Author Topic: # LOST IN THE SEA # Last Chap (Ending chap)~ May 23, 2010  (Read 12374 times)

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
# LOST IN THE SEA # Last Chap (Ending chap)~ May 23, 2010
« on: April 06, 2010, 08:57:19 am »
LOST IN THE SEA


CAST :

Goo Hye Sun as Goo Hye Sun




Jung Ui Chul as Jung Ui Chul aka Boyfriend Goo Hye Sun




Lee Min Ho as Lee Min Ho



INDEX :

CHAPTER 1

CHAPTER 2

CHAPTER 3

CHAPTER 4

CHAPTER 5-A

CHAPTER 5-B



CHAPTER 1




Hari sudah beranjak siang ketika pesawat jet dari Korea itu mendarat di bandara kota Havana. Para penumpang yang terdiri dari seorang gadis berpakain hitam yang sangat cantik dengan raut muka dingin tanpa ekspresi, seorang pemuda yang cukup tampan yang selalu tersenyum kepada gadis di depannya dan sepasang kekasih yang selalu tertawa dan kelihatan ceria padahal cuaca sangat terik, mereka  hanya beristirahat sebentar di ruang tunggu sementara para awak menurunkan bagasi.



Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan limosin menuju ke pelabuhan di mana sudah menunggu kapal pesiar “Princess Mariana”. Kapten kapal menyambut ramah berbasa-basi sebentar kemudian mengajak mereka naik ke kapal untuk berkeliling melihat-lihat fasilitas yang disediakan oleh perusahaan mereka. Beberapa abk dan pelayan sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk tamu mereka yang akan berpesiar di laut Karibia selama seminggu.

Setelah puas melihat-lihat para tamu diajak ke buritan kapal yang dilengkapi kolam renang ukuran kecil untuk menikmati minuman dan camilan sebagai ucapan selamat datang.



Gadis yang berpakaian hitam berdiri melihat-lihat ke sekeliling dengan pandangan kosong. Sementara teman-temannya asyik bersenda gurau, gadis itu beranjak ke dalam kapal menyusuri lorong kabin. Ia terus saja berjalan tanpa tahu mau kemana dan berhenti di depan tangga yang menuju ke bawah. Ia turun dan melihat sebentar rupanya itu ruang mesin dan ketika hendak berbalik ia menabrak seorang pemuda berpakaian putih dan topi pelaut. Barang yang di bawa pemuda itu jatuh menggelinding di lantai dan ada cairan yang tumpah. Pemuda tersebut yang merupakan abk kapal menurunkan barang yang masih ada di tangannya dan memungut yang jatuh serta menyingkirkan yang tumpah.



Gadis itu hanya menatap tajam ke arah abk itu dan berlalu tanpa merasa bersalah dan tidak berkata sepatahpun.

Si abk menatap punggung gadis tersebut yang semakin menjauh dan hilang dibalik tikungan lorong menuju buritan. Ia hanya bisa bersungut mengepel cairan yang tumpah “Dasar gadis sombong… mentang-mentang dari kalangan jetset, sudah tahu salah malah pergi tanpa minta maaf.”

***********

Bunyi angin menderu dan ombak memecah kapal menjadi musik yang indah mengiringi kapal berlayar.
Di ruang kemudi, kapten sibuk mengarahkan juru kemudi arah mana saja yang akan mereka tuju. Penumpang mereka akan mengunjungi pulau-pulau terpencil yang banyak disukai wisatawan di Kepulauan Bahama, namun karena satu dan lain hal penumpangnya tidak ingin berlayar saat banyak wisatawan dengan alasan tidak ada privasi.

Padahal bulan-bulan ini cuaca tidak mendukung karena sering terjadi badai tapi penumpang mereka tidak perduli dan mampu membayar lebih sehingga perusahaan mereka menyanggupinya. Sebagai kapten ia tidak bisa membantah atasan walaupun sudah menjelaskan akibatnya jika memaksa berlayar, maka ia terpaksa menurutinya meskipun dengan berat hati dan ia hanya menugaskan abk-abk pilihan untuk membantunya.

**********

Angin malam menderu kencang dan terasa dingin menusuk tulang tapi para penumpang special itu tidak menggubrisnya seakan senang menikmati hawa laut di malam hari. Mereka duduk-duduk di kursi malas di anjungan kapal sambil memandang bulan dan bintang.



Salah satu penumpang special itu adalah seorang gadis kaya yang akan mewarisi seluruh kekayaan kakek buyutnya yang mempunyai jaringan bisnis bergerak di segala bidang di negaranya setelah ia berumur 20 tahun yang tinggal 1, 5 bulan lagi. Karena hanya tinggal dia yang hidup sementara ke dua orang tuanya telah tiada karena kecelakaan tragis waktu dia masih kecil.

Gadis itu bernama Goo Hye Sun, ia sangat cantik dan banyak pemuda-pemuda kaya yang melirik dan mengincarnya untuk dijadikan pendamping karena kecantikan dan juga harta yang akan diwarisinya. Tapi banyak juga yang patah hati karena tidak mendapat respon dan malah ada yang ditolaknya mentah-mentah membuat pemuda yang lain ciut untuk menggaetnya.

Namun dari sekian banyak pemuda itu ada seorang pemuda yang bernama Jung Ui Chul terus mengejar-ngejar Hye Sun walaupun sudah berkali-kali juga ditolaknya tapi karena usahanya yang gigih akhirnya Hye Sun mau menjalin hubungan dengan Jung meskipun hatinya tidak menerimanya.

Jung ke luar dari kabin membawa selimut mendekati Hye Sun dan meletakkan ke seluruh badan Hye Sun setelah membukanya, ia mengecup kening Hye Sun dan duduk di sampingnya.

“Kamu mau minum, sayang ?” Tanya Jung penuh perhatian yang mendapat anggukan dari Hye Sun.

Jung memanggil abk yang lewat untuk menyediakan apa yang mereka minta. Abk mendekat dan bertanya :

“Ada yang bisa saya bantu tuan ?”

“Tolong bawakan saya bir 3 kaleng dan….Sayang, kamu minum apa ?” Tanya Jung pada Hye Sun.

“Saya mau kopi latte panas… dan tidak pakai lama.” Sahut Hye Sun ketus ke arah abk yang ternyata pemuda yang ditabraknya tadi siang.

Abk itu mengangguk dengan senyum manis walaupun terpaksa, ia mengeluarkan radio panggil dari saku celana belakang dan memanggil temannya di bagian dapur untuk membawakan ke anjungan apa yang diminta penumpangnya.

“Tuan dan Nona, minuman anda akan diantar 3 menit lagi. Semoga anda akan menikmati malam ini…Permisi.” Abk itu berlalu setelah melemparkan pandangan dengan tatapan yang membuat Hye Sun bingung.

**********

Hari sudah larut malam, Hye Sun pamit kepada Jung dan temannya…tepatnya teman Jung karena ia tidak punya teman dekat sebab ia lebih suka menyendiri. Temannya Jung hanya melihatnya sekilas dan kembali lagi asyik bergumul berdua seakan tidak ada hari esok lagi yang membuat Hye Sun muak tapi ia tidak mau ambil pusing.

Hye Sun bergegas masuk ke kapal dan menuju kamarnya yang terletak di kabin sebelah kiri.

Jung menghabiskan birnya dan mengalihkan pandangan ke sahabatnya yang masih asik berpelukan sambil sesekali berciuman yang membuat Jung panas dan iri karena Hye Sun tidak pernah mau dipeluknya apalagi dicium bibirnya.

Jung berdiri dengan senyum licik kemudian berlalu masuk ke kapal, ia mencari-cari abk yang bertugas di kabin. Setelah ketemu mereka berbicara sebentar tapi abk itu kelihatan menggelengkan kepalanya kemudian Jung membuka dompet mengambil beberapa lembar dollar dan memasukkan ke kantong baju abk sambil berbisik yang mendapat anggukan kepala dari abk.

Abk itu pergi dan beberapa saat kemudian kembali lagi menyerahkan sesuatu kepada Jung. Dengan senyum puas Jung pergi menuju kamarnya di kabin sebelah kanan yang berhadapan dengan kamar Hye Sun.

Sekitar 15 menit kemudian Jung ke luar dari kamarnya dengan memakai kaos dan celana pendek selutut, keliahatannya ia baru saja selesai mandi karena rambutnya masih kelihatan basah.

Jung menuju pintu kamar Hye Sun, ia berhenti sebentar menarik nafas panjang lalu mengetuk pintu dengan pelan. Setelah beberapa saat mengetuk tidak ada tanda-tanda pintu di buka, ia coba panggil nama Hye Sun tapi ditunggu-tunggu tetap tidak ada jawaban.

Akhirnya Jung merogoh saku celananya dan mengeluarkan sesuatu yang ternyata kunci kamar. Ia masukkan kunci ke lubangnya dan memutarnya pelan sambil memegang gagang pintu kemudian terdengar bunyi klik. Jung terlihat senang dan memutar gagang pintu dengan perlahan pintu terbuka. Ia mengintip sebentar sebelum masuk, kamar Hye Sun gelap hanya cahaya samar-samar dari kamar mandi, Jung mengendap dan melangkah perlahan menuju tempat tidur takut Hye Sun bangun. Baru beberapa langkah Jung berjalan tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang dari balik pintu memukulnya membuat Jung terkapar tanpa suara.

************

Hari sudah siang tapi matahari enggan memancarkan sinarnya. Hye Sun dan sahabatnya Jung duduk di kabin tingkat 2 bagian belakang yang menjadi ruang makan. Mereka sedang menikmati makan siang namun bagi Hye Sun ini adalah sarapan karena ia baru bangun, sementara Jung tidak tampak batang hidungnya tapi Hye Sun sepertinya tidak khawatir melihat kekasihnya tidak makan siang bersama mereka.

Mereka menikmati hidangan tanpa ada suara yang ke luar hanya dentingan sendok dan garpu serta semilir angin laut. Hye Sun bersikap seperti biasa dingin dan tanpa ekspresi dalam diamnya yang membuat orang yang berada disekitarnya bingung harus bagaimana menghadapinya karena walaupun di ajak bicara ia tidak menjawab kalau tidak penting.

Sahabatnya Jung menatap ke Hye Sun sebentar kemudian beralih kekasihnya dengan pandangan bertanya…”Jung mana ?” Tapi kekasihnya hanya mengangkat bahu dan mengarahkan telunjuknya ke Hye Sun takut-takut memberi isyarat…”Tanya dia ?”. Tapi sahabatnya Jung hanya menggelengkan kepala dan meneruskan makan siangnya.

***********

Jung membuka mata dan berusaha bangun tapi kepalanya terasa berat dan leher belakangnya serta bahu kirinya sakit. Tangannya meraba leher dan ia mendapati darah kering serta goresan kecil di leher dan bahunya. Kemudian ia menuju ke meja rias dan melihat memar biru di bahu.

Jung kembali ke kasur dan duduk bersender memegang lututnya, ia bingung dengan apa yang telah terjadi. Bukankah ia tadi malam ke kamar Hye Sun untuk mencicipi tubuhnya tapi kenapa ia ada dikamarnya sendiri dan kenapa ada memar dan goresan di bahu kirinya.

Jung langsung terperanjat begitu ingat kejadian yang menimpanya. Cepat-cepat ia bangun dan mengganti pakaian dan ke luar menuju kamar Hye Sun. Di ketuk dan dipanggil-panggilnya Hye Sun tidak menjawab. Diulanginya sekali lagi namun belum sempat ia melakukan abk menegurnya bahwa Hye Sun ada di atas di ruang santai.

Jung bergegas menuju ruang santai dan dilihatnya Hye Sun sedang asyik membaca buku sementara tidak jauh dari situ sahabatnya sedang menonton film bersama kekasihnya.

Jung mendekati Hye Sun dan bermaksud mengecup keningnya tapi Hye Sun menunduk mengambil pembatas bukunya yang terjatuh sehingga Jung hanya mencium angin.

Jung duduk di depan Hye Sun dengan lesu, ia perhatikan Hye Sun bersikap seperti biasa seakan tidak ada yang terjadi. Jung jadi berpikir…”apakah ia salah kamar tadi malam.”

***********

Pada malam harinya setelah makan malam, Kapten “Princess Mariana” memberitahu mereka jika besok mereka berada di sekitar kepulauan Exuma dan menurut badan meteorology, klimatology dan geofisika setempat besok cuaca cerah jadi jika mereka ingin menyelam dan snorkeling maka mereka bisa menikmatinya. Jung dan sahabatnya bersorak gembira karena hari ini mereka tidak bisa berbuat banyak ketika kapal berada di kepulauan Andros sebab hujan deras turun, di samping tragedi memalukan yang menimpanya.

Jung mengalihkan pandangannya ke Hye Sun yang tetap diam dan tidak bereaksi. Kemudian Hye Sun pamit ke kamarnya dan berpesan tidak mau di ganggu. Jung hanya bisa menatap tubuh kekasihnya menjauh tanpa bisa berbuat banyak.

**********

Pagi hari cuaca cerah sekali dan kapal juga sudah menabuh jangkarnya. Jung dan sahabatnya sedang menyiapkan peralatan mereka yang di bantu oleh beberapa abk memindahkannya ke perahu karet.

Hye Sun hanya duduk memperhatikan mereka sebentar lalu larut dalam kesibukannya membaca buku.

Jung melihat ke Hye Sun yang belum berganti pakaian, ia mendekatinya karena mereka sudah siap berangkat kalau tidak ingin kesiangan.

“Sayang…Kenapa kamu belum bersiap-siap ?... Kita sudah siap dan tinggal menunggu kamu…” Kata Jung lembut.

Hye Sun menurunkan buku dari wajahnya dan melihat sekilas ke Jung dan yang lain lalu kembali ke buku.

Jung hanya menghela nafas panjang sambil berkacak pinggang melihat sikap Hye Sun. Ia sudah mulai tidak sabar dengan segala tingkah dan sikap Hye Sun yang dingin dan sulit di tebak. Jika saja bukan karena pamannya yang selalu memberinya semangat dan mengingatkan akan apa yang akan mereka dapatkan nanti maka sudah lama ia campakkan gadis didepannya.

“Sayang…Jika kamu tidak mau ikut, kami akan pergi sekarang…Itupun  jika kamu tidak keberatan..?” Kata Jung berusaha selembut mungkin padahal ia sudah dongkol.

Hye Sun tidak bereaksi, ia masih saja tenggelam dalam bukunya. Jung ingin sekali merebut buku itu dan membuangnya ke laut karena selama 2 hari ini, ia pikir Hye Sun akan meninggalkan bukunya tapi ternyata malah tambah parah.

“S a a y a a a n g ….” Kata Jung lagi dengan kesabaran yang sudah semakin terkikis. Sementara sahabatnya sudah beberapa kali menunjuk ke jam ditangannya.

“Pergilah…” Jawab Hye Sun pelan hampir tidak terdengar yang membuat Jung menghembuskan nafas lega.

“Terima kasih, sayang..” Sahut Jung berusaha mencium pipi Hye Sun tapi keburu Hye Sun berdiri mau masuk ke dalam kapal sehingga ia sekali lagi hanya mencium angin.

***********

Hari mulai beranjak meninggalkan pagi dan jam menunjukkan pukul 09.00 ketika Hye Sun ke buritan melihat 2 abk menyiapkan perahu karet dan menurunkannya ke air. Ia merasa penasaran dengan apa yang akan mereka lakukan karena ia mulai bosan terus berada di kapal dan ia tidak suka menyelam.

“Kalian mau kemana ?” Tanya Hye Sun kelihatan angkuh.



“Apaa…? Ooo…kami mau pergi memancing ikan untuk makan siang nanti.” Jawab abk yang berkulit hitam setelah Hye Sun mengetahui mereka yang ditanyanya.

Bolehkah…saya ikut …kalian ?” Hye Sun bertanya sedikit ragu karena ia sesekali ingin juga melihat orang mancing tepatnya sih pergi dari rutinitasnya berkutat dengan buku.

Abk itu hanya bengong menatap ke Hye Sun tidak percaya dengan pendengarannya. Tapi Hye Sun meyakinkannya kalau ia benar-benar ingin ikut. Abk itu mendekati temannya yang masih sibuk memeriksa barang yang akan dibawa. Mereka berdebat sebentar kemudian temannya abk berkulit hitam yang ternyata abk yang pernah bertubrukan dengannya dulu. Abk itu hanya melihat ke Hye Sun sekilas lalu berlalu pergi tanpa menghiraukan Hye Sun yang menunggu jawaban.

End Of Chapter

**********


« Last Edit: May 23, 2010, 08:02:30 am by Amira »

Share on Bluesky Share on Facebook


Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Re: LOST IN THE SEA ~ update tomorrow
« Reply #1 on: April 06, 2010, 09:06:41 am »
Tomorrow...???  [AddEmoticons04262] Cihuuuuyy asik neh....  [clap] [clap] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-gen013]

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: LOST IN THE SEA ~ update tomorrow
« Reply #2 on: April 06, 2010, 09:26:09 am »
Asyiiiik^^

Aku tunggu ya sistaaa ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: LOST IN THE SEA ~ update tomorrow
« Reply #3 on: April 06, 2010, 10:02:10 am »
updatenya besok ya sis bultang, ditunggu lho [smiley-gen013] [smiley-gen013] sekalian ama BS nya dong, udah penasaran tuh ama kemunculan pasanganku [hmpfh] [hmpfh] and itu piku hubby yg gw pm dpt ga [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Re: LOST IN THE SEA ~ update tomorrow
« Reply #4 on: April 06, 2010, 07:02:36 pm »
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] asiiikk,,, dtunggu yaa Amira Onnie updatenya bsok,,,,,,  [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: LOST IN THE SEA ~ update tomorrow
« Reply #5 on: April 06, 2010, 08:20:47 pm »
Iya janji setelah nemu picu yg pas tp belum nemu nih coz blm nyari he3x coz link yg dipm mami td mlm eror trus td coba via hp bs jd tunggu nyala lampu aq coba lg n moga aja inet lancar... Mami: BS blm aq apa2xin tuh alias blm dikerjain sama sekali, tunggu ini update dulu baru BS..

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: LOST IN THE SEA ~ update tomorrow
« Reply #6 on: April 06, 2010, 10:55:53 pm »

CHAPTER 2


Setelah 2 jam mereka memancing belum ada juga dapat ikan satupun padahal sebentar lagi waktu makan siang sebetulnya bukan tidak ada tapi karena sesuatu dan lain hal maka ikan itu tidak bisa dibawa pulang.

“Robert….Bagaimana jika kita kembali saja, sepertinya akan datang badai ?” Kata abk yang berbadan tegap dengan wajah tampan, hidung mancung dan bibir tebal yang pantas jadi actor dari pada pelaut ke temannya yang berkulit hitam.

“30 menit lagi, karena kalau kita kembali sekarang tanpa membawa seekor ikanpun kapten pasti marah…lagipula cuaca sedang cerah jadi tidak mungkin ada badai…bilang saja kamu takut jelek ya Min Ho?” Sahut temannya yang bernama Robert menggoda.

Enak saja, aku kan sudah cakep dari dulu jadi tidak mungkin jadi jelek hanya kena panas sebentar…tapi nanti jangan menyesal kalau badai datang dan kita terperangkap di perahu ini..” sahut Min Ho mengancam dengan mulut cemberut.

“Yaaa…kamu tidak perlu begitu di jamin  tidak terjadi apa-apa, kamu lihat saja cuaca cerah begini ..” Robert melihat ke atas dengan telapak tangan seperti meneropong.

Sementara Hye Sun hanya memperhatikan mereka dan tidak ingin ikut campur karena ia sudah berjanji tidak akan minta macam-macam jika mereka membolehkannya ikut dan jika saja tadi ia bisa menepati janjinya maka mereka mungkin sudah kembali, ini salahnya tapi ia tidak mau mengakuinya.

“Terserah kamu sajalah, lebih baik kita pindah dari sini sepertinya ikan di sini sudah kenyang..” sahut Min Ho mendengkikkan bahunya yang disambut dengan anggukan oleh Robert lalu membereskan pancingnya.



Robert mengarahkan perahu sekitar 2 mil ke utara kemudian mereka melanjutkan lagi memacing tapi setelah 30 menit kemudian tidak ada juga tanda-tanda ikan memakan umpan mereka, lalu mereka memutuskan untuk kembali tapi belum selesai mereka membereskan peralatan pancing tiba-tiba langit hitam, angin mulai kencang dan laut yang tadi tenang tiba-tiba mulai berombak yang membuat perahu mereka hanyut.



Robert dan Hye Sun hanya terpana melihat perubahan cuaca yang tiba-tiba tapi Min Ho dengan sigap menyalakan mesin. Mendengar bunyi mesin menderu, Robert cepat-cepat membereskan alat pancing sekenanya dan bahkan ada yang jatuh ke air tapi dibiarkannya saja sedangkan Hye Sun diam tidak bergerak ke dua tangannya memegang sisi perahu dengan erat.

Perahu melaju kencang tapi karena melawan arus dan berombak maka perahu seperti berjalan ditempat, perahu dan isinya terombang-ambing berusaha menghindari gulungan ombak yang semakin besar.

**************
Jung yang sudah kembali ke kapal dan tidak menemukan Hye Sun menjadi kesal. Hye Sun memang kadang berbuat seenaknya dan tidak mau perduli dengan orang lain termasuk dengan Jung yang pacarnya sendiri. Jung sebenarnya masih belum mau balik tapi abk yang mendampingi mereka menyampaikan pesan dari kapten bahwa akan ada badai walaupun ia lihat cuaca cerah tapi abk berkeras bahwa mereka harus kembali sekarang.

 Jung mendengar dari kapten bahwa akan ada badai sekitar 10 menit lagi dan kapten sudah menghubungi abk yang pergi dengan Hye Sun tapi tidak ada sambungan. Jika mereka tidak cepat kembali maka sulit untuk terhindar dari badai tersebut. Jung jadi cemas dan khawatir dengan keselamatan Hye Sun.

***********



Sudah hampir 2 jam lebih tapi mereka belum menemukan kapal “Princes Mariana” padahal tadi mereka pergi tidak jauh dan hanya memakan waktu 30 menit. Min Ho berdiri melihat ke kiri dan kanan tapi sejauh mata memandang tidak ada kelihatan kapal “Princess Mariana”, mana langit masih diselimuti awan hitam ditambah kilat menyambar-nyambar dan sesekali bunyi guntur menggelegar membuat yang ada di perahu panik.

Robert sudah berusaha menghubungi kapal lewat radio tapi tidak ada respon sepertinya karena cuaca buruk jadi jaringan komunikasi juga terganggu.

Perahu tiba-tiba berhenti karena mesinnya mati, Min Ho berusaha menghidupkan kembali mesin tapi tidak bisa juga. Ia periksa apa ada yang rusak ternyata tidak ada apa-apa dan ia hidupkan kembali tetap tidak bisa terus ia buka tanki ternyata minyaknya kosong. Ia mengambil derigen tempat minyak dan membuka tutupnya bermaksud menumpahkan isinya tapi yang keluar hanya beberapa titik, ia melihat ke arah Robert tapi yang dilihat hanya mengangkat bahu dan memberi isyarat ia hanya membawa 2 derigen dan sudah dipakai semua.

Min Ho melempar derigen minyak ke laut dengan marah dan menendang barang yang ada didekatnya, Robert mendekati dan berusaha menenangkannya tapi malah mendapat bogem mentah. Hye Sun yang sudah panik makin tambah panik tapi ia tidak bisa berdiam diri lagi, dengan keberanian yang dipaksakan ia mencoba melerai mereka. Merasa tangannya yang akan melayangkan tinjunya lagi dipegangi oleh Hye Sun dengan erat, Min ho berbalik menatap Hye Sun tajam dengan satu tangan masih memegangi kerah baju Robert. Hye Sun merasa risih ditatap Min Ho seperti itu tapi ia sisihkan perasaan tersebut dengan balas menantang tatapan Min Ho dan makin erat memegang tangannya yang membuat Min Ho melepaskan cengkramannya ke leher Robert. Robert memegangi lehernya yang sakit dengan terbatuk-batuk kemudian ia ke haluan dan mencoba lagi menghubungi kaptennya.

Min Ho kembali ke buritan dan mengambil sesuatu di tas hitam dan ia menngeluarkan pistol dan menembakkannya ke udara, sesaat kemudian langit terang seperti ada kembang api berwarna merah. Min Ho melakukan itu beberapa kali berharap ada kapal yang melihatnya.

Tiba-tiba dari arah depan datang ombak besar yang menari-nari menuju ke arah mereka dan angin puyuh.



Semua orang yang ada di perahu ternganga melihat hal itu dan mereka seperti tersihir tidak ada yang bergerak atau berbuat sesuatu karena pikiran mereka sudah tidak ada di sana sepertinya mereka sadar nyawa mereka sudah di ujung tanduk, sementara gulungan ombak dan angin puyuh sudah semakin dekat dan mendekat.

Min Ho dengan cepat mengambil derigen kosong dan memberikan ke Hye Sun yang masih terpaku di tempat. Hye Sun hanya diam tidak bereaksi tapi Min Ho menyodorkan derigen dengan meletakkannya ke tangan Hye Sun dengan kasar membuat Hye Sun mengernyitkan alisnya menatap Min Ho tajam. Min Ho mengabaikan tatapan itu dan mengambil benda yang bisa digunakan untuk menyelamatkan mereka jika terjadi sesuatu yang di luar dugaan, Robert yang dari tadi diam juga mengikuti langkah Min Ho. Gulungan ombak dan angina puyuh itu sudah tinggal 1 meter…50cm… dan ombak besar itu menghempas perahu dengan keras dan menggulungnya di dalam membuat perahu beserta isinya terombang-ambing dan tercerai berai didalamnya ada beberapa benda yang berputar-putar di uadara dan tersedot angin puyuh ke atas. Kejadian itu terjadi sekitar 10 menit tapi cukup untuk menghancurkan atau menenggelamkan perahu karet bahkan kapal-kapal kecil. Jika di lihat dari ganasnya angin dan ombak yang menggulung dan menghempas-hempas perahu itu sepertinya tidak ada yang selamat.

Berselang 30 menit kemudian langit kembali cerah dan laut tenang seperti tidak ada badai yang terjadi. Dari kejauhan terlihat perahu karet dalam posisi terbalik dan tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana.

**********

Sementara itu di kapal “Princess Mariana” para abk dan kapten kapal sibuk menghubungi kapal-kapal lain yang mungkin melihat sebuah perahu karet dan 3 penumpangnya. Mereka sudah mencoba menghubungi Robert dan Min Ho tapi tidak ada tanda-tanda dan mereka juga sudah minta bantuan ke polisi laut  dan team penyelamat di Negara tersebut.

Kapten kapal mendatangi Jung yang tertunduk lesu ditemani oleh sahabatnya di kamarnya. Ia melaporkan bahwa belum ada kabar tentang Hye Sun dan mereka sudah mencoba segala yang mereka bisa dan mereka akan mengirim team untuk mencarinya.

Jung hanya menggangguk dan menngalihkan pandangan sebentar ke kapten kapal kemudian menunduk lagi dan menutup muka dengan kedua tangannya. Jung tidak habis pikir apa yang membuat Hye Sun ikut abk memancing padahal dia tidak suka. Apa yang harus  ia lakukan sekarang jika Hye Sun tidak selamat, sia-sialah usahanya selama beberapa tahun teakhir jika tidak bisa memperistrinya. Apa kata pamannya nanti ? Pasti pamannya akan marah besar dan menyudutkannya karena tidak bisa menjaga Hye Sun dengan baik.

***********
Keesokan harinya :

Di sebuah pulau terpencil yang tidak berpenghuni terlihat seorang pemuda tertelungkup di pantai separuh badannya terendam di air. Badannya kadang terhempas oleh ombak yang datang. Sepertinya pemuda itu (yang ternyata abk bernama Min Ho) sudah berjam-jam dalam posisi begitu dan ia terbangun ketika terik matahari pagi menyilaukan matanya. Cepat ia merubah posisinya karena air laut kadang menggelitik hidungnya, ia duduk melepaskan baju pelampung dan mencoba berdiri walaupun badannya terasa sakit semua dan perut yang keroncongan karena lapar serta tenggorokan yang sakit karena kebanyakan menghirup air laut.

Ia melihat kesekeliling hanya ada pohon-pohon yang tinggi, pantai pasir putih dan laut yang luas membentang. Ia diam sebentar mengingat-ingat yang terjadi kemaren ketika ombak dan angin puyuh menghantam perahu, mereka berpegangan erat ke sisi perahu dan mereka terputar-putar dan terhempas sangat keras sampai mereka terlempar dari perahu, ia berusaha menyelamatkan Hye Sun dan Robert dengan saling memegang tangan tapi pegangan Robert terlepas dan ia tidak melihat Robert lagi setelah itu. Sedangkan Hye Sun setelah badai ia lihat berpegangan pada derigen yang ia berikan sementara ia sendiri hanya mengandalkan baju pelampung yang ia kenakan. Hye Sun berteriak-teriak minta tolong sampai suaranya serak dan mereka terombang-ambing dibawa arus air dan ombak sampai mereka kelelahan dan setelah itu ia tidak ingat apa-apa lagi sepertinya ia pingsan dan terdampar di pantai ini.

Min Ho lalu melangkahkan kakinya sapanjang pantai dan mengarahkan pandangannya ke semua penjuru melihat-lihat jika ada yang bisa di makan dan mungkin ia menemukan teman-temannya. Setelah jauh berjalan langkahnya terhenti karena didepannya ada batu besar menjulang yang memutus jalan ke sebelahnya. Min Ho memutar badannya ke daratan dan melanjutkan mencari ke dalam pulau untuk kemudian ke pantai di sebelah batu itu. Di dalam hutan pulau itu Min Ho hanya mendapat beberapa buah yang ia tidak tahu namanya tapi lumayan untuk mengisi perutnya yang lapar. Kemudian ia melanjutkan untuk menjelajahi pulau itu.

***********

Sementara itu di sisi kanan pulau terlihat seorang gadis berjalan menyusuri pantai, kelihatan sekali ia sangat lelah. Ia berjalan tidak tentu arah kemudian ia melihat pohon merambat dengan buah yang rimbun, dengan cepat ia memetik buah itu dan menaruhnya di baju depan yang dibuatnya sebagai wadah. Hye Sun tersenyum senang dengan usahanya itu dan berjalan ke pantai untuk mencuci buah. Setelah selesai ia mencari tempat yang teduh untuk menikmatinya dengan hati-hati ia melangkah supaya buah yang ada dalam gendongannya tidak jatuh. Tapi ia kaget ketika ada seseorang dengan sengaja menjatuhkannya semua dan menginjak-injaknya yang membuat Hye Sun hanya bisa meratapi….

“Yaaaa…makan pagi saya…” Hye Sun kelihatan sangat marah dan ia melihat ke arah orang yang membuang buahnya karena ia dari tadi tidak melihat siapapun sampai orang ini tiba-tiba datang.

“KAMUU!!!....” Hye Sun sok melihat Min Ho dengan mulut ternganga.

“Kenapa…? Anda tidak suka melihat saya masih hidup.” Kata Min Ho dengan senyum sinis.

“Tidak…Eh, iya… karena kamu telah menghancurkan makananku.” Sahut Hye Sun ketus walaupun dalam hati ia senang tidak sendirian di pulau itu namun ia berusaha untuk tidak memperlihatkannya lalu katanya :

“Apa mau kamu heeh ?.... Kamu tiba-tiba muncul seperti hantu membuat saya kaget dan membuang semuanya yang sudah susah payah saya dapatkan..” Hye Sun meluapkan amarahnya dengan memukul-mukul lengan Min Ho. Min Ho hanya diam tidak menghindar dan setelah dilihatnya Hye Sun menghentikan ulahnya ia berjongkok mengambil buah yang masih utuh lalu berkata :

“Jika kamu mau keracunan … nih makan saja…Rupanya anda tidak senang bisa selamat dari badai itu.” Min Ho meneyrahkan buah yang dipungutnya sambil berlalu dari hadapan Hye Sun.

Hye Sun hanya termangu ditempatnya, ia tidak menyangka pemuda yang dingin itu telah menyelamatkan hidupnya lagi. Hye Sun tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya andai pemuda itu tidak cepat mencegahnya menelan buah-buah beracun yang kelihatan menggiurkan. Hye Sun tersadar dari lamunan ketika perutnya berbunyi minta cepat diisi, dilihatnya Min Ho sudah agak jauh berjalan didepannya maka ia berteriak …

“ HEIII…KAMU!!! …Tungguuu…”

Min Ho menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang dengan pandangan menyidik.

Melihat Min Ho menoleh, Hye Sun berkata dengan angkuh : “Kamu harus menggantinya karena gara-gara kamu saya kelaparan sekarang..” Tatapan Hye Sun beralih dari Min Ho ke buah beracun yang berserakan di tanah. Min Ho hanya mengernyitkan alisnya tanpa menghiraukannya dan melanjutkan langkahnya sementara Hye Sun dongkol melihat Min Ho mengabaikannya, kemudian setengah berlari ia mengejar Min Ho yang sudah jauh di depan sambil mengeluarkan sumpah serapahnya tapi Min Ho tetap tidak perduli dan terus saja berjalan.



Hari sudah beranjak siang tapi tidak ada tanda orang-orang mencari mereka karena pulau tempat mereka terdampar adalah pulau yang sangat kecil dan tidak ada di dalam peta, sehingga kecil kemungkinan mereka bisa ditemukan dan kembali keperadaban.


***********

Setelah jauh berjalan, Min Ho berhenti dan menunggu Hye Sun yang tertatih-tatih mengejarnya karena Min Ho berjalan cepat dengan langkah yang besar sehingga Hye Sun kesulitan untuk bisa mensejajarinya berjalan walaupun ia berlari tapi karena lapar dan haus ia jadi tidak bertenaga untuk terus mengikuti Min Ho dengan berlari.

Setelah sekitar 10 menit menunggu akhirnya Hye Sun sampai juga ditempat Min Ho berdiri. Hye Sun membungkuk memegangi ke dua lututnya dengan nafas yang ngos-ngosan, seumur hidupnya ia tidak pernah diabaikan seperti ini, sesekali ia melirik Min Ho dengan mulut maju karena jengkelnya.

Min Ho hanya tersenyum mengejek melihat Hye Sun, kemudia ia berkata :

“Anda pergilah ke balik batu dibawah sana…” Min Ho mengarahkan telunjuk tangannya ke arah yang dimaksud yang berjarak sekitar 10 meter dari tempat mereka berdiri dan Hye Sun melihat ke tempat yang ditunjuk kemudian beralih ke Min Ho dengan pandangan bertanya.

“Setelah anda membersihkan diri dan minum sepuasnya…anda bawa air itu ke atas sana.” Lanjut Min Ho kembali mengararah telunjuknya ke balik rumput liar yang tidak jauh dari tempat mereka. Mendengar hal terakhir membuat Hye Sun naik pitam, ia merasa jadi pelayan dan ia tidak suka di perintah seenaknya. Dengan menahan emosi sambil meremas tangannya, Hye Sun berkata :

“Kamu kira…kamu siapa heh, beraninya memerintah saya ?”

Min Ho hanya nyengir dengan senyum sinis dan berkata : “Saya bukan siapa-siapa, tapi jika anda ingin bertahan hidup maka anda harus menuruti kata-kata saya…jika tidak juga saya tidak rugi” Min Ho mendengkikkan bahu dan berpaling hendak pergi dari situ tapi Hye sun dengan cepat menghadang langkahnya, ia mengeluarkan dompet dari tas selempang yang dibawanya kemudian ia menyerahkan beberapa lembar uang seribu dollar ke Min Ho.

Min Ho tidak langsung menerima tapi malah menatap tajam Hye Sun, ia merasa hanya berharga beberapa ribu dollar dan tidak menghargainya dengan tulus. Hye Sun merasa keder ditatap seperti itu tapi ia tidak pernah takut akan apapun.

“Uang itu anggap saja uang muka untuk ganti rugi karena telah menyelamatkanku, nanti setelah kita kembali saya akan  membayar sisanya.” Kata Hye Sun melihat Min Ho tetap tidak bereaksi, tapi kata-katanya telah membuat Min Ho jadi emosi…

“Anda kira, uang anda berharga di sini heh…Berapapun banyak uang dan harta anda tapi itu semua tidak ada artinya lagi di sini…Dan jikapun mereka mencari kita maka sulit sekali untuk menemukan karena ini pulau kecil dan tidak ada di dalam peta…Apalagi badai yang terjadi kemaren sangat dahsyat maka besar kemungkinan jika dalam 1 minggu mereka tidak menemukan kita dianggap telah ditelan badai dan anda bisa menebak sendiri apa yang terjadi selanjutnya…” Min Ho melihat Hye Sun shock sampai tanpa sadar mundur beberapa langkah mendengar kata-katanya tapi ia tidak memperdulikannya karena menurutnya gadis kaya ini harus tahu kebenarannya dan tidak berharap banyak…

“Jadi jika anda ingin cacing-cacing di perut anda berhenti bernyanyi maka cepat lakukan yang saya minta.” Kata Min Ho selanjutnya dan ia berlalu meninggalkan Hye Sun yang masih termangu bergelut dengan pikirannya.

Beberapa saat kemudian setelah berkompromi dengan dirinya sendiri, Hye Sun menoleh ke arah Min Ho yang belum jauh berjalan… “Bagaimana caranya ?”

Min Ho berhenti sejenak dan menoleh ke belakang… “Itu urusan anda.” Katanya dingin lalu ia melanjutkan lagi langkahnya yang terhenti.

Hye Sun mengernyitkan alisnya dan ia berjalan menuju ke arah yang ditunjuk Min Ho sambil berpikir bagaimana ia bisa membawa air sedangkan ia tidak punya wadah untuk menampungnya. Tanpa ia sadari ia sudah berada di depan kubangan yang berisi air jernih, di tengah kubangan itu ada riak air yang menandakan sumbernya berasal dari bawah. Hye Sun tersenyum bahagia seperti anak kecil yang mendapat permen, seperti pengembara di tengah padang pasir menemukan mata air.

Dengan cepat Hye Sun berjongkok dan mengambil air dengan telapak tangannya, ia coba hirup sedikit dan lidahnya mengecap air yang segar dan tawar tenggorokannya merasa sejuk seperti tanah yang kering kerontang tersiram hujan yang sangat lebat. Hye Sun tersenyum lagi dan dengan kedua telapak tangannya ia minum sepuasnya menghilangkan dahaga sampai bajunya basah, setelah merasa perutnya kenyang dengan air, ia basuh mukanya dan badannya. Kemudian tercetus dipikirannya untuk membawa air dengan ke dua telapak tangannya tapi baru beberapa langkah air itu sudah habis, Hye Sun melakukan ini berpuluh kali dengan cara berlari tapi tetap saja baru beberapa meter air sudah kering dari telapaknya sampai ia kelelahan sendiri.

Hye Sun terduduk dibebatuan dekat kubangan, ia harus mencari wadah pikirnya karena bagaimanapun usahanya sia-sia saja jika begini terus, lalu beranjak menyusuri pantai.

End of Chapter

***********


Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: LOST IN THE SEA ~ update tomorrow
« Reply #7 on: April 07, 2010, 11:25:11 pm »
Sista dah tommorow neh kapan di launching  [hmff] [hmff] [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: LOST IN THE SEA ~ update tomorrow
« Reply #8 on: April 08, 2010, 12:21:57 am »
Soesongheo... dari kemaren aku upload picu tuk chap 3 masih gak tembus2x nih di picassa sampe sekarang jadi pengen [hammer]& [head break] jaringan inetnya nih...

Apa post gak pake picu ya mak nem ?

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: LOST IN THE SEA ~ update tomorrow
« Reply #9 on: April 08, 2010, 12:31:29 am »
terserah sista aja kl klik kanan gambar di inet trus copy image location kan juga bisa sista tinggal di paste aja tanpa di upload tp tuh namanya hot link jangan keterusan tp sekali2 boleh lha  [hmff] [hmff] [hmff]

PS. Gambar yg di hot link harus ada di inet lho sist bukan yg di kompie  [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re:~ LOST IN THE SEA ~ Last update April 08, 2010
« Reply #10 on: April 08, 2010, 12:51:47 am »
Soesongheo, Jeongmal mianhae karena lama baru update chap 3 ini.. Semoga chap ini bisa di terima dengan baik karena aku lagi kehilangan si ilham nih  [biggrin] [biggrin] [biggrin]


CHAPTER 3


Di tengah laut, kapal “Princess Mariana” masih berputar-putar menyusuri rute yang kemungkinan dilewati oleh perahu yang membawa Hye Sun. Bukan hanya kapal “Princess Mariana” tapi beberapa kapal dari team penyelamat Kepulauan Exuma.

Jung kelihatan sekali mengkhawatirkan dan mencemaskan Hye Sun walaupun ia awalnya tidak mencintainya tapi bagaimanapun juga mereka telah menjalani hubungan selama 2 tahun, waktu yang tidak singkat mengingat sifat Hye Sun yang susah di tebak.

Di hari ke dua ini mereka juga belum menemukan tanda-tanda perahu dan keberadaan penumpangnya. Jung telah menghubungi pamannya Mr. Min Jung yang merupakan pengacara keluarga Goo. Sewaktu di telpon pamannya tidak mengatakan apa-apa hanya akan segera ke Havana dan menyewa orang-orang terbaik untuk mencari Hye Sun.

*************

Hari sudah sangat siang tapi Hye Sun tidak kelihatan batang hidungnya membuat Min Ho gelisah dan cemas menunggu, ia khawatir Hye Sun akan berbuat yang tidak-tidak atau gengsi untuk menuruti kata-katanya karena dia gadis kaya yang sok dan sombong tapi ia tepiskan pikiran itu.

Min Ho hendak beranjak pergi ketika dilihatnya seseorang berdiri didepannya dan menyodorkan air dalam wadah bekas kerang besar. Ia mendongakkan kepalanya dan dilihatnya Hye Sun masih dalam posisi yang sama dengan membuang muka ke samping. Min Ho mengambil air tersebut dengan kasar yang membuatnya hampir saja tumpah dan dipandanginya Hye Sun masih tidak mau melihat kearahnya. Ia mendengus dan meminum air itu tanpa berhenti hingga habis sampai dadanya basah akibat tetesan air kemudian melap mulutnya dengan punggung tangannya.

Hye Sun masih saja membuang muka dan tidak mau melihat ke arah Min Ho tapi Min Ho tidak memperdulikannya..

“Ambil dan makanlah, ini aman dan tidak beracun.” Min Ho menyerahkan sebagian buah-buahan yang tadi ditemukannya.

Hye Sun melirik ke Min Ho tapi ia tetap enggan menerimanya karena gengsinya yang besar dan ia tidak mau jika harus di suruh lagi oleh pemuda sok itu.

Melihat Hye Sun tidak mau menerimanya, Min Ho menaruh buah-buahan itu di tanah dan membaringkan tubuhnya di pasir dekat situ. Ia menguap lebar dan kemudian memejamkan matanya, tidak lama kemudian terdengar suara dengkuran halus dari mulutnya.

Hye Sun mendengar Min Ho tertidur menoleh ke Min Ho dan memastikannya telah lelap tertidur kemudian ia mengambil buah-buahan itu dan melapnya dengan punggung tangan dan bajunya lalu memakannya dengan lahap.

Tanpa Hye Sun sadari Min Ho memperhatikannya dengan mata masih terpejam pura-pura tidur, setelah Hye Sun selesai melahap buah-buahan itu ia berkata :

“Kita berdua harus buat kesepakatan selama tinggal di sini jika ingin selamat.”

Hye Sun kaget mendengar Min Ho berbicara karena setahunya pemuda itu sudah tertidur pulas tapi rupanya tidak. Hye Sun menoleh ke Min Ho dengan bibir bawah maju beberapa centi kemudian membuang mukanya ke arah lain.

Min Ho hanya tersenyum sinis melihat tingkah Hye Sun yang seperti anak kecil kedapatan mencuri permen.

“Jadi bagaimana …anda setuju ?” Min Ho bertanya dengan hati-hati.

“Kesepakatan dalam hal apa dulu ?” Hye Sun balik bertanya masih dengan sikap angkuhnya.

“Begini…Aku akan mencari makanan untuk kita berdua dan menjaga keselamatan anda dari binatang buas sementara anda mencucikan pakaian saya dan menuruti apa yang saya perintahkan, bagaimana … ? Sahut Min Ho dengan senyum manisnya.

“APA…mencucikan pakaian kamu dan menuruti semua perintahmu ?....Tidak…Tidak, aku tidak mau lebih baik aku kelaparan dari pada melakukan itu semua.” Kata Hye Sun menggelengkan kepalanya karena seumur hidupnya, semua itu dilakukan oleh pembantu dan ia hanya tinggal memerintahkannya. Tapi sekarang ia harus melakukan semua yang dilakukan oleh pembantu, jelas sekali ia menolaknya karena ia bukan golongan mereka.

“Baiklah…Jika tidak mau aku tidak memaksa tapi tawaranku masih terbuka lebar kalau anda berubah pikiran.” Sahut Min Ho melihat Hye Sun yang seperti jijik mendengar apa yang dimintanya tapi ia mengerti bahwa orang kaya tidak akan mau melakukan semua itu karena akan merendahkan derajat hidup mereka tapi di sini semua itu tidak berguna jika ingin bertahan hidup. Setelah berkata begitu Min Ho beranjak pergi masuk ke dalam hutan meninggalkan Hye Sun sendiri yang masih bergelut dengan pikirannya.

************

Hari sudah beranjak senja ketika Min Ho kembali dan dilihatnya Hye Sun tertidur dengan posisi memeluk lutut. Lama ditatapnya Hye Sun yang tertidur seperti bayi yang tidak berdosa dan ia merasa iba melihat gadis itu tapi gadis ini harus diberi pelajaran pikirnya agar tidak sombong dan angkuh. Kemudian ia meletakkan ranting-ranting pohon, daun-daun lebar yang akan dipakai untuk alas dan selimut karena malam akan sangat dingin di tempat seperti itu dan juga menaruh buah-buahan.

Min Ho mengumpulkan ranting di satu tempat dan mulai menyalakan api dengan menggesekkan dua batu hingga memercikkan api.



Seketika tempat yang mulai gelap itu menjadi terang, ia menoleh ke Hye Sun dan dilihatnya gadis itu masih tertidur dengan mendengkur halus. Min Ho pergi untuk membersihkan dirinya dengan membawa bekas kerang untuk mengambil air dan juga buah-buahan untuk di cucinya.

***********




Hye Sun menggeliat dan ia merasa ada sesutu yang menghangatkannya, ia buka matanya perlahan dan dilihatnya langit sudah gelap dan mulai digantikan oleh bintang-bintang dan tidak jauh dari tempatnya berbaring ada api unggun, rupanya api itu yang membuatnya terasa hangat. Ia ingat sekarang bahwa ia terdampar di pulau itu karena badai dan ia mengedarkan pandangan ke sekitar tapi ia tidak melihat pemuda itu berada di sana. Hye Sun berdiri merenggangkan tubuhnya dan menguap lebar, sesuatu yang tidak pernah dilakukannya lagi karena dianggap tidak sopan tapi siapa yang perduli di tempat seperti ini pikirnya.

Dari kejauhan dilihatnya Min Ho mendekat membawa sesuatu dan badannya kelihatan segar setelah membersihkan diri. Hye Sun cepat berbaring kembali dan berpura-pura masih tidur.

Min Ho mengambil daun dan meletakkan buah dan air yang diambilnya di dekat perapian. Dipandanginya Hye Sun masih tertidur dan dengkuran halusnya masih terdengar dari mulutnya. Min Ho hanya tersenyum kecil melihatnya, dasar gadis keras kepala pikirnya, ia menjatuhkan badan dekat perapian dan menghadap ke Hye Sun. Ia mulai mengambil buah dan melahapnya dengan nikmat membuat Hye Sun ngiler dan air liur mulai menetes dari sudut mulutnya tapi harga dirinya terlalu tinggi untuk menerima tawaran Min Ho.



Min Ho masih asik memakan buah-buahan itu dengan lahap sambil sesekali melihat ke Hye Sun, sementara Hye Sun masih bergelut dengan pikirannya sendiri antara menerima tawaran atau mempertahankan harga dirinya. Hye Sun mengintip melalui pelopak matanya yang sedikit terbuka, Min Ho sudah melahap habis makanan itu tanpa tersisa membuat Hye Sun hanya bisa menggigit bibir bawahnya menahan kesel dengan dirinya sendiri dan juga perutnya yang mulai minta di isi lagi.

Setelah puas memakan buah-buahan, Min Ho meminum air dan melap mulutnya dengan punggung tangannya. Ia perhatikan Hye Sun masih pura-pura tidur dan kelihatan kesel karena dipikirnya Min Ho tidak mau membagi buah itu dengannya karena telah menolak tawaran yang diajukan Min Ho padahal Min Ho telah menyisihkan sebagian buah-buahan itu di daun yang disimpannya di balik tumpukan ranting sehngga Hye Sun tidak melihatnya.

Min Ho berdiri dan mengambil daun yang lain dan menyusunnya dengan rapi, kemudian merebahkan dirinya di atas daun-daun tersebut, matanya menatap ke langit dan ia sudah lama tidak seperti ini melihat bintang dan bulan di malam hari setelah ia tinggal sebatang kara karena orang tuanya yang meninggal ketika usianya beranjak 17 tahun.

Flashback :

Peristiwa itu masih jelas di pelupuk matanya ketika tabrakan beruntun itu terjadi mereka pulang dari pasar tempat mereka mencari nafkah yang membuat ibunya meninggal seketika dan ayahnya selamat walaupun tidak bisa berjalan dengan normal lagi karena separuh tubuhnya cacat yang, ayahnya sangat mencintai ibunya sehingga setiap hari kerjanya meratapi kesalahannya yang tidak bisa menyelamatkan wanita yang amat dicintai sampai jatuh sakit dan tidak lama kemudian meninggal membuat Min Ho hidup sendiri.

Merasa tidak ada yang bisa dilakukannya lagi di desa kelahirannya di Pulau Jeju dan juga karena rumah peninggalan orang tuanya membuatnya selalu ingat kepada mereka membuatnya nekat berpetualang dan menitipkan rumah pada tetangganya. Dengan bekal seadanya dan juga tidak bisa bahasa asing, ia nekat bekerja di kapal-kapal, awalnya di kapal nelayan kemudian beralih ke kapal memuat kargo dan penumpang hingga akhirnya menjadi abk di kapal pesiar mewah.

End Flasback

*********

Kapal “Princess Mariana” merapat di Havana untuk mengantar Jung yang akan menemui pamannya dan juga karena terjadi badai yang menghilangkan Goo Hye Sun membuat Jung mempersingkat liburannya dan fokus untuk melakukan pencarian terhadap Goo Hye Sun.

Jung menemui pamannya yang sudah datang lebih dulu di hotel mewah di kota Havana sementara sahabatnya di suruhnya pulang lebih dulu ke Korea karena Jung ingin sendiri dan tidak mau diganggu.

Mr. Min Jung menyambut Jung dengan hangat dan dengan raut muka sedih di lobi hotel karena beberapa bliz kamera memancar mengabadikan mereka dan wartawan melancarkan pertanyaan bertubi-tubi tentang pencarian Goo Hye Sun. Mr. Min Jung minta wartawan bersabar dan memberi mereka waktu sebentar untuk melepas kangen dan berjanji akan melakukan conference press nanti setelah Jung tenang karena Jung kelihatan sangat terpukul dengan hilangnya Goo Hye Sun dan mengambil keputusan apa yang akan mereka lakukan.

Kemudian mereka masuk ke lift dikawal oleh beberapa petugas dan menuju ke suit room. Setelah sampai di suit room dan tinggal mereka berdua, Mr. Min Jung memeluk Jung dengan hangat dan tertawa puas membuat Jung heran dengan sikap pamannya. Mr. Min Jung masih tertawa sampai air matanya ke luar, ia mendekati Jung dan memukul-mukul lembut bahu Jung dengan bangga yang makin membuat Jung penasaran kenapa pamannya bersikap begitu.

Mr. Min Jung bukan hanya paman tapi orang tua bagi Jung karena ayah kandungnya meninggalkan ibu dan dirinya ketika masih kecil demi wanita kaya. Mr. Min Jung lah yang telah membiayai kehidupan ibunya dan dirinya, 5 tahun kemudian ibunya meninggal bunuh diri karena merasa tidak tahan melihat suaminya yang kadang datang menemuinya hanya utuk mengejek dan menghinanya. Setelah kepergian ibunya otomatis Jung hanya bergantung pada pamannya dan ia telah berjanji akan membalas semua budi baik pamannya yang telah membesarkannya seperti anaknya sendiri karena pamannya tidak dikarunia seorang anak.

Setelah puas tertawa Mr. Min Jung mengajak Jung duduk di sofa dan menuangkan sampanye ke gelas kristal yang tersedia di meja kaca depan sofa, ia menyerahkan satu ke Jung dan satu untuk dirinya sendiri. Ia mengajak Jung bersulang dan dilihatnya Jung mengikutinya dengan alis berkerut.

Melihat Jung masih tidak bisa menangkap maksudnya, Mr. Min Jung  mendekatinya dan berbisik ke telinga Jung, Jung terlonjak dari kursinya setelah pamannya selesai berbicara. Jung kaget dan shock mengetahui apa yang telah direncanakan pamannya dan selama ini ia dijadikan umpan untuk itu semua, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena memang ia tidak mencintai Goo Hye Sun tapi ia merasa kasihan pada gadis itu.

************



Hari sudah pagi, matahari sudah menampakkan sinarnya  ketika Hye Sun membuka mata dan dilihatnya Min Ho sudah tidak ada ditempatnya, ia memegangi perutnya yang sakit karena gembung kebanyakan minum air semalam. Ia menyesali dirinya yang terlalu angkuh dan juga mengutuk pemuda yang tidak berperikemanusiaan itu telah membiarkannya kelaparan dengan tidak menyisakan sedikitpun buah untuknya.
Ia beranjak pergi untuk membasuh muka dan badan dan berencana mencari buah atau apa saja yang bisa untuk mengganjal perutnya yang keroncongan minta di isi.

Setelah membasuh muka dan mengguyur badannya dengan air, Hye Sun merasa segar walaupun perutnya masih berbunyi tapi berusaha ia tahan, ia beranjak menyusuri pantai dengan harapan ada ikan atau kerang ataupun kepiting yang sial pagi itu tapi sampai capek kakinya dan badannya kepanasan kena sinar matahari tidak satupun jua ia dapatkan, kemudian ia beranjak pergi menelusuri hutan tapi sekarang ia berhati-hati untuk memetik buah yang ada karena takut salah ambil.

Ia memperhatikan hewan-hewan yang ada di sekitar itu dan memperhatikan apa yang mereka makan. Dilihatnya hewan seperti tupai dan burung memakan buah di pohon yang tinggi menjulang dihadapannya. Hye Sun mendongak dan dilihatnya masih ada beberapa buah menggelantung di dahan tapi ia tidak bisa menjangkaunya. Ia mengambil ranting yang panjang dan memukul-mukulkan ke dahan pohon dengan susah payah akhirnya buah itu jatuh, dengan senyum cerah ia mengambil buah itu tapi belum sempat ia memungutnya buah itu sudah di gondol tupai, ia kejar tupai itu tapi tupai lebih gesit dan memanjat ke dahan pohon yang lebih tinggi sehingga Hye Sun tidak bisa mengejarnya karena ia tidak bisa memanjat pohon. Tupai itu mencibirkan mulutnya mengejek Hye Sun membuat Hye Sun naik pitam mengambil batu dan melempari tupai tapi tupai itu malah memanjat dahan pohon yang lebih tinggi dan setelah merasa aman tupai itu memakan hasil curiannya dengan lahap membuat HyeSun dongkol dan terus berusaha melempari tupai itu dengan batu tapi bukannya kena tupai tapi malah mengenai dirinya sendiri.

Hye Sun terduduk di tanah dengan bersimbah keringat dan perut yang makin keroncongan. Ia duduk memeluk lutut menyembunyikan mukanya yang sudah mulai deras dengan air mata.



Ia tidak pernah membayangkan hidup akan lebih menderita lagi setelah apa yang dialaminya sejak kecelakaan pesawat terbang yang merenggut ke dua orang tuanya. Peristiwa naas itu terbayang di pelupuk matanya berputar seperti film documenter dan kehidupan berat yang harus dijalaninya sebatang kara setelah itu silih berganti muncul dikepalanya…
Ya sebatang kara karena kakeknya terlalu sibuk atau sengaja menyibukkan dirinya dari rasa kehilangan putra tersayangnya dan tidak pernah memperdulikannya lagi yang memerlukan kasih sayang orang tua. Ia sangat membenci dirinya sendiri karena kepergian ke dua orang tuanya juga telah merenggut kebahagiannya sebagai cucu yang ingin di manja dan di sayang oleh seorang kakek yang dulu begitu memujanya sebagai cucu kesayangan meskipun kakeknya tidak pernah mengeluh atau menegurnya malah melimpahinya kekayaan tapi bukan itu yang ia inginkan namun semuanya tidak bisa lagi diulang karena sampai akhir hidup dari kakeknya tidak pernah lagi bersikap seperti ia masih kecil dulu.
Ia merasa hidupnya sudah lama pergi bersama dengan ke dua orang tuanya dan jika mengingat itu semua ia ingin rasanya ikut mati saja tapi rupanya Tuhan ingin mentakdirkan lain dengan mengalami semua kejadian ini ia mulai memahami sulitnya menjalani hidup meskipun sekaya apapun orang jika tidak bisa memanfaatkannya dengan baik maka akan sia-sia saja.

Hye Sun memandangi tas slempangnya yang ikut selamat dari badai, membukanya perlahan dan mengambil dompet yang masih ada didalamnya. Ia keluarkan semuanya karena beberapa bagian dan lembaran uang beserta kartu debit dan kreditnya masih ada yang basah dan ia tidak sempat mengeringkannya. Ia mengusap air mata yang masih sesekali menetes dan mensejejarkan kartu beserta uang, ia kibas-kibaskan supaya cepat kering. Selama hidupnya, ia tidak pernah merasa semua yang ada dihadapannya berharga karena semua itu dengan mudah ia dapatkan dan tidak perlu bersusah payah membanting tulang. Tapi di tempat ini semua itu tidak ada harganya dan ia harus bersusah payah dulu untuk mendapatkan makanan dan itu tidak selalu berjalan mulus seperti yang baru saja ia alami. Dalam hati ia bertekad andaikan bisa kembali keperadaban maka ia akan menikmati hidup dan menggunakan semua kekayaannya untuk mensejahterakan orang yang telah berjasa mengembangkan perusahaan kakek buyutnya dan membantu orang yang betul-betul membutuhkan bantuannya untuk bisa maju.

Hari sudah makin siang, Hye Sun masih sibuk mengeringkan tas slempang dan lembaran uangnya, setelah kering ia susun dengan rapi dan lama dipandanginya dompet itu kemudian disimpannya lagi dalam tas. Tidak terasa ia sudah mulai melupakan perutnya yang lapar dan sudah mulai beradaptasi dengan rasa itu. Jika perutnya berbunyi ia hanya tersenyum dan mengelus perutnya. Lama ia duduk dibawah pohon itu melamun hingga hari makin sore, kemudian ia beranjak pergi karena sudah merasa kehausan dan badannya serasa lengket dengan keringat.

Hye Sun tidak langsung ke tempat mereka berteduh tapi ia langsung ke pantai masih berusaha mencari sesuatu yang bisa di makan dan kembali ke sumber air tawar untuk mandi dan minum air. Karena matahari masih terik bersinar walaupun sudah sore jadi ia masih bisa mengeringkan bajunya yang ia cuci seadanya karena ia tidak pernah sekalipun mencuci pakaian.

Hye Sun kembali dan dilihatnya tidak ada Min Ho di sana hanya ada tumpukan ranting dan dahan pohon yang sebesar pergelangan tangan dewasa dan juga akar pohon serta daun kelapa yang sudah kering. Hye Sun tidak mengerti kenapa pemuda tersebut mengumpulkan semua itu dan ia juga tidak mau tahu untuk apa.

Hye Sun mengambil beberapa lembar daun di dekat situ dan mensejejarkan di tanah kemudian dia membaringkan tubuhnya yang lelah.

**********

Matahari sudah menuju peraduannya ketika Min Ho kembali membawa 3 ekor ikan segar. Dilihatnya Hye Sun tertidur dengan posisi memeluk lutut. Wajahnya tenang dan damai tapi terlihat guratan kelelahan dan penderitaan terpancar di mukanya yang cantik dan imut.

Min Ho menyalakan api dan meletakkan ikan yang ditusuk dengan ranting di atas bara api. Sesekali dibaliknya ikan tersebut sambil merangkai dahan pohon dengan akar kayu menjadi seperti tikar.

Bau harum ikan menyebar kemana-mana di tiup angin, Hye Sun yang tertidur terbangun dan hidungnya mencium bau harum ikan bakar.  Dengan mata masih terpejam, hidung Hye Sun mendengus mencari bau harum makanan dan kemudian ia membuka mata dan duduk menngarah ke arah bau harum tersebut. Ia merasa seperti mimpi bisa merasakan aroma apalagi jika bisa mencicipinya setelah 2 hari tidak memakan makanan seperti sudah berbulan-bulan baginya. Air liur Hye Sun sudah mulai menetes melihat Min Ho memakan ikan bakar dengan lahapnya. Ia sudah hendak beranjak mendekati Min Ho tapi diurungkannya setelah ingat konsekuensi yang harus dijalaninya, egonya masih tinggi dari rasa laparnya.

Sementara itu Min Ho masih asik makan tanpa sadar Hye Sun yang melihatnya sambil meremas jemarinya dan menggigit-gigit bibir bawahnya dengan pikiran yang masih berkecamuk.

Min Ho menghentikan makannya karena merasa ada yang mengawasinya, ia mengarahkan pandangan ke Hye Sun yang telah menundukkan wajah dan menyembunyikannya diantara lututnya.



Min Ho hanya menggelengkan kepalanya melihat perilaku Hye Sun yang keras kepala. Sejujurnya ia tidak tega melihat Hye Sun kelaparan tapi menurutnya gadis kaya itu harus di beri pelajaran pentingnya menghargai orang lain, diri sendiri dan kehidupan.

Setelah melahap habis semua ikan baker tersebut dan meminum air, Min Ho mendekati Min Ho dan menyodorkan buah-buahan.

“Nih, makanlah…aku tidak ingin jadi tersangka jika kamu mati.” Perkataan dari Min Ho membuat Hye Sun mendongkangkan kepalanya, ia menatap tajam Min Ho dan tidak berusaha untuk mengambil buah yang disodorkan Min Ho.

Lama mereka saling menatap seperti 2 orang musuh yang akan saling membunuh tanpa berkata-kata. Min Ho merasa tangannya pegal kemudian menaruh buah-buahan itu di samping Hye Sun kemudian berlalu dari hadapan Hye Sun tapi sebelum jauh ia berpaling…
“Kamu…gadis yang keras kepala, tidak bisakah kamu buang egomu itu jauh-jauh…atau paling tidak tinggalkan dulu egomu itu di duniamu yang dulu.” Min Ho diam sebentar dan dilihatnya Hye Sun menatapnya tajam dengan tangan yang mengepal dan gigi gemeretak, kelihatan sekali Hye Sun mulai emosi dengan perkataan Min Ho tapi Min Ho pura-pura tidak tahu dan lanjutnya… “Sudah 3 hari sejak kita di serang badai dan mereka belum menemukan kita, jadi kamu jangan berharap banyak mungkin kita di sini 1 bulan, 1 tahun atau mungkin selamanya terdampar di sini. Aku tidak mau memaksa kamu untuk mengikuti apa yang kukatakan kemaren tapi coba kamu pikirkan baik-baik…Karena menurutku kamu bukan gadis yang bodoh dan menyerah begitu saja dengan keadaan atau penilaianku salah hanya kamu yang tahu… Tapi di sini derajat kita sama sebagai mahluk hidup yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama, di kapal kamu bisa memerintah aku dan aku siap melayani karena status kita yang berbeda di mana kamu sebagai tamu kami yang harus dilayani seperti ratu karena kami di bayar tinggi namun di sini semua itu tidak berlaku meskipun kamu bayar berapapun aku tidak akan melayani kamu dan kamu harus melayani dirimu sendiri…Camkan itu…Aku tidak ingin direpotkan oleh kamu” Min Ho membalikkan badannya dan pergi ke pantai meninggalkan Hye Sun yang tertunduk lesu mendengar semua perkataan Min Ho.
Semua amarah Hye Sun meluap begitu saja karena apa yang dikatakan oleh Min Ho ada benarnya, walaupun ia sudah berniat akan berubah tapi semua itu sulit baginya karena hal itu bukan seperti membalik telapak tangan dan perlu waktu. Tanpa ia sadari beberapa bulir air menetes dipipinya, diusapnya dengan punggung tangannya, selama terdampar di sini ia jadi sering mengeluarkan air mata yang sudah lama tidak pernah lagi terjadi sejak kepergian orang tuanya bahkan waktu kakeknya meninggalpun ia tidak menangis.  

************

Min Ho kembali dari berjalan-jalan di pantai dan diperhatikannya Hye Sun berbaring memunggunginya jadi ia tidak tahu apakah Hye Sun sudah tidur atau belum, buah yang tadi diberinya sudah habis dimakan oleh Hye Sun membuat Min Ho terseyum kecil. Min Ho kemudian melanjutkan menganyam dahan-dahan pohon untuk dijadikan alas untuk duduk atau tidurnya.

Tidak jauh dari situ Hye Sun masih merenungkan perkataan Min Ho dan langkah apa yang harus diambilnya. Hye Sun tahu kalau Min Ho sudah kembali tapi bagaimanapun ia masih marah dengan pemuda itu.

***********

Sudah hari ke 4 tapi kapal-kapal yang ditugaskan mencari Goo Hye Sun belum ada yang menemukannya bahkan team dari ahli-ahli penyelamat dilautan dengan peralatan canggihnya yang di sewa oleh Jung dan Mr. Min Jung pun tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.

Banyak kapal nelayan dan pemburu hadiah yang ikut melakukan pencarian karena tergiur dengan hadiah yang akan mereka dapatkan jika bisa menemukan tanda-tanda keberadaan Goo Hye Sun apalagi jika menemukannya dalam keadaan selamat di mana Mr. Jung mengumumkan bahwa siapapun yang mengetahui informasi atau menemukan tanda-tanda keberadaan Putri pewaris Goo akan mendapat imbalan $100.000,- dan bagi yang menemukannya dalam keadaan selamat akan mendapat $1.000.000,-. Pengumuman itu berlaku sampai 1.5 bulan ke depan tepat hari ulang tahun Goo Hye Sun.

Sementara itu Jung dan Mr. Min Jung kelihatan sangat kehilangan dan sedih jika berhadapan dengan kamera tv dan bliz kamera wartawan namun jika sudah tidak ada orang mereka senyum sumringah dan tertawa senang dengan apa yang mereka impikan tercapai.

***********



Hye Sun terbangun karena silau dengan cahaya matahari yang sudah meninggi, ia menggeliat dengan malas dan pandangannya tertumpu ke tempat Min Ho yang berjarak 3 meter dari tempatnya tapi yang bersangkutan tidak ada di tempat. Hye Sun berdiri mengedarkan pandangan ke segala penjuru tapi Min Ho tidak terlihat, ia merenggangkan tubuhnya sebentar lalu beranjak ke sumur untuk mandi dan mencuci pakaiannya.

Hye Sun berjalan tanpa memperhatikan langkahnya karena matanya melihat ke arah laut dan ke langit berharap ada kapal atau pesawat atau helicopter yang melintas meskipun kata Min Ho mustahil tapi ia tetap berharap karena menurutnya tidak ada salahnya.

Di dekat sumur Hye Sun menabrak Min Ho yang duduk memunggunginya dengan hanya bercelana pendek.  Hye Sun kaget dan kehilangan keseimbangan, beruntung Min Ho cepat menangkap bahunya sehingga Hye Sun tidak jatuh dengan kepala duluan tapi masih berdiri dengan posisi badan setengah membungkuk di belakang Min Ho sehingga wajahnya terbalik berhadapan dengan Min Ho di mana dadanya tepat berada di muka Min Ho. Cukup lama juga Hye Sun dalam posisi itu dan setelah sadar bajunya tersingkap dan menutupi kepala Min Ho cepat-cepat ia berdiri tegak dan pergi dengan pipi yang memerah tanpa mengatakan apapun.

End of chapter[/color]

************


Chap selanjut bakal jadi chap ending yang puaaanjang kayaknya...& ada [on] [on] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
« Last Edit: April 09, 2010, 10:32:39 am by Amira »

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: ~LOST IN THE SEA ~ Last update April 08, 2010
« Reply #11 on: April 08, 2010, 08:10:41 am »
 [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] sudah diupdate toh

sista

dengan senyum cerah ia mengambil buah itu tapi belum sempat ia memungutnya buah itu sudah di gondol tupai, ia kejar tupai itu tapi tupai lebih gesit dan memanjat ke dahan pohon yang lebih tinggi sehingga Hye Sun tidak bisa mengejarnya karena ia tidak bisa memanjat pohon. Tupai itu mencibirkan mulutnya mengejek Hye Sun membuat Hye Sun naik pitam mengambil batu dan melempari tupai tapi tupai itu malah memanjat dahan pohon yang lebih tinggi dan setelah merasa aman tupai itu memakan hasil curiannya dengan lahap membuat HyeSun dongkol dan terus berusaha melempari tupai itu dengan batu tapi bukannya kena tupai tapi malah mengenai dirinya sendiri.

asli ketawa ngakak pas baca yg ini bayangin wajah hyesun yg tengkar ma tupai  [laughing] [laughing] [laughing]

hwaaaaaaaaaaaaaa ada yg  [on] [on] di ending chapternya  [bav] [bav] [bav] kapan tuh sist di launching cepetan dah update besok yh kan mumpung inet lancar  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: ~LOST IN THE SEA ~ Last update April 08, 2010
« Reply #12 on: April 08, 2010, 08:20:55 am »
 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] ada M nya ga [laughing] [laughing] ~ngakunya innocent pdhl hmm ... [laughing] [laughing]

si hyesun keras kepala banget ya, and selamat sis, ini chp yg panjang [hmpfh] [hmpfh] .. mudah2an mereka cepat2 [kiss] [kiss] [kiss] and lebih dr itu jg ga nolak [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: ~LOST IN THE SEA ~ Last update April 08, 2010
« Reply #13 on: April 08, 2010, 08:35:55 am »
gyaaaaaa udah diupdate ta thanks unnie [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]

iye noh daku jg ngakak bagian yg itu moso yo brantem sm tupai aya2 wae hyesun [hmpfh] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

wew chap slanjutnya ada [on] [on] [on] [on] [on] uhuyyyy cepetan unnie diupdate lg  whistling whistling whistling di [head break] [head break] sm unnie nih [hmff] [hmff]


ADAM COUPLE SELCA

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Re: ~LOST IN THE SEA ~ Last update April 08, 2010
« Reply #14 on: April 08, 2010, 08:39:18 am »
Cihuyy udah diupdate toh... [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-gen013]
Iya bener si Hye Sun tuh bener2 keras kepala... [sweat] Btw sist klo berhari-hari mkn buah-buahan g sakit apa perut mereka... [hmpfh]

Oia baju yg mereka pakai itu kan cuman satu-satunya ya... trus klo dicuci berarti... [on] [hmpfh] [hmpfh]