Author Topic: BEHIND THE SHINNING STAR (Season IV) part II (3 Juli 2011)  (Read 12206 times)

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
BEHIND THE SHINNING STAR IV
PART II


Guk! Guk ! Guk! Handphone yang dipegang Hye Na bunyi, membuat Ayahnya ngakak seketika,”Ha ha ha, kau ini ada-ada saja, siapa yang punya ide merekam gonggongan peanut dan dijadikan ringtone begitu.”

“Appa Han,” jawab Hye Na polos. Ngung ngung si kompor mulai meleduk.

“Ya… siapa yang menyuruhmu memanggilnya seperti itu?!” sang ayah ngomel-ngomel.
“Appa Han sendiri…,” sekali lagi jawaban polos yang bikin si kompor tambah…… Kebakarannnnnnn!!!!!
“Ya…, Lee Hye Na! berhenti memanggilnya seperti itu! Appa tidak suka!”

Hye Na tambah monyong, ekspresi bibir Ayah dan anak itu memang sama kalau lagi marah. “Memangnya kenapa? Kalau Omma menikah sama dia… sudah pasti Hye Na harus memanggilnya Appa.”

Bo? Jadi mereka sudah sejauh itu? Sampai menyuruh anakku memanggil “Appa” segala. “Ommamu tidak boleh menikah dengannya,” sejauh ini dia tidak sadar dengan yang diucapkan.

“Oh… Appa cemburu, ya?” Hye Na menggerak-gerakkan telunjuk di dekat pipi Appanya sambil berekspresi menggoda. Blush! Muka garang itu bertambah merah, kali ini karena malu.

Guk! Guk! Guk! Sekali lagi handphone Hye Na bunyi. “Cepat angkat handphonemu,”perintah sang ayah yang sedang blushing.

“Araso, Appa,” jawab Hye Na sambil nyengir. “Omma?” sapanya setelah telephone tersambung.

Lampu merah menyala, mobil yang mereka tumpangi merambat dan akhirnya berhenti, di antara mobil-mobil lain yang berjubel. Akhir pekan membuat semua warga Seoul menuju keramaian, alhasil lalu lintas padat merayap. Sementara Hye Na menerima telephon dari Ommanya, Appanya mulai mengamati kesibukan yang terjadi jika lampu menyala merah. Pedagang asongan mulai beraksi, terlihat seorang perempuan berkeliling menjajakan krupuk beras. Rambut jamur dan poni menghiasi kepalanya. Tunggu! Sepertinya dia pernah melihat lakon semacam ini? Tentu saja…. Geum Jan Di di BOF, dia juga ingat adegan setelah itu… KISSING DI JALAN TOLLLLLL!!!!!! Dia sangat gugup waktu itu. Bahkan mesti take berulang-ulang. Kenangan indah… so sweet….

Ohhhhh… My Loveeeee. …. My darliiiingggg… I’ve hungered for… your touch…. A long.. ..lonely time…


“Appa!” pangilan Hye Na membuyarkan lamunannya. Matanya mengkerjap, mengembalikan alam sadar. “Omma menyuruh kita ke Manolin jam enam sore,” kabar dari Hye Na.

“Appa juga?”
 Hye Na mengangguk.
“Ada apa di manolin?” tanyanya bingung. Bukankah ini jatah waktu bagi ayah dan anak itu bersama. Tumben-tumbenan Omma Hye Na menyuruhnya. Hye Na menggeleng sambil angkat bahu. “Tahu… .”

Ada apa sebenarnya? Apa dia mau mengumumkan rencana dengan si Han brengsek itu? Oh… jangan harap… tidak akan ku ijinkan! Sebagai Appa Hye Na…, aku tidak setuju! Memang ada hubungannya? Oh…, baby…, teganya, kau!!!

How could an angel break my heart…..Why didn't he catch my falling star …..I wish I didn't wish so hard…..Maybe I wished our love apart (NGoookkkk!)

Din! Din! Din! Mobil-mobil di belakang mereka mulai kesal karena Appa Hye Na tiba-tiba bengong. “Appa!” Hye Na menyenggol lengan orang yang sedang bengong. Akhirnya si bengong  itu melajukan mobilnya kembali.

“Masih jam dua siang, bagaimana kalau kita ke supermarket dulu,” tawar si bengong yang mana sekarang sudah tidak lagi bengong[?] hye Na mengiyakan. “Kita beli bahan bikin sushi, Appa. Kan Appa janji hari Minggu nanti kita pesta sushi di apartemen Appa.”

Sang Ayah berkernyit. “Ne, Oppa ingat,” sebenarnya dia agak tidak suka makanan mentah.
“Hore!!!” sorak Hye Na.

Sang Ayah jadi heran, kenapa juga anak itu suka banget sama sushi. Apalagi musti berpesta sushi sehari penuh di apartemennya. Bukan sombong, sih… setelah kedua insan itu bercerai, masing-masing kembali ke apartemen bujangan mereka. Rumah indah ditinggalkan begitu saja. Kalau apartemen Omma Hye Na, sih… pasti rapi. Tapi kalau apartemen si bengong yang sudah tidak bengong tadi…. Wah… BERANTAKAN! Bukannya tidak kuat membayar pembantu, Cuma… pelayan-pelayan pada tidak betah kerja dengannya… mudah marah, sih… masih dia ingat kata-kata pelayan terakhirnya, “Saya tidak betah kerja sama Tuan, tuan kok sekarang gampang marah? Padahal dulu waktu sama nyonya, tuan gak pernah marah-marah sama pelayan.”

Mana bisa dulu dia marah sama pelayan? Bukannya dulu kerja para pelayan di bawah pengawasan mantan istrinya? Pokoknya pulang ke rumah, dia terima rumah sudah beres…, istrinya, eh… ralat! Mantan istrinya menyambut dengan senyum manis.  Kenangan indah… so sweet!!!!

Ohhhhh… My Loveeeee. …. My darliiiingggg… I’ve hungered for… your touch…. A long.. ..lonely time…


 “Jangan terlambat ke manolinnya, ya.. Appa, nanti Omma marah.”

“Tentu!” dia mulai senyum-senyum tak jelas. Walau sebenarnya jantungnya dag dig dug duer mangira-ira apa yang akan terjadi di Manolin. Baby…, aku suamimu… eh, ralat… mantan suamimu yang tampan pasti datang…

I want nobody nobody but you…. (Ngoookkkk!)

Di parkiran supermarket terbesar se Seoul, tahu deh nama supermarketnya. Authornya tambah gaje… jadi setting juga gaje… pokoknya supermarket gitulah….

“Sudah siap?”  Hye Na mengangguk. Ayah dan anak itu sudah memakai kostum penyamaran. Mereka mulai memasuki gedung supermarket. Pernak-pernik etalase mulai menggoda mata, tapi ayah-anak itu langsung ke swalayan, sesuai rencana awal, belanja bahan-bahan sushi.

Baru sampai di pintu swalayan, gerombolan masa mengelu-elukan kehadiran selebritis di supermarket itu. Sempat Ge Er, tapi ternyata bukan mereka yang dimaksud masa itu, melainkan…

Ohhhhh… My Loveeeee. …. My darliiiingggg… I’ve hungered for… your touch…. A long.. ..lonely time…


Goo Hye Sun datang ke supermarket bersama……?! Produser Han!!!! Mereka melewati Hye Na dan ayahnya. Karena tidak ingin penyamarannya terbongkar, Hye Na tidak menyapa Ommanya, tapi wajah Ayahnya sudah tidak bisa diselamatkan. Hiiii! Sueremmmm!

“Appa!” Hye Na menyenggol Ayahnya. Pria itu menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal sambil cengar-cengir. “Hye Na masuk duluan saja, belanja apa saja yang diperlukan,” lalu mengambil salah satu kartu kredit di dompetnya, “Bayarnya pake ini, ya? Appa ke toilet dulu.”

HYe Na mengangguk lalu masuk ke swalayan. Dan sang ayah… ah, capek deh gue panggil dia ayah mlulu… oke oke oke, gue panggil dia Min Ho. Dan Min Ho… seperti yang dia katakan tadi, ke toilet.

Toilet? Siapa juga yang ke toilet? Min Ho mengikuti pasangan heboh itu ke mana pun mereka melangkah, tentu saja dia tidak sendiri. Masa yang menatap pasangan itu dengan kagum juga masih mengikuti. Sampai pasangan itu memasuki butik, di sini masa tidak mungkin lagi ikut masuk, tapi Min Ho bisa masuk karena berdalih pengen beli sesuatu di butik. Memang bisa? Gak tahu juga bisa atau gak, yang penting Min Ho bisa masuk, cerewet amat jadi reader.

Mengendap-endap Min Ho mengamati mereka. Berjingkat-jingkat! Sembunyi di antara gantungan-gantungan baju. Pasangan itu masih saja memilih-milih barang, didampingi pelayan yang dengan bangga menjereng koleksi butiknya. Min Ho juga melihat kalau Hye Sun membawa keranjang kecil, dan dia tahu isi keranjang itu…. Mungkin terlalu lelah, Hye Sun meletakkan keranjang itu begitu saja di lantai dan Min Ho masih mengamati tanpa sepengetahuannya, masih berjongkok di balik etalase.

Mau apa mereka? Pesan baju pengantin? Benarkah? Baju pengantin? Baju pengantin, Baby…!  Tapi ini kan bukan bridal? Lalu… baju untuk tunangan? Tidak!!!

How could an angel break my heart…..Why didn't he catch my falling star …..I wish I didn't wish so hard…..Maybe I wished our love apart (NGoookkkk!)

Guk! Guk! Guk! Lama-lama Min Ho sebal dengan suara ringtone itu. “Hye Na… angkat telephonemu!” desis Min Ho sambil menoleh ke arah suara. Tunggu! Tidak ada Hye Na, yang ada makhluk mungil berbulu coklat yang menyapanya ramah.

“Hush! Peanut! Hush! Ka! Pali!” usir Min Ho masih seperti berbisik.

Guk! Guk! Guk! Bukannya pergi, anjing itu malah mengibas-ibaskan ekornya senang, meloncat-loncat minta digendong. Tentu saja peanut mengenalinya walau dengan penyamaran seekstrim apa pun. “Ya,.. peanut… ini bukan waktunya untuk bermain. Ka! Ka!” bisik nya lagi. Eh… itu anjing malah memutar-mutar tubuh ngajak main.

“Arasso, arasso!” Min Ho melepaskan ikat leher peanut, dia mau mengecoh peanut dengan main lempar tangkap. “Oke, aku lempar ini. Kau mengambilnya, siap!” Peanut memundur-mundurkan tubuhnya, berancang-ancang. Dan…. Min Ho melemparkan ikat leher itu asal. Peanut berlari ke arah ikat lehernya. Horeee!!! [?!]

Pletak! Ikat leher itu malah mengenai bahu Hye Sun.  Min Ho ambil langkah seribu. Kabur!!!! Hye Sun heran karena ikat leher peanut tergeletak di lantai. Lebih heran lagi waktu peanut menggigitnya lalu lari ke tempat Min Ho sembunyi tadi. Kali ini Hye Sun mengikuti peanut. Anjing itu melonglong sedih karena Min Ho sudah pergi. Dahi Hye Sun jadi berkernyit.

“Ada apa?” Tanya Han yang ternyata sudah ada di belakang Hye Sun.
“Sepertinya ada yang mengajak peanut main lempar tangkap,” jawab Hye Sun.
“Lalu di mana orang itu?”
“Entahlah, tapi kenapa peanut jadi aneh begini,” Hye Sun mengangkat peanut di gendongannya, memungut ikat leher peanut, dan memakaikannya kembali lalu memasukkan peanut ke keranjang.

He he he… kok di sini Min Ho jadi kaya main di filmnya Jim Carey, ya? Abaikan!

Jam enam sore, Café Manolin… I am Coming…

Ckit!!!  Mobil Min Ho berhenti di depan café Manolin. Spanduk besar terpampang di pintu masuk,

“SAENGIL CHUKAE, LEE HYE NA”

“Hore!!! Ternyata Omma mempersiapkan pesta ulang tahunku!” Hye Na meloncat-loncat kegirangan. Min Ho nyengir, ternyata dia melupakan hari lahir putrinya.

“Kacha, Appa!” Hye Na mengajak Min Ho keluar dari mobil. Dan pada saat itulah mobil lain berhenti di samping mobil mereka.  “Omma!” Hye Na menyongsong wanita yang baru saja keluar dari mobil itu.
 
Ohhhhh… My Loveeeee. …. My darliiiingggg… I’ve hungered for… your touch…. A long.. ..lonely time…


Min Ho menatap Hye Sun yang tengah memeluk Hye Na tanpa berkedip. Semakin cantik saja, kau, Bab…, batin Min Ho.

 “Hye Sun-a, aku pergi dulu, nanti jam tujuh aku ke sini lagi,” kata Han yang masih di balik kemudi. Min Ho mengepalkan tangan, apalagi saat Hye Sun melemparkan senyum manis ke arah Han. Han melajukan mobilnya meninggalkan manolin.


“Appa, kacha!” Hye Na mengajak Min Ho menemui Hye Sun.
“Apa kabar, Minho-a,” sapa Hye Sun masih dengan senyum ramahnya.
“Baik, Bab.. . eh, Hye Sun-a,” jawab Min Ho. Kenapa jadi kaku begini. Tapi Hye Sun masih kekeh dengan senyum malaikatnya. Membuat Min Ho serba salah.

“Hye Na,” kali ini Hye Sun mengalihkan perhatian pada putri mereka. “Pestamu dimulai jam tujuh nanti, ayo.. Omma dandani kamu pakai baju yang Omma beli di butik tadi.”

“Wah, Omma beli baju?” Hye Na tambah sumringah. Min Ho mengelus dada lega. Rupanya kedatangan mereka ke butik untuk membeli baju buat Hye Na.

“Tentu, Sayang. Kau harus tampil cantik di pesta ulang tahunmu,” yakin Hye Sun. “Hore!” sekali lagi Hye Na bersorak. Girang amat nih anak. Mereka berjalan memasuki manolin tapi Min Ho masih juga bengong.

“Appa, kacha!” Hye Na menoleh ke Min Ho, mengajak masuk. Min Ho cengar-cengir gaje dan garuk-garuk kepala.

“Kau mau menghadiri pesta ulang tahun putrimu, kan, Min-a?”
Min Ho mengangguk.
“Kalau begitu, kacha!” ajak Hye Sun juga.

Min Ho menghampiri mereka. Bertiga melangkah memasuki manolin. HYe Na berjalan, bergandengan tangan dengan orang tuanya kiri dan kanan. Senyum manis tersungging di bibirnya. Tinggi Hye Na sudah mensejajari Hye Sun, anak itu memang wajah dan perawakannya mirip Ayahnya. Hye Sun Cuma menyumbangkan kulit putihnya di diri anak itu. Hye Sun berusaha menekan sakit hatinya pada penghianatan Min Ho, untuk kebahagiaan Hye Na malam ini. Dan Min Ho senang bukan main karena malam ini bisa berada di Manolin.  “Catch you, Baby!”

I want nobody nobody but you…. (Ngoookkkk!)

Gaje gak gaje…. Tetep lanjut ternyata…. Gumawo yang dah mau baca ff tergaje nih… ni adalah season terakhir BTSS, apa yang terjadi di part selanjutnya….? Nantikan kalau aku sedang gak mood, pasti langsung ku update biar tambah gaje.

« Last Edit: July 02, 2011, 11:10:10 am by sisicia »


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline mbah dukun

  • Junior
  • **
  • Posts: 142
  • My Name Is JangKelin
    • View Profile
bahagianya ngeliat mereka bergandengan tangan..hyena jgn dukung eommanya dong buat nikah lg,kan lebih afdhal kalo hdp bareng mama papa kandung.ultah hyena jd awal yg bagus nih.makasi ya dah diupdet skrang giliran mylil sista.lanjutt

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
bahagianya ngeliat mereka bergandengan tangan..hyena jgn dukung eommanya dong buat nikah lg,kan lebih afdhal kalo hdp bareng mama papa kandung.ultah hyena jd awal yg bagus nih.makasi ya dah diupdet skrang giliran mylil sista.lanjutt
gubrak! ni si unik.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
minho gimana seh ultah anaknya sendri bisa lupa   [head break] [head break]yang di pikiran ommanya aja seh  [hmpfh] [hmpfh] memeng hubungan hyesun dan produser Han sudah sangat jauh ya  [what] [what] ngebyangin kebersamaan minho,hyesun dan hye na sangat menyenangkan  [lovestruck] [lovestruck] harapan mereka rujuk lagi masih ada kan  [what] [what] tidak rela kalau akhirnya harus sad  [cry] [cry] [cry]

Offline aii.d luffy

  • Full
  • ***
  • Posts: 301
    • View Profile
Yahahahaha sisi updatee *hug hug
Aku suka part ni.ngakak mulu+senyum2 gaje kaya sang author

Jangan bikin hye sun kawin ama han ajussi sisiiiii
BELIEVE IN HAPPY ENDING--MINSUN

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
minho gimana seh ultah anaknya sendri bisa lupa   [head break] [head break]yang di pikiran ommanya aja seh  [hmpfh] [hmpfh] memeng hubungan hyesun dan produser Han sudah sangat jauh ya  [what] [what] ngebyangin kebersamaan minho,hyesun dan hye na sangat menyenangkan  [lovestruck] [lovestruck] harapan mereka rujuk lagi masih ada kan  [what] [what] tidak rela kalau akhirnya harus sad  [cry] [cry] [cry]

hahahaha, tgu aja ntar, mereka bisa rujuk ato gak.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Yahahahaha sisi updatee *hug hug
Aku suka part ni.ngakak mulu+senyum2 gaje kaya sang author

Jangan bikin hye sun kawin ama han ajussi sisiiiii

tenang! minho sebagai appa hye na kagak setuju, emang ngaruh, ya? emot mikir made on.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
hahaha ngakak banget, apa itu lagunya how couldn't angel break my heart pake 'ngook' segala. Paling ngakak yg lu bilang si Hye Na 'ni Anak girang banget' wkwk ya iyalah, aduh kak sisi sukses ngocok perut gue. eh iya lanjutttt pokonya harus sampai ending. ga bolehhh di anggurin!!!

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
hahaha ngakak banget, apa itu lagunya how couldn't angel break my heart pake 'ngook' segala. Paling ngakak yg lu bilang si Hye Na 'ni Anak girang banget' wkwk ya iyalah, aduh kak sisi sukses ngocok perut gue. eh iya lanjutttt pokonya harus sampai ending. ga bolehhh di anggurin!!!

NGoooooKKKK, itu kasetnya nglokor... jadinya ngooookkk, lagu lawas, sihh... [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline dafa yuvi

  • Junior
  • **
  • Posts: 202
  • love is trust
  • Location: surabaya
    • View Profile
 [hmff] .. ngkakakakaka kekeke ngook. th appa merindukan senthan his love his darling. makanya jgn macem2.lol [AddEmoticons04246] happybday hyena.ehehe lu kegirangan ye? lol  [AddEmoticons04262]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
[hmff] .. ngkakakakaka kekeke ngook. th appa merindukan senthan his love his darling. makanya jgn macem2.lol [AddEmoticons04246] happybday hyena.ehehe lu kegirangan ye? lol  [AddEmoticons04262]

ngok! karena kaset nglokor... iya... girang amat tuh anak... mungkin karena dah lama ortunya gak saling bertemu...

 [cry] [cry] jadi kasihan ngebayanginnya  [cry] [cry]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Lah kok [what] kok jadi kayak gini [what] ini ff sicia pertama yg ku baca tapi kok jadi berubah gini [sweat] [sweat]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Lah kok [what] kok jadi kayak gini [what] ini ff sicia pertama yg ku baca tapi kok jadi berubah gini [sweat] [sweat]

hehehe, enjoy aj, sis. ntar juga mereka rujuk lagi.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
Thanks 4 updateny eon,gubrak hye na bru klas 4 tinggi b9t gmana klo sma psti tingginx kya tian listri...dasar min ho raja bengong dah pnxa istri yg sper duper cantik n multi talenta malah serong knan seron kiri main serong wha ha ha ha..jd ksian ma hye sun hrus melawan sakit htinx raja bengong dmi kbahaggiaan hye na di hari ultahnx..next buat hye sun bahagia ya eon...

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Thanks 4 updateny eon,gubrak hye na bru klas 4 tinggi b9t gmana klo sma psti tingginx kya tian listri...dasar min ho raja bengong dah pnxa istri yg sper duper cantik n multi talenta malah serong knan seron kiri main serong wha ha ha ha..jd ksian ma hye sun hrus melawan sakit htinx raja bengong dmi kbahaggiaan hye na di hari ultahnx..next buat hye sun bahagia ya eon...

namanya juga gaje, mpe tinggi hye na juga gaje,  tenang, minsun juga entar bahagia.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]