Author Topic: Song of life last update chapter 20 (13 December 2010)  (Read 46453 times)

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 14 (13 agustus)
« Reply #510 on: August 21, 2010, 06:37:33 pm »
Wah, ai suka nya mlm" nie. . . >.< 
Ia dech d tunggu slalu. . .   
Nanti mlm yua. . . 
D tunggu ampe jam 9mlm. Hoho [maksa]

makasih banyak... kalau mau menunggu, mungkin 1 jam lagi aku updet... lagi aku baca ulang... liat ada yang salah ketik gak... [lovestruck] [lovestruck]

Chainezz_Vian

  • Guest
Re: Song of life last update chapter 14 (13 agustus)
« Reply #511 on: August 21, 2010, 06:48:54 pm »
Wah, ai suka nya mlm" nie. . . >.< 
Ia dech d tunggu slalu. . .   
Nanti mlm yua. . . 
D tunggu ampe jam 9mlm. Hoho [maksa]

makasih banyak... kalau mau menunggu, mungkin 1 jam lagi aku updet... lagi aku baca ulang... liat ada yang salah ketik gak... [lovestruck] [lovestruck]

wah, ternyata ai lbh baik dr pd yg aQ kira. . . [lovestruck]   
   
Bnr ya 1jam lg. . .   
Oce. Tunggu kdatangan ku 1jam lg. Hoho .^^.

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 15 (22 agustus)
« Reply #512 on: August 21, 2010, 07:46:39 pm »
terima kasih banyak udah nunggu  [lovestruck] [lovestruck] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]

maaf kalau banyak kekurangan...

seperti biasa... jangan lupa komentnya ya... [flowers] [flowers] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [hug] [hug] [hug]

Chapter 15

Tidak biasanya seorang Lee Jung min menatap semua berkas dihadapannya dengan tersenyum. Direktur muda dari salah satu perusahaan Lee corporation yang bergerak hampir disemua bidang itu terlihat sangat bahagia. Ya, setelah pernikahannya dengan wanita yang berhasil merebut hatinya setelah luka dalam yang tergores, ia berubah, hampir seluruhnya. Wanita yang bernama Han Hye na berhasil mengubahnya, atau mugkin hampir berhasil dengan memberikan kebahagiaan di hidupnya.

Ketukan di pintu membuatnya menghentikan aktivitasnya membaca berkas di hadapannya, dan beralih menatap pintu besar yang berdiri kokoh tak jauh dari tempatnya duduk. Senyum masih terlihat di wajahnya.

“masuk….”jawab Jung min
Seorang wanita masuk, perlahan, mencoba memelankan suara sepatunya yang cukup keras dengan tinggi 7 cm, membuatnya semakin menjulang.

“maaf pak…”ucapnya pelan, hati-hati

“nee…”jawab Jung min, tersenyum menatap wanita dihadapannya

“ra.. rapat dengan fotografer Kim akan segera dimulai…”kata wanita tersebut, terkejut dengan senyum yang tampak diwajah Jung min, yang sama sekali diluar kebiasaannya.

“oh ya…terima kasih banyak nona Shin…”jawab Jung min sambil kemudian melanjutkan aktivitanya membaca berkas-berkas yang menumpuk dihadapannya dan menandatangi beberapa diantaranya.

5 menit berlalu…

“apa masih ada yang lain…”tanya Jung min lembut, membuat wanita yang berdiri dihadapannya, tersadar dari keterkejutannya yang lama. “ahh… tidak…saya permisi…”jawab wanita itu. Rasa terkejut masih merasuk dihatinya. Dengan segera Shin Hye Jin melangkah keluar, setelah berpamitan dengan Jung min.

Dia benar-benar merasa aneh dengan bosnya itu, sesuatu pasti telah terjadi dengannya. Tapi apa… kenapa dia begitu…lembut, tidak seperti biasanya… pikir sekretaris Shin, terdiam menatap kosong mejanya yang sudah penuh dengan kertas catatan berwarna kuning yang tertempel hampir diseluruh bagian mejanya bahkan dindingnya dan pinggiran komputernya. Terlihat di setiap sisi kertas catatan tersebut tertulis kata “PENTING”, bahkan di jadwal makan siang bosnya itu juga tertulis kata ‘PENTING”.

Apapun dan sekecil apapun, semua yang berhubungan dengan bosnya itu, selalu ia tulis dengan kata ‘PENTING’ bahkan sesuatu yang tidak penting bagi bosnya, sekretaris Shin pasti akan menulis kata “PENTING” disisinya, karena segala sesuatu yang menyangkut bosnya itu SANGAT PENTING untuknya.

Itu memang harus, karena semua kertas catatan itu berisi jadwal bosnya itu. Sudah banyak sekali pengalaman yang membuatnya banyak belajar tentang bosnya itu. bos yang menurutnya seorang yang sangat sempurna, buka… ini bukan tentang rupa atau uang, tapi tentang kepribadian. Orang yang dingin, cuek, pemarah, kasar namun selalu ingin segala sesuatunya sempurna. Itulah yang selama ini ia tangkap dari bosnya itu.
Sekretaris Shin, menghembuskan napasnya panjang, menenangkan dirinya, hingga kedatangan seseorang membuatnya semakin terkejut.

“pagi… “sapa orang itu, membuat sekretaris Shin terlonjak berdiri dari tempatnya. Ditatapnya orang itu sesaat, kemudian segera kembali ke tempatnya setelah mengetahui siapa yang datang.

“anda Seung gi-nim… pagi… ada yang bisa saya bantu…”

“kenapa… kau pucat sekali, seakan melihat sesuatu yang aneh dan menakutkan…”

“ah… ahniyo… tak apa…”

“lalu rapat itu…?”

“nee… saya sudah mengatakannya pada tuan Lee…”

“bagus… kalau begitu saya kembali keruangan saya… kau yang bertugas menemaninya… ini diluar pekerjaanku… aku tidak berkutat dibidang permodelan…”

“ nee…”

“semua sudah dipersiapkan bukan…? Jangan sampai ada yang salah lagi…”kata Seung gi mengingatkan

“nee… semua sudah saya persiapkan…”jawab sekretaris Shin

“bagus… jangan sampai ada kesalahan lagi…”

“nee…terima kasih banyak…”

“bagus… saya kembali dulu…. Masih banyak proyek yang harus diselesaikan…”kata Seung gi, yang kemudian beranjak dari tempatnya, menuju keruangannya.

“ah… Seung gi-nim…”ucap sekretaris Shin, menghentikan langkah Seung gi.

“de…?” Seung gi memutar tubuhnya dan berjalan kembali kea rah sekretaris Shin “apa ada sesuatu….?”

“ah tidak… hanya… ada rasa… penasaran…”kata Sekretaris Shin pelan, hati-hati

“waeyo…?”

“eerrrrmmmm… tentang tuan Lee… apa…sudah terjadi sesuatu padanya… kenapa dia…”

“…tersenyum…” tambah Seung gi, yang kemudian tersenyum menatap sekretaris Shin yang terdiam menatap Seung gi terkejut, tepat sekali.

“ne… apa sudah terjadi sesuatu…sejak ia…”

“menikah…”

“nee…”lontar sekretaris Shin semakin penasaran

“baguslah kalau begitu…”jawab Seung gi singkat dan kemudian membalikkan tubuhnya kembali berjalan keruangannya, meninggalkan –masih- sejuta tanya dibenak sekretaris Shin, hingga sebuah dehaman menyadarkan dirinya dari keterdiamannya.

“apa semua sudah siap…”tanya Jung min, menatap sekretaris Shin

“..ahh..ne…”

“kalau begitu ayo…”kata Jung min singkat dan segera berjalan kearah ruangan yang sudah ditentukan. Rapat segera dimulai setelah Jung min duduk ditempatnya dengan dibuka oleh sekretaris Shin.
Sekretaris Shin memberikan berkas yang sudah ia siapkan tepat saat pintu terbuka dibelakangnya.

“maaf saya terlambat…”katanya

“ah anda… silahkan duduk…”kata fotografer Kim, menunjukkan tempat duduk di hadapan Jung min, tepat disisi kirinya.

Jung min diam, terlihat terkejut menatap seseorang yang baru saja datang itu. Terdiam, yang kemudian rasa marah merasuki tubuhnya.

********

Hye na, menghentikan aktivitasnya sesaat, secara tiba-tiba. Perlahan Hye na bangkit dari tempatnya dan berjalan kearah balkon ruang makan, menatap hari yang cerah, dan menikmati angin semilir yang berhembus. Sesaat tadi, entah kenapa tiba-tiba Hye na merasa aneh dengan hatinya, rasa gelisah tiba-tiba muncul dihatinya. Dan debaran keras jantungnya semakin membuatnya khawatir.

Hye na POV

Ada apa…? Apa yang terjadi…? Kenapa rasanya aneh begini… dan…. Perasaan apa ini…aku benar-benar bingung… apa telah terjadi sesuatu…. Tapi apa dan … pada siapa…? Aneh…

End of POV

“omma…”sapa En kyu tiba-tiba memeluk Hye na dari belakang. Hye na menghela napas panjang lalu membalikkan tubuhnya, tersenyum menatap En kyu dibelakangnya.

“omma… kenapa…?”

“tak apa…”

“ada apa…?”

“ahniya…ermmm… lihat ini…”kata En kyu senang saat ia menunjukkan sesuatu yang sudah ia sembunyikan dibelakang tubuhnya. Hye na menerimanya. Sebuah lukisan, ah… bukan hanya gambar, namun begitu indah, semuanya tersenyum, senyum bahagia. Ada 4 orang disana, 3 orang laki-laki dna seorang wanita yang duduk diantara ketiganya. 2 orang diantara ketiga laki-laki itu, terlihat seperti anak kecil, sedangkan salah seorangnya, sangat dikenal Hye na.

“ini…appa…”tanya Hye na pelan

“nee… appa…En kyu…omma…dan…”

“siapa yang satunya…kenapa ada 4 orang disana…?”

“satunya…he he he he…”En kyu tertawa, menyimpan rahasia, menambah penasaran Hye na.

“siapa yang terakhir…?”

“itu…”

“Jung min…!!! ada apa sebenarnya…kenapa kamu begitu… marah…”seru Seung gi mengikuti langkah lebar dan cepat Jung min. Jung min diam, tidak menggubris Seung gi, berjalan terus kekamarnya. Hye na dan En kyu menghentikan percakapannya dan menatap Seung gi dan Jung min dalam diam, bingung.

“ada apa… ayo katakan… apa yang ter…”perkataan Seung gi terputus. Jung min menutup pintu keras tepat di depan wajah Seung gi. Hye na terlihat berjalan perlahan namun tergesa, mengikuti langkah Jung min dan Seung gi.

“ada apa…” tanya Hye na ketika ia sudah berada di depan pintu, disisi Seung gi.

“entahlah…setelah rapat, wajahnya muram, marah, kesal…”

“kau tidak ikut dalam rapat itu…?”

“ahni…bidang permodelan tidak termasuk dalam pekerjaanku…”

“model…?”

“ne… setelah rapat dengan fotografer Kim dan seorang klien yang ingin menggunakan model dari HJ entertainment…lalu… woala…kemarahan muncul diwajahnya…padahal sebelumnya, senyum selalu terkembang diwajahnya…”

Hye na tersenyum, menatap Seung gi “biar aku yang bicara padanya…”kata Hye na, yang kemudian mengayunkan ganggang pintu, membukanya, namun ternyata…terkunci.

“omma… appa…marah…”ucap En kyu, takut, terdengar dari nada suaranya yang sedikit bergetar, menyadarkan Hye na akan keberadaannya disana. Hye na tersenyum menatap En kyu, berjongkok dihadapannya

“ahh…En kyu…anhi…appa tidak marah…sebentar lagi pasti ia tersenyum…tak apa En kyu…sekarang bermainlah dulu dengan Seung gi ahjussi…”kata Hye na, yang kemudian menengadahkan wajahnya menatap Seung gi, tersenyum

“nee… ayo…”ajak Seung gi
Hye na, menatap kepergian Seung gi dan En kyu, kemudian berjalan kearah pintu, dan mengetuk pintunya

“Jung min…”panggil Hye na lembut, namun tidak terdengar jawaban dari dalam. Hye na mengetuk pintunya lagi, sambil terus mengayunkan ganggang pintunya, mencoba membuka.

“sayang… ini aku… bisa kau buka pintunya…”kata Hye na lagi, yang ternyata berhasil membuat Jung min membuka pintunya dan menarik Hye na masuk kedalam, mendekap dan memeluknya erat. Hye na diam, menggerakkan tangannya, mengusap punggung Jung min pelan, menenangkannya

“ada apa denganmu…”tanya Hye na, setelah hampir 5 menit mereka berpelukan. Jung min diam, tidak menjawab pertanyaan Hye na, dan semakin mempererat pelukannya pada Hye na. “apa sudah terjadi sesuatu…”tanya Hye na lagi, yang masih sama, tidak mendapat jawaban apapun dari Jung min. Hye na menarik dirinya, melepaskan pelukan Jung min.

“yya…aku ingin memelukmu…”seru Jung min, yang kemudian membawa Hye na kembali kepelukannya.

“yya…sebenarnya ada apa denganmu…”tanya Hye na lagi

“..errrmmm… tak apa…”

“lalu kenapa kau marah…?”tanya Hye na lagi. Jung min menjauhkan tubuhnya, menatap Hye na, namun tidak melepaskan lingkaran lengannya dari tubuh Hye na.

“marah…?eeerrrmmm… aku tidak marah…?”jawab Jung min, yang kemudian mendekap Hye na kembali.

“lalu…kenapa kau pulang dengan wajah kusut dan mengunci pintu…”ungkap Hye na, tersenyum dalam dekapan Jung min

“ahni…aku tidak marah, dan tidak kesal…sudah cukup, biarkan aku memelukmu dalam diam…”kata Jung min, semakin mempererat pelukannya.

“…iy…iya… tapi kau membuatku tidak bisa bernapas…”kata Hye na terengah

“ahhh… mianhe…”jawab Jung min, melepaskan pelukannya pada Hye na. Hye na diam, menatap Jung min yang perlahan berjalan menjauhi Hye na dan duduk di pinggir ranjang. “ada apa…”tanya Hye na lagi, menatap Jung min, mengharap sebuah jawaban.

“ahniya…tak apa…hanya… lelah…”jawab Jung min, yang kemudian menengadahkan kepalanya, memejamkan matanya, kini rasa gelisah juga merasuk dalam hatinya.



“katakan saja…”kata Hye na, berjalan kearah sebuah pintu dikamarnya yang menghubungkannya dengan balkon kamarnya. Hye na memejamkan matanya tersenyum, menikmati angin semilir yang berhembus. Jung min menatap Hye na, membawa kepalanya kembali ke keadaan semula, tersenyum.

“masuklah…diluar dingin…”kata Jung min, berdiri, menyandar pada daun pintu.

“enak sekali udaranya…segar…”ucap Hye na

“masuklah… jangan berdiri disana terlalu lama…”

“ahniya… enak sekali… kemarilah…”

“antwe… masuklah sekarang…!!!”kata Jung min setengah berseru pada Hye na, membuat Hye na mengalihkan wajahnya menatap Jung min, terkejut “ada apa dengan mu…?” Tanya Hye na bingung dengan semua sikap Jung min. Hye na masuk, berjalan perlahan mendekati Jung min.

“maafkan aku…aku…”

Hye na berdiri dihadapan Jung min, menatap Jung min yang duduk disisi ranjang dan menundukkan kepalanya dalam-dalam, benar-benar menyesali sikapnya. “kau tak apa…”tanya Hye na membungkukkan tubuhnya, menatap Jung min, yang kini membenamkan kepalanya dalam kedua belah tangannya.

“nee… tak apa…”jawab Jung min singkat dan lemah, kemudian hanya berjarak beberapa detik, tiba-tiba Jung min menarik Hye na, melingkarkan tangannya di perut Hye na, mendekap Hye na.

“jangan pernah tinggalkan aku…”kata Jung min, lemah

“ada apa sebenarnya…?”tanya Hye na lembut, mengusap kepala Jung min pelan, menenangkannya, sekaligus mencoba untuk membujuk Jung min.

“tak apa…”jawab Jung min, masih sama lemahnya dengan sebelumnya.
Hye na menghela napas pelan. “ayo kita makan…”ajak Hye na, menyentuh dagu Jung min, dan mengangkatnya, hingga Hye na dapat menatap wajah Jung min yang kini terlihat kuyu. Hye na tersenyum, lalu perlahan Hye na mengecup singkat bibir padat dan seksi Jung min.

“ahniya…”jawab Jung min, yang kini terlihat tersenyum, walaupun samar dan tipis, namun Hye na masih dapat menangkapnya.

“kau sudah makan…?”tanya Hye na terkejut

“belum…”

“lalu…”

Jung min tersenyum semakin lebar, melingkarkan tangannya di perut Hye na kembali, mendekapnya erat. Dalam pelukannya, Jung min yang membenamkan kepalanya di perut Hye na tersenyum, senyum yang lebar. Hye na mengusap kepala Jung min pelan, dan tersenyum lebar.

“ayo makan… aku lapar...”ajak Hye na, mengacak rambut Jung min

“ahniyo…”

“ayolah…”

“antwe…”

“aku…kyaaaaa…….”seru Hye na tiba-tiba. Jung min, menarik Hye na jatuh ke ranjang. Jung min menatap Hye na. “aku hanya ingin…memakanmu sekarang…”
Hye na tersenyum, “tapi…”

“aku tidak ingin makan… hanya ingin…”kata Jung min yang kini sudah berada diatas Hye na, menopang tubuhnya dengan kedua tangannya. Menatap Hye na penuh hasrat.

“omma….En kyu lapar…”seru En kyu tiba-tiba, mengetuk keras pintu kamar Hye na.

“…itu maksudku…”kata Hye na tersenyum menatap Jung min. Jung min mengerucutkan bibirnya, membenamkan kepalanya di tengkuk Hye na. Kini senyum Hye na berubah menjadi tawa.

“ayolah…”ajak Hye na, mendorong tubuh Jung min dari atas tubuhnya, menggesernya terjatuh disisinya.

“omma…”panggil En kyu lagi

“nee!!! Omma akan segera keluar…”jawab Hye na, bangkit dari ranjang, menatap Jung min.

“appa ikut…? Dia tak apa…?”

“nee…appa tak apa…?”jawab Hye na, menatap Jung min yang memejamkan mata dan meletakkan lengannya di kepalanya. Hye na tersenyum “ayo makan…”ajak Hye na lagi, menarik sebelah tangan Jung min yang berada disisi tubuhnya. “ayolah…”

Lagi-lagi Jung min menarik tubuh Hye na terjatuh diatasnya. “aku ingin terus bersamamu…”bisik Jung min, merangkul bahu Hye na. Hye na tersenyum menatap Jung min, yang masih memejamkan matanya, menutupi dengan lengannya. Hye na menengadahkan kepalanya, menatap Jung min, tersenyum. Hye na mengerti sekarang. Hye na melingkarkan tangan kanannya ke tubuh Jung min, membawa kepalanya ke dada Jung min.

“yya… katakan padaku apapun yang harus dan ingin kau katakan… apapun itu…jika kau ingin mengatakannya padaku…katakan dan jujurlah padaku…aku akan selalu menerimanya…”kata Hye na pelan, mengusap pelan dada bidang Jung min, menenangkan. Jung min menurunkan lengannya dari wajah dan mendekap tubuh Hye na yang berada disisinya, erat.

“benarkah…?”

“nee… tapi jangan sekali-sekali berbohong padaku…”jawab Hye na tegas

Jung min tertawa pelan “…baiklah…sekarang…”

“omma…appa…”panggil En kyu tiba-tiba, membuka pintu kamar Hye na dan menerobos masuk kemudian menjatuhkan dirinya di ranjang disisi sebelah kanan Jung min, berlawanan dengan Hye na. “apa yang kalian lakukan..”tanya En kyu, menatap Jung min. Hye na tersenyum, mengulurkan tangannya, mengacak rambut En kyu.

“yya omma…”seru En kyu, cemberut, kesal

“mwo…”

“jangan begitu… En kyu bukan anak kecil lagi…”kata En kyu, merapikan kembali rambutnya.

“ahhh… begitu ternyata…”

“nee… jadi jangan mengacak rambut En kyu lagi…”

“baiklah…”jawab Hye na tersenyum, disusul oleh tawa dari Jung min.

“baiklah…ayo kita makan…”ajak Jung min kini. Jung min bangkit, dan membantu Hye na untuk bangkit.

“mau appa gendong..”tanya Jung min, menepuk bahunya pelan

“nee…”jawab En kyu, bersemangat

“heeemmm…sepertinya baru saja tadi ada yang mengaku bukan anak kecil lagi… tapi siapa ya…”cibir Hye na, berjalan keluar dari kamar, meninggalkan En Kyu dan Jung min yang tertawa lebar menatap En kyu yang mengerutkan wajahnya, cemberut.

“omma…”seru En kyu kesal.

*******

Awan mendung berarak. Sinar matahari terlihat masih gencar menyinari bumi walaupun perlahan awan hitam mulai menutupi. Hari itu terlihat mendung. Terlihat juga kemendungan diwajah seseorang.

“tuan…”panggil seseorang, membuatnya mengalihkan perhatiannya dari awan hitam yang berarak.

“…ne…ada apa…?”

“anda sudah ditunggu oleh direksi… rapat harus segera dimulai..”jawabnya

“ahh… ne… terima kasih banyak pak Jeong…saya akan segera kesana…”

“nee… tapi apa anda benar-benar baik…anda terlihat lelah dan pucat…”

“…tak apa…”

“apa kita tidak bisa memanggil Hye na agashi sekarang… sepertinya kita sudah tidak bisa menahannya lagi…para direksi…”

“ahni… tak apa…biarkan saja Hye na… dia akan datang sesuai dengan waktunya…dan bukan sekarang…”

“tapi…”

“tak apa pak Jeong… saya belum membutuhkan Hye na… untuk…saat ini…kita akan memanggilnya nanti…saat memang ia harus ada disini…”

“tapi…apa tidak sebaiknya kita mengatakannya sekarang…ini tidak adil bagi Hye na agashi…”

“tak apa Pak Jeong… ayo kita temui para direksi…”

“ne…” jawab Pak Jeong yang kemudian mengikuti langkah atasannya itu, keluar dari ruangannya.

******

Malam menyelimuti. Gelap, hening, sunyi, suram, tetapi tidak sesuram wajah 3 orang yang berada di berbagai belahan benua, ketiganya memikirkan hal yang berbeda namun berhubungan dengan seorang yang sama.

“Han Hye na…”gumam ketiganya bersamaan

Jung min mengalihkan pandangannya menatap sisinya. Malam itu matanya tidak dapat terpejam, ia sama sekali tidak dapat tidur, tidak seperti seseorang disisinya, terlihat sangat lelap dan entah memimpikan apa, hingga senyum tidak terhapus dari wajahnya.

Jung min menatapnya lekat, tersenyum, mendekatkan wajahnya dan mengecup keningnya pelan, tidak ingin membangunkannya. “apa yang membuatmu tersenyum semanis ini sayang…”bisik Jung min, menatap Hye na disisinya. Seakan merasakan dan mendengarkan, senyum Hye na semakin melebar, dan tangannya perlahan melingkar di tubuh bidang Jung min, mendekap Jung min yang dibalas Jung min dengan memeluknya membawanya ke dadanya yang bidang.

“apa yang harus kulakukan… dia…”bisik Jung min, menutup wajahnya dengan tangannya. Kegelisahan kembali muncul dihatinya, dan sebuah perasaan yang mengkhawatirkan muncul bersamaan dengannya.

“tidurlah…”gumam Hye na tiba-tiba, membuat Jung min menurunkan tangannya, menatap Hye na terkejut. Hye na terlihat masih memejamkan matanya, tersenyum dan mengusap lembut dada Jung min, menenangkannya.

Jung min tersenyum, menatap Hye na yang terlihat masih memejamkan matanya, dan tersenyum. Senyum yang indah baginya. Perlahan Jung min membalikkan tubuhnya, menarik Hye na ke dalam pelukannya. Mendekapnya erat.

“gomawo…”

*******

Pagi menjelma kembali, matahari terlihat memancarkan sinarnya, dan kehangatannya. Perlahan Hye na membuka matanya, mencoba membiasakan kedua penglihatannya dengan cahaya mentari pagi.

Hye na menguap lebar, ia benar-benar tidur nyenyak semalam. Perlahan Hye na menggerakkan kedua tangannya dan meraba sisinya, mencari sebuah sosok, namun…

“ahh…sudah pergi…benarkah…?”gumam Hye na pelan, mengangkat tubuhnya, bangun.
Disapukan pandangannya, mencari sosok itu, namun tidak ditemukannya. Hye na bangkit, berdiri, tepat ketika pintu kamarnya diketuk.

“maaf agashi… sudah bangun…?”tanya pelayan Uhm seperti biasanya

“ne… sudah…masuklah pelayan Uhm…”kata Hye na, yang kemudian pintu dihadapannya terbuka, dan pelayan Uhm masuk.

“…ahh… pelayan Uhm… apa Jung min sudah berangkat…”

“ne… pagi-pagi sekali ia berangkat…setelah menerima sebuah telepon…”

“telepon… dari siapa…?”

“entahlah agashi… tapi…Jung min-nim terlihat aneh setelah menerima telepon itu…?”

Hye na diam, mendengarkan keterangan Pelayan Uhm, dan sebuah perasaan aneh tiba-tiba muncul dihatinya. Perasaan yang tidak dapat di jabarkan oleh Hye na sendiri… cemas, sedih, gelisah....entahlah… hampir semuanya namun tidak seperti semua itu…

“omma…”panggil En kyu tiba-tiba memecah lamunan Hye na, berlari kearahnya dan memeluknya erat. “halo…”sapa En kyu, kemudian mengecup perut Hye na.

“yya… En kyu… bukan disitu… tapi sini…”kata Hye na berjongkok dihadapan En kyu dan menunjuk pipinya. En kyu tersenyum lalu mengecup pipi Hye na lembut dan lama. Hye na tersenyum, lalu perlahan melepas kecupan En kyu “kenapa di perut sayang….”

En kyu tersenyum sesaat “anhi… tak apa…errrmmm…karena En kyu belum setinggi appa… jadi En kyu belum bisa mencium pipi atau bibir omma lansung… seperti appa…”jawab En kyu, membuat semburat merah dipipi Hye na dan pelayan Uhm terlihat tertawa pelan ditempatnya ketika mendengar pernyataan En kyu.

”kau ini…”kata Hye na mengacak rambut En kyu

“ahhh.. omma…”seru En kyu tiba-tiba, menatap Hye na kesal

“ahh… mian… omma lupa…”

“aussshhh…”

Hye na tersenyum menatap tingkah En kyu, lalu tiba-tiba teringat kembali olehnya “ahhh…pelayan Uhm… apa Jung min sempat sarapan tadi…”

“maafkan saya agashi… karena terlalu terburu-buru…dorenim belum sempat menyentuh apapun…”

“…dasar… orang itu…semalam ia makan sedikit sekali…”

“maafkan saya…"

“bukan karenamu pelayan Uhm.. jadi tidak perlu minta maaf…ahh…ayo En kyu… kita sarapan…”ajak Hye na kemudian, menatap En kyu yang berdiri disisinya, menatap Hye na, menunggu.

“…ne…”jawab En kyu, bersemangat, menggandeng tangan Hye na erat dan berjalan keluar dari kamar Hye na.

Hye na menghentikan langkahnya sesaat ketika ia melihat telepon di meja tak jauh dari meja makan. Terpikir olehnya sesuatu.

“ada apa omma…” tanya En kyu ketika menyadari langkah Hye na yang terhenti. Hye na tersenyum menatap En kyu, lalu tersenu\yum. “En kyu…duduk dulu ya… omma mau telepon…”

“appa…”sambung En kyu

“nee… omma mau telepon appa…”

“ok…”jawab En kyu

Hye na menekan sederet nomer, tak lama terdengar nada sambung, yang kemudian terdengar sebuah suara.

“yoboseyo…”

“Jung min…”panggil Hye na

“ahniyo… ini Seung gi…”

“ahhh.. Seung gi-ssi… bisakah aku bicara dengan Jung min…”

“Jung min…errrmmmm…dia ada meeting pagi Hye na… maaf…”

“ahh… begitu… baiklah…”

“sekali lagi maaf…”

“ahniyo… tak apa…tapi… pastikan sehabis meeting ia makan ya… semalam ia makan sedikit sekali… dan tadi pagi ia tidak sarapan sama sekali…aku khawatir dengan kesehatannya…”

“nee… pasti…aku akan memaksanya untuk makan setelah meeting nanti…”

“gomapsemnida…”kata Hye na, yang kemudian hubungan terputus. Hye na menghela napas “meeting…”gumam Hye na

“ada apa agashi…”tanya pelayan Uhm tiba-tiba, menarik Hye na dari dunia lamunannya
“ahh…ahniyo…. Ayo sarapan…”
*******
Langit mulai terlihat berawan pagi itu. Jung min terdiam menatapnya melalui jendela kaca ruang kerjanya, lama, akhirnya tatapan berubah kosong. Seseorang kini mulai merasuk kedalam alam pikirannya, membawanya kedunia lamunan, hingga terdengar dehaman seseorang yang hampir dilupakan oleh Jung min.

“…apa…ada masalah dengan Hye na…”tanyanya, diam menatap Jung min “kenapa lagi…”tambahnya

“masalah…”jawab Jung min, tersenyum aneh, terlihat terpaksa, dan menundukkan kepalanya perlahan “jika kau bertanya padaku… Seung gi-ssi…maka…ya ada masalah…”

“ada apa…? Apa ada yang salah dengan Hye na…?”t

“…bukan…bukan pada Hye na… masalahnya ada padaku…”jawab Jung min, membalikkan tubuhnya, menatap Seung gi. Seung gi diam, menunggu, menatap Jung min yang kini mulai terduduk lemah di kursinya dan membenamkan wajahnya dengan tangannya.

“apa ada masalah…”tanya Seung gi kembali

“Yoona…”jawab Jung min lemah, namun masih dapat terdengar oleh pendengaran Seung gi.

“MWO….??!?!?!?”

“Song Yoona… Desaigner terkenal dan sangat berpengaruh… Desaigner Song…”

“mwo…?!?!?!”

“ya…”jawab Jung min lagi, lirih

“lalu…”

“aku…aku tidak mungkin membatalkannya… ini berhubungan dengan semua orang di HJ entertainment…dan aku…ini untuk kemajuan HJ ent…ini batu loncatan yang bagus untuk HJ ent…”kata Jung min pelan kemudian terdiam sesaat.

“lalu… Hye na… belum tahu…?”tanya Seung gi
Jung min diam, menundukkan kepalanya lalu perlahan menggelengkan kepalanya.

“kenapa…? Kenapa kamu tidak mengatakannya…dia…”

“ya…aku tahu dia tidak akan pernah marah…dia akan menerimanya…aku tahu…”seru Jung min keras, menatap Seung gi tajam “aku tahu…dia malaikatku…”tambah Jung min, lirih

“lalu…”

“aku…tidak mampu…aku takut akan bersalah padanya… aku takut akan kehilangan dirinya…”

“tunggu…jangan bilang kau belum mengatakan semuanya pada Hye na…jangan bilang kau belum mengatakan apapun tentang Yoona…”

Jung min menjawabnya dengan sebuah gelengan kepala lemah.

“masa lalumu…?”

“Ya!! Semuanya!!...aku belum mengatakan semuanya!!”teriak Jung min frustasi dan semakin membenamkan wajahnya lebih dalam. Keduanya terdiam, hanya helaan napas dan isakan tertahan yang terdengar “…dia… terlalu murni…”kata Jung min lirih, memecah keheningan diantara mereka. Mendengar itu perlahan Seung gi mengangkat wajahnya, menatap sosok Jung min yang benar-benar terlihat lemah dan lelah saat itu. “…dia… terlalu berarti bagiku… dia..dia…tak akan ada yang menandinginya… tak akan tertandingi…dia malaikatku… dan aku tidak ingin dia pergi dariku…”tambah Jung min pelan, menundukkan kepalanya.

Seung gi diam, dia benar-benar bingung sekaligus iba pada Jung min. “Jung min…aku…aku piker…Hye na tak akan apa-apa jika kau jujur padanya…”tambah Seung gi pelan.

Jung min menghela napas sesaat “mudah untukmu… tapi…entah kenapa itu…sangat sulit untukku…aku tidak mampu mengatakannya begitu aku melihat wajah itu…”jawab Jung min

yang perlahan bangkit dari tempatnya duduk dan kembali membelakangi Seung gi, menatap keluar lewat jendela kaca ruangannya.

“kau… hanya takut…”

“hanya takut…?!?!?”seru Jung min tiba-tiba, membalikkan tubuhnya cepat, dan ditatapnya Seung gi lekat. “sangat takut Seung gi-ssi…aku sangat takut!!! Bahkan mungkin aku tidak akan dapat bernapas ketika aku akan mengatakannya…”

“terlalu berlebihan…”jawab Seung gi, berjalan mendekati Jung min, menantang tatapannya yang terlihat lebih tajam dari sebelumnya “aku sangat yakin… Hye na pasti…”

“cukup… aku tidak ingin membahasnya lagi…”kata Jung min tegas, kemudian ditundukkan kepalanya dan menumpukan kedua tangannya pada meja.

“Jung min…”panggil Seung gi lemah

“aku mohon keluarlah…aku ingin sendiri…”kata Jung min kemudian setelah terdengar helaan napas darinya.

Seung gi menatap Jung min sesaat sebelum akhirnya ia membalikkan tubuhnya dan keluar dari ruangan Jung min.

*******

Hari mulai beranjak siang, matahari terlihat mulai meninggi namun titik-titik hujan mulai mengguyur bumi. Hye na mengalihkan wajahnya menatap jendela yang mulai terbasahi oleh titik-titik hujan. Hye na tersenyum.
“gerimis…”keluh En kyu, tiba-tiba membuat Hye na menatapnya, dan menghentikan pekerjaannya. Hye na tersenyum menatap En kyu yang terlihat menempelkan wajahnya di jendela kaca dan menatap hujan.

“memang kenapa kalau gerimis…?”

“En kyu benci gerimis… karena pasti akan hujan dan En kyu gak bisa main diluar…”

“…errrmmm.. En kyu... gerimis tidak selalu berakhir dengan hujan..."

“appa suka sekali dengan gerimis di musim seperti ini…”

“appa…?”Tanya En kyu, memutar wajahnya menatap Hye na, kemudian berjalan perlahan mendekati Hye na dan duduk dihadapannya.

“nee… appa suka mendung dan hujan gerimis seperti sekarang… tapi dia tidak suka dengan hujan lebat…”
En kyu mengerucutkan mulutnya, mendengar penjelasan Hye na “benarkah…?”Tanya En kyu kemudian, melipat kedua lengannya kemudian direbahkan kepalanya di keduanya, menatap Hye na. “nee…”

“appa bilang ke omma, seperti En kyu tadi…?”

“tidak mirip…”jawab Hye na menggelengkan kepalanya

“lalu…”

“sedikit seperti itu…”jawab Hye na tersenyum misterius, mengingat kembali saat itu.

Flashback

Hye na diam, membaca majalah ditangannya, namun sesekali ia melirik sang suami yang terlihat tengah sibuk membaca beberapa dokumen ditangannya. Hye na menatap keluar jednela kamarnya. Pagi itu terlihat agak gelap, tampaknya sinar matahari terhalangi oleh awan mendung yang mulai berarak di langit. Perlahan Hye na bangkit dan berjalan kearah jendela.

“kenapa…”Tanya jung min tiba-tiba, bangkit dari tempatnya dan berjalan mendekati Hye na

“mendung…”

“lalu…”

“ahniya…. Tak apa…”

Jung min tersenyum, menatap langit, mengikuti pandangan Hye na, lalu perlahan dilingkarkan tangannya, memeluk Hye na dari belakang.

“benci mendung…”bisik Jung min, merebahkan kepalanya di bahu Hye na, tersenyum

“ahniya…hanya… tidak suka hujan…”

“kenapa…”

“tidak bisa melakukan apapun di saat hujan bukan…”

“ahhh…sebentar lagi…”kata Jung min tiba-tiba, tertawa lebar menatap kearah luar jendela, antusias.

“ada apa…”

“tunggu sebentar…”

“yya…”

“…dan……sekarang…!!!”kata Jung min, yang tiba-tiba berjalan kearah pintu yang menghubungkan kamarnya dengan balkon dan berdiri di sana, membuka pintunya dan berdiri disana. Tidak melebihi batas pintu. Hye na tersenyum menatap itu.

“masuk…”ajak Hye na

“yya… ini asyik…”kata Jung min, merentangkan kedua tangan dan memejamkan kedua matanya, tersenyum, merasakan angin dan titik-titik gerimis yang mulai turun. Hye na menatap Jung min tersenyum.

“kemarilah…”ajak Jung min

“ahniya…lebih baik kau segera masuk… hujan akan lebih lebat lagi…”

“tidak akan…”

“masuklah…”ajak Hye na, berjalan mendekati Jung min, berusaha menarik tangan Jung min, namun ternyata malah dirinya yang ditarik keluar oleh Jung min. Jung min membawanya kepelukannya, mendekapnya erat, tidak menggubris usaha Hye na untuk melepaskan dekapannya.

“yya…”

“tunggu sebentar…”kata Jung min, mendekap erat Hye na

“hujannya akan bertambah…”kata-kata Hye na terhenti, tiba-tiba langit terlihat cerah kembali, matahari bersinar dan sesuatu yang indah terlihat di sepasang mata Hye na

“pelangi… itu yang paling aku sukai di hari gerimis…dimusim semi…”kata Jung min, mengikuti arah pandang Hye na. Hye na terlihat takjub dengan lukisan warna yang tercipta di langit “yipeota…”gumam Hye na pelan. Jung min tersenyum menatap Hye na yang terdiam takjub, dan dengan perlahan memeluk Hye na dari belakang, tak lama secara tiba-tiba, Jung min membekap bibir Hye na dengan bibirnya. Membekapnya lembut, dan dengan perlahan Jung min memutar tubuh Hye na, dan setelahnya lumatan-lumatan dari Jung min mulai terasa. Hye na merasakan ciuman Jung min tidak hanya dibibirnya, tetapi lama kelamaan ciuman itu mulai merambat turun, dari pipi, hidung hingga ke tengkuk Hye na dan naik kembali ke bibirnya, terus menerus. Jung min mengenali titik-titik sensitive Hye na, hingga tak lama terdengar desahan keluar dari mulut Hye na

End Of Flashback

“omma…”panggil En kyu membuyarkan lamunan Hye na “kenapa senyum-senyum sendiri…”tambah En kyu memiringkan kepalanya, menatap Hye na bingung.

“ah….de…ada apa En kyu-aa…”

“apa yang omma pikirkan…”
Hye na tersenyum menatap En kyu “tak ada…”jawab Hye n ayang kemudian meatap keluar jendela, terlihat titik-titik gerimis mulai hilang, dan perlahan matahari muncul, keluar dari balik awan hitam.

“ahhh…En kyu… ikut omma… omma akan menunjukkan sesuatu…”

“apa…"tanya En kyu yang terlihat sangat antusias, senyum lebar terlihat di wajahnya

“sebentar… omma matikan dulu…”kata Hye na yang kemudian mematikan kompor, serta melepaskan celemek masaknya. Senyum lebar terlihat diwajahnya, kemudian sesuatu yang berbeda dirasakannya. Tiba-tiba ia merasakan kepalanya sangat sakit, semua yang dilihatnya berputar, tubuhnya terasa sangat lemah, Hye na melangkah gontai sebelum akhirnya ia jatuh terduduk di kursi tak jauh dari tempatnya.

“omma…gwenchana…”tanya En kyu khawatir

“nee…gwenchana…”

“apa omma masih demam…”

“Entahlah sayang…tapi rasanya pusing sekali…”
En kyu diam, menatap Hye na masih dengan wajah khawatir “tak apa sayang…”

“benarkah…?”

“ne… ahh ya… harus segera… keburb hilang…”seru Hye na kemudian. Hye na bangkit dari tempatnya dan baru beberapa langkah ia berjalan, tubuh Hye na ambruk. Hye na jatuh pingsan

******

En kyu tersenyum menatap Hye na yang perlahan mulai membuka matanya, dan tak jauh dari sisi En kyu, berdiri pelayan Uhm yang juga tersenyum lebar menunggu Hye na membuka mata.

“omma!!!”seru En kyu girang, tertawa lebar, duduk dibawah disisi ranjang Hye na, menyilangkan lengannya dan menumpukkan dagunya disana. wajahnya benar-benar terlihat menggemaskan saat itu, ditambah lagi kepalanya bergoyang ke kanan dan kekiri, berulang-ulang.

Hye na tersenyum lemah menatapnya, “ada apa sayang…”tanya Hye na bingung dengan sikap En kyu “pelayan Uhm…”pertanyaan dan tatapan Hye na beralih kepada pelayan Uhm. Jawaban pelayan Uhm hanya tersenyum dan tidak ada keterangan lain disana.

“omma…”panggil En kyu lagi, masih dengan senyum lebar yang sama.

“waeyo…ada apa dengan kalian…”tanya Hye na semakin bingung. “sebenarnya ada apa denganku…”tanya Hye na lagi, semakin penasaran.

“tadi anda pingsan agashi… dan saya memanggil dokter Edward untuk memeriksa anda… saya takut demam anda bertambah parah…dan…’

“dan apa katanya…”

Pelayan Uhm tersenyum lebar menjawab pertanyaan Hye na. “omma…”panggil En kyu lagi, Hye na mengalihkan pandangannya pada En kyu, menatapnya yang sudah merebahkan tubuhnya di atas tubuh Hye na dengan kepala berada tepat diatas perut Hye na, dan berkali-kali mengecup perut Hye na.

“disini…”kata En kyu sambil mengecup perut Hye na sekali “ada adik En kyu….”lanjut En kyu, sambil berkali-kali mengecup perut Hye na.

Hye na memalingkan wajahnya menatap pelayan Uhm mencari pembenaran. “… benarkah…”tanya Hye na menatap pelayan Uhm

“nee…omma ragu pada En kyu…?”jawab En kyu

“anhi… omma hanya… bagaimana En kyu tahu disini ada adik…”tanya Hye na menatap En kyu, penuh selidik.

“tadi setelah dokter memeriksa omma…En kyu dengar dokter mengatakan kalau omma hamil pada pelayan Uhm…”

“En kyu tahu… hamil itu apa…?”

“neee…tentu saja… En kyu kan calon dokter… lagipula omma yang menjelaskannya pada En kyu apa itu hamil…”

“benarkah…”

“nee…”

“kapan…”

“saat dipenampungan….”

“benarkah…?”

En kyu menganggukkan kepalanya yakin, lalu turun dari atas tubuh Hye na dan tidur disisi Hye na. “omma ingat… saat dipenampungan omma memeriksa seorang wanita yang tiba-tiba pingsan…?”

Flashback

“tolong dokter…selamatkan istriku… entah kenapa ia… tiba-tiba pingsan…”kata seorang laki-laki yang terlihat sangat khawatir, meletakkan sang istri di sebuah ranjang kecil untuk memeriksa yang ada di ruang kesehatan.

“baik…tunggu dulu… tenang saja…”jawab Hye na

“ne… tenang saja ahjussi… ada dokter Hye na… “hibur En kyu
Hye na tersenym menatap En kyu, lalu mulai menutup tirai penutup ranjang. Hanya berjarak 10 menit kemudian, Hye na tersenyum menatap sang istri yang mulai membuka matanya perlahan.

“ahh…dokter…”

“sudah bangun… bagaimana perasaan anda…”tanya Hye na

“berat… pusing … lemah… apa saya terjangkit suatu penyakit berbahaya dokter…”tanyanya.

“anhi… tenang saja… lebih baik kita keluar… suami anda sudah menunggu…”kata Hye na yang terlihat merapikan kmbali peralatannya dan membuka tirai penutup ranjang.

“ahhh dokter bagaimana dengan istri saya… apa dia baik-baik saja…? Apa yang terjadi padanya…”tanya sang suami bertubi-tubi.

“silahkan duduk dulu saja…istri anda akan segera keluar…”kata Hye na, dan tepat saai itu, sang istri keluar dari ruang periksa dan duduk disisi sang suami yang lengsung dipeluk erat olehnya, sangat erat, khawatir jika ia melepaskannya atau mengedurkan pelukannya sesaat, ia akan kehilangan sang istri selamanya.

“tenangkan diri anda dulu… ini bukan sesuatu yang harus ditakutkan atau dikhawatirkan… saya akan menulis resep obat, dan tolong minum secara teratur… karena ini semua vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh ibu dan calon anak didalam perutnya…”

Pasangan suami istri itu terlihat diam, menatap Hye na ketika mendengar penjelasan panjang Hye na. Hye na menghentikan perkataannya, ketika ia menyadari 3 tatapan yang penuh selidik dan penasaran padanya. Ya 3, salah satunya adalah tatapan dari sepasang mata En kyu.

“apa maksud dokter…”tanya sang suami, mewakili pertanyaan, yang Hye na yakin muncul dikepala ketiga orang tersebut.

“…apa…saya …hamil dok…”tanya sang istri pelan. Hye na tersenyum menatap pasangan tersebut lalu mengganggukkan kepalanya cepat, bersamaan dengan senyuman Hye na yang semakin melebar.

“ne…istri anda hamil… dan sebentar lagi anda akan menjadi ayah dan ibu…”jawab Hye na

“benarkah…”tanya keduanya lagi, belum dapat mempercayai pendengarannya

“nee…selamat untuk kalian…”kata Hye na

“terima kasih banyak dok… terima kasih…”kata sang suami, menyalami tangan Hye na, dan menggoyangkannya dengan bersemangat.

“cukup suamiku… kau membuat dokter Hye nap using…”kata sang istri menghentika perlakuan suaminya pada Hye na “ah… maaf dok…”

“tapi sayang… sampai kapan keadaan akan seperti ini…? Anak ini gak mungkin lahir dengan keadaan yang seperti ini kan…”tanya sang istri tiba-tiba, wajahnya berubah menjadi suram, namun tidak dengan sang suami. Sang suami terlihat tersenyum lebar menatap sang istri.

“…aku juga punya berita bahagia untukmu sayang…”

“…”kini semua orang terlihat menatap sang suami termasuk Hye na dan En kyu, menunggu kelanjutan darinya.

“…lamaranku diterima… dan besok kita akan ke Seoul…”jelas sang suami. Kini terlihat dengan jelas kebahagian yang sangat yang terlihat pada sebuah keluarga kecil tersebut.

End of Flashback

“omma ingat sepasang suami istri itu”

“nee… omma ingat… itu hal yang sangat luar biasa yang terjadi di penampungan…lalu…”

“setelah itu En kyu bertanya pada omma.. apa itu hamil…”

“dan…”

“omma bilang… hamil itu adalah suatu keadaan di mana omma memiliki adik diperut…dan seorang appa tidak akan mungkin mendapatkannya…karena Tuhan sudah menyiapkan tempat khusus di perut omma, dimana adik bisa tumbuh… dan tempat khusus itu tidak ada dalam perut seorang appa…”jelas En kyu

Hye na tersenyum mendengar penjelasan En kyu, lalu mengacak rambut En kyu “En kyu pintar…”ucap Hye na, membuat En kyu membusungkan dadanya “…En kyu harus…. Karena En kyu ingin seperti omma…”

“dee….?”

“bukan itu… maksudnya… En kyu ingin menjadi dokter seperti omma…”
Hye na tersenyum lebar dan mendekap tubuh En kyu kuat, erat, sayang.

“omma…En kyu senang…akhirnya En kyu punya adik…”kata En kyu “ini…lukisan untuk adik…”kata En kyu, menunjukkan sebuah lukisan dengan 4 orang didalamnya. Lukisan yang pernah En kyu tunjukkan padanya.”ini…”tanya Hye na, belum yakin

“nee… ini… omma, appa, En kyu dan …adik En kyu…”jawab En kyu, sambil kemudian mengusap perut Hye na pelan, tersenyum.

Hye na tersenyum, manatap lukisan itu. Lukisan yang benar-benar indah. Hye na menatap lukisan itu, hingga sebuah pertanyaan muncul dikepalanya .”En kyu tahu…”

“anhi… En kyu berharap dna berdoa…”

“mwoo…”

“omma…ingat… omma pernah bilang… berharaplah dan berdoalah untuk sesuatu yang kita inginkan…”

“dan… En kyu dapat…"

“terima kasih banyak En kyu…”kata Hye na membawa En kyu kembali kepelukannya, memeluknya erat.

“tapi…omma…”

“dee…?”

“omma masih berhutang satu penjelasan pada En kyu…dan omma berjanji akan menjawabnya…”

“apa itu…”

“bagaimana adik bayi bisa ada diperut omma…”tanya En kyu, membuat Hye na terdiam ditempat bingung untuk menjelaskannya. "apa dari sebuah pohon… omma memetik buahnya, memakannya, lalu buah iu tumbuh menjadi adik bayi di perut omma..."tanya En kyu lagi semakin membuat Hye na terdiam, bingung.

*******

“apa kau yakin akan bertemu dengannya…”tanya Seung gi, menatap Jung min penuh selidik

“nee… aku harus mengatakannya… aku harus menjelaskannya kalau aku sudah memiliki Hye na…dan aku bahagia dengannya…”jawab Jung min

“tapi…”

“tak apa…”

Seung gi diam, menatap keyakinan di wajah Jung min. “aku ikut denganmu…”kata Seung gi kemudian, sambil mengenakan jas hitamnya yang sebelumnya ia sampirkan dikursi dihadapan Jung min.

“tak perlu… biar aku menyelesaikannya sendiri…”

“tapi…”

“tenang saja…”

Jung min berjalan keluar dari ruangannya. Langkahnya terhenti ketika ponselnya berdering “Hye na…”gumam Jung min, menatap Seung gi diam.

“yoboseyo… Hye na…ada apa…?”tanya Jung min

“…aku dikantor… apa masih ada yang ingin kau sampaikan.. aku harus menghadiri rapat yang penting… ne… kita bicarakan dipenthouse saja…” kata Jung min, yang kemudian menutup ponselnya, menandakan sanbungannya telah terputus.

“aku pergi sekarang…aku harus segera menyelesaikannya…”

“tapi…”

“aku pergi…”kata Jung min yang kemudian melanjutkan kembali langkahnya keluar dari ruangannya.

====

Matahari terlihat cerah siang itu, perlahan Hye na melangkahkan kakinya keluar dari apartementnya. Terlihat senyum merekah diwajahnya. Banyak sekali kebahagiaan hari ini. Dan ia ingin membagikan kebahagiannya itu pada Jung min dengan memberinya sedikit kejutan. Kejutan yang ia sangat dinantikan oleh Jung min. Senyum Hye na semakin melebar ketika diingtanya kembali, tingkah En kyu yang menggemaskan, sebelum kepergiannya tadi, membuatnya tersenyum semakin lebar.

Flashback

“omma… kemana…”

“omma mau ketemu appa…”

“boleh En kyu ikut…”tanya En kyu, menatap Hye na berharap.

Hye na diam, menatap En kyu “En kyu…bolehkah kali ini hanya omma dan appa…?”
En kyu diam menatap Hye na, wajahnya menunjukkan kalau dia sedang berpikir keras. Tak lama En kyu terlihat berjalan dengan jari didagunya, berpikir, berjalan bolak-balik dihadapan.

“En kyu-aa…”panggil Hye na, menarik tangan En kyu, menghentikan langkahnya

“karena melihat keadaan anda…errrmmm… baiklah…hati-hati omma..”

Lagi-lagi anak ini membuatku gemas…batin Hye na. Hye na tersenyum lebar lalu mengacak rambut En kyu pelan dan berdiri.

“omma…berapa kali En kyu bilang…”

“ahh… araseo…maafkan omma…”

Hye na tersenyum lebar menatap En kyu

End Of Flashback

Hye na tersenyum lebar, dan terus melangkahkan kakinya, hingga sesuatu membuatnya menghentikan langkahnya, namun senyum diwajahnya bertambah lebar ketika ditatapnya seseorang

“jung min…”gumam Hye na ketika ia menatap Jung min turun dari mobilnya dan memasuki sebuah hotel yang tak jauh dari apartemen Hye na.

“ke hotel… untuk apa…”tanya Hye na lirih. Hye na masuk, dan mengikuti langkah Jung min yang berbelok ke sebuah restoran taman terbuka dengan berbagai bungan disekelilingnya menambah kehangatan, dan berkesan cukup romantic. Jung min terus berjalan, menuju kesebuah meja dimana seorang wanita sudah menunggunya. Wanita itu terlihat tersenyum lebar dan melambaikan tangannya.



Hye na menghentikan langkahnya menatap wanita itu sesaat. Wanita yang manis dengan senyum yang manis. Hye na tersenyum menatapnya. Hingga akhirnya senyum itu hilang dalam sekejap ketika tiba-tiba, wanita itu bangkit dari tempatnya dan memeluk Jung min erat.

“bogoshipoyo…”ucapnya, yang masih terdengar dalam pendengaran Hye na. Jung min terlihat hanya diam, mendapat perlakuan seperti itu, hingga sebuah ciuman mendarat dipipi Jung min. Ia tetap diam dan tidak bergerak, hanya keterkejutan yang terlihat diwajahnya.

Hye na menatap itu semua, ia benar-benar terkejut. Seluruh tubuhnya tib-tiba terasa lemas. Tubuh Hye na oleng, Hye na mundur beberapa langkah ke belakang, tanpa menyadari seorang waitres tengah berjalan di belakangnya dan membawa nampan berisi pesanan. Nampan beserta isinya terjatuh keras, menciptakan suara keras yang mengundang perhatian. Semua orang menatapnya, tak terkecuali Jung min dan wanita itu. Hye na menengadahkan wajahnya menatap Jung min. Jung min diam, keterkejutan yang sangat juga terpancar dari wajahnya.

Dengan cepat Hye na memutar tubuhnya, dan berlari. Berlari pergi, meninggalkan semua yang dilihatnya. Ia benar-benar tidak percaya dengan penglihatannya. Ia benar-benar berharap itu semua mimpi. Mimpi buruk yang tidak akan pernah menjadi kenyataan. Air mata mulai jatuh membasahi pipi Hye na. bermaksud memberikan kejutan pada Jung min, tapi dia sendiri yang terkejut dengan.

Langkah Hye na tiba-tiba terhenti oleh sebuah cengkraman. Tanganya ditarik. Hye na memalingkan wajahnya menatap orang itu.

“Jung min…”gumam Hye na

“tunggu…dengarkan aku dulu…aku…”

“cukup…”

“tapi…aku mohon…”

“tidak ada yang perlu dijelaskan… dan aku tidak ingin mendengar penjelasan apapun…”

“bukan maksudku…percayalah padaku…”

“kau sudah berbohong padaku Jung min-ssi…dan sekarang kau memintaku untuk mempercayaimu…”

“tapi… itu…maafkan aku…” kata Jung min yang suaranya terdengar melemah. Jung min menundukkan kepalanya.

Perlahan Hye na melepaskan cengkraman tangan Jung min dan pergi. Pergi meninggalkan Jung min tanpa menggubris setiap perkataan yang keluar dari bibir Jung min.

eNd Of ChApter


*****


maaf semua kalau banyak kekurangan juga terlalu banyak flash back.. gak tau kenapa lagi pingin banyak flashback tentang En kyu [heh] [heh]  [biggrin] [biggrin]
« Last Edit: August 21, 2010, 07:50:59 pm by ai_yuki »

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 15 (22 agustus)
« Reply #513 on: August 21, 2010, 09:11:31 pm »
aiiiiiii [hug] udah update tapi kurang panjang  [hmff] ayooo aiii next chapter ditunggu loo  [hmpfh] jangan kelamaan [nono]

itu si yoona yg ngebuat hye na pergi dari jung min ya ???  [cry] bakal sedih banget nihh  [cry] [cry] itu si yoona minta  [head break] maen peluk ama cium jung min  [whip]

ayo aiii semangat  [smiley-gen013] besok update lagi yaaa  [hmpfh] [laughing]

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 15 (22 agustus)
« Reply #514 on: August 21, 2010, 09:19:01 pm »
Ai-...you make me sad...hammer2 hammer2
Jung min menyebalkan!!!
Ai cuz diupdate yang sweet2 lagi ya.. Gapakelama oke?[hmpfh] [hmpfh]

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 15 (22 agustus)
« Reply #515 on: August 21, 2010, 10:12:15 pm »
sist ai gomawo udh update [lovestruck]
haduh, si yoona mnta di [guns] [guns] [guns] hammer2 hammer2 hammer2 [fighting] [fighting] [fighting] [fighting] moso langsung maen peluk  jung min siih [angry] [angry]
haduh bener2 penasaran buat chap selanjutnya nih [chin] [chin]
next chap jgn lama2 ya sist [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 15 (22 agustus)
« Reply #516 on: August 21, 2010, 10:13:55 pm »
Ai-...you make me sad...hammer2 hammer2
Jung min menyebalkan!!!
Ai cuz diupdate yang sweet2 lagi ya.. Gapakelama oke?[hmpfh] [hmpfh]


aku belum baca...........

tpi kok kayanya sad bangt yah ???

jiakkkkhhhh  [bored] [bored] [bored] [bored] [bored]

tpi gk pa2 Deh yg peting udah sdi update,,,.....

gumawo Ai   [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 15 (22 agustus)
« Reply #517 on: August 21, 2010, 10:36:03 pm »
yuki, komentarnya menyusul ya [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Chainezz_Vian

  • Guest
Re: Song of life last update chapter 15 (22 agustus)
« Reply #518 on: August 21, 2010, 11:36:22 pm »
Hua sist ai. Miane aQ telat. . . >.<   
 
Gumawo sist uda d update [flowers]   
hua, song yoona ini minta d [headbreak] [headbreak]   
   
lagi seneng" ,hye na hamil . . .   
e, gra" c jung min pke boong, jd nya hye na kecewa kn. . . 
   
Sist org hamil kn gk blh bnyk tekan'an. . .  Jd berantem nya bentaran aja ya. . . Please. 
 
Next chap nya. . .   
Jgn lama" ya sist. Tanggung nie lg seru bnget. . .  Oce??

Cayo! [smiley-gen013]

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 15 (22 agustus)
« Reply #519 on: August 21, 2010, 11:47:24 pm »
Huakz
yuki benar2 sedih euy. :(
tp gk pa2, i2lah bumbu cinta mreka ..
Hehe :)
si y0oNa i2, sbenarx sypa sai? Mantan istrix jungmin yah?
Trus s0ng y0oNa i2, dsni s0ng hye kyo pemeranya?
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline Tir_@

  • Newbie
  • *
  • Posts: 84
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 15 (22 agustus)
« Reply #520 on: August 22, 2010, 12:44:26 am »
Lama nggak bersua hohoho... Ternyata sist ai da update :D... Senangnya hyena uda hamil, itu si yoona minta d*timpuk*
Tambah seru aja nih Ai... Jangan lama y next chaptnya, oc ;D

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 15 (22 agustus)
« Reply #521 on: August 22, 2010, 01:10:47 am »
Ai thanks uda update..itu siyona cemplungin aja ke comberan main blng kngen aja..mrk berantemnya jgn lama2 ya say secara kan hyena lg hamil n cnta mrk kuat..next chap ditunggu bnget ya ai jgn lama2..gila ai memang keren bikin org ketagihan..siap2 aja say ditagih ama org se CM buat update next chap..oke say semangattt...

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 15 (22 agustus)
« Reply #522 on: August 22, 2010, 02:32:56 am »
aiiiiiii [hug] udah update tapi kurang panjang  [hmff] ayooo aiii next chapter ditunggu loo  [hmpfh] jangan kelamaan [nono]

itu si yoona yg ngebuat hye na pergi dari jung min ya ???  [cry] bakal sedih banget nihh  [cry] [cry] itu si yoona minta  [head break] maen peluk ama cium jung min  [whip]

ayo aiii semangat  [smiley-gen013] besok update lagi yaaa  [hmpfh] [laughing]


jiah...say, padahal tu udah 31 lembar word... ternyata kurang panjang yah  [chin] [chin] [heh] [heh] [hmff] [hmff]

gantian sisit... ini lagi mikirin yang MJYJ dulu... makasih banyak sist...  [hug] [hug] [hug]

yuki, komentarnya menyusul ya [hmpfh]

ditunggu mi... [jumpy] [jumpy] [lovestruck] [lovestruck]

Hua sist ai. Miane aQ telat. . . >.<   
 
Gumawo sist uda d update [flowers]   
hua, song yoona ini minta d [headbreak] [headbreak]   
   
lagi seneng" ,hye na hamil . . .   
e, gra" c jung min pke boong, jd nya hye na kecewa kn. . . 
   
Sist org hamil kn gk blh bnyk tekan'an. . .  Jd berantem nya bentaran aja ya. . . Please. 
 
Next chap nya. . .   
Jgn lama" ya sist. Tanggung nie lg seru bnget. . .  Oce??

Cayo! [smiley-gen013]

makasih banyak ya say, udah menunggu...semuanya juga  [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]

 [biggrin] [biggrin] [biggrin] sekarang giliran MYJY dulu... baru habis itu SOL lagi... [biggrin] [biggrin] [cheekkiss] [cheekkiss]

Huakz
yuki benar2 sedih euy. :(
tp gk pa2, i2lah bumbu cinta mreka ..
Hehe :)
si y0oNa i2, sbenarx sypa sai? Mantan istrix jungmin yah?
Trus s0ng y0oNa i2, dsni s0ng hye kyo pemeranya?

yang bener...? berhasil dunk... padahal sanksi banget bisa bikin yang sedih  [heh] [heh] aku pikir gagal

makasih banyak say.. [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]  ia itu garam buat mereka  [hmff] [hmff]

yoo na itu calon istrinya Jung min, dia pergi pas dihari pernikahan mereka... cuman ninggalin surat kalau dia gak bisa nikah ma jung min karena cinta ma jung moon *hyng nya jung min* makanya dia jadi benci ma hyngnya itu...

yup...song hye kyo... kalau gak salah udah aku jadiin additional cast di chap 6...

Lama nggak bersua hohoho... Ternyata sist ai da update :D... Senangnya hyena uda hamil, itu si yoona minta d*timpuk*
Tambah seru aja nih Ai... Jangan lama y next chaptnya, oc ;D

hai say...  [cheekkiss] [cheekkiss] [huglove] [huglove]

Hye na udah hamil...  [jumpy] [jumpy] akhirnya... next  chap...setelah MJYJ yah...

Ai thanks uda update..itu siyona cemplungin aja ke comberan main blng kngen aja..mrk berantemnya jgn lama2 ya say secara kan hyena lg hamil n cnta mrk kuat..next chap ditunggu bnget ya ai jgn lama2..gila ai memang keren bikin org ketagihan..siap2 aja say ditagih ama org se CM buat update next chap..oke say semangattt...

sama - sama onnie  [hug] [hug] [hug] senengkan sekarang  [jumpy] [jumpy]
sebenernya gak akan lama kalau keegoisan Jung min bisa dirubah onnie... jung min terlalu jaim onnie... apalagi nanti setelah...uppsss... wah bisa-bisa updet lagi nih... ditahan dulu...

thenk u onnie buat komentnya  [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]

Chainezz_Vian

  • Guest
Re: Song of life last update chapter 15 (22 agustus)
« Reply #523 on: August 22, 2010, 06:34:34 am »
Hai sist alin lam kenall. . . [bye] 
 
*commen for sist alin + sist ai reply. . . Ikud nimbrung. . . Hoho .^^. 
 
Ow, jd krna c jung min jaim, jd nya dy ama hye na bakal lama gitu, sist brantem nya?? 
Klo gitu aQ jd pngen msk fic sist ai. . . Pngen aQ ngo gini k jung min. . .
   
"oppa please do0nx jgn jaim, uda tinggal in aja c yoona. . . Ksian kn hye na onnie gie hamil masa d tinggal in c?? aQ sbgai adik mu kn ikud kua'tir, ya oppa?? " [biggrin]

hehe blh gk sist? Biar cpt clear masalah nya. Wkwk *d headbreak nie ada sist ai + sist alin" >.<

Offline siska

  • Newbie
  • *
  • Posts: 62
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 15 (22 agustus)
« Reply #524 on: August 22, 2010, 07:23:15 am »
yuki gomawo udh diupdate,,,akhirnya hye na hamil yach,,part ini bener2 aku suka, apalagi sm kelakuan si en kyu,,lucu banget, [laughing] [laughing] [laughing] [laughing],,kasian yach hye na   [cry] [cry] [cry] lihat jungmin sm si yona,,,tapi suka jg,,,itu berarti hye sedang cemburu,,,dan berarti jg hye na punya perasaan yg sm sm jungmin,,,, [biggrin] [biggrin] [biggrin] yuki diyunggu ya part selanjutnya,,,,,,penasaran nich lihat sikap hye sun yg lagi cemburuannnnn dan gimana jungmin mengatasinya,,,,