Author Topic: "Thousand Year's After" [Chapter 2, Update 25 July 2011]  (Read 6558 times)

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile


   



"Nyawa itu berharga karena ada batasnya. Batas itulah yang membuat kita berjuang." .
“ Heiji Hattori “




Additional Cast



Dewi Takdir / Zevaa Eomma

 

Quote
“ Tahukan kau siapa gadis takdir Zeva itu?” Tanya Dewi Ghaia.
“ Rhea Feodhora, dia  sebatang kara, orang tuanya meninggal dalam perang laut 5 tahun silam, tapi dia berhasil diselamatkan si Eleanor, sekarang dia tinggal bersamanya  di Di White Lotus.”
“ Sekarang yang menjadi pertanyaanku, bagaimana caranya kau akan mengantar Zeva pada takdirnya itu?”
Seperti tersiram sebongkah salju, Theron sedikit menggigil mendengarnya, bagaimana tidak?
Membawa Zeva menuju takdir cintanya?
Bagaimana caranya?
Ottoke?



White Lotus

Malam beranjak dengan tenangnya, kabut tebal berarak tersendat dilereng Pegunungan Gyeongju, menyelimuti kesenyapan di padepokan White Lotus.

Suasana lengang di dalam padepokan memberikan kesan ketenangan di setiap penghuninya, beberapa tempat tampak beberapa murid sedang bertugas melakukan penjagaan.

Tugas penjagaan ini di jadwal secara bergilir, setiap murid akan mendapat giliran tanpa pengecualian.
Hal inilah yang menjadikan mereka semakin memiliki tanggung jawab, dan menjadi sangat loyal pada padepokan White Lotus tempat mereka bernaung.

Tampak tiga pemuda sedang berjalan tergesa-gesa menuju pendopo utama, dimana Sang Guru Besar Eleanor tinggal.
Mengingat keberangkatan mereka berempat ( Isaura, Kaylee, Shilla, dan Rhea ) untuk turut serta dalam perang  yang konon ada kudeta dari dalam Istana Kerajaan Silla, malam ini mereka bermaksud menemui Sang Guru Besar untuk memohon restu.

Menurut isu terakhir yang berkembang di masyarakat disinyalir bahwa pejabat istana yang membelot bekerjasama dengan Kerajaan Elea untuk menumbangkan pemerintahan saat ini. Desas desus tersebut  membuat masyarakat semakin resah , kekhawatiran , ketakutan , semakin melanda.

Trauma perang 5 tahun silam, masih terbayang dengan jelas di benak mereka, pertumpahan darah, rasa kehilangan , hidup tanpa rasa aman setelah-nya, mengapa musti terjadi lagi?

“  Dimanakah Rhea, apa belum kembali? “ tanya Isaura kepada kedua adiknya, sambil terus berjalan.

“ Belum Hyung, mungkin sebentar lagi, tadi sore pamit sebentar untuk jalan-jalan ke tepi bukit” Jawab   Kaylee.

“ Mungkin menemui Angel untuk berpamitan, “ sambung Shilla menimpali.

“  Sebetulnya Hyung mempunyai rencana , biarkan saja dia tidak ikut perang kali ini, agar dapat segera berangkat ke Lembah Acacia untuk mencari Pedang Air.”

“ Jeongmal?” potong Shilla antusias.

“ Tapi mana mungkin Rhea mau membiarkan kita bertiga berperang sendirian.“ jawab Kaylee, “ Lagi pula aku tidak mau dia berangkat sendirian ke lembah itu, akan sangat berbahaya.” Sambung Kaylee penuh kekhawatiran.

“ Tidak berangkat sendiri, kalian pikir Angel akan membiarkannya berkelana sendirian,” Isaura menjelaskan.

 “ Hyung, apa tidak menunggu perang ini selesai saja, agar kita bertiga bisa menemani ,” tanya Kaylee, wajahnya semakin menyiratkan kekhawatiran yang dalam.

“ Benar kata Kay, lebih baik kita berangkat berempat ke Lembah itu, Pedang Air dijaga Hyena raksasa selama ribuan tahun, aku tidak yakin meski berdua dengan Angel , Rhea akan dapat menaklukan Hyena itu.” Sambung Shilla tak kalah khawatirnya.

“ Tentu saja aku telah memikirkannya secara masak-masak, kalian tahu .. Hyung tidak mungkin memutuskan segala sesuatu tanpa mempertimbangkan segala sesuatunya terlebih dulu bukan?.”

“ Perang kali ini, aku tidak tahu hasil mana yang akan dicapai, begitu banyak kemungkinan yang akan terjadi. Jika dulu , 5 tahun silam perang laut yang hanya dlakukan orang-orang dalam Istana saja menyisakan puing-puing kehancuran dan penderitaan yang sedemikian, apalagi sekarang kudeta dari dalam istana ditambah dengan campur tangan Kerajaan Elea, dua kubu yang aku rasa telah mempersiapkan secara matang, bisa dibayangkan kemungkinan yang akan terjadi lebih parah. “Itulah alasanku agar Rhea tidak ikut berperang kali ini, “ Isaura mengemukakan alasannya.

“  Shilla bukankah kamu pernah berpikiran seperti itu?” Lanjut Isaura menoleh pada Shilla.

“ Hyung benar, tapi tidak ikut berperang bukan berarti membiarkannya pergi sendirian ke Lembah Acacia,” lanjut Shilla.

“ Coba nanti kita bicarakan lagi,’’ ucap Isaura.   

Serempak mereka berhenti tepat di depan pendopo , sedikit terkejut karena, di teras pendopo  telah duduk Sang Guru Besar Eleanor Palossa, duduk bersila di lantai pendopo yang terbuat dari kayu mahogany.

Di sebelah nya agak ke depan, seorang  gadis manis berambut sepunggung ,dengan dua kuncir berpita salem di kiri kanannya, sementara rambut belakangnya dibiarkan terurai, juga sedang duduk bersila mendegarkan dengan seksama apa yang diwejangkan Sang Guru.

“ Sonsaengnim, Dongsaeng-a.” Sapa mereka bertiga secara bersamaan.

“ ooogh Isaura, Kaylee, Shilla, kalian sudah datang, ayoo duduklah.’’ Ujar Sang Guru Besar.

Isaura, Kaylee, Shilla, duduk mengambil tempat masing-masing di hadapan Sang Guru.

“ Oppa mianhae, aku langsung ke sini, tanpa menunggu kalian,” ucap Rhea meminta maaf.

“ gwenchanayo,” jawab ketiganya serempak.

“ Jadi bagaimana keputusan kalian? ,” tanya Eleanor Sonsaengnim langsung pada pokok pembicaraan , karena memang sudah tahu maksud dari kedatangan keempat muridnya itu.

“ Nee, Sonsaengnim, lusa kami akan berangkat ke ibukota, belom tahu kapan penyerangan  terjadi, tapi alangkah baiknya jika kami ada di dekat ibukota.” Isaura menjelaskan.

“ Sebenarnya ada yang perlu kami sampaikan,” sambil menoleh ke arah Rhea dengan sedikit ragu. Akhirnya  Isaura melanjutkan. “ Bagaimana kalau perang kali ini Rhea tidak turut serta,”

“ Mwoo?, andhweyo,” sedikit terkejut Rhea manyahut.

“ Dongsaeng-a, dengarkan dulu penjelasan Oppa,” sambung Shilla menepuk pelan pundak Rhea.

‘’ Weayo ?,” Tanya Eleanor Sonsaengnim menimpali.

“ Maksud saya agar Rhea dapat berangkat ke Lembah Acacia untuk mencari Pedang Air, Sonsaengnim.” Lanjut Isaura menjelaskan.

“ Mengapa tidak menunggu sampai perang  selesai, sehingga kalian bisa pergi bersama?”

“Aaaa Sonsaengnim tahu, karena kalian tidak tahu apa yang akan terjadi dalam perang kali ini, sehingga kalian memutuskan hal itu? Benar begitu Isaura?

“ Nee Sonsaengnim, benar begitu . “ Jawab Isaura

“ Sonsaengnim, boleh saya ikut bicara?,” Rhea menimpali

“ Nee silakan Rhea anak-ku,”

“ Saya tahu maksud baik dari Oppa Isaura, Oppa Shilla, dan Kayy, tapi izinkan saya menemani mereka dalam perang kali ini, apapun yang akan terjadi kita lihat setelah ini.”

“ Jika memang takdir masih membawa saya untuk menemukan Pedang Air, pasti akan ada jalan menuju kesana,” Ucap Rhea dengan senyum penuh harapan.

“ Jadi tidak ada alasan untuk melarang saya ikut dalam perang kali ini,arasseo?,” Lanjut Rhea sambil menoleh pada ketiga kakak-nya.

“ Eheem.. jadi anak anakku sekalian, keputusannya kalian berempat akan berangkat kapan? “ Tanya Eleanor Sonsaengnim.

“ Menurut perhitungan Shilla , kami harus berangkat lusa, Sonsaengnim.” Jawab Isaura.

“ Apakah Sonsaengnim, akan ikut serta juga,” Tanya Kaylee

“ Aku akan melihat situasi dulu Kayy, jika memang diperlukan Sonsaengnim akan  turun gunung,” Jawab Sonsaengnim bijak.

“ Kachaaa, sudah jelas semuanya kalian bisa beristirahat, dan bersiap siap untuk keberangkatan kalian.

“ Dhee Sonsaaengnim, “ Jawab mereka berbarengan.

                     



Adena Palace
Istana kediaman Dewi Takdir Moirae (Zeva Eomma)


Isatana Adena adalah tempat kediaman Dewi Takdir Moirae ( Zevaa Eomma) letaknya besebelahan dengan  batas suci Kuil Parthenon , tempat Dewi Kebijaksanaan Pallas Athena tinggal.

Istana Dewi Takdir tidak semegah Parthenon, sangat sederhana seperti Istana Ghaia, pintu masuk menuju dalam Istana sejauh mata memandang pohon pine terjajar dengan rapi di jalan utama, dibawahnya bunga laurel merambat dengan indahnya di sisi kanan dan kiri  jalan, wangi bunga laurel melebihi wangi bunga kasturi, harumnya abadi dan tak kenal musim.

Sepeninggal dari Istana Ghaia, Theron berkunjung ke Istana Adena untuk menemui beberapa Dewa.

Dewa yang kebetulan hadir sekitar 6 Dewa, yang mana 6 diantaranya tidak bisa hadir, karena suatu halangan.

Diantara Dewa yang hadir selain Theron dan Moirae adalah, Nike Sang Dewa Kemenangan, Eris Sang Dewi Perselisihan, Dewa Pengobatan Asklepios, Dewa Angin Nerehis, Dewi Cinta dan Keanggunan Charis.

Ke-enam Dewa ini bagian dari 12 Dewa yang ikut andil dalam kelahiran sosok Sang Dewa Kehancuran Vega Zevaares.

“ Apa gerangan yang terjadi Theron? Sehingga kau mengumpulkan kami,” Tanya Dewi Charis memulai percakapan.

“ Beberapa hari yang lalu aku sudah membicarakannya dengan Dewi Ghaia, tak lain dan bukan masalah ini berhubungan dengan  Zevaa.

“ Seperti yang kita ketahui bersama  pertumbuhan Zevaa, berpengaruh pada kelanggengan kita berada di mayapada ini.

“ Aku telah membicarakan dengan Dewi Ghaia sebelum ini dan sepakat untuk mempertemukan Zevaa dengan takdir cintanya yang seorang anak manusia, ucap Theron.

“ Dan aku rasa sebagai eommanya, kau telah mengetahuinya dengan jelas Moirae, “ Lanjut Theron menoleh pada Dewi takdir Moirae yang berada di depannya duduk dengan anggun di kursi singgasananya.

Dewi Moirae tersenyum penuh wibawa, perlahan berdiri , diambilnya dari samping kursi singgasananya di atas sebuah Meja nilam, sebuah wadah warna Kristal tembaga sewarna tanah liat, diangkat nya wadah tersebut dan di bawa ke tengah ruangan.

Wadah tersebut adalah Wadah Air Suci Argya, tempat untuk melihat kejadian yang sedang ,akan, dan sudah terjadi.

“ Theron, Nike, Eris, Asklepios, Nerehis, dan Charis, kemarilah,” Panggil Dewi Moirae kepada ke-enam Dewa tersebut agar mendekat.



*
~
*
~
*
~
*
~
*
~
*
~

*
~
*
~
*
~
*
~
*
~
*





Lereng Himalaya
Medan Laga


Di awal tahun 506 SM pada pertengahan bulan pertama pada saat itu, di perbatasan Gyeongju di pinggiran Himalaya Armada Perang Kerajaan Shilla berhadapan dengan Armada Perang Kerajaan Ellea.

Pasukan Kerajaan sedikit tertekan melihat jumlah pasukan Kerajaan Ellea yang besar dan berlimpah.

Serangan belum dilakukan begitu berarti, mereka bergerak maju sedikit demi sedikit.

Dari kedua belah pihak tentu saja berharap bahwasannya Nike Sang Dewa Kemenangan akan berpihak pada mereka.

Kobaran semangat yang gegap gempita akhirnya mendorong tentara Shilla untuk menyerang Ellea.

Perbatasan yang kering dan tak berujung itupun menjadi medan perang yang ramai dengan dentingan pedang dan tameng yang bertubrukan.

Sayatan pedang yang mengoyak baju perang hingga menembus jantung terdengar teramat memilukan.

Jerit tangis yang memilukan, terasa memekakkan telinga dan menggalaukan jiwa.

Isaura, Shilla , Kaylee , dan Rhea, berpencar dan berbagi di 4 titik.

Shilla bergerak di dalam Isatana Shilla bergabung dengan tentara Kerajaan Shilla,bahu membahu mecoba melawan serangan yang dilakukan para pejabat Istana yang melakukan Kudeta.

Isaura di titik tenggara, bersama beberapa tentara Shilla dan pemuda-pemuda kota mencoba menghadang pasukan Ellea yang datang bagai air bah dari sudut kota.

Kaylee, berada di tengah medan peperangan yang ada di tengah Kota, bersama masa di ibukota berusaha menghalau pasukan yang mencoba menerobos ke dalam Istana.

Raut wajah Kaylee tegang tak bercahaya, trauma perang 5 tahun silam,yang masih terpatri kuat di ingatannya kini seperti dejavu, kembali harus dirasakannya.

Beberapa kali dan nyaris sabetan pedang dan golok dari tentara Ellea hampir mengenainya.

Rasa kehilangan yg begitu sangat kembali menderanya, “Aku harus berjuang kali ini, tidak kalau harus kehilangan untuk yang kedua kali.” Ucap Kaylee membabi buta menyerang tentara di sekelilingnya.

Sementara jauh dari pusat kota di tanah lapang yang berdekatan dengan perbatasan istana Shilla dan Ellea , tepatnya di tepian bukit Gyeongju dan lereng Himalaya, Rhea si gadis kecil yang tangguh itu sedang bergerak dengan lincah dan lihainya menghalau tentara tentara yang menyerangnya.

Sedapat mungkin bersama beberapa tentara Shilla dan beberapa masa ibukota, meminimalkan agar pasukan musuh tidak merangsek ke dalam Istana dan Ibu Kota.

Sesaat dalam selang waktu hitungan detik, pandangan Rhea kosong menatap ke depan, Jiwa dan pikiran-nya seolah tresedot untuk mengarah ke satu titik.
 

" Kurasa seseorang menuju ke sini ……………….." gumam Rhea

nasib telah datang ……...nasib ..masa depan yang belum diketahui.....................................   
   
" dari arah gurun pasir sebelah sana , derap kuda yang smakin membahana…………………."






" berjalan perlahan lahan, melawan arus angin ……………………….."

" anhii …. berjalan bukan kata yang cocok, dia datang seperti terhembus oleh angin ……………………….."

" berdiri dengan gagahnya  di depan kami, sosoknya mengingatkanku pada patung perunggu raksasa,  berdiri di hadapanku .. ibarat gunung yang merintangi jalan"






" keberadaanya menutup langit malam dan menyilaukan pandanganku"

" Rambutnya hitam panjang memikat …. berkibar kibar tertiup angin, sehelai bandana warna tembaga melilit dengan indah di keningnya, berhias kepala hyena di tengahnya"

" Bola matanya berwarna kelam dan dalam seperti langit malam,"

" wajah tampannya melekat sempurna bagai gorem yang di ukir oleh pemahat tersohor di daratan Himalaya.

" warna kulitnya pirang seperti warna besi, baju perang yang dikenakan melekat sempurna di tubuh jangkungnya.' setiap yang melihat akan bisa menduga bahwa ia adalah seorang pejuang."

" Pemburu!, neee saat itu aku berpikir bahwa aku sedang berhadapan dengan seorang pemburu yang siap memangsa"   

" Tak disangka kita berjumpa di tempat seperti ini Angel, setauku sudah sekian lama kau tidak pulang ke istana gaia, tidak kah kau rindu dengan eomma-mu?." Intonasi suaranya sangat khas, seperti hendak memancing kemarahan.      

" Zeva-aa, " ucap Angel dengan terkejut. "Sedang apa kau ditempat ini, aku rasa kau tidak ada urusan dengan tempat ini bukan?"      

" Tidak  ada tempat yang tidak ada hubungannya denganku Angel,"kadang kadang aku juga perlu istirahat dari rutinitasku, atau melakukan penelitian awal mungkin?"

Bukan hal yang mengherankan bukan? " Hal duniawi bukankah selalu seperti itu, penuh dengan ketidak pastian?, tapi senantiasa mengasyikkan."

Suara tawanya menggema di langit, seperti guntur yang menggetarkan dunia.

Tawa yang hambar, kenapa tiba tiba aku merasakan kekosongan , ada apa denganku ini..? Mengapa …?  Mengapa aku merasakan ini?
            
Angel sepertinya sudah mengenalnya, apakah dia teman Angel?,pikir Rhea.

"Perlahan dia menoleh, menatap-ku sedemikian rupa, segala sesuatu dalam diriku seakan terlepas , manakala menatap wajah keras nan menawannya, kurasakan dejavu? apakah aku pernah bertemu dengannya? dimana? kapan?,'' Rheaa semakin bimbang di tengah keterpanaanya. Mata bulatnya menatap lekat  sosok di depannya.

“ Whoaaa, ckckckkckckc....... seleramu begitu aneh blakangan ini Angel? Apakah karena kau kelamaan tinggal di bumi?,” Gumam Zeva sembari melihat Rhea, tajam dan menusuk.

Rhea  seakan terpaku ditempatnya, mencoba mencerna apa yang terjadi, tapi pikirannya seolah buntu, terhalang sebuah kabut yang sangat kasat.

Bulir bulir pikirannya seolah tersumbat, hanya tertuju pada satu obyek di hadapannya.

“ Pasangan yang aneh namun serasi, Angel pemuda yang cantik, dan anak kecil ini,” Zeva bersedekap  ‘’ pemuda yang cantik namun gagah dalam waktu bersamaan,” Zeva melanjutkan.

Pandangan matanya seolah menguliti sosok Rhea yang kini semakin pucat pias wajahnya.

“ Seorang pemuda yang cantik, siapakah anak kecil ini? “ aaa tentu saja teman Angel lebih tepat …pasangan-nya?” Jika saja dia seorang gadis, pastilah akan menjadi seroang  gadis yang sangat manis, “ gumam Zeva.

Satu perasaan yang sedikit aneh timbul dibenak Zeva, hanya sedikit …… ibarat seutas benang yang sangat tipis, yang segera lenyap tersisih,

Sementara Angel dan Rhea sama sama tersentak kaget, namun perlahan menyadari mengapa Zeva menilai Rhea seperti itu.

Karena Rhea memang dalam balutan pakaian seorang prajurit pria.

Ketiga kakaknya tidak pernah menginjinkan mengenakan pakaian perempuan pada saat di medan laga dan peperangan.

“ Siapa namamu anak kecil, “ Sapa Zeva, senyumnya lebih tepat terlihat seperti seringai.

“ Dia sahabatku, namanya Rhee, “ Sahut Angel sambil melingkarkan lengannya di bahu Rheaa, dan sedikit  mengerlingkan matanya, berharap Rhea mengerti isyarat yang diberikannya.

“ Haii Rhee,senang bertemu denganmu, Aku Vega Zevaares kau bisa memanggilku Zeva seperti Angel mamanggilku,” Zeva mengulurkan tangannya.

Rhea mengulurkan tangannya , mencoba menggapai tangan yang terulur itu. Dua tangan bertaut, satu jalan takdir dipertemukan.

“ Aku Rhee, “ Jawab Rhea terbata bata , wajahnya yang pucat menatap sosok di depannya dengan perasan yang berkecamuk, yang tidak mampu dilukiskannya.

Mata lugunya menelusuri paras tampan di hadapannya dengan kagum, ditatapnya kedua bola mata yang kelam itu , bagai pusaran arus membawanya pada sebuah perasaan dejavu yang menghanyutkannya.
 





End of Chapter 2 - TBC to d next Chap



 


‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

iiuuu

  • Guest
onnie.. akhrnya update jga..
kerajaan shila? aq jd inget mishil ama seondok.. yg bru tyang lagi.lol
jiaaah.. zeva bru awal aja uda blg kalo si rhea manis. mskpun dia taunya si rhea cowok..
itu para dewa dewi.. rapat apaan si? kok readernya g bleh tau?
yg plg seneng pas zeva rhea ktemu.. rhea kayak inget apa gtu ya..ssuatu..smga ini permulaan baek buat zea aka zeva rhea.. lol
gomawo onnie, uda update..lol

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
hoho akhirnya free keluar dr bertapanya [hmpfh] tp kok chpny berasa pendek ya? kirain bkal ditambahin lg dr yg diperlhtkan ke gw kemarin2 hehe #dasar rakus wkkakhirnya takdir mempertemukan zeva n rhea,, selanjutnya gmn perjalanan hidu mrk? bersTu dlm perang? bahu membahu? atau si zeva malah ga perduli?
jawababn2nya akan diketahui beberapa bln kemudian, kata free [hmpfh] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
yeay..akhrx diudate jg stelah skian lama dikejar tkg kredit updatean.zeeva rheaa yg bertemu kok aku yg degdegan walau pertemuanx dit4 yg g romantis tp tetep bkin rheaa terpana.jelas aja zeevanya gak tergoda wong rhea dikira cowo.haha.sbgai dewa apa dia g ngerasa ya kalo itu jodohx??btw zeeva bs bercnda jg ya ngegodain angel walau candaanx terasa nyilet.hehe.skali lg thanks ya walau kentungggg gantunggg.
[/size][/color][/b]

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
akhiirrrnyaaa.....di update juga [arms]
Zevaa... Rhea itu memang manis [on] [lovestruck] ntar deh stlh Rhea buka tu baju perangnya baru kleper2 [love eyes]
next chap jgn lama ya sis free [heh]

Love you more than I can say

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
[clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] akhirnya setelah penantian penjang di up date juga [huglove] [huglove] thanx free. ane baca dulu ye baru comment [hmpfh] [bye]

setuju ama mami, chapter ini pendek amir #reader ga tau terima kasih [head break] [head break]

akhirnya Zeva and Rhea bertemu tp kok Zeva malah ngira Rhea itu pemuda cantik [hmpfh] tpi dia juga sempatberpikir jika pemuda ini adalah seorang gadis maka dia akan menjadi gadis yang manis [lovestruck], rhea nampak tersepona nih ama zeva , ya iyalah jangankan Rhea , ane aja tersepona [hmpfh]

freeeeeeeeee [huglove] thanx again buat up date-annya. next GPL ya and yang LONG chapt ya [hmpfh]
« Last Edit: July 24, 2011, 10:32:16 pm by Shanty_minsun »


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline mbah dukun

  • Junior
  • **
  • Posts: 142
  • My Name Is JangKelin
    • View Profile
'gantengan mana saya atau zeeva?'tanya mbah pada rheaa..@dibanting author...next chap jgn lama2 ya kyk kmarin...btw sansan sista avatarx suka buangettt.bawaanx pengen dicium

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
akhirnya d update jg [clap] [clap] [clap]...gumawo,sist.Free [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

wuaahhhh...bakaln ada perang,Rhea ikutan lg [sweat]

tp untunglh saat yg dnanti2kn tiba jg...Zeva & Rhea ketemuan jg akhirnya [clap] [lovestruck],biarpn Zeva nyangka klo Rhea i2 laki2 (benerkn,sist??? [biggrin]) tp tetep aja mikir klo Rhea perempuan,Rhea bakal jd gadis yg manis [heh]

(ssttt...bang Zeva,Rhea i2 beneran perempuan...cantik lg,abang pasti naksir deh [hmpfh])

gak sabar nunggu saat2 Zeva & Rhea falling in love to each other (halah...bahasaku [hmff])

ok,sist...dtunggu klanjutannya ya...HWAITING!!! [AddEmoticons04262]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
ff paling beda menampilkan wajah mitogi kuno dengan kata2 indahhhhhh kapan zevarhea fall in love Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425  gak kebayang dewa dengan karakter maha sempurna ini jatuh cinta dengan sosok anak manusia gadis, kecl cantik jelita nan maskulin
 
trims freeeee updetanya  next chap jangan lama lama yaaa

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
kak free thanks dah update. ih keren, ff beda daripada yg lainnya. waktu liat Zeva nyapa Rhea kok manis bgt? apa Zeva bgtu sama semua org? Atau si Rheaa doang?. Keren ya Zeva, gabungan dari 12 roh dewa yang ada. Berarti dia itu abadi kan? gue ga gitu ngerti sih tentang dewa-dewi gtu hehe. Tapi sumpah loh, ffnya bikin speechles,top deh kak buat lu yg bisa ngangkat cerita jaman masehi dulu. gue kepikiran sama endingnya deh, ini kan sebelum masehi gitu ya, nanti bakal ada penghancuran zaman gitu dong? wah sad ending dong? Apalagikan Rheaa manusia. Otomatis ga bakal selamnya hidup. Aih Penasaran, lagi dong kak free.

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
akhirnya jagoan kita nonggol juga  [lovestruck] [lovestruck] walau dikit tp hrs tetep disyukuri  [biggrin]

zeva-rhea udah ketemuan tinggal nunggu ser2an  [hmff]  tp gimana mau ser2an orang zeva ngira rhea lelaki ntar si zeva ngeri sendiri ngira dirinya bengkok  [laughing] [laughing]

lanjutanya segera ya  [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Ariena_S

  • Newbie
  • *
  • Posts: 6
  • EunHae XD
  • Location: jawa tengah
    • View Profile
uwoooo ...... mantaap  [smiley-gen013]
si aka papi tampil beda euy ... hiihihi  [hmff]  jadi inget si misil the great quen seondeok ....  [jumpy]

Offline mbah dukun

  • Junior
  • **
  • Posts: 142
  • My Name Is JangKelin
    • View Profile
Sebagai ucapan terima kasihku karena sering kena tag pict minsun,maka sist free bakal kena demo juga dariku [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] "mampus gue"kata sist free  [laughing] [laughing] [laughing]

Zeeva dan Rhea munculin dong [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

iiuuu

  • Guest
UPDATE.. UPDATE.. KANGEN ZEEVA RHEAAAAA ZEVA RHEA ZEVA RHEA@demobarengkyu lol

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
“I don't need anyone else, I never learned on anyone but me, I always took pride standing on my own to feet, cause I'm stronger than anything. I'm Zeva”


Quote by kak Freesia


gila ya, berkali-kali ngulang baca nih ff dan gue ga pnah bosen sedikit pun. Zevaaaaressss, gila gila lo bikin gue gila. gue terpikat banget sama sosoknya, ya sallam. kata-kata dari lo itu ngena bgt kak free. feel mereka (Zeva nd Rhea) dapet bgt di gue. please banget update, lo bilang udh bikin setengah bag dari chap 3, ih sumpah penggalauan bgt nunggu ini sekian lama. Pleaseeeeee update

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]