Author Topic: Full Of Love (Song of Life 2) Chapter 17, update  (Read 22148 times)

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Chapter 9


Matahari mulai menjelma. Sinarnya menghangatkan dan menyinari bumi. Hye na mulai membuka matanya perlahan saat kedua penglihatannya diterpa oleh sinar mentari. Hye na mengerjapkan kedua matanya sebelum akhirnya bangkit perlahan.

“sudah bangun…?”sapa seseorang tiba-tiba dengan senyum khasnya, menatap Hye na berdiri dihadapannya, seakan telah mengetahui, Hye na telah bangun dan menunggu dirinya untuk membuka kedua penglihatannya.

“ahhh…Jung min… de… ada apa sebenarnya…?”tanya Hye na, menatap Jung min, belum menyadari sesuatu.

“makanlah dulu…? Kau pasti sangat lapar…”

“tapi…”ujar Hye na yang kemudian mulai menyapu ruangan dimana keduanya berada. “dimana kita…?”tanya Hye na, menatap Jung min bertanya.

“kita…di New York…”

“New York…?!?”

“ne… rumah appa dan omma…”

“….” Hye na diam ditempatnya, menatap Jung min memikirkan sesuatu. Ingatannya belum kembali, dan Hye na masih berusaha untuk mengingat, mencari tahu. Ia menyadari ada sesuatu hal yang mengejutkannya sebelumnya, dan ia tidak percaya dengan itu. Ingatan tentang kabar yang didapatnya. Kabar yang mengejutkannya. Jung min diam, menatap Hye na, seakan menunggu reaksi Hye na, Jung min melangkah mendekat. “gwenchana…?”tanya Jung min, menatap Hye na lembut dan perlahan mengusap kepalanya perlahan.

“….”Hye na masih diam, memikirkan banyak hal, hingga… “aboji!!!”seru Hye na tiba-tiba, yang kemudian segera bangkit dari tempatnya dan melangkah keluar dari ruangan keduanya, berlari. “YYA!! Sayang!!... tunggu!!”seru Jung min, menyusul langkah Hye na.

“tunggu!!!”seru Jung min, yang mulai berlari, “cepat sekali larinya…”ujar Jung min, tanpa mempedulikan semua orang disekitarnya dan hanya menatap Hye na dan kemana dia melangkah pergi. “sayang…!!”panggil Jung min, masih berlari mengejar Hye na yang kini terlihat mulai melangkah pelan, menuruni tangga dan berbelok, Jung min menghentikan langkahnya, terdiam sesaat, menatap Hye na “…Han Hye na…!!” seru Jung min yang akhirnya berhasil membuat Hye na menghentikan langkahnya dan menatap Jung min. Jung min diam sesaat dan kemudian melangkah mendekati Hye na hingga akhirnya Jung min dapat menggapai tangan Hye na dan menariknya masuk kedalam pelukannya.

“aku harus bertemu aboji… aku harus bertemu dengannya… “paksa Hye na histeris sambil berusaha melepaskan pelukan Jung min.

“ahni… tidak seperti ini… kau harus tenang… jangan seperti ini… aku mohon…”ujar Jung min, membawa Hye na semakin dalam ke pelukannya.

“ahni… aku tidak bisa… aku harus menemuinya… aku harus kesana dan melihat apa yang terjadi… aku harus…”ujar Hye na semakin histeris, dan Jung min semakin mempererat pelukannya, hingga akhirnya terdengar isakan tangis dari Hye na, membenamkan kepalanya dalam, sangat dalam kepelukan Jung min. “tenanglah… jangan seperti ini… jika ingin menemui aboji.. kau harus tenang… jangan seperti ini sayang…”ujar Jung min, mengusap punggung Hye na lembut, mencoba menenangkan dan perlahan membawa Hye na untuk duduk di sofa tak jauh dari tempat keduanya berada.

Rontaan Hye na mulai mereda, namun tangisnya masih sama kerasnya dari sebelumnya. Jung min diam, menghela napas panjang sesaat “…aku akan mengantarmu menemui aboji… tapi kau harus janji untuk tenang…”ujar Jung min, masih mendekap Hye na dalam pelukannya. Tangis Hye na perlahan mereda, namun Hye na masih membenamkan dalam kepalanya di dada Jung min. Jung min menyadari Hye na belum siap, dan Jung min menunggu “…aku akan menunggu sampai kau tenang sayang…”ujar Jung min, mendekap Hye na sambil menepuk bahu Hye na lembut dan sesekali mengecup kepala Hye na.

Perlahan tangis Hye na mulai mereda. Isakan tidak terdengar lagi. Jung min melepaskan pelukannya dan menatap Hye na dalam “… lebih baik…?”

Hye na menganggukkan kepalanya, mengiyakan.

“apa kau ingin pergi sekarang…?”

“ne… aku mohon… aku akan tenang…”ujar HYe na

“baiklah… kita pergi… bersiaplah…”

***********

Hye na diam, menatap sang ayah yang tertidur ditempatnya, tanpa mengetahui keberadaan Hye na. Hye na tersenyum menatapnya, memanggil namanya.

“aboji…”panggil Hye na, mengusap tangannya dan menggenggam tangannya, membawanya ke wajahnya sebelum akhirnya mengecup punggung tangan sang ayah.

“aboji…”panggil Hye na lagi, “bangun aboji…”ujar Hye na, menahan tangis yang hampir jatuh. Jung min terlihat diam ditempatnya, melipat kedua tangannya di dada.

“kita pulang sayang… kau butuh istirahat…”ujar Jung min menatap istrinya prihatin

“ahniya… aku harus menemani aboji disini…”

Jung min diam, menghela napas panjang “…tapi kau juga mmebutuhkan istirahat…”

“aku akan sitirahat disini… jadi pulanglah kalau kau ingin pulang… aku tetap disini…”ujar Hye na, menatap sang ayah lembut. “aboji…”panggil Hye na lagi, berbisik.

Jung min menyerah, ia tidak dapat melakukan apapun lagi, sudah sejak 5 jam yang lalu, Jung min mengajak Hye na untuk pulang, beristirahat, namun berpindah dari tempatnya pun Hye na tidak. Hye na tetap menggenggam tangan sang ayah dan duduk disisinya, tanpa memperdulikan Jung min.

“baiklah… aku juga akan tetap tinggal disini…”

Hye na mengalihkan wajahnya cepat, menatap Jung min “ahniyo… kau harus pulang… bagaimana dengan anak-anak jika kau ada disini…”

“antwe… aku tetap disini… omma dan appa akan menjaga mereka…”

“tapi…”

“jika kau tidak pulang maka aku juga tidak…”ujar Jung min yang kemudian melangkah kearah sofa panjang dan merebahkan tubuhnya disana, memejamkan matanya, tidak mempedulikan Hye na.

Hye na menatapnya, Hye na paham suaminya itu, dan tahu ia tidak bisa membantahnya, dan akhirnya Hye na memejamkan matanya menyerah, kemudian bangkit perlahan, merapikan selimut sang ayah kemudian melangkah perlahan kearah Jung min sebelum akhirnya menyelimuti tubuhnya dengan selimut “…akan semakin dingin disini…”ujar Hye na. Jung min diam ditempatnya, masih memejamkan matanya, namun ketika Hye na akan melangkah pergi tiba-tiba, Jung min menarik lengan Hye na dan dengan cepat menarik Hye na jatuh ke sofa, dipelukannya. “kau juga harus tidur… istirahat…”ujar Jung min, mendekap Hye na. “ahniyo… jika aboji bangun dan membutuh…” ucapan Hye na terhenti.

“ssssttt… diam… sekarang tidur…”ujar Jung min mendekap Hye na semakin erat. Hye na menatap Jung min sesaat sebelum akhirnya memejamkan matanya. Jung min tersenyum menatap Hye na dan membawa Hye na lebih dalam kepelukannya.

**********

Pagi kembali hadir. Sinar matahari masuk melalui celah jendela yang terbuka. Hye na membuka matanya perlahan, menatap Jung min yang masih memeluknya terlihat memejamkan matanya lebih rapat karena sinar mentari langsung mengenai matanya. Hye na tersenyum, perlahan mengangkat tangannya dan menutupi kedua mata Jung min dengan tangannya. Jung min tersenyum, dan semakin erat memeluk Hye na, membawanya masuk lebih dalam ke dekapannya. Hye na tersenyum menatap senyum Jung min.

“hai sayang..”sapa Jung min, dengan masih memejamkan matanya, seakan tahu apa yang dilakukan Hye na untuknya.

Hye na tersenyum “kau sudah bangun…”ujar Hye na, menatap Jung min, menurunkan kedua tangannya.

“ne… senang sekali melihat senyummu pagi ini…”ujar Jung min, membawa Hye na lebih dalam kepelukannya. Hye na diam, mengusap kepala Jung min sesaat sebelum akhirnya beranjak bangkit.

“ada apa…”tanya Jung min menatap Hye na bingung.

“aku harus menemui dokter Hong…”ujar Hye na, tiba-tiba.

“ada apa…”

“aku harus melakukan sesuatu…dan aku harap masih bisa…”ujar Hye na yang kemudian beranjak pergi meninggalkan Jung min yang terlihat bingung ditempatnya sekaligus kesal “yya!! Apa yang akan kau lakukan…? Dengan dokter Hong?!?! YYA!!!”seru Jung min dibalik pintu yang baru saja tertutup dihadapannya. “auushhh…”seru Jung min, kesal.

Jung min diam ditempatnya, menatap pintu sesaat sebelum akhirnya beralih menatap aboji yang tertidur dihadapannya “aboji… mianhe..”ujar Jung min menatap aboji. Jung min diam ditempatnya, menundukkan kepalanya sesaat sebelum akhirnya mengangkat kepalanya dan tersenyum menatap sang ayah “…aboji… kau harus segera bangun…”

Jung min menghela napas panjang “…jika kau tidur lebih lama lagi, Hye na akan terus menangis… ia sangat menyayangimu dan… aku tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi bila…” Jung min menghela napas panjang, menundukkan kepalanya dan segera mengangkatnya, menggenggam tangan sang ayah “ahniyo aboji… kau harus segera bangun…”ujar Jung min

**********



“appa… bagaimana omma…”tanya Jae min tiba-tiba menatap sang omma yang kini tengah tertidur lelap dihadapan Jung min yang diam, menatap Hye na khawatir. Jung min mengalihkan pandangannya menatap Jae min sesaat.



“ah… kau Jae min… bagaimana Ha na…?”tanya Jung min yang kemudian bangkit dari tempatnya, melangkah mendekati Hye na dan kemudian merapatkan selimut Hye na. “ne… semuanya baik… sekarang dia sedang bersama Min jae…” jawab Jae min, menatap sang ayah yang merapikan selimut Hye na dan menatap sang ibu yang masih memejamkan matanya terlelap.

“Min jae…?!?!”

“em…”

“…” Jung min diam, menenangkan dirinya dari keterkejutannya

“…lalu bagaimana haraboji…”tanya Jae min menatap sang ayah khawatir sekaligus penuh tanda tanya, Jae min diam. Jung min menghela napas dan melangkah mendekati Jae min. “…masih sama… belum ada perubahan yang berarti…”jawab Jung min, menundukkan kepalanya, prihatin. Jae min diam, menghela napas panjang. “ne… jadi jangan mengungkit soal haraboji dulu disini… apa lagi dihadapan omma mu... sudah 2 kali dia tidak sadarkan diri setelah ia melihat keadaan harabojimu tadi… appa benar-benar khawatir dengan keadaannya…”

“apa perlu Jae min panggilkan dokter Hong…?”

“ahni… gwenchana… tidak perlu… omma hanya perlu istirahat saja… setelah bangun dia akan baik…”ujar Jung min, menenangkan. Jae min diam ditempatnya, dialihkannya pandangannya dari Jung min kearah sang ibu yang masih memejamkan kedua matanya.

“baiklah… aku keluar dulu appa…”

“ne… ah…sayang… tolong bawa Ha na kemari… kasihan Min jae… dan appa rindu padanya…”ujar Jung min, menghentikan langkah Jae min yang akan pergi meninggalkan Jung min.

“ye appa…”

Jung min tersenyum menatap Jae min yang pergi, menghilang dari pintu kamarnya. Setelah kepergian Jae min. Jung min kembali mengalihkan pandangannya menatap Hye na yang masih terlelap. Jung min melangkah mendekati Hye na, dan merebahkan tubuhnya disisi Hye na “sayang…”panggil Jung min, namun tak terdengar respon apapun dari Hye na, tak lama terdengar ketukan di pintu kamarnya “…masuk saja…”

“appa…”panggil Min jae tiba-tiba, sambil membawa Ha na dalam pelukannya.

“ahhh… Min jae…?”ujar Jung min sedikit bertanya, takut salah memanggil anak kembarnya itu. “…ne… apa omma baik-baik saja…”

“ne… dia baik… berikan Ha na pada appa sayang… dan jika kau ingin pergi mengunjungi haraboji, pergilah… appa akan menjaga Ha na…”

“benarkah tak apa…?”

“ne… pergilah… jika omma mu bangun… appa akan menyusul kalian kerumah sakit… jadi… berikan Ha na pada appa… appa sangat rindu pada Ha na… ya Ha na.. kau juga sepertinya merindukan appa… Aigooo… cantiknya putri appa ini…”ujar Jung min yang tersenyum menatap Ha na dan menggoda Ha na hingga Ha na tertawa senang dalam dekapan Min jae dan mengangkat kedua tangannya ingin menggapai dan memeluk ayahnya. Jung min tersenyum melihat itu dan melangkah mendekat “ahhh… baik sekarang… kemari…”ujar Jung min lagi, menatap Ha na yang masih mengangkat kedua tangannya, berusaha untuk meraih Jung min. Jung min tersenyum lebar menatap Ha na dan mengambil Ha na dari gendongan Min jae.

“…kalau begitu… Jae pergi dulu appa…”ujar Min jae, menatap Jung min yang tersenyum kemudian mengecup Ha na yang tersenyum menatapnya.

“ne… hati-hati nak…”ujar Jung min menatap Min jae “…Ha na… ucapkan hati-hati oppa…”ujar Jung min, mengangkat tangan Ha na dan membuat lambaian untuk mengantar kepergian Min jae, tersenyum.

Pintu kamar Jung min tertutup. “…apa kau senang sayang… sepertinya kau senang sekali bertemu appa… sini…”ujar Jung min yang kemudian meletakkan Ha na di ranjang disisi Hye na. Ha na terlihat diam, menatap appanya sesaat sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya menatap Hye na yang masih tertidur ditempatnya.  “ada apa sayang…? Omma masih tidur… kasihan omma…”ujar Jung min, menatap Ha na tersenyum dan melangkah pergi kearah sofa, di tempatnya sebelumnya. Jung min tersenyum dan mengalihkan pandangannya dari kertas ditangannya ke arah Ha na yang sebelumnya ia dudukkan. Jung min menatap Ha na sesekali dan sesekali mengalihkannya menatap berkas ditangannya, dan tepat ketika Jung min menatap Ha na, Jung min benar-benar dibuatnya terkejut sekaligus senang.

Perlahan Ha na terlihat menjatuhkan tubuhnya hingga tengkurap kemudian dengan gerakan yang belum stabil, Ha na mengangkat kedua tangan dan kakinya dan perlahan dengan langkah yang masih belum stabil, Ha na mulai merangkak mendekati Hye na. Jung min diam, menjatuhkan berkas-berkas ditangannya terkejut menatap Ha na yang perlahan merangkak mendekati Hye na. “ma ma ma…”celoteh Ha na, sambil menepuk pipi Hye na, hingga tiba-tiba Ha na jatuh di dada Hye na karena belum stabilnya tangan dan kakinya untuk menopang tubuhnya.

Jung min terlihat berlari, mendekati Ha na, tertawa lebar “…kau baru saja merangkak sayang… kau merangkak?!?!?”ujar Jung min senang dan kemudian menggendong Ha na, “aaa..aapp..appa…” celoteh Ha na lagi, menatap Jung min yang kemudian menggendong Ha na dan membawanya menari, senang, hingga tidak menyadari Hye na yang telah membuka matanya.

“…sayang…”panggil Hye na, menatap Jung min bingung. Jung min mengalihkan pandangannya menatap Hye na dan melangkah mendekat, duduk di ranjang, disisinya. “gwenchana…?”tanya Jung min, menatap Hye na khawatir.

Hye na diam ditempatnya, menatap Jung min, kemudian mengalihkan pandangannya menatap Ha na yang berada dalam gendongan Jung min. Hye na terlihat tersenyum menatap Ha na yang tertawa jenaka dan mengangkat kedua tangannya ingin meraih Hye na. Jung min mengikuti arah tatapan Hye na dan ia teringat akan sesuatu, berharap akan membuat Hye na lebih baik.

“ahhh… sayang… kau pasti senang… sayang… Ha na baru saja merangkak… di…dia juga baru saja memanggilku appa.. ah sayang… ini suatu hal yang… benar-benar ajaib…”ujar Jung min senang.

“benarkah…”tanya Hye na senang, yang kemudian kembali terdiam ditempatnya, menatap kosong hadapannya.

Jung min diam, menyadari keterdiaman Hye na “gwenchana…?” ujar Jung min, menepuk bahu Hye na lembut. Hye na mengangkat wajahnya, menatap Jung min.

“aboji…”

Jung min diam, menunggu, sebenarnya dia sudah tahu apa yang terjadi, namun ia tidak ingin ucapannya membuat kekasih hatinya itu semakin bersedih.

“aboji… Jung min-aa…aboji…”ujar Hye na, menarik kerah kemeja Jung min dan taklama ia sudah membenamkan kepalanya ke dada Jung min. Jung min mendekapnya, menenangkannya. “aku tidak bisa membantunya… aku tidak bisa membantu menyembuhkannya…”ujar Hye na, menyesal.

Jung min diam, tidak menanggapi perkataan Hye na, dan hanya mencoba untuk menenangkan. Menepuk punggung Hye na lembut. “aku tidak bisa… aku tidak bisa…”ujar Hye na, hingga akhirnya dia menutup kedua matanya, pingsan, lelah. “sayang… sayang!! Hye na-aa..sayang!!” panggil Jung min sambil mengoncang tubuh Hye na yang lemas. Jung min menatap Hye na sesaat sebelum akhirnya merebahkan Hye na kembali keranjang. Jung min diam, menatap Hye na sesaat dan menghela napas panjang. Terngiang kembali percakapan Hye na dengan dokter Hong.

Flashback

“maafkan aku Hye na-ssi… kita tidak dapat lagi melakukan apapun pada tuan Han… virusnya sudah menyebar ke seluruh otaknya, dan melumpuhkan seluruh tubuhnya…”

“tapi…Professor… aku sudah…”

“ne… itu benar… hanya saja operasi yang pernah tuan Han lakukan tidak menyembuhkannya 100%, dan masih banyak kemungkinan untuk kembali kambuh atau lebih parah, menyebar keseluruh bagian otaknya…”

“j..j..jeongmal…”tanya Hye na menatap doketr Hong tidak percaya. Dokter Hong menghela napas panjang dan menundukkan kepalanya. Hye na jatuh terduduk di kursi dibelakangnya, ia benar-benar terkejut mendengarnya. Ia tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

“maafkan aku…”

“apa kita tidak bisa melakukan operasi lagi…”tanya Hye na menatap dokter Hong penuh harap.

“itu… akan semakin membahayakan jiwanya… kita tidak bisa mengambil langkah itu… dan nak… ingat umur ayahmu… resiko besar jika kita melakukan operasi itu… maafkan aku…”

“aku mohon… sembuhkan ayahku… sembuhkan dia professor…”

Dokter Hong terlihat diam ditempatnya, menepuk bahu Hye na pelan. Jung min diam, menatap keduanya dan ketika dokter Hong melangkah keluar, ditatapnya Jung min yang menatapnya sama berharapnya dengan Hye na. “maafkan aku nak…”ujar dokter Hong. Jung min diam menundukkan kepalanya, dan ia kembali menatap Hye na yang berada di dalam ruangan dokter Hong.

“Hye na…”ujar Jung min lirih, menatap perihatin Hye na.



End of Flashback

************

Hye na membuka matanya perlahan. Menatap jendela kamarnya sesaat “….matahari belum muncul…”ujar Hye na lirih. Hye na mengalihkan pandangannya menatap lengan seseorang yang memeluknya dari belakang dan tangannya terlihat menggenggam tangannya erat tengah terlelap dan terbuai dengan mimpinya. Hye na menatap senyum orang itu. “apa yang kau impikan Jung min-aa…”ujar Hye na menyentuh pipinya lembut kemudian mengecup pipinya pelan.

Perlahan Hye na bangkit dari tempatnya, menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang, menatap Jung min sebelum akhirnya memindahkan tangan Jung min yang mendekapnya. Dan berdiri membuka jendela kamarnya pelan. Dirasakannya udara pagi yang dingin sesaat sebelum akhirnya Hye na menutupnya kembali dan berjalan kearah pintu.

Hye na melangkah pelan kearah dapur dimana sudah banyak pelayan yang terlihat tengah melakukan pekerjaannya.

“ahhh… agashi… apa yang anda lakukan disini… apa anda lapar…?”tanya seseorang tiba-tiba yang sama sekali tidak disadari oleh Hye na “…ahniyo… apa ada yang bisa aku bantu…”

“tidak perlu agashi… lebih baik agashi keluar saja… katakan saja apa yang agashi inginkan…”

Hye na menatap orang itu, ketika orang itu membantu Hye na bangkit dari tempatnya “…ahh… pelayan kepala Uhm…”ujar Hye na



Pelayan kepala Uhm terlihat tersenyum menatap Hye na “…anda disini…?”

Pelayan kepala Uhm tersenyum “…ne agashi… nyonya besar memanggilku untuk membantunya disini… dan karena aku rindu dengan En kyu, Min jae dan Jae min… aku juga ingin melihat si kecil Ha na… jadi aku bersedia kemari… apa ada yang anda butuhkan agashi…?”

“ahniyo pelayan Uhm… aku hanya ingin membantu… bosan hanya diam saja…”

Kepala pelayan Uhm terlihat diam ditempatnya menatap Hye na “…anda tidak perlu melakukan apapun agashi… disini sudah cukup orang untuk memenuhi semuanya… dan jika anda melakukan pekerjaan pelayan… maka aku yang akan ditegur oleh tuan muda dan nyonya besar…”

“gwenchana pelayan Uhm… aku sudah terbiasa seperti ini… Jung min sudah tahu kalau aku tidak mungkin hanya diam, melihat dan menunggu…”

“tapi…”

“gwenchana…”ujar Hye na yang kemudian mengambil beberapa bahan di tempat persediaan dan mulai untuk mengolahnya, namun lagi-lagi pelayan Uhm menghentikan pekerjaan Hye na dengan menggenggam tangan Hye na menghentikan gerakannya“…lebih baik agashi duduk saja… ini… kami akan…”

“tidak apa kepala pelayan Uhm… biarkan saja apa yang ingin dilakukan oleh agashi ini… jika tidak maka aku yang akan menyalahkanmu jika Hye na melakukan hal-hal yang lain… biarkan saja… Hye na memang tidak bisa diam…”ujar Jung min tiba-tiba

“tapi doronim…”

“gwenchana… untuk urusan appa dan omma… aku yang bertanggung jawab…”ujar Jung min, menatap Hye na tersenyum yang dibalas senyuman yang sama dengan Hye na. Hye na mulai melakukan tugasnya sebagai seorang ibu. Ia memasak dan menyiapkan makanan untuk sarapan semua orang yang ada dimansion itu, ia juga menyiapkan beberapa hal untuk seseorang.

“apa ini…”tanya Jung min ketika ia kembali datang masuk kedalam dapur.

“sup jagung dan sup rumput laut kesukaan aboji…”

Jung min diam ditempatnya menatap Hye na “…wahhh… aboji pasti senang jika anak kesayangannya memasakkan makanan kesukaannya… lalu aku bagaimana…?”ujar Jung min, menatap Hye na iri.

Hye na tersenyum menatap Jung min “…ne… aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu dan anak-anak di meja makan… makanlah… tolong bangunkan anak-anak sayang…”ujar Hye na, yang kembali menyibukkan dirinya dengan masakannya.

“ahni… aku ingin disini…”ujar Jung min, yang tiba-tiba melingkarkan lengannya di perut Hye na, memeluknya dan menyandarkan kepalanya di bahu Hye na.

“auushhh… kau ini… kita sedang berada di dapur… semua pelayan disini…”ujar Hye na, menggerakkan bahunya dimana Jung min merebahkan kepalanya.

“ahniyo… gwenchana… biarkan saja…”ujar Jung min, yang semakin erat mendekap Hye na, hingga…

“auushhh… apa yang kalian lakukan…. Anak-anak kalian sudah menunggu kalian… dan kalian malah seperti ini… ck ck ck ck…”

“auushhh… omma mengganggu saja…”ujar Jung min yang kemudian melepaskan pelukannya terkejut, sedangkan Hye na hanya tersenyum ditempatnya, menyiapkan masakannya dalam mangkuk dan kemudian membawanya keluar dari dapur “… apa kau ingin ikut sarapan dengan kita…”ujar Hye na, yang menatap Jung min yang masih terdiam ditempatnya.

“auushhh… kau sama saja…”ujar Jung min, yang kemudian melangkah pelan, mengikuti Hye na tersenyum lembut menatap Hye na “… jika akan membuatmu tidak bersedih… dan tersenyum… apapun akan aku lakukan sayang…”ujar Jung min lirih, menatap punggung sang kekasih yang melangkah lebih dulu didepannya.

***********

“kau tak apa…”sapa Hye na, menatap Seung gi yang terdiam ditempatnya menatap piring kosongnya.

“ahhh… ne… gwenchana…”

Hye na menatap diam Seung gi, tidak percaya dengan ucapannya “…apa ada masalah Seung gi-ssi…?”

“ahniyo…”ujar Seung gi yang tersenyum, terpaksa, mengalihkan pandangannya menatap Hye na. Jung min menatap keduanya kemudian menatap Seung gi dalam “… biarkan saja… sudah seminggu dia seperti ini…”

Hye na menatap Jung min yang duduk disisinya. “…Seung gi ahjussi benar-benar patah hati sepertinya..”cetus En kyu tiba-tiba, menatap Seung gi tersenyum.

“mwo…?!?”

“ne omma… Seung gi ahjussi patah hati sejak…”

“En kyu…!!!”seru Seung gi kesal. En kyu tersenyum menatap Seung gi yang bangkit dari tempatnya “…maaf tuan Lee… aku harus menyiapkan materi untuk rapat pagi ini…”ujar Seung gi menatap tuan Lee.

“…tapi kau tidak sarapan dulu…?”

“ahniyo Hye na-ssi… gwenchana… terima kasih banyak… Jung min-ssi… aku tunggu kau…”ujar Seung gi yang kemudian pergi meninggalkan semua yang berada di ruang makan, terdiam menatapnya, namun tiba-tiba langkah Seung gi terhenti “…tunggu Seung gi-ssi…”panggil orang itu.

“tolong setelah rapat nanti, datang keruangan ku…”ujar tuan Lee, menghentikan langkah Seung gi. Seung gi membalikkan tubuhnya menatap tuan Lee dan kemudian menatap Jung min sebelum akhirnya kembali menatap Tuan Lee dan memberikan jawabannya “…ne…agashimnida…”

Tuan Lee terlihat diam dan melemparkan senyumnya sesaat kemudian. Jung min diam menatapnya. Rasa khawatir dan curiga menyelimutinya. Hye na diam, menatap perubahan wajah suaminya. Ditatapnya Jung min lama, sebelum akhirnya menggenggam tangan Jung min hangat “…gwenchana…?”tanya Hye na

“ahhh.. de… gwenchana…”jawab Jung min tersenyum menatap Hye na, menggenggam tangannya dan melanjutkan memakan sarapannya “…uahhh.. ini benar-benar enak…”ujar Jung min, menatap Hye na tersenyum.

“ne… aku tidak pernah tahu pelayan Uhm memasak makanan sebanyak ini dan seenak…”ujar tuan Lee

“auushhh… appa… ini semua masakan istriku tersayang…”ujar Jung min mengalihkan pandangannya menatap Hye na yang tersenyum tersipu.

“jeongmal…”

“nee haraboji… omma selalu melakukannya… dan kami selalu menikmati masakan seperti ini…” ujar Jae min, menatap harabojinya dan mengalihkannya pada sang omma.

“auuushhh… benarkah… haraboji jadi iri…”ujarnya lagi, menatap Hye na tersenyum “…dan…segalanya benar… terima kasih untuk segalanya anakku… Hye na…”ujar tuan Lee lagi, menatap Hye na dan mengalihkan pandangannya kembali ke makanannya. Hye na tersenyum, menatap appanya dan ommanya kemudian, yang membalas senyumannya, sedangkan Jung min terlihat menatapnya tersenyum bangga.

***********

Matahari semakin meninggi, ketika Hye na menatap tersenyum sang ayah yang masih memejamkan matanya tidur dihadapannya dengan berbagai peralatan medis ditubuhnya.

“aboji…”panggil Hye na, menggenggam tangan sang ayah lembut. Hye na menatap sang ayah dalam, hingga
tak terasa air mata jatuh, mengalir, membasahi pipinya.

“aboji…”panggil Hye na lagi. Hye na diam ditempatnya menatap sang ayah, hingga sesuatu terjadi. Tangan sang ayah bergerak, mempererat genggamannya di tangan Hye na.

“aboji!! Aboji…?!”panggil Hye na, tidak yakin dengan apa yang dirasakannya. Hye na menatap sang ayah lama, hingga tiba-tiba kedua penglihatan tuan Han terbuka. “aboji”panggil Hye na. Tuan Han menggerakkan penglihatannya mencari asal suara.

“ahhh… say…sayangku… anak…anakku Hye…Hye na…”ujar tuan Han

“aboji…!! Aboji…!! Gwenchana…?”

Tuan Han terlihat tersenyum menatap Hye na “aboji… gwenchana…?”tanya Hye na lagi. Tuan Han terlihat hanya diam ditempatnya, menatap Hye na tersenyum “aboji… aboji… ABOJI!!!”panggil Hye na lagi, tepat ketika terdengar sebuah dengung yang memekakkan dan suara langkah kaki cepat mendekat dan masuk keruangan dimana Hye na berada.

“aboji!! Aboji… aboji..aboji…”panggil Hye na yang terdengar mulai melemah, terduduk dikursi di depan ruang perawatan sang ayah. Hye na terduduk lemas di tempat itu, tidak tahu harus melakukan apa. Hanya terdiam, hingga…

“gwenchana…?”tanya seseorang yang kemudian duduk disisi Hye na, menatap Hye na khawatir. Hye na mengangkat wajahnya, menatap orang itu, lama keduanya terdiam saling menatap hingga akhirnya tangis itu pecah. Air matanya mulai mengalir “onnie…!! Onnieee…”seru Hye na yang kemudian menghambur dalam pelukan Eun jo.

“ahhh… gwenchana… gwenchana… tenanglah… jangan seperti ini…”ujar Eun jo, mencoba menenangkan.

“aboji… aboji…”

“gwenchana… dokter Hong sedang menanganinya…”ujar Eun jo, yang semakin memepererat pelukan Hye na dan semakin mendekapnya kencang saat ia merasakan tubuh Hye na jatuh lemas, ia pingsan.

**************

Jung min menatap ranjang dihadapannya diam. Kesedihan menyelimutinya. Tidak hanya sekali kekasih hatinya itu jatuh tidak sadarkan diri. Hampir 2 kali Hye na pingsan. Dia sama sekali belum bisa menerima atas keadaan Tuan Han. Dan ketakutan kembali merajai Jung min, saat ini…

“akkkhhh…”gumam Hye na, yang perlahan terlihat membuka kedua pasang matanya.

“sayang… gwenchana…?”ujar Jung min. Hye na terlihat menatap Jung min lama sebelum akhirnya perlahan ia bangkit.

“…ne…gwenchana…”

Hye na terlihat diam, menyapu ruangan itu kemudian menundukkan kepalanya, mengenali ruangannya “… kita sudah di Seoul…”ujar Hye na lemah, menundukkan kepalanya. Jung min diam menatapnya cemas, mendengar ucapan Hye na. “gwenchana…?”tanya Jung min kemudian, menatap Hye na khawatir dan segera bangkit dari tempatnya saat melihat Hye na perlahan menyibakkan selimutnya.

“mau kemana…” tanya Jung min saat menatap Hye na perlahan menarik kakinya dari dalam selimut, untuk bangkit dari ranjangnya

“…”Hye na diam ditempatnya, menatap Jung min lemah. “aku…” belum selesai Hye na mengucapkan kalimatnya, tiba-tiba tubuhnya ambruk. Hye na tidak pingsan kali ini, namun tubuhnya terlalu lemah untuk melakukan sesuatu. Kakinya seakan tidak kuat menopang berat tubuhnya,  bahkan untuk bangkit dari ranjang.

“ahhh… gwenchana…?”tanya Jung min, saat menangkap lengan Hye na, menopang tubuhnya.

Hye na menyentuh kepalanya. Kepalanya terasa sakit dan tubuhnya… ia tidak dapat merasakan tubuhnya.
“gwenchana…?”

“…ne… gwenchana…”ujar Hye na kembali yang mencoba bangkit dan melepaskan cengkraman tangan Jung min di lengannya. “kau mau kemana…”tanya Jung min lagi, sambil menatap Hye na yang melangkah perlahan, dan melepaskan cengkraman tangan Jung min di lengannya.

“kamar mandi…”jawab Hye na lemas, yang tak lama baru beberapa langkah ia berjalan, tubuh Hye na kembali oleng, namun segera bertopang pada meja yang tak jauh dari tempatnya. Perlahan Hye na mencoba bangkit dari tempatnya, dan melangkah perlahan, dan tanpa ia duga, tiba-tiba Jung min membawa Hye na kedalam pelukannya. “yya… Jung min-aa…”ujar Hye na lemah, dalam pelukan Jung min “…aku…”

“tenang saja… aku tidak akan melakukan hal yang aneh… dan jika aku ingin, aku tidak akan tega dengan kondisimu seperti ini…”ujar Jung min, menatap Hye na kesal “kau tidak akan mungkin dapat melakukannya sendiri dengan tubuh seperti ini… dan biarkan aku membantumu…”ujar Jung min yang kemudian melangkah masuk kedalam kamar mandi, kemudian perlahan meletakkan Hye na dalam bathtub yang kosong, tanpa air menggenanginya.

“apa kau yakin harus mandi… tubuhmu lemah…”

“ne gwenchana…”

“tapi…”

“hanya basahi aku dengan air…”ujar Hye na, menatap Jung min dan mengetahui kekhawatiran di wajah suaminya itu. Hye na tersenyum dan mulai membuka pakaiannya perlahan dengan bantuan Jung min. “gwenchana…”tanya Jung min ketika menatap Hye na yang terdiam, menatap air yang mengalir melalui lubang pembuangan air.

“…de…”jawab Hye na, yang kemudian mengalihkan pandangannya menatap Jung min yang tengah mengusap lembut punggungnya dengan air hangat. “…ahhh… ne… gwenchana…”ujar Hye na, tersenyum menatap Jung min. Senyum yang tidak seperti biasanya.

Jung min diam ditempatnya, menatap Hye na kemudian membalas senyuman Hye na dengan senyuman lemah darinya. Teringat kembali apa yang terjadi sebelumnya.

Flashback

“gwenchana?”tanya Jung min, menatap ibunya dan Hye na dengan napas terengah karena baru saja berlari untuk sampai di tempat keduanya.



“ahni… Hye na…ahhh… Hye na-aa.. bangun…”jawab Eun jo yang tiba-tiba berseru, menatap Hye na terkejut. Hye na jatuh pingsan dalam pelukan Eun jo yang kemudian segera diambil dan dibawa dalam pelukan Jung min “…ahhh… Hye na…”panggil Jung min, membawa Hye na dalam pelukannya.

“bawa Hye na kembali… aku yang akan disini…”ujar Eun jo kemudian, menatap Jung min sesaat sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya menatap Hye na yang berada dalam dekapan Jung min.

“ne… gomapta Eun jo-aa…”

Jung min membawa Hye na pulang. Dan dia benar-benar merasakan kesedihan, menatap Hye na yang sering tidak sadarkan diri.

“appa… apa yang terjadi… omma…”

“gwenchana Jae min-aa… tolong jaga Ha na untuk omma… biarkan omma istirahat…”

“apa terjadi sesuatu dengan haraboji…?”tanya Jae min yang melangkah mengikuti Jung min masuk kedalam kamarnya “bagaimana keadaannya…” tanya Min jae kemudian, menatap Jung min penasaran. Jung min diam, belum menjawab pertanyaan keduanya hingga ia meletakkan Hye na di ranjang, menyelimutinya dan menatapnya sesaat.

Jung min mengalihkan pandangannya menatap Jae min dan Min jae “…semoga tidak terjadi sesuatu hal yang buruk pada haraboji…”ujar Jung min, meletakkan kedua tangannya pada satu-satu sisi bahu Min jae dan Jae min. “…pergilah jika kalian mengkhawatirkan haraboji… dan kabari appa jika ada kabar terbaru…”ujar Jung min menatap Min jae dan Jae min yang kemudian menganggukkan kepalanya dan keluar dari kamar tidur Jung min dan Hye na.

“sayang… kenapa kau seperti ini… jangan siksa aku seperti ini…”ujar Jung min, menatap Hye na sayu, khawatir. Perlahan Jung min menyelimuti tubuh Hye na dan mengecup keningnya lembut sebelum akhirnya beranjak pergi.

End of Flashback

Jung min menatap Hye na yang kembali memalingkan wajahnya, menatap genangan air yang mengalir ke pembuangan. Hye na diam ditempatnya, menatap air yang mengalir, hingga akhirnya Jung min merasakan isakan dari Hye na. Jung min diam, melanjutkan apa yang dilakukannya hingga akhirnya ia mengambil piyama handuk, menyelubunginya di tubuh Hye na dan membawa Hye na kedalam pelukannya kembali, membawanya keluar dari kamar mandi, tanpa menatap isakan Hye na, membawanya melangkah keranjang. Ia sudah tidak mampu lagi, mengalami ini.

“…berbaringlah… aku ambilkan pakaian dan makanan…”ujar Jung min kemudian, menatap Hye na prihatin. Jung min mengusap pelan air mata yang perlahan jatuh di pipi Hye na tanpa mengatakan apapun sebelum akhirnya ia bangkit dari tempatnya.

Jung min membantu Hye na memakai pakaiannya sebelum akhirnya tersenyum, menatap Hye na “…aku ambilkan makanan… kau belum makan dari kemarin…”

“ahni… temani aku…”

“tapi kau harus makan…”

“aku sudah tidak memiliki siapapun… aboji…” isak Hye na.

“ahni… kau masih punya aku sayang… anak-anak kita, Park Joon, Eun jo, hyung.. appa… omma… kau tidak sendiri…”jawab Jung min. Hye na diam, mendengarkan ucapan Jung min dan menjatuhkan dirinya kedalam dekapan Jung min. “…aku ambilkan makanan ya… kau harus makan…” ujar Jung min, sambil mengusap lembut kepala Hye na. Hye na menganggukkan kepalanya, menyetujui.

“aku ambilkan kalau begitu…”ujar Jung min yang kemudian melepaskan dekapannya dan perlahan bangkit, namun terhenti. Jung min menatap Hye na yang menahan tangannya untuk pergi “… jangan tinggalkan aku…”ujar Hye na yang kini bersandar diam di kepala ranjang, menatap Jung min.

“baiklah…”ujar Jung min yang kemudian melangkah mendekati Hye na, masuk ke dalam selimut, duduk bersandar di kepala ranjang disisi Hye na, dan membawa Hye na kedalam pelukannya.

“gwenchana…?”tanya Jung min lagi, menatap Hye na. Hye na menganggukkan kepalanya, menjawab pertanyaan Jung min

“… apa aku merepotkanmu…”tanya Hye na.

“MWO?!?! YYA!! Bagaima… ausshhh…” Jung min diam ditempatnya, menatap Hye na tidak percaya, kemudian memalingkan wajahnya dari Hye na, melipat kedua lengannya di dada “… Antwe… antwe… kau tidak pernah merepotkanku… tidak pernah sayang… jangan mengatakan itu lagi…kau akan membuat hatiku semakin sakit dan hancur… jangan mengatakan itu lagi… aku mohon…”tolak Jung min, menatap Hye na dalam pelukannya. Hye na tersenyum ditempatnya, tidak mampu mendongakkan kepalanya untuk menatap Jung min.

***********

Hari berganti. Waktu semakin berputar, dan membuat akhirnya takdir itu datang. Beberapa hari berlalu. Banyak hal yang terjadi. Banyak hal yang semakin membuat keluarga Hye na dan Jung min dirundung kesedihan.

“bagaimana keadaan Hye na… apa sudah lebih baik…?”tanya seseorang tiba-tiba, menatap Jung min khawatir. Jung min menatap laki-laki itu sesaat sebelum akhirnya ia menarik napas panjang dan mengembuskannya.

“apa yang kalian bicarakan…”tanya seseorang tiba-tiba dan duduk disisi Jung min, tersenyum lemah, menatapnya. “…ahhh… Hye na…”ujar Jung min sedikit terkejut dan bangkit dari tempatnya.

“gwenchana…?”tanya Hye na, menatap Jung min khawatir sekaligus bingung.

“ne… gwenchana… apa kau sudah lebih baik…”

Hye na tersenyum menatap Jung min, memberikan sebuah jawaban padanya “semuanya baik…”ujar Hye na tersenyum yang kemudian mengalihkan pandangannya menatap park Joon “…oppa…aku ingin ke pemakaman aboji…”ujar Hye na, terlihat mencoba untuk tegar, membuat tiga orang dihadapan Hye na terdiam  menatap Hye na, tidak percaya.

“tapi…”

“apa kau sudah lebih baik…?”tanya Jung min, menatap Hye na. Hye na mengalihkan pandangannya menatap Jung min tersenyum. Hye na kembali mengalihkan pandangannya menatap park Joon, menunggu.

“untuk itu…aku minta kau pulihkan tubuhmu dulu…”

“gwenchana…aku tak apa… aku ingin melihat aboji…”ujar Hye na lagi, menatap park Joon yang kemudian menatap Jung min diam. Jung min terlihat menundukkan kepalanya. Teringat kembali semuanya.

Flashback

Jung min duduk menatap beberapa berkas ditangannya dengan Ha na yang berada disisinya, bermain dengan beberapa kertas berkas-berkas.

“Ha na… jangan sayang…”ujar Jung min, tersenyum menatap Ha na dan mengambil kertas yang berada di tangan Ha na, tak lama berselang, tiba-tiba beberapa orang melangkah pelan, tak bersemangat menghampiri Jung min.

Jung min diam ditempatnya menatap itu “…ada apa…? Gwenchana…?”tanya Jung min menatap ketiga anak laki-laki nya itu. “En kyu-aa… apa yang terjadi?”tanya Jung min menatap En kyu yang terlihat menghentikan langkahnya dan bersandar didinding tak jauh dari tempat Jung min berdiri.

“Min jae… Jae min…”panggil Jung min kemudian, menatap anak kembarnya yang terduduk lemas di kursi dihadapannya “apa yang terjadi…?”tanya Jung min, menatap keduanya yang masih terdiam dan terlihat sangat lemah.

“haraboji appa…”ujar jae min kemudian, menatap sang ayah sedih.

“ada apa dengan haraboji…” tanya Jung min, yang menyadari sesuatu yang salah dengan ketiga anaknya itu.

“haraboji…pergi…”tambah Min jae, menundukkan wajahnya, menyembunyikannya di kedua tangannya. Jung min diam ditempatnya. keheningan tercipta diantara mereka, hingga terdengar sesuatu, tepatnya seseorang…

“omma…!!”seru En kyu menatap Hye na yang jatuh tersungkur tak jauh dari tempatnya.

Dengan cepat Jung min membalikkan wajahnya, menatap apa yang dilihat En kyu dan bergegas berlari menghampiri Hye na. Jung min segera membawa Hye na dalam pelukannya dan membawanya kembali kekamar tidur keduanya.

“sayang…”panggil Jung min sedih, menatap Hye na yang lagi-lagi jatuh pingsan dihadapannya “…kau dokter sayang… tapi kenapa…”gumam Jung min.

End Of Flashback

Jung min menghela napas panjang, menatap Hye na sesaat dan mengalihkan pandangannya menatap park Joon, menganggukkan kepalanya, menyetujui apa yang baru saja diminta oleh istrinya itu.

**********

Malam semakin beranjak. Sinar bulan terlihat tertutupi oleh awan mendung yang menyembunyikan bintang-bintang. Hampir tidak terlihat apapun dilangit, hanya awan mendung yang berarak. Jung min diam, menatap beberapa berkas ditangannya. Banyak hal yang terjadi hingga menyita waktunya, dan sekarang pekerjaannya menumpuk. Hye na terlihat diam menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang, menatap Jung min yang masih sibuk dengan pekerjaannya. Ingatan Hye na kembali ke beberapa saat yang lalu.

Flashback

Tanah itu masih basah dan karangan bunga serta beberapa sajian terlihat masih banyak disekeliling 2 buah pusara. Hye na menatap foto yang tercetak di pusara itu.

“aboji…”panggil Hye na menatap pusara sang ayah dihadapannya. Jung min terlihat diam, menatap Hye na disisinya. Ia tahu kesedihan Hye na, dan ia juga mengetahui kesedihan itu tidak akan hilang dengan hanya satu sekaan air mata yang jatuh dipipinya. Hatinya juga merasakan rasa sakit istrinya.

“sayang…”panggil Jung min lirih.

“aboji…”panggil Hye na lagi “…mianhe… mianhe…”ujar Hye na

“sayang…”

“mianhe… mianhe… mianhe… mianhe… mianhe… mianhe… mianhe…”

End Of Flashback

Hye na menghela napas panjang. Menundukkan kepalanya kemudian mendongakkannya menatap Jung min yang duduk di keja kerjanya tak jauh dari dirinya. Jung min terlihat sangat sibuk dengan berkas-berkas dihadapannya hingga tidak menyadari tatapan sang istri.

“menyadari atau tidak…”gumam Hye na kemudian, yang perlahan bangkit dari tempatnya dan melangkah mendekati Jung min. Tidak ada penerangan malam itu hanya sebuah lampu yang menerangi meja kerja Jung min. Hye na mengendap melangkah mendekat, mendekati Jung min dan dengan cepat serta tiba-tiba, Hye na mendekap, memeluk Jung min dari belakang, mengejutkannya.

“omo…”ujar Jung min, menjatuhkan berkas ditangannya. Hye na menatap berkas itu sesaat sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya menatap Jung min. “…kau banyak pekerjaan…?”tanya Hye na, menatap Jung min yang membalas tatapannya dan tersenyum tipis. Perlahan Jung min membalikkan tubuhnya dan membuat dia serta Hye na saling memeluk berhadapan “…ahni…”jawab Jung min yang kemudian membawa Hye na dalam gendongannya dan mendudukkannya di meja kerjanya.

“ada apa… terbangun…?”tanya Jung min, menatap Hye na kasihan “…mianhe… karena aku, kau terbangun…”

“anhi… bukan… hanya…” Hye na diam ditempatnya sesaat, menatap Jung min, lekat.

“apa…”

Hye na menatap Jung min semakin dekat “…kau marah padaku…?”tanya Hye na kemudian, menatap Jung min menunggu, cemas. Jung min diam ditempatnya, menatap langsung ke sepasang mata Hye na, mencari sesuatu disana. “…ahniyo… mana bisa aku marah padamu…”jawab Jung min, mengusap kemudian mengacak rambut Hye na sayang.

“…auusshhh…aku serius…”ujar Hye na kesal dengan sikap Jung min padanya.

“aigooo… aku juga serius…aku tidak marah… hanya terkadang sedih…”ujar Jung min, mengusap lembut kepala Hye na, menyibakkan rambut halusnya dari wajahnya. Hye na terlihat diam ditempatnya, menundukkan kepalanya. Jung min diam, menatapnya. Sudah hampir 13 tahun ia tinggal dengan kekasih hati dihadapannya itu, dan tidak mungkin dia tidak cukup memahaminya. Dia sangat memahami wanita di hadapannya. Wanita yang mengambil seluruh hati, cinta dan hidupnya.

“gwenchana…?”tanya Jung min kemudian, mendekatkan tubuhnya dan menatap Hye na lekat. Hye na terlihat semakin menundukkan kepalanya dan terdiam “… menangis… keluarkan air matamu sebanyak yang kau mau… keluarkan sampai membuatmu lebih baik sayang… menangislah… menangis untuk menghilangkan rasa sakitmu walaupun hanya sesaat…bahkan seseorang butuh menangis untuk menenagkan dirinya…”ujar Jung min yang kemudian  membawa Hye na dalam pelukannya, mendekapnya, membenamkan kepala Hye na ke dadanya. Tak lama, akhirnya tangis itu pecah. Hye na menangis sejadinya malam itu. Tangis yang tidak keluar pada saatnya. Tangis yang menjadi harapan Jung min untuk dapat melegakan hati kekasih hatinya itu walaupun hanya sedikit. Walaupun hanya sementara.

Dia mengetahui cinta Hye na pada dirinya tidak dapat diukur oleh apapun, tapi cintanya pada sang ayah, Jung min tidak dapat memungkirinya. Jung min menghela napas pelan dan mengusap kepala Hye na lembut, sebelum akhirnya mengecup kepala Hye na sayang. Seperti mendapatkan dukungan, tangis Hye na semakin pecah dan semakin menjadi.

**************

“bagaimana… apa kau sudah mendapatkan informasinya… ne… baik… segera berikan padaku…”ujar seseorang melalui ponselnya, ditengah malam yang sepi dan gelap. Dengan angin yang berhembus kencang. Tak lama setelah mendapatkan jawaban yang diinginkan. Orang itu terlihat mematikan ponselnya dan melangkah bangkit dari kursinya, menatap malam yang terlukis dari jendela ruang kerjanya.

“…tunggu aku… aku akan melakukannya…”gumam orang itu lagi, tersenyum, menatap langit malam yang dihiasi bulan tanpa ditemani sang bintang.

Sedangkan di waktu yang sama namun ditempat yang berbeda, seseorang tengah terdiam menatap langit malam yang gelap tanpa hadirnya bintang. Orang itu terlihat menghela napas beberapa kali, sembari menatap langit malam “…sepi…”gumamnya, yang kemudian menundukkan kepalanya dan beranjak pergi dari tempat itu.

*************

End Of Chapter

Offline Dindin

  • Newbie
  • *
  • Posts: 76
    • View Profile
Gomawo sist ai dah update [arms]
Kasian hye na pingsan trus apalagi abojinya udah gak ada [cry] salut buat jung min selalu ada buat hye na walaupun kerjaannya menumpuk tapi tetep hye na yang utama
next chap udah di mulai konflik barunya gak sabar nunggu. update jangan lama" ya

younee

  • Guest
Gomawo udah diupdate..
Suka deh scene jung min nemening Ha na pas hye na lagi tidur, jung min trlihat takjub ngliat prkembangan Ha na yg mulai bisa merangkak.
kasian hye na dikit2 ambruk, untung jung min slalu jagain dia #bener2 suami idaman nih [hmpfh]
next chap slalu aku tunggu sistaaaaaa [lovestruck]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
maksih yuki updatenya  [lovestruck], chap kali ini mendung duka menyilimuti keluarga jung min dan Hye  [cry] , apa lagi Hye dia sangat sedih atas kepergian appanya  [cry] , sepertinya ada masalah serius  [dry] jung min yang sibukbanget  memeriksa berkas" semoga tidak berkaitan dengan perusahaan nya  [goodgrief], seungi masih aja di rundung kesedihan  [bored] , dokter kesayangan Seungi sudah pergi atau belum  [what] apa engga bisa rencana kepergiannya di batalkan  [sweat]kasiman Seungi  [dry] engga tiga sama keadaannya yg kehilangan semangat kerja dan candaan yg selalu seungi keluarin apa lagi ngegodain Jung min seungi paling suka  [hmff] , siapa toh dua laki" yg sedang merenung itu  [chin] , nextnya di tunggu ENGGA PAKAI LAMA  [hmpfh]

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
HAAAAAAA TINGYUUUUU aiiii updetanya yang selalu panjanggggggggg heheehehehe and chap nya bikin penasyaraaan kekeekekeekekeek  [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] ini tanda trimakasih ane buat updetanya neks chap n ya ditung u syelalu muah

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
kasihan banget hyena....  [cry] [cry] abojinya dah meninggal dan hyena pingsan terus,,,  [goodgrief] [goodgrief] tapi jungmin tetep ngejaga hyena ampe jungmin mandiin hyena,,,  [AddEmoticons04231] [AddEmoticons04231] sweet amat dah nih pasutri....  [AddEmoticons04231]

btw itu laki2 yg ngomong sendiri siapa lagi??? adakah kaitannya dg hyena??  [AddEmoticons04279] [AddEmoticons04279]

gumawo sista buat updateannya....  [weird] [weird]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mau nanya, kapan buat seung gi pacaran lagi [hmpfh] [hmpfh] hyena hyena, kok lemah amat? pingsan mulu [sweat] [sweat] iya sih dia sangat mencintai appanya, gw berhrp hyena akan lebih tegar di masa2 yg akan datang . jungmin, jagalah hyena dgn baik [weird] [weird] thanks dah diupdate, yukiiiii ,, next, ff bodyguard dong [hug] [hug]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline chizumi

  • Junior
  • **
  • Posts: 132
    • View Profile
thankx ai_yuki udah di up date  [smiley-gen013] [smiley-gen013]

sumpah terharu sama jung min yg super perhatian sama hye na
terlihat betapa jung min lebih menderita dr pada hye na karna dia ngeliat penderitaan hye na atau keterpurukan hye na atas kepergian ayah hye na...
pokoknya salute sama jung min...

awal sampe akhir sie enak bacanya, enteng...
tapi kok pas ending ga enak bgt ya...
itu percakapan siapa ya?
kok gantung, ga jelas gitu siapa...
tiba2 ada org ngomong "tunggu aku...aku akan melakukannya"
melakukan apa? kesiapa? dan dia siapa?
sumpah PR bgt ya ai_yuki  [hmpfh] penasaraannnnn akutttt.... itu siapa ya??

but thanx dah di update... please jgn kelaman nge-gantung reader-nya ya, penasarannn...
penasaran disco nie  [hmpfh]
« Last Edit: April 11, 2012, 02:44:14 am by chizumi »

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
wuuuaahhhhh  [on] [on] [on] [on] akhirnya bisa online lagi... setelah melalui waktu yang panjang...  [heh] [heh] [heh]

Gomawo sist ai dah update [arms]
Kasian hye na pingsan trus apalagi abojinya udah gak ada [cry] salut buat jung min selalu ada buat hye na walaupun kerjaannya menumpuk tapi tetep hye na yang utama
next chap udah di mulai konflik barunya gak sabar nunggu. update jangan lama" ya

sama-sama sist...  [huglove] [huglove] yup... chapter selanjutnya sedang dalam pengerjaan kok.. tapi untuk dialog yang terakhir itu kayaknya belum bisa kejawab di chapter 10... di chapter 10 rencananya, ai mau buat ada masalah... tapi masalah yang ringan... yang gak bikin Hye na atau Jung min terlalu sedih  [heh] [heh] [heh]

Gomawo udah diupdate..
Suka deh scene jung min nemening Ha na pas hye na lagi tidur, jung min trlihat takjub ngliat prkembangan Ha na yg mulai bisa merangkak.
kasian hye na dikit2 ambruk, untung jung min slalu jagain dia #bener2 suami idaman nih [hmpfh]
next chap slalu aku tunggu sistaaaaaa [lovestruck]

sama-sama sista  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
yup... soalnya yang lebih banyak ma Ha na kan Hye na sist.... jadi yang lebih tahu Hye na... tapi yang ini Jung min yang tahu lebih dulu  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
maksih yuki updatenya  [lovestruck], chap kali ini mendung duka menyilimuti keluarga jung min dan Hye  [cry] , apa lagi Hye dia sangat sedih atas kepergian appanya  [cry] , sepertinya ada masalah serius  [dry] jung min yang sibukbanget  memeriksa berkas" semoga tidak berkaitan dengan perusahaan nya  [goodgrief], seungi masih aja di rundung kesedihan  [bored] , dokter kesayangan Seungi sudah pergi atau belum  [what] apa engga bisa rencana kepergiannya di batalkan  [sweat]kasiman Seungi  [dry] engga tiga sama keadaannya yg kehilangan semangat kerja dan candaan yg selalu seungi keluarin apa lagi ngegodain Jung min seungi paling suka  [hmff] , siapa toh dua laki" yg sedang merenung itu  [chin] , nextnya di tunggu ENGGA PAKAI LAMA  [hmpfh]

yup... dokter  kesayangan Seung gi.... mungkin bakal kejawab di chap selanjutnya  [lovestruck] [lovestruck] diusahakan sist... ini sedang dalam pengerjaan...

HAAAAAAA TINGYUUUUU aiiii updetanya yang selalu panjanggggggggg heheehehehe and chap nya bikin penasyaraaan kekeekekeekekeek  [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] [weird] ini tanda trimakasih ane buat updetanya neks chap n ya ditung u syelalu muah

terima kasih juga sist...  [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove]

 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
« Last Edit: April 15, 2012, 08:23:53 am by ai_yuki »

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
kasihan banget hyena....  [cry] [cry] abojinya dah meninggal dan hyena pingsan terus,,,  [goodgrief] [goodgrief] tapi jungmin tetep ngejaga hyena ampe jungmin mandiin hyena,,,  [AddEmoticons04231] [AddEmoticons04231] sweet amat dah nih pasutri....  [AddEmoticons04231]

btw itu laki2 yg ngomong sendiri siapa lagi??? adakah kaitannya dg hyena??  [AddEmoticons04279] [AddEmoticons04279]

gumawo sista buat updateannya....  [weird] [weird]


yang sedang kesepian, siapa lagi kalau bukan Seung gi  [hmff] [hmff] [hmff] dia kan selalu ditinggal me cewek... dulu Eun jo sekarang dokter Min...

yup...Hye na terlalu shock sist... pikirannya belum bisa nerima kematian abojinya... dan berdampak ke tubuhnya...  [heh] [heh]

mau nanya, kapan buat seung gi pacaran lagi [hmpfh] [hmpfh] hyena hyena, kok lemah amat? pingsan mulu [sweat] [sweat] iya sih dia sangat mencintai appanya, gw berhrp hyena akan lebih tegar di masa2 yg akan datang . jungmin, jagalah hyena dgn baik [weird] [weird] thanks dah diupdate, yukiiiii ,, next, ff bodyguard dong [hug] [hug]

mamiiiiiii  [arms] [arms] [arms] [arms]  [hug] [hug] [hug] [hug]
iya mi...Hye na lemah... karena pikirannya belum bisa nerima... berdampak ke tubuhnya... Hye na terlalu maksain badannya... dia nekan pikirannya terlalu keras mi.... iya mi... tenang aja...Seung gi sedang dalam proses... nanti kan tiba-tiba udah dapet kbar yang mengejutkan mi...  [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]

thankx ai_yuki udah di up date  [smiley-gen013] [smiley-gen013]

sumpah terharu sama jung min yg super perhatian sama hye na
terlihat betapa jung min lebih menderita dr pada hye na karna dia ngeliat penderitaan hye na atau keterpurukan hye na atas kepergian ayah hye na...
pokoknya salute sama jung min...

awal sampe akhir sie enak bacanya, enteng...
tapi kok pas ending ga enak bgt ya...
itu percakapan siapa ya?
kok gantung, ga jelas gitu siapa...
tiba2 ada org ngomong "tunggu aku...aku akan melakukannya"
melakukan apa? kesiapa? dan dia siapa?
sumpah PR bgt ya ai_yuki  [hmpfh] penasaraannnnn akutttt.... itu siapa ya??

but thanx dah di update... please jgn kelaman nge-gantung reader-nya ya, penasarannn...
penasaran disco nie  [hmpfh]


terima kasih juga sist... hehehehe... mianhe sist...ai gantungin...  [heh] [heh] [heh] mungkin siapa dia atau kesiapa belum bisa ai jawab di chap selanjutnya... bocorannya, orang ini yang bakal ngehancurin semua yang udah dibangun Jung min dengan baik dan rapi  [heh] [heh] [heh]  [chin] [chin] [chin]

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
SIS AIIII....  [AddEmoticons04257] [AddEmoticons04257]

HYE NA KASIAN BANGET...HATINYA PASTI HANCUR MENGETAHUI DIRINYA DITINGGAL ABOJI TERCINTA.. Emoticons0429 Emoticons0429 Emoticons0429

TP UNTUNGLAH MASIH ADA JUNG MIN DAN ANAK2NYA,DLL...MEREKA SELALU DISISI HYE NA MENGUATKANNYA,SEDIH MALAM2 BACA INI..  [AddEmoticons04241] [AddEmoticons04241]

LANJUTTTT YA SIS,MIAN BARU SEMPAT KOMEN..... [AddEmoticons04228] [AddEmoticons04228] [AddEmoticons04228]

Offline anggi p putri

  • Newbie
  • *
  • Posts: 29
  • Location: PALEMBANG
    • View Profile
sorry baru komment  [sweat] [sweat]
sis aii . aku juga penasaran ini sm org yang ngomong di akhir paragraf  [what] [what] apa dia yang bakal buat konflik antara hye na dan jung min  [what] [whip] [whip] [nono] [nono] . dari pada penasaran ayo dong author update lagi

banyak pelukis yang bilang kalau lukisan adalah ekspresi dari perasaan di hati mereka

Offline chizumi

  • Junior
  • **
  • Posts: 132
    • View Profile
thankx ai_yuki udah di up date  [smiley-gen013] [smiley-gen013]

sumpah terharu sama jung min yg super perhatian sama hye na
terlihat betapa jung min lebih menderita dr pada hye na karna dia ngeliat penderitaan hye na atau keterpurukan hye na atas kepergian ayah hye na...
pokoknya salute sama jung min...

awal sampe akhir sie enak bacanya, enteng...
tapi kok pas ending ga enak bgt ya...
itu percakapan siapa ya?
kok gantung, ga jelas gitu siapa...
tiba2 ada org ngomong "tunggu aku...aku akan melakukannya"
melakukan apa? kesiapa? dan dia siapa?
sumpah PR bgt ya ai_yuki  [hmpfh] penasaraannnnn akutttt.... itu siapa ya??

but thanx dah di update... please jgn kelaman nge-gantung reader-nya ya, penasarannn...
penasaran disco nie  [hmpfh]

terima kasih juga sist... hehehehe... mianhe sist...ai gantungin...  [heh] [heh] [heh] mungkin siapa dia atau kesiapa belum bisa ai jawab di chap selanjutnya... bocorannya, orang ini yang bakal ngehancurin semua yang udah dibangun Jung min dengan baik dan rapi  [heh] [heh] [heh]  [chin] [chin] [chin]

wohooo... ternyata permainan baru dimulai ya...  [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Yunie

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • Your smile is happiness
    • View Profile
Hi salam kenal...
:)
Pasangan yg sempurna. Mreka brdua saling mlengkapi.
Di chaptr in Hye Na ksihan sgat, pingsan ny nambh2. Untung ad Jungmin yg slalu menguatkan Hye Na.
Chapt slnjut ny sperti ny akn ad mslah yg mghadang mereka, jdi agak was was ni baca ny...
MINSUN COUPLE FOREVER
MINSUNSHIPPER FIGHTING