Author Topic: September's blue : My Rainy Days ~CHP 5 Part (iii) FINAL~6 Feb'11  (Read 20395 times)

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
saatnya update [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]......

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Mami yg ini dunks di up date:
 [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
mommy-ku sayang yg paling cantik & baik hati  [hmpfh]
kapan ini ff diupdate ??? gue udah lumutan nunggu ni ff diupdate

gue udah kangen sama JJ couple nih, mom
mana chapter kemaren kentang kentang kentaaaaang abis

ayoo donk mom update yg ini, biar gue ga elu tiap hari mom

update malem ini yeee mom

 [hmff]


 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mommy-ku sayang yg paling cantik & baik hati  [hmpfh]
kapan ini ff diupdate ??? gue udah lumutan nunggu ni ff diupdate

gue udah kangen sama JJ couple nih, mom
mana chapter kemaren kentang kentang kentaaaaang abis

ayoo donk mom update yg ini, biar gue ga elu tiap hari mom

update malem ini yeee mom

 [hmff]


tiap hari ngentayangin gw [what] boleh boleh, asyik asyik [hmff] [hmff] di [hammer3] [hammer3] ama vio [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
mi, up date dunks yg ini, kangeeeeeennnnnnnnnnnnnn [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
maammi..... update si Ji Ah...yah..yah..!!!!!  punk punk punk

Love you more than I can say

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
tiap hari ngentayangin gw [what] boleh boleh, asyik asyik [hmff] [hmff] di [hammer3] [hammer3] ama vio [hmpfh]

iyaaa gue mau gentayangin elu tiap hari  [devil2] !!! gue kan udah libur  [smiley-dance013]

update yg ini !!! jangan kelamaan dianggurin  [angry] !!!  [head break]  hammer2 hammer2
« Last Edit: December 18, 2010, 08:39:58 am by vio23 »

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
chp 5 part 1 ff ini udah selesai tp belum upload piku2nya jadi belum bisa diupdate, sabar ya [briggin] [briggin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
chp 5 part 1 ff ini udah selesai tp belum upload piku2nya jadi belum bisa diupdate, sabar ya [briggin] [briggin]
ok mam ku tunggu lho [lovestruck] [lovestruck]
gomawo [biggrin]

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile


mooooommmyyyy ayooo cepeeettt updateeee .................

tapiiii awaaassss yeeeee kalloooo kentangggg lagiiii .....................  [nono]

 [hmff]

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
mam yang ini mau update malem ini ya ma?? [drool] [drool] [drool]
horeeeee [clap] [clap]
ku tunggu mam [biggrin] [biggrin]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
belum ada pikunya lol

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
nggak pakai piku juga nggak ap2 [hmpfh] [hmpfh]

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
mi...kok malah opp
hikss
sesuju ama goo meei gapake piku juga gapapa mi

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile




Kaki Jung-Min bergerak perlahan. "Ba .. bagaimana mungkin?" Dia mendesah halus. Kepalanya digeleng-gelengkan berulang kali. Sosok di hadapannya sungguh membuat hatinya terguncang hebat. "Ti .. tidak  .. mungkin ... "


"Ini benar, Jung-Min ssi ... "

Wanita di depan mendekatinya. Yang lebih membuat Jung-Min terperangah, sinar terik sang mentari siang sepertinya tak berpengaruh apa-apa terhadapnya. Jie-Ah yang dia kenal--bukankah sangat sensitif terhadap sinar mentari? Apalagi yang menyengat seperti siang ini?

"Benar aku Goo Jie-Ah. Aku kembali . .," Jie-Ah memperlihatkan senyumnya.

Mulut Jung-Min mengangga. Sekujur badannya membeku. Walaupun pengakuan itu terdengar sangat jelas di gendang telinganya, tetap saja dia tak mampu untuk percaya.

 Bagaimana mungkin Jie-Ah masih hidup? Pengembaraannya selama setahun ini--sungguh tak dapat dipercaya, apa yang telah dilakukannya? Melarikan diri dari sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi? Goo Jie-Ah, tidak mati?

"Ya, ya, aku tahu sulit mempercayainya .. " Jie-Ah menganggukan kepala berulangkali. "Aku sendiri juga tak sanggup percaya waktu pertama kali terjadi ... "

"Kau bersandiwara?" tanya Jung-Min dengan nada dibuat sedatar mungkin. Jika tidak, dia percaya suaranya akan terdengar bergetar hebat.


"Miane .. ," ujar Jie-Ah menyesal. "Tapi tidak!" Dia mengeleng kembali. "Aku tak bermaksud membohongimu. Sandiwara ini merupakan keterpaksaan ... "

"Terpaksa?" Jung-Min tertawa hambar. "Setelah setahun--kau berkata, semua hanya terpaksa? Kau egois Jie-Ah ssi!!"

"Aku tahu!" sahut Jie-Ah. "Tapi sungguh aku tak bisa berbuat lain. Aku mengira--ah anhi!!" Dia mengeleng keras-keras. "Aku benar-benar sudah meninggal waktu itu. Aku dapat melihat bagaimana taman kekal terpentang di depan mata. Berjuta-juta bunga tumbuh mengelilingi laut yang airnya jernih, bersinar bak permata. Sebuah jembatan gantung menanti langkahku. Mengayun lembut terbuai angin. Kisi-kisinya terbuat dari untaian-untaian mutiara dan batangan-batangan perak. Di atas sana, sang mentari tersenyum lembut sambil melebarkan tangannya, seakan bersiap memeluk ku. Appa, omma dan oppa menunggu di seberang. Menatapku dengan tatapan tak percaya ... ," Jie-Ah berkata dengan pikiran melayang. Tangannya diangkat, seperti berusaha meraba sesuatu yang kasat mata. "Aku sangat bahagia. Kukira penderitaan selama ini berakhir sudah. Aku mengerakan kaki ke depan ... namun, .... ," Jie-Ah terdiam. Matanya terpejam perlahan. " ...  mereka berteriak, ... "


Flash back ...

"Jangan kemari sayang!! Ini bukan tempatmu. Berpalinglah ke belakang!! Itu baru duniamu. Belum saatnya kau kemari. Dengar omma, Jie-Ah a??!! Berlarilah dari sini!!" Wanita dalam mimpi panjang Jie-Ah mengerak-gerakan tangannya dengan ekspresi khawatir.

"Omma ... ," Jie-Ah bergerak semakin ke depan. Kakinya hanya beberapa jengkal lagi menyentuh jembatan gantung di atas laut yang airnya berkilauan.

"Pergi dari sini, Goo Jie-Ah!!" Pria setengah baya di sebelah wanita tadi ikut berteriak. "Dengar kata-kata omma dan appa! Pergi dari sini sekarang juga!!"

"Appa ... " Jie-Ah berhenti sebentar. Seperti orang linglung, dia menatap orang-orang di seberang. "Aku merindukan kalian. Aku ingin kembali ke pelukan kalian. Aku sangat capek ... capek ... "

"Tidak Goo Jie-Ah!!" Pria yang lebih muda berseru. "Tempat ini tak pantas buatmu. Hidupmu masih panjang, jadi jangan disia-siakan ... , pergilah .. "

"Oppa ... "

"Kami akan selalu berada di sisimu, Jie-Ah a. Walaupun terpisah di dunia yang berbeda, kau akan merasakannya ... " sambung si pria muda.

Jie-Ah mengigit bibirnya. "Tidak mau!!"

"Bagaimana dengan Lee Jung-Min?!!"

Deg!!

****

"EHhhhhhh!!"

Jie-Ah tersentak bangun, duduk di atas ranjang dengan mata membelalak, wajah pucat dan tubuh yang bersimbah keringat . Nafasnya terengah-engah, memburu dan sangat berat. Dia menarik nafas dengan susah payah bagaikan orang yang sedang merengang nyawa.

"OH--MY GOD!!!"

Teriakan-teriakan riuh membahana, samar-samar memasuki telinga Jie-Ah. Matanya terpejam.

"PERIKSA DETAK JANTUNGNYA!!"

"APA YANG TERJADI?!!"

"KEAJAIBAN!!"

Perlahan tubuh Jie-Ah terhempas ke ranjang. Setelah seluruh kekuatan yang dikerahkannya tadi, badannya menjadi lemas seketika. Dia berusaha membuka matanya kembali. Berpuluh-puluh bayangan berseliweran di depannya. Terlihat samar dan tak diyakini siapa saja. Tapi samar-samar dia mengenali suara yang berkata selanjutnya.

"Bagaimana?"

"Berdetak lagi, dok. Masih sangat lemah tapi tak membahayakan .. ," sahut suara yang terdengar asing.

"Benar-benar berdetak lagi?" tanya suara pertama.

Itu suara dokter Kim. Ya, aku mengenalinya sebagai dokter Kim. Dokter yang selama ini menangani masalah jantungku.

"Pasti dok!!!"

Jie-Ah mendengar langkah kaki mendekati ranjangnya.

"Jie-Ah ssi, apa kau mendengarku?"

Suara dokter Kim bertanya padaku. Ya, aku harus menjawab. Tapi bagaimana ini? Aku tak bertenaga.

"Jie-ah ssi ... "

Tangan Dae-Won menyentuh lengan Jie-Ah.

"Apa yang kau rasakan sekarang?"

Jie-Ah ingin membuka mulut buat menjawab, tapi sekujur tubuhnya tak bisa digerakan.

"Bagaimana ini Dae-Won a?"

Suara dokter cantik itu! Namanya? Ya, dokter Song Eun-Hye. Ternyata dia juga bersusah payah dalam usaha pertolongan ini ... Jie-Ah tersenyum dalam hatinya.

"Kurasa dia tak apa-apa. Jantungnya sudah berdetak lagi, jadi masa krisisnya sudah lewat. Suster, bereskan semuanya dan bawa dia ke ruang rawatnya. Aku akan mengabari orang-orang yang menunggu di luar tentang keadaannya supaya tak khawatir lagi .. "

Orang-orang yang menunggu di luar? Ada yang menungguiku? Siapa? Bukankah aku sebatang kara di dunia ini? Lalu siapa yang bersedia menunggui orang berpenyakitan sepertiku?

"Akan kuperingatkan Jung-Min ssi sekali lagi agar tak keterlaluan ...  Sudah tahu jantungnya lemah .. "

Deg! Jung-Min?!! Lee Jung-Min?!!"

Jie-Ah langsung membuka matanya.

"Tidak. Jangan!!" serunya dengan suara serak.

"Goo Jie-Ah!!"

Para dokter dan suster dalam ruang UGD itu langsung berpaling padanya.


"Jangan lakukan itu! Jangan memberitahunya. Saya mohon .. "

"Jie-Ah a ... "

Dae-Won dan Eun-Hye mendekati Jie-Ah.

"Kenapa? Kenapa tak memberitahunya, kabar mengembirakan ini?" tanya Eun-Hye. Dia membantu menyelipkan bantal ke kepala Jie-Ah.

Jie-Ah mengeleng. "Aku tak ingin memberi pengharapan padanya .. "

"Dia akan mengerti kau, Jie-Ah a. Percayalah. Aku juga seorang pria jadi aku tahu .. "

"Apa yang bisa kuberikan padanya dok?"

Dae-Won tak menjawab.

"Berapa waktu yang kumiliki?" lanjut Jie-Ah. "Berikan kepastiannya padaku maka aku akan menerimanya .. "

"Jie-Ah a ... "

"Berapa lama dok?" desak Jie-Ah. "Anda sendiri juga tak tahu kan? Atau .. tak lama lagi?"

Dae-Won menunduk sendu. "Sosoengheyo .. "

Jie-Ah tersenyum hambar. "Aku sudah menyadarinya .. "

Keheningan menyelimuti ruangan itu. Semua mata tertuju pada Jie-Ah, si pasien yang hampir menghembuskan nafas terakhirnya.

"Dokter bersedia membantuku?"

"Mwo?" Dae-Won mengangkat wajahnya.

"Tolong berikan surat ini pada Jung-Min .. " Jie-Ah merogoh ke dalam saku bajunya dan mengeluarkan selembar kertas, yang kemudian disodorkannya pada Dae-Won.

"Kau ... kau bermaksud .. ?" Dae-Won menatap Jie-Ah dengan pandangan menyelidik. Sesaat kemudian, "Tidak .. ," dia berkata tegas. "Aku tak akan melakukannya .. "

"Saya mohon dok .. ," kata Jie-Ah dengan nada lemah. "Saya tak punya cara lain lagi ... Dia harus melupakanku .. Percuma berharap buat sesuatu yang tidak mungkin ..."


"Tidak!" sahut Dae-Won dengan mimik keras. "Kau akan menyesal, Jie-Ah ssi. Percayalah padaku .. "

Jie-Ah mengeleng. "Dia mungkin bersedih buat kepergianku. Tapi itu, pasti hanya sesaat. Dia akan segera melupakanku. Melupakan segalanya, karena kebersamaan kami sangat singkat. Berlainan jika aku memberinya kesempatan kemudian meninggalkannya secara mendadak. Hatinya pasti hancur, .. dan itu paling tak ingin kulihat .. karenanya, tolonglah aku dok .. Berikan surat ini padanya .. "

"Profesiku sebagai dokter tak boleh berbohong, Jie-Ah a ... ," desah Dae-Won. " .. jadi, miane .. "

"Dokter Kim benar, Jie-Ah  .. Profesi kami dilarang berbohong, apalagi berhubungan dengan penyakit-penyakit pasien kami .. ," sambung Eun-Hye.

"Anda tak perlu berbohong .. ," sela Jie-Ah dengan nada mendesak. "Anda hanya perlu memberikan surat ini. Jika dia menanyakan sesuatu tentang kematianku, jawab saja dengan anggukan atau gelengan. Hanya itu. .. Dokter Kim, saya mohon .. "

Dae-Won mendesah. Dia benar-benar tak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba seseorang menyentuh lengannya. Dia menoleh.  

"Tolonglah dia, Dae-Won a .. ," kata Eun-Hye. "Mungkin benar katanya--tak ada cara lain lagi. Andaikan posisiku sepertinya, mungkin, mungkin aku akan melakukan hal yang sama ... Menyaksikan orang yang kita cintai merana, lebih menyakitkan dari kematian itu sendiri .. "

Dae-Won menghela nafasnya berat. Akhirnya dia mengangguk.

"Baiklah. Tapi aku mau peringatkan kau, Jie-Ah ssi .. jangan menyesal di kemudian hari .. "


Jie-Ah tersenyum. "Gumawo ... "

Kemudian hari? Berapa lama 'kemudian hari' yang masih kumiliki?

Dae-Won memutar tubuh menghadapi team medis lainnya. "Anggap saja kalian tak mendengar pembicaraan kami tadi .. "

Mereka mengangguk bersamaan. "Ne, dokter Kim .. "

End of flash back ...


***** oOo *****



"Miane .. ," ujar Jie-Ah pelan setelah menyelesaikan ceritanya.


Jung-Min mundur beberapa langkah dan menyandarkan punggungnya ke sebatang pohon yang tumbuh di dekat situ. Pandangannya menerawang ke langit.

"Benar katamu aku egois. Tapi, .. pernahkah  kau bayangkan bagaimana rasanya begitu mengetahui nyawamu sudah di ujung tanduk? Mengetahui bahwa kau akan mati kapan saja? Atau .. sudah berada di dunia lain dan yakin bahwa selamanya kau akan berada di sana, tak keluar lagi?"

Jung-Min tak menjawab. Wajahnya masih menengadah ke atas. Bertemu dengan sinar mentari yang memberi kehangatan bagi kulitnya.

"Aku mencintai matahari sepertimu. Jika boleh memilih, aku tak akan mengisi hari-hariku dengan gerimis dan hujan seperti waktu-waktu lalu ..  ," lanjut Jie-Ah dengan nada memilukan begitu melihat Jung-Min tak mengindahkannya.

"Aku tak pernah memprotes karna aku tahu itu sudah takdirku, ..  sampai kemunculanmu .."

Jung-Min menoleh padanya.

"Semua berubah .. ," Jie-Ah mendesis. "Aku tak mau lagi menjadi penerima sejati. Aku tak mau pasrah begitu saja. Aku ingin berjuang,, ingin hidup lebih lama dari yang divonis para dokter itu .. tapi, tidak bisa .. karna itu jantungku. Jantung yang sudah menemaniku sejak terbentuk dalam kandungan omma .. "

Jung-Min menghembuskan nafasnya, kemudian beralih ke depan. "Lalu bagaimana kau bisa sembuh?"

"Itu ... ," pandangan Jie-Ah menerawang kembali.

Flash back ...

"Oppa dan onnie sudah menikah?" Mata Jie-Ah melebar. Ya--setelah dua bulan tinggal di rumah sakit , dia menjadi semakin akrab dengan Dae-Won dan Eun-Hye. Dia bahkan memanggil mereka dengan panggilan oppa dan onnie.

"Ne ... " Eun-Hye menjawab dengan pipi bersemu merah.

"Kapan?"

"Dua minggu yang lalu .. ," Dae-Won menyelipkan diri dalam pembicaraan dua wanita itu.

"Omo--dua minggu yang lalu? Kenapa tak memberitahuku?"

"He .. he .. mian. Kami memang sengaja merahasiakannya darimu .. " Dae-Won mengelus kepala Jie-Ah sedangkan Eun-Hye tersenyum dari tempatnya.

"Kenapa?" Jie-Ah memanjangkan bibirnya. "Semua suster  tahu, begitu juga para dokter. Sedangkan saya--dongseng kalian, tak tahu! Bahkan si kecil Moon aja tahu ... "

"Jadi si bawel itu yang memberitahumu?"

"Ne. Kenapa merahasiakannya dariku?"

"Karna kami tahu sifatmu!" Dae-Won menekan jidat Jie-Ah. "Kau pasti akan mendesak ke acara pernikahan kami sedangkan penyakitmu tak mengijinkan untuk keluar rumah sakit .. "

"Yaa--oppa!!"

"Ha .. ha .. miane Jie-Ah sayang, tapi kau harus tetap di sini."

Jie-Ah memundurkan tubuhnya ke sandaran ranjang. Bibirnya semakin memanjang ke depan.

"Saya juga dengar kalau oppa dan onnie akan berangkat ke Amerika, meninggalkanku seorang diri .. ."

"Jie-Ah a .. " Eun-Hye tiba-tiba menyentuh lengan Jie-Ah. "Miane .. "

Jie-Ah mengangkat pundaknya. "Aku tak menyalahkan kalian. Orang-orang yang kucintai memang selamanya akan meninggalkanku .. "

"Bukan begitu .. ," Eun-Hye melirik Dae-Won. "Katakan sesuatu?"

Dae-Won mengembangkan tangannya. "Apa?"

Eun-Hye mendengus kemudian berbalik lagi pada Jie-Ah. "Kami berangkat ke Amerika karna oppamu menerima undangan dari pihak rumah sakit New York buat melakukan penelitian jantung dengan beberapa ahli jantung sedunia. Kesempatan ini sangat langka jadi tak mungkin disia-siakan ... "

"Oh--" Jie-Ah membuka mulutnya. Diperhatikannya Eun-Hye sebentar, kemudian beralih ke Dae-Won. Setelah itu dia menjatuhkan pandangan ke selimut yang menyelimuti kakinya.

"Bagaimana kalau kau ikut dengan kami?"

Eun-Hye tiba-tiba mengeluarkan pertanyaan yang membuat Jie-Ah dan Dae-Won segera berpaling padanya.

"MWO?!" tanya mereka bersamaan.

"Apa salahnya, Dae-Won a?" kata Eun-Hye pada suaminya. "Jie-Ah tak punya siapa-siapa di dunia ini. Jika kita meninggalkannya sendirian di Korea, dia pasti akan kesepian dan aku tak tega melihatnya .. "

"Onnie .. " Tak terasa dua bulir bening mengalir menuruni pipi Jie-Ah.

Dae-Won menatap Eun-Hye. Dia menghela nafas kemudian mengangguk perlahan. "Araso. Jie-Ah a, kalau kau tak keberatan, ikutlah dengan kami?"

Jie-Ah melebarkan matanya. "Jeongmal?"

Eun-Hye dan Dae-Won mengangguk sambil mengelus kepala Jie-Ah. "Ne!" kemudian mereka tersenyum bersamaan.



Jie-Ah menghapus air mata dengan punggung tangannya dan tersenyum bahagia. "Gumawo oppa dan onnie ... "

End of flash back ...


"Aku ikut  oppa dan onnie ke Amerika seminggu kemudian. Keadaanku di sana semakin memburuk. Oppa dan onnie sangat mengkhawatirkan kesehatanku sehingga akhirnya aku dimasukan ke dalam kumpulan pasien-pasien penyakit jantung yang menjadi bagian dari objek penelitian mereka. Suatu hari, kesehatanku turun drastis. Sekali lagi nyawaku hampir terengut. Untung pada saat yang paling menentukan pihak rumah sakit mendapat donor jantung yang cocok buatku .. ," Jie-Ah berhenti sebentar buat mengisi paru-parunya dengan udara. "Ternyata benar kata omma, appa dan oppa, ..  belum saatnya aku meninggal ... Tuhan masih memberi kesempatan padaku untuk bernafas dan menikmati keindahan dunia ini .. " Dia tersenyum kemudian menundukan kepalanya.

Jung-Min menghela nafas. Selama penjelasan panjang lebar dari Jie-Ah, dia terus menahan nafas. Cerita yang benar-benar menyesakan hatinya. Dia ingin berkomentar tapi entah kenapa mulutnya seperti terkunci. Karena itu, dia hanya bisa diam seribu bahasa.

"Kau masih marah?"

Jung-Min tak menjawab.

"Aku tahu tindakanku keterlaluan. Dan aku juga tak berharap kau akan memaafkanku ... " Jie-Ah kembali menghela nafasnya. "Kali ini aku kembali karna masalah pengusuran Everlasting. Aku sudah menanda-tangani kontrak penjualannya. Mulai sekarang Everlasting resmi kujual. Kesedihan-kesedihan yang terjadi di dalamnya biarlah terkubur selamanya ... "

"Kau ... merelakannya?"

Jie-Ah tersenyum. "Aku cuma ingin bilang, Everlasting bukan tempat terkutuk. Mungkin banyak peristiwa mengenaskan terjadi di dalamnya tapi semua itu karna kecerebohan manusia, bukan karna kutukan. Buktinya, aku selamat dari penyakit yang selama ini kuderita ... "

Jung-Min mendengarkan dengan seksama tanpa memberikan tanggapan sedikitpun.

"Setelah jantungku beroperasi normal, aku mulai memasuki bangku kuliah--meneruskan pendidikanku yang terbengkalai. Untuk pertama kalinya aku memasuki tempat yang benar-benar bisa di sebut sebagai 'sekolah'. Aku memiliki teman-teman yang bisa diajak  bersenda-gurau setiap hari. Itu sangat menyenangkan .. Setelah kualami sendiri, aku baru menyadarinya .. Dunia tak sesempit dan sebatas Everlasting ... Musim juga tak sebatas gerimis dan hujan--masih ada salju, sinar mentari yang menyengat dan juga musim gugur yang kelak dan kelak akan tergantikan oleh musim semi yang indah .. "

Jie-Ah menatap Jung-Min--berharap mendapat respon darinya. Namun, pemuda itu tetap membisu di tempatnya.


"Hanya itu yang ingin kukatakan .. ," Jie-Ah mendesah. "Dua hari lagi aku kembali ke New York. Mungkin .. tak  akan kembali dalam waktu dekat .. "

Jie-Ah menegakan badannya. Dia menanti sesaat, mengharapkan reaksi dari Jung-Min. Tapi pemuda itu tetap membeku di tempatnya, tak bergerak sama sekali. Jie-Ah membungkuk perlahan.

"Anyongheseyo, Jung-Min ssi ... "

Dia mundur ke belakang. Dengan gerakan lambat dia memutar tubuh membelakangi Jung-Min. Matanya terpejam ketika kakinya mulai digerakan ke depan.

Paboya--kejar aku!! Jika memang cintamu tulus dan kuat, raih diriku ke dalam pelukanmu. Aku bersumpah tak akan lari lagi jika kau melakukannya!!

Mata Jie-Ah terbuka seiring langkahnya yang semakin jauh meninggalkan Jung-Min.


***** oOo *****
« Last Edit: December 21, 2010, 06:36:24 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun