Author Topic: SECRET RAINBOW, colab by me, voldi and itaraya--> Green : Part 4, 6 August 2011  (Read 16008 times)

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile

mommy atit gigi, Itaa atit capee'  [sweat] .... (get well soon sista-2 kuu) [huglove]

Taaaa'' Question!!  *angkat tangan kanan*
ntuw si Gavin, ngejagain si Eryn di dalem kamarr juaaa  [ohmy]
omoooooo  [on] .... [hmpfh]
next part...... unyuuu yaa'  [smiley-gen013]

unyu itu gw bukan??? gak, giliran mami
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
hm, tyt benar, eros kim benar2 mafia, gavin tyt cepat jg geraknya, masa cuma teriak aish. dah lsg msk kamar. hahaha.
namanya jg bang bodyguard profesional [hmpfh]

voldi, ga pa2 jrg patroli, yg penting updatenya cepat [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Waduh..curiga neh. Jangan2 adiknya Eryn punya maksud2 gak baik ama Gevin....Abis kok kayanya ngeliat Gevin aja dia udah rada2 gimana gitu...

Terus itu kenapa Bokapnya Eryn melakukan percakapan yang mencurigakan...*curiga beneran*...
Update lagi dunkkkkkk.... [hmpfh] [hmpfh]


Ditunggu yaa....

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile
unyu itu gw bukan??? gak, giliran mami
hee ehh voldi nan unyuuu, miannnnn  [hmff]
setelah gw itung-2 lg ternyata giliran mommy ^_^ (voldi - Itaa- mommy - voldi - Itaa ---> nahh mommy skrg) [biggrin]

‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
unyu itu gw bukan??? gak, giliran mami
hee ehh voldi nan unyuuu, miannnnn  [hmff]
setelah gw itung-2 lg ternyata giliran mommy ^_^ (voldi - Itaa- mommy - voldi - Itaa ---> nahh mommy skrg) [biggrin]

anak pintaaaaar...minum susu apa? [hmpfh]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile

unyu itu gw bukan??? gak, giliran mami
hee ehh voldi nan unyuuu, miannnnn  [hmff]
setelah gw itung-2 lg ternyata giliran mommy ^_^ (voldi - Itaa- mommy - voldi - Itaa ---> nahh mommy skrg) [biggrin]
anak pintaaaaar...minum susu apa? [hmpfh]
cap nonaaa  [hmpfh], coz cap minsun blom adaa  [laughing]  [rofl]
btw red color nya niy sampe brapa part euy'  [ohmy]



‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
red color udah the end [sweat] berganti orange [hmpfh] mian, niatnya update malam ini tp usb ketinggalan di kantor [laughing] [laughing] updatenya besok malam aja ya [hmff] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
hm, tyt benar, eros kim benar2 mafia, gavin tyt cepat jg geraknya, masa cuma teriak aish. dah lsg msk kamar. hahaha.
papanya eryn tukang salon onnieeee
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
red color udah the end [sweat] berganti orange [hmpfh] mian, niatnya update malam ini tp usb ketinggalan di kantor [laughing] [laughing] updatenya besok malam aja ya [hmff] [hmff]

updatenya kapan mam?
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
jiyahhahhha, mianneeee momm  [rofl]
abisnya telinga si Gavin peka banget kek tupaiii  [hmpfh]
mungkin emang dah terlatih ya'  [sweat]
Quote
“Aishhhh...” pekik Eryn terduduk di pembaringannya, sontak membuat gavin menerobos masuk kemarnya.

“Ada apa Agashi” ucap Gavin, matanya liar mengamati setiap sisi kamar itu, Eryn mengerjapkan matanya tidak menyangka akan respon cepat Gavin terhadap aksi yang di lakukannya.


di luar kamar cayang *ngewakilin ita jawab [hmpfh] [hmpfh] * elu pikirannya mesum mulu hammer2 hammer2 [hmpfh]
ini juga gara-gara Leader  [hmpfh] .... ketularan jiyahahaha..... [rofl]





untung si Eryn teriaknya pas diranjang mo bubu, gimana kalo pas teriak pas di kamar mandi, jgn2 bang Gavin lgsg nerobos juga ga pake ketok pintu, mukanya pasti lagsg [bav] [bav] [drool] [drool] liat Eryn cuma andukkan doank*PLAAAKKKKmesum lagi* [hmpfh] [hmpfh]

Mami, sekrg mo Orange yach, ayo dunks di update, kangen ni ama si Ice Man [lovestruck]

ntu si Joe nyebelin banget siw, pengen di  [guns] trus Tn Kim juga sama aje ke Gavin kok nyebelin banget. kyknya ni dua orang bakalan jadi penghalang hub. Eryn and gavin yach??? * pertanyaan untuk MAMI,VOLDI & ITA*, wajib di jawab [hmpfh]



    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
jiyahhahhha, mianneeee momm  [rofl]
abisnya telinga si Gavin peka banget kek tupaiii  [hmpfh]
mungkin emang dah terlatih ya'  [sweat]
Quote
“Aishhhh...” pekik Eryn terduduk di pembaringannya, sontak membuat gavin menerobos masuk kemarnya.

“Ada apa Agashi” ucap Gavin, matanya liar mengamati setiap sisi kamar itu, Eryn mengerjapkan matanya tidak menyangka akan respon cepat Gavin terhadap aksi yang di lakukannya.


di luar kamar cayang *ngewakilin ita jawab [hmpfh] [hmpfh] * elu pikirannya mesum mulu hammer2 hammer2 [hmpfh]
ini juga gara-gara Leader  [hmpfh] .... ketularan jiyahahaha..... [rofl]





untung si Eryn teriaknya pas diranjang mo bubu, gimana kalo pas teriak pas di kamar mandi, jgn2 bang Gavin lgsg nerobos juga ga pake ketok pintu, mukanya pasti lagsg [bav] [bav] [drool] [drool] liat Eryn cuma andukkan doank*PLAAAKKKKmesum lagi* [hmpfh] [hmpfh]

Mami, sekrg mo Orange yach, ayo dunks di update, kangen ni ama si Ice Man [lovestruck]

ntu si Joe nyebelin banget siw, pengen di  [guns] trus Tn Kim juga sama aje ke Gavin kok nyebelin banget. kyknya ni dua orang bakalan jadi penghalang hub. Eryn and gavin yach??? * pertanyaan untuk MAMI,VOLDI & ITA*, wajib di jawab [hmpfh]



JAWAB PERTANYAAN :

gw aja gak tau ini cerita apaan. menurut gw yang bakal jadi penghalang hubungan adalah gw, sebagai adiknya mino
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
updatenya sekitar satu jam lagi,, thanks [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
SECRET RAINBOW
A 2011 MinSun Fanfiction Colaboration by Lovelyn, Voldi, Itaraya
Orange : Part 1

Additional Cast :


Choi Si Won as Ashley Jung



Gavin mengerutkan alis seiring pandangannya mengikuti apa yang tengah dilakukan Eryn sejak memasuki dapur, ... setelah para pelayan dan koki diusir dari situ. Setiap rak dan laci tidak luput dari pengeledahan gadis itu. Begitu juga lemari kaca tempat menaruh piring dan peralatan makan.

"Sebenarnya apa yang agashi cari?" Akhirnya Gavin tidak kuasa menahan keingin-tahuannya. Sambil menyandarkan punggung ke daun pintu, ditatapnya gadis itu.

Eryn menghentikan kesibukannya. Setelah melirik kesana kemari, dia berbalik menghadapi Gavin. "Kenapa tidak ada?!" tanyanya kesal.

"Mwo?" Ajaib mendengar pemuda itu mengeluarkan pertanyaannya yang kesekian, tapi tidak berdampak bagi Eryn yang saat ini sedang dongkol.

"Ramen!" sahut gadis itu pedas. Perutnya sudah keroncongan sejak tadi, sementara pencariannya yang hampir mencapai limabelas menit tidak membuahkan hasil jadi dia sudah tidak semangat untuk meladeni pertanyaan yang menurutnya--jawabannya sudah sangat jelas.

Eryn menatap Gavin, dan menunggu jawaban darinya. Namun pemuda bertampang datar itu tidak bersuara. Punggungnya dilepas dari daun pintu, lalu bergerak ke dalam dapur. Tubuh jangkung itu berjongkok dan membuka lemari es, untuk kemudian mengeluarkan sebuah bungkusan berupa lempengan berbentuk persegi yang disodorkannya pada Eryn.

"Mwo?" Mata Eryn melebar.

"Udon!" sahut suara bariton Gavin.

"Hah--?!" Mulut Eryn terbuka, lalu perlahan-lahan bibirnya jadi manyun. Didorongnya tangan Gavin yang terulur padanya. "Saya mau ramen, bukan udon!!"

"Tapi rumah ini tidak ada ramen!" jawab Gavin enteng.

"Rumah segede ini tidak ada ramennya?" tanya Eryn tak percaya. Matanya terbelalak dan segera ditariknya tangan Gavin. "Kau bercanda kan?"

Gavin melirik Eryn sekilas, namun tidak memberikan tanggapannya. Seraya melepas tangan Eryn yang menempel di lengannya, Gavin mendekati kepala kompor.  Setelah mengisi panci kecil dengan air, dia mulai menyalakan api dan merebus air.  "Tidak ada yang makan mie instant di sini!" Jawaban yang sangat terlambat keluar dari mulut Gavin.

Eryn yang sedang mengaruk-garuk laci dekat kulkas dengan kepala tertunduk--akibat merasa dicuekin Gavin tadi, menengadah. Dia tidak merespon perkataan itu, atau mungkin dia memang sudah tidak perduli, karena perhatiannya sekarang lebih tercurah ke apa yang sedang dilakukan pemuda itu. Keterampilan jemari Gavin  bermain dengan pisau--mengiris cabe dan bawang di atas cutting board memukaunya.

"Wah--"

Gavin kembali melirik Eryn, dan dia mulai merasa risih. Apalagi ketika gadis itu semakin merapat ke arahnya, dan bola matanya itu terlihat berbinar-binar seakan pertunjukan ini hal paling menarik yang pernah dilihatnya. Gavin mengerakan pundaknya sedikit, berusaha menghilangkan kerisihan yang ada.

Lempengan udon dimasukan ke dalam panci begitu air mendidih. Begitu juga seafood yang terdiri dari udang, cumi dan kerang yang diambil dari dalam lemari es. Setelah hampir matang, ditambahkannya beberapa jenis sauce, dan yang terakhir memasukan cabe dan bawang yang sudah diiris kecil-kecil.

Eryn terus mengamati keahlian Gavin dalam mengolah udon tersebut, sampai siap saji di dalam mangkuk. Gavin menambahkan sentuhan terakhir berupa pemanis dari wortel merah yang sudah diiris berbentuk bunga-bunga kecil di atas kuah warna pekat. Eryn menelan ludah perlahan, udon itu terlihat sangat lezat. Gavin mengangkat mangkuk tersebut ke atas, dan berbalik. Segera saja dia berdeham begitu mendapati Eryn masih mengamatinya dengan seksama dan .. begitu lekat. Agak kaku dia mulai melangkahkan kaki membawa mangkuk tersebut ke ruang makan, dengan dibuntuti Eryn yang seperti tidak menyadari perbuatannya, sama sekali.

Gavin masuk ke ruang makan dan menunggu Eryn sampai dan duduk di kursi, lalu menaruh mangkuk di tangannya di hadapan gadis itu.

"Wah--kelihatannya lezat!" Eryn berucap sambil mengangkat kedua tangan yang memegang sumpit dan menyilangkannya di depan dada. Lalu dia menatap Gavin. "Ternyata selain seorang bodyguard, kau juga seorang koki yang hebat ... "

Mata Gavin membulat sedikit, namun seperti biasa--dia tidak memberikan reaksi terhadap perkataan Eryn yang berupa pujian itu. "Makanlah, agashi .. ," ujarnya pelan seraya mundur sampai menempel ke dinding.

Eryn mengikuti langkah Gavin. Sumpitnya ditekan-tekankan ke bibirnya ketika berkata. "Kau tidak ikut makan?"

"Kami--para bawahan, tidak makan bersama majikan!" sahut Gavin datar.

"Oh--" Eryn membuka mulutnya--entah karena mengerti atau tidak terima, yang jelas dia ingin berargumen lagi. Namun segera diurungkannya begitu melihat Gavin sudah sibuk dengan sahabat sejatinya, yang dikenal Eryn beberapa hari ini, yaitu pistol kecil warna putih mengkilat yang senantiasa tergantung dibalik jas Gavin.


******



Selesai makan, Eryn dengan digiring Gavin kembali ke kamarnya. Mereka berjalan melintasi ruang kerja Eros Kim yang tidak tertutup rapat. Samar-samar pembicaraan dari dalam memasuki telinga Eryn.

Eryn menghentikan langkahnya, begitu juga Gavin yang berada di belakang. Kepala pemuda itu agak miring ke samping--bermaksud menangkap apa yang sedang dilakukan gadis itu. Sampai pembicaraan dari dalam ruangan juga terdengar olehnya.

"Bagaimana barang-barang kita?" tanya Eros pada seseorang.

"Aman semua, Tuan Besar. Tapi transaksinya harus ditunda, dan kelihatannya Tuan Moon tidak begitu senang .. Si tua bangka itu bermaksud mencari pemasok baru ... "

"Berengsek!!!"

PRANGG,, terdengar bunyi barang pecah, sehingga Eryn segera meneruskan langkahnya dengan terburu-buru. Namun baru dua langkah, pembicaraan selanjutnya membuat dia berhenti kembali.

"Berapa kerugian kita jika hal itu sampai terjadi?!" suara Eros yang mengeram kembali terdengar.

"Sangat besar," jawab lawan bicaranya. "Karena jumlah pesanan mereka mencakup hampir seminggu hasil penjualan normal kita ... "

"Jangan biarkan hal itu terjadi!!"

Eryn bergeser dari posisinya. Dia sudah mundur selangkah dan bermaksud menempelkan telinganya ke daun pintu ketika sebuah tangan kekar menyentuh pundaknya.

"Pergi sekarang, agashi!" perintah Gavin dengan sorot mata menusuk.

"Weeyo?" tanya Eryn pelan sambil mengerutkan alisnya. Dia tidak berani bicara keras-keras karena takut kedengaran dua orang yang berada dalam ruangan.

"Kubilang pergi!"

Gavin mencengkram kerah baju Eryn lalu dengan agak memaksa--menariknya pergi dari situ.

"Yaa!!" Eryn menepis tangan Gavin berulangkali, tapi cengkraman pemuda itu terlalu erat buat dilepas. Sampai berada di anak tangga, barulah Gavin mengendorkan lalu melepas cengkramannya.

"Apa-apaan kau?!" seru Eryn sengit. "Tidak sopan sekali--huhh!!"

Gavin memutar tubuh sampai berhadapan dengan Eryn. Namun seperti biasa, dia tidak berucap apa-apa.

"Wee? Kenapa melarangku mendengar pembicaraan mereka?" seru Eryn. "Ada sesuatu?" lanjutnya penuh selidik.

Gavin menatapnya kaku.

"Benar kan terkaan ku?" teriak Eryn. "Orang-orang itu menyembunyikan sesuatu .. "

Gavin tetap tidak memberikan responnya. Tatapan kaku itu semakin membeku. Secara perlahan sepasang tangannya diselipkan ke dalam saku celana.

"Kau tidak menjawab berarti benar tebakanku? Mereka bukan orang baik-baik!"

"Jika agashi ingin mengetahui semua kebenarannya, silahkan tanyakan langsung ke Tuan Kim!Jangan menguping seperti itu!" Gavin akhirnya mengeluarkan suara dengan nada menegur.

“Kau kira dia akan menjawabnya?” balas Eryn pedas.

“Itu lebih baik daripada menguping begitu!”sahut Gavin, berkeras pada pendiriannya.

“Cih—“ Eryn mencibir. Lalu kakinya mulai dilangkahkan menaiki anak tangga sembari meneruskan kata-katanya. “Mereka tidak bersedia menjawab, kau bisa jawab. Aku yakin kau mengetahui segala yang terjadi di sini.”

“Saya tidak pernah mencampuri urusan yang tidak berhubungan denganku!” tukas Gavin, datar dan kaku.

“Huh—“ Untuk kesekian kalinya Eryn mendengus hari ini.  “O ya—Ada yang kelupaan!“, sampai di anak tangga pertengahan, tiba-tiba dia menghentikan langkah dan berbalik pada Gavin. “Anak itu—putra Tuan Kim, bukankah katanya waktu itu baru akan kembali seminggu kemudian? Kenapa pulangnya secepat ini?”

Gavin mendongak dan menatap Eryn dengan pandangan ‘agak menegur’.  Beruntung dia sudah terlatih sehingga dapat mengerem tempo jalannya dengan cepat. Jika tidak, tubuh mungil itu sudah ditabraknya. Namun Eryn tidak memperlihatkan perasaan bersalah ketika membalas tatapannya.

“Doronim ada keperluan mendadak,”kata Gavin datar.

“Apa itu?”

“Agashi tanyakan saja sendiri!” jawab Gavin dengan nada tak berubah, tetap kaku dan datar.

Eryn menghela nafasnya getir. Sepertinya untuk mengorek keterangan dari si ‘arca’ ini memang susah banget. Mungkin mesti memakai obeng dan mencongkelnya baru bisa terbuka. Dan itupun jika dia beruntung dan si ‘arca’ ini berinisiatif sendiri mengutarakan seluruhnya.

“Huhh--!” Eryn memutar tubuh dan melanjutkan kakinya menaiki tangga dengan langkah lebar-lebar. “Secret Rainbow? Kubilang—Dia ice man sejati!!” mulutnya komat-kamit memaki pemuda di belakang yang sama sekali tidak menghiraukan tingkah lakunya yang kekanak-kanakan.


******



Semua barang sudah dikemas ke dalam koper. Begitu juga foto-foto kusam, peninggalan satu-satunya dari ibu Eryn. Tidak banyak pakaian ataupun peralatan yang dibawa dari apartemen kecil itu karena berulangkali Gavin memaksanya mengeluarkan barang-barang yang dianggapnya tidak perlu dari dalam koper.

“Semua sudah ada di Kim’s mansion!” nasehat menyebalkan yang didengarnya dari Gavin. Dan Eryn hanya dapat menerimanya dengan bibir dipanjangkan. Apalagi? Perintah tegas dari bodyguard pribadi ini memang susah untuk dibantah.

Dengan enteng dua pengawal di belakang membawakan barang-barang Eryn, yang ditatap lirikan-lirikan dongkol gadis itu. Dia tidak mengerti kenapa dua pria itu mengikuti mereka. Bukankah sudah ada Gavin, dan itu sudah lebih dari cukup? Mengapa harus nambah dua lagi, yang cara berpakaiannya ‘norak’ alias terlalu menyolok dengan seragam jas hitam-hitam dan kacamata hitam? Huh--Orang-orang kaya memang kerjaannya hanya menghambur-hamburkan fasilitas percuma !

Si ahjuma penjaga apartemen menatap Eryn dengan mata berkaca-kaca begitu mendengar rencana kepergiannya. “Kau tidak akan kembali, Ern-ssi?”

“Tidak!” Eryn mengeleng. “Tapi saya berjanji akan meluangkan waktu menjenguk ahjuma .. “

“Benarkah?”

“Ne … “

Ahjuma segera memeluk Eryn, yang segera disambut gadis itu dengan pelukan yang tidak kalah eratnya. Maklum, mereka sudah kenal lama sekali, sudah dibilang si ahjuma sudah menganggap Eryn seperti anaknya sendiri.

“Ahjuma akan merindukanmu, nak .. “

“Ne, Ern juga. Jaga diri baik-baik, ahjuma .. “

Ahjuma mengangguk sambil menghapus airmatanya.“Tentu. Kau juga sayang .. “

Setelah basa-basi yang diiringi airmata,--Eryn, Gavin dan dua pengawal yang mengikuti mereka keluar dari apartemen.

“Kenapa mereka mengikuti kita terus?” bisik Eryn di telinga Gavin, setelah menariknya secara mendadak sehingga menempel ke arahnya.

Mata Gavin terbelalak. Tidak mengira mendapat perlakuan begini, secara reflek dia menarik diri menjauh.

“Ini atas perintah Tuan Besar. Beliau tidak ingin ada yang terjadi pada agashi .. ," sahutnya dengan sorot mata tajam.

“Ada yang terjadi padaku?”Alis Eryn berkerut. “Memangnya apa yang akan terjadi padaku?”

Gavin tak menjawab. Dengan cekatan dia membuka pintu mobil, dan mempersilahkan Eryn masuk ke dalam.

“Agashi akan segera pulang, atau masih ada tempat yang mesti didatangi?”

Eryn berdecak. Bodyguard ini kalau sudah memutuskan kunci mulut, dia tidak dapat berbuat apa-apa. “Kita ke toko tempatku bekerja dulu .. “

Gavin mengangguk. Setelah masuk ke mobil dan menutup pintu, dia memerintahkan salah seorang pengawal yang bertugas menyetir untuk menuju alamat yang dimaksud.


*******



“Kau akan pergi, ... dan berhenti bekerja di sini?”tanya Tuan Song, pemilik toko alat musik tempat Eryn bekerja, ..  begitu Eryn mengutarakan maksudnya.

“Ne. Maafkan akan keputusanku yang mendadak ini, Tuan Song .. ," ujar Eryn menyesal.

"Tapi, .. mengapa?" tanya Tuan Song kembali. "Apa kau merasa tidak senang bekerja di sini?"

"Anhi. Bukan begitu. Harap Tuan tidak salah paham .. ," tukas Eryn cepat. "Saya harus pergi karena ada alasan mendadak, dan .. saya tidak bisa menjelaskannya pada Tuan. Miane .. "

Tuan Song terlihat menghela nafas. Dari sikap dan ekspresi keras Eryn, dia tahu tidak mungkin mengharapkan gadis ini tinggal, membantunya mengurus toko alat musik seperti yang sudah dilakukannya sejak dua tahun yang lalu.

"Apa rencanamu selanjutnya, Ern-a?" tanya Tuan Song lebih lanjut.

Kali ini gantian Eryn yang menghela nafas. Dia tidak tahu, .. dia sungguh-sungguh tidak tahu ...

"Entahlah .. " Akhirnya jawaban itu yang keluar dari bibir mungil Eryn. Lalu, secara perlahan-lahan pandangannya beralih ke piano tua yang senantiasa menghiasi sudut toko itu.

"Seperti janjiku, .. piano itu akan senantiasa menantimu, sampai kau punya cukup uang untuk membelinya ... ," kata Tuan Song sambil mengikuti arah pandang Eryn.

Eryn menoleh padanya, dan dilihatnya pria itu tersenyum sehingga mau tidak mau Eryn ikut menyunggingkan senyumnya, ... tanpa menyadari, pemilik sepasang mata kelam yang berdiri di sebelahnya, ikut melirik piano tersebut.


*******



Hari sabtu yang tidak  dinantikan Eryn-'PUN' tiba sudah. Pesta penyambutan yang dijanjikan Eros padanya, diselenggarakan secara besar-besaran di Kim's mansion.  Para tamu berdatangan, dengan mobil-mobil mewah dan pengawal-pengawal pribadi yang membuat Eryn tercenggang .. , begitu juga kado-kado yang tidak terbayangkan. Ada yang menghadiahkan perhiasan-perhiasan berkilau, barang-barang antik yang tidak diketahui mutu dan kualitasnya oleh gadis itu bahkan, ... beberapa dari mereka menghadiahkan mobil-mobil sport yang mahal dan trend. Padahal ini hanya pesta penyambutan atau pengenalan diri biasa--yang dilakukan ayahnya buat meresmikan kedudukannya dalam keluarga, ... Eryn jadi semakin bertanya-tanya, apa sebenarnya pekerjaan orang yang mengaku--eh bukan, ABOJI sesungguhnya itu. Kebanyakan dari tamu-tamu tersebut memberi kesan angker dan angkuh sehingga Eryn hanya dapat membalas dengan senyuman sekedarnya ketika dikenalkan Eros padanya.

Di antara tamu-tamu tersebut, terdapat seorang pria usia di atas limapuluhan yang sedang dikenalkan Eros pada Eryn saat ini, .. termasuk keponakannya yang terrlihat ramah dan bersahabat. Pemuda itu lumayan menarik dengan senyumnya yang menawan dan manis.

"Anyongheseyo--Ashley Jung immida ... "

Eryn tersenyum dan menyambut uluran tangan pemuda itu. "Eryn immida .. "

Sepanjang pesta membosankan yang dirasakan Eryn, pemuda inilah satu-satunya yang memberi perasaan nyaman padanya.  Selain para tamu lain yang terlihat dingin dan hanya berkata ala kadarnya.

"Nona bersedia dansa denganku?" tawar Ashley setelah cukup lama berbasa-basi.

Eryn agak tersentak. Seumur-umur, dia belum pernah diajak dansa seorang pria, apalagi oleh seorang pria semenarik Ashley. Dengan agak gugup dia menerima uluran tangan Ashley, seraya berdiri dari kursi.

"Jangan takut. Kita dansanya pelan-pelan saja .. aku akan menuntunmu ... ," ujar Ashley menenangkan Eryn, ketika dilihatnya gadis itu makin gelisah saja.

Eryn mengangguk, lalu mengikuti Ashley turun ke lantai dansa, ... di mana pasangan-pasangan lainnya sudah berdansa mengikuti alunan musik mellow yang diputar dari sudut ruangan.

"Bagaimana menurut anda?" tanya Eros pada lawan bicaranya, Tuan Jung yang merupakan paman dari Ashley, sembari mengamati pasangan yang sedang menari di lantai dansa.

"Mereka sangat cocok .. ," sahut Tuan Jung sambil memperlihatkan senyum puas.

Eros mengalihkan perhatian padanya. Lalu menganggukan kepala. "Tidak hanya itu. Mereka juga kelihatannya saling menyukai .. "

"Itu tidak mengherankan .. ," tukas Tuan Jung. "Ashley merupakan pria yang baik ... ," lanjutnya dengan nada memuji.

Eros kembali mengangguk. "Kelihatannya tidak salah rencana kita mempertemukan mereka ... "

"Benar ... , ada peluang ... "

.......

.......

Sementara itu ... , di sudut paling ujung ruangan tersebut,  .. seorang pria berpostur jangkung dengan penampilan elegan ala bodyguardnya menyandar di dinding sambil melebarkan pandangan waspada terhadap keadaan sekeliling. Iris mata pekatnya jatuh sesaat ke satu pasangan yang sedang berdansa dan bergurau di tengah ruangan. Dan sungguh hanya sebentar karena sejenak kemudian, Gavin sudah mengalihkan pandangannya ke arah lain.


******
« Last Edit: April 08, 2011, 08:26:16 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile

* mommy [hug] , flash disk nya udah kebawaa yaa' [hmpfh]
anoo sebelomnya ntuw Si Won koq namanya Ashley yaa [sweat] Ashley tuw bukan nama cewe ya  [sweat]

** si Gav parahh banget yaa'', bener-2 ga maw sentuhan sama sekali ^_^ ,ice man sejati  [sweat]
gw rasa kehadiran si Ashley ini yg bakalan menimbulkan suatu perasaan aneh pada diri Gav, saat Si Ashley deket-2 Eryn [biggrin]

*** si Gav, dulunya pianist-kah momm? i guess ada sesuatu tentang Gav yang berhubungan dengan piano  [heh]

**** eeittzzzz....terakhir koq di sini ada Tuan Moon jugaaa yaa   [biggrin]
jangan-jangan orang nya sama kek yang di Berry-Winee   [hmpfh]

gumawooo mommm update-nyaa ...panjang khass mommy   [hug]
next... unyuuuuu ...hwaiting........... [smiley-gen013]



‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile

* mommy [hug] , flash disk nya udah kebawaa yaa' [hmpfh]
anoo sebelomnya ntuw Si Won koq namanya Ashley yaa [sweat] Ashley tuw bukan nama cewe ya  [sweat]

** si Gav parahh banget yaa'', bener-2 ga maw sentuhan sama sekali ^_^ ,ice man sejati  [sweat]
gw rasa kehadiran si Ashley ini yg bakalan menimbulkan suatu perasaan aneh pada diri Gav, saat Si Ashley deket-2 Eryn [biggrin]

*** si Gav, dulunya pianist-kah momm? i guess ada sesuatu tentang Gav yang berhubungan dengan piano  [heh]

**** eeittzzzz....terakhir koq di sini ada Tuan Moon jugaaa yaa   [biggrin]
jangan-jangan orang nya sama kek yang di Berry-Winee   [hmpfh]

gumawooo mommm update-nyaa ...panjang khass mommy   [hug]
next... unyuuuuu ...hwaiting........... [smiley-gen013]



semula udah pakai nama vincent buat siwon, tp pas nonton, lht ada cowok yg bernama ashley, kyknya keren tuh, jadinya diedit deh jd ashley [laughing] emangnya kurang sreg ya [what]
si gav emang ice man sejati [hmpfh] spt kepastian eryn, apanya yg secret rainbow--si gavin tuh ice man sejati [laughing] [laughing]
ttg tuan moon--ya di mana2 marga seseorg ya berkisar itu itu doang [hmff] [hmff] gw jg bingung nih [sweat]

yup giliran unyu [smiley-gen013] [smiley-gen013]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun