tahun dan aku tahu itu. Jika kau memutuskan kontrak itu di tengah jalan, kau harus membayar 2 juta dollar. Omong kosong! Akan kubayar itu.”
   
“Kalau kau ingin mengawali semua ini lagi dari awal,”kata Min Ho sambil masih memandangi perempuan itu, sekalipun Hye Sun tidak lagi melihat ke arahnya. “aku akan mengajakmu kembali ke Seoul.”
   
“Cukup!”tukas Hye Sun dengan cepat, ia yakin ia tak akan bisa melihat wajah lelaki itu.
   
“Jawab aku, maukah kau mengawali semuanya bersamaku?”tanya Min Ho tanpa menggubris perkataan Hye Sun tadi.
   
“Aku bisa membantumu membayar denda pelanggaran kontrak itu.”tambah Min Ho dengan cepat, mempersuasi Hye Sun dengan cara yang tidak menyenangkan, membuat perempuan itu sama sekali merasa tidak nyaman.

   “LEE MIN HO-SSI! CUKUP!”bentak Hye Sun, kemarahannya sudah memuncak sampai ke ubun-ubun, membuat seluruh tubuhnya bergetar, ia merasakan darahnya sendiri mendidih saking marahnya, entah apa yang dipikirkan lelaki ini sampai-sampai bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu.

“Jika yang kau maksud adalah itu,”ucap Hye Sun, kali ini hampir kedengaran seperti bisikan, mata coklatnya tak berani sekalipun menatap wajah Min Ho.“maka, jawabannya adalah tidak sama sekali—”

Hening sejenak, tak ada yang berani bicara, mereka berdua tidak melakukan apa-apa selama beberapa detik, termasuk bernapas sekali pun.
   
“Kapan kau pulang ke Seoul?”tanya Hye Sun sekali lagi, memecahkan keheningan itu dengan suaranya yang tegas dan bulat.
   
Min Ho mengalah, ia tahu ia akan segera kalah jika sudah berhadapan dengan gadis ini, “Besok.”
   
“Pulanglah.”ucap Hye Sun, suaranya melemah lagi kali ini, pandangannya mengarah lurus ke depannya, ke orang dan mobil yang berlalu-lalang di bandara ini. “Pergilah sendiri.”
   
“Tak ada yang perlu kita awali.”lanjut Hye Sun dengan tatapan lirih yang mengarah entah ke mana, yang penting bukan ke arah lelaki itu. “Kau yang perlu mengawali semua ini. Bukan kita—”
   
“Kau akan kembali ke Seoul besok, awali hidupmu lagi,”kata Hye Sun, masih belum berani menatap Min Ho. “lupakan aku, lupakan bahwa kau pernah mengenal seseorang bernama Goo Hye Sun, cari perempuan lain. Akhiri segalanya denganku.”
   
“Ketika aku akan bertemu lagi denganmu di Seoul,”Hye Sun menghela napas. “Kau harus jadi manusia baru. Manusia yang bisa melihat orang lain di matanya selain aku.”
   
“Aku pergi.”
   
Dua kata itu saja, Goo Hye Sun kemudian membuka pintu mobil dan pergi dari situ, meninggalkan orang paling bodoh sedunia itu sendirian—lagi—

***
   “Ya. Kita masih di New York.”jawab Hye Sun sambil tersenyum.
   
“Aku tak sabar ingin jadi manusia baru.”kata Min Ho cepat-cepat. “Jadi, aku tak akan menunda penerbanganku ke Seoul. Aku akan tetap pulang hari ini. Untuk dirimu—"
   
“Jangan—“larang Hye Sun tiba-tiba, Min Ho agak terkesiap, tapi ketika mendengar lanjutannya, ia sudah tidak kaget lagi. “Jangan melakukan sesuatu untuk orang lain. Hilangkan kebiasaan itu. Lakukan semuanya untuk kebahagiaanmu.”

Min Ho menghela napas dalam-dalam. Lelaki ini memang sungguh bodoh.

   “Aku pasti akan merindukan hal yang akan aku akhiri—“ujar Min Ho sambil berusaha tersenyum lebar. “Tapi, aku akan lebih menantikan hal yang akan aku awali.”
   
“Aku sudah membuang segala hal tentangmu—“Min Ho tersenyum lagi. “Aku tak akan pernah mau mengecewakanmu.”
   
“Selamat tinggal, Goo Hye Sun-ssi.”ucap Min Ho bersungguh-sungguh sambil menatap Hye Sun yang juga sedang berusaha tersenyum, dan hasil dari usaha itu hanyalah senyum kaku yang hampa.
   
“Angel by your side—“bisik Min Ho hampir tidak kedengaran. Setelah itu lelaki itu pergi dengan kursi roda dan infusnya, meninggalkan Hye Sun sendiri di tengah taman itu. Sekarang, ia yang meninggalkannya. Nanti, siapa meninggalkan siapa?
***
END OF CHAPTER


Mian.. . Nulisnya lg gk mood..  [hmff] [hmff] [hmff]
Moga" di chap selanjutnya bisa lebih bagusss.  [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]
« Last Edit: March 19, 2010, 11:36:12 pm by my_star_lullaby »

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
karinnnnnnnnnnnnnn, bagusssssssssssss kok say [lovestruck] [lovestruck]
gw suka, thanks ya udah diupdate ..
wahhh hyesun bakal menyesal nih minho udah bersedia melepaskannya, heii pasangan si minho selanjutnya bukan shg kan [what] jgn dung, ya wlp dia baik tapi gw lebih memilih gadis lain [hmpfh] ..
tp hyesun memang keras kepala deh, klu bukan cara ini mungkin seumur hidup dia kagak bakal tahu klu org yg ditakdirkan utknya, pelindungnya, org yg plg berarti buatnya adalah lee min ho [lovestruck]
ok karin ditunggu chp selanjutnya, fighting [smiley-gen013] [smiley-gen013]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Surie_Riri

  • Full
  • ***
  • Posts: 297
  • i'm silent reader, mian...
    • View Profile
makin seru aja nih ffnya si karin,,, [lovestruck]

suka karakter mino disini yg dah mulai bisa menentukan sikap,,, ga pasif lagi...
[lovestruck]

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
 [clap] [clap] [clap] [clap]asikk dah UPDATE niy sizt Karin menepati jnjinya  punk punk punk punk punk

iyaa SETUJU m mami ko,, niy chp ttp bgus ko Karin,,,kyna bner2 bkal nyesel n nyesek niy c hyesun dah melepas minho..
iyaa aq jg curiga bkal SGH niy yg jd org k3 nyaa yakk Karin???? [chin] [chin] [chin] [chin] [chin]

jd mksdnya hyesun suruh mino jd org baru n pulan ke seoul itu cm smpe setahun sblm mrka nikah kan yaa sizt??bukan tuk selamanya kan??? whistling whistling whistling whistling [chin] [chin]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
SHG???
Kita liat nanti deh...

Pokoknya abis ini...
Nyesek" akan berkurang...  [heh] [heh] [heh]

Aku males bikin nyesek mulu.. capeee...  [biggrin] [biggrin] [biggrin]

Nanti ke depannya jadi kyk comedy romantic...

Ikutin ke depannya aja yaaa...
Semoga alurnya gk gampang ketebak...  [on] [on] [on] [on]

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
SHG???
Kita liat nanti deh...

Pokoknya abis ini...
Nyesek" akan berkurang...  [heh] [heh] [heh]

Aku males bikin nyesek mulu.. capeee...  [biggrin] [biggrin] [biggrin]

Nanti ke depannya jadi kyk comedy romantic...

Ikutin ke depannya aja yaaa...
Semoga alurnya gk gampang ketebak...  [on] [on] [on] [on]
sip la say, ttp ditunggu nih ff, apalagi comedy romantis kesukaan gw, ingat ya bikin minho jd konyol2an [hmpfh] [lovestruck]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
hola hola baru baca neh karin n setuju ma semua neh chapter bagooossss bangetttt lagi gak mood aja bisa bikin nyesek gimana kl mood bisa2 one litre of tears neh  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

karin bukannya SHG disini ceritanya udah merit yah kl gak salah di awal2 dulu ada kok yg dia nyodorin majalah yg dibeli oleh hubbynya di amrik *CMIIW*  [biggrin]

kl masalah konyol2an ya daw bikin aja mino polling in lope with noona  [on] [on] [on] ya ya ya karin yaaaaaaaaa  [briggin] [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
hola hola baru baca neh karin n setuju ma semua neh chapter bagooossss bangetttt lagi gak mood aja bisa bikin nyesek gimana kl mood bisa2 one litre of tears neh  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

karin bukannya SHG disini ceritanya udah merit yah kl gak salah di awal2 dulu ada kok yg dia nyodorin majalah yg dibeli oleh hubbynya di amrik *CMIIW*  [biggrin]

kl masalah konyol2an ya daw bikin aja mino polling in lope with noona  [on] [on] [on] ya ya ya karin yaaaaaaaaa  [briggin] [hmpfh]
klu ga salah yg nyodorin majalah tuh kakaknya hyesun yg nyodorin majalah ke hyesun, dasar nih pikun [head break] [head break]
bener ga karin, males ubek lagi nih [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
 [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]asiiik deh klo mang sizt Karin mw bkin chp yg rada ga nyesek lg.. coz berharap mulai adegan romantisnya niy aq Karin [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

sooo jgn lma2 yaa update chp8nya sizt,, jgn kya mak nem n mami yg klo hiatus n update'an mpe sebulan niy lamanya [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
[clap] [clap] [clap] [clap] [clap]asiiik deh klo mang sizt Karin mw bkin chp yg rada ga nyesek lg.. coz berharap mulai adegan romantisnya niy aq Karin [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

sooo jgn lma2 yaa update chp8nya sizt,, jgn kya mak nem n mami yg klo hiatus n update'an mpe sebulan niy lamanya [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]












And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^