Author Topic: THE PRISONER OF PRINCE Chapter 8 21102012  (Read 24466 times)

Offline mumu

  • Junior
  • **
  • Posts: 200
  • Tatapanmu mengalihkan duniaku....
  • Location: indonesia
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 1 20 Mei 2011
« Reply #105 on: May 30, 2011, 07:46:39 am »
ayey...
mbak-e jadi update kamis...
kiss dulu ah,,,muach...
DALIMUNTE, PROFESOR MUDA DENGAN ROMANTISME KELUARGA KECILNYA...mau...mau...

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 1 20 Mei 2011
« Reply #106 on: May 31, 2011, 01:28:58 am »
PRINCE JUNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN

PRINCE JUNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN


ICE PRINCEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE kok lom muncul muncul siw [hmpfh] [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 1 20 Mei 2011
« Reply #107 on: May 31, 2011, 06:45:54 pm »
besok ya??hebat nih,sibuk dgn poling2an tp msh bs update long chap lg..ditunggu
[/size][/color][/b]

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 1 20 Mei 2011
« Reply #108 on: June 02, 2011, 01:04:19 am »
ada yang nitip katanya update yang ini ntar malam [heh] [heh]
[/size][/color][/b]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 1 20 Mei 2011
« Reply #109 on: June 02, 2011, 08:45:21 am »




 whistling whistling whistling whistling whistling whistling whistling whistling



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 1 20 Mei 2011
« Reply #110 on: June 02, 2011, 09:31:42 am »
JEON MI SEON aka Ny. Geum A Ra



KIM DONG WOOK aka Jin Ha Rim




PARK SANG MYUN aka Mr.jang










“aku baru sadar….dunia ini, terlihat sempit…Geum Jandi…”


.......................................


Aku tidak akan melepaskanmu....
Aku tidak akan membiarkanmu bernafas dan tersenyum diatas luka dan dukaku.....


Aku mencintaimu........sangat mencintaimu..............


Izinkan aku memberikan cinta ini .... Anthea....
Cinta yang ...akan menjadi  sebuah hukuman....hukuman untukmu.........





Chapter 2





itu adalah…tanda dan bukti, bahwa saat ini, kau adalah milikku, hanya milikku…mengerti?!!”



Tidakkkkkkkkkkkkk!!!!




CRAKKKKKKK



Terdengar suara pintu dibuka…

“jandi…jandi,….kau kenapa…..!!!” suara itu terdengar berdenyut, penuh rasa khawatir

“o..ommaa…”

Dengan cepat gadis itu memeluk tubuh ibunya, yang berada disisi ranjang.

“tenanglah…hanya mimpi buruk… tidak..apa- apa…”

Perlahan, dengan jemarinya yang lembut, wanita separuh baya itu membelai rambut puterinya, sambil menyeka keringat yang keluar perlahan didahi wajah pucat itu.

Jandi memandang wajah ibunya, sambil menangis…

“puteriku,…kenapa menangis,…itu hanya mimpi buruk sayang….”

Sekali lagi jandi memeluk tubuh erat ibunya, sangat erat…

“omma…a…ku…takut….” Bisik jandi dengan suara patah

Wanita itu kembali menenangkan gadis yang ada dipelukannya…

“tenanglah…ada ibu disini, tidak ada….seorangpun yang akan menyakitimu, sayang… percayalah….”





Sudah lima hari berlalu, setelah kejadian dimalam terkutuk itu…

Jandi tidak dapat memejamkan kedua matanya dengan tenang, karena, saat ia mencoba untuk terlelap, ia harus menerima kenyataan bahwa kejadian itu akan terulang lagi, tanpa mengizinkan  ketenangan singgah didalam dirinya.
Bayang- bayang wajah lelaki itu selalu menari diotaknya, ciumannya…aroma nafasnya yang seolah melekat…dan selalu melekat disetiap jengkal tubuhnya…

Terkadang jandi merasa jijik jika harus mengingat kejadian dimalam itu, dimana ia…dengan memar ditubuhnya, melewati jalan- jalan sepi sambil tertatih dan menangis, tak ada siapun disana….jikapun ada…mereka hanya menatap heran wajah yang menangis itu, dan tidak peduli.

 “sekarang…tidurlah lagi…pejamkan matamu…” bisik wanita itu sambil membantu merebahkan tubuh puterinya yang gemetar.

“besok… kau akan menyambut, pagi yang indah… percayalah… percayalah pada ibu….”

Jandi menatap lagi wajah anggun perempuan yang perlahan membantunya merebahkan diri.

“o…omma… bisa kau, temani…aku…malam ini… aku..takut” suara itu terdengar parau, dan gemetar.

Hampir lima hari yang lalu, sepulang jandi dari toko roti, Ny.Geum harus mendapati puterinya dengan tubuh gemetar berdiri didepan pintu, dan tanpa berkata apapun…dengan segera masuk kekamarnya.

Pertanyaan kecil sering dilontarkannya pada jandi,mungkin…ada masalah yang sedang dihadapi puteri tunggalnya, karena seringnya jandi menyendiri dikamar. Apalagi setelah itu, jandi mengalami panas tinggi dan menggigil disekujur tubuhnya.

namun…gadis itu terkadang hanya diam dan berkata” aku…tidak…apa- apa omma, aku…baik- baik saja”




………………………………………….


 “jandi….jandi…..”

Terdengar suara ketukan pintu, diiringi teriakan seorang pemuda.

Dengan langkah kaki yang sedikit terburu, Ny. Geum melangkahkan kakinya menuju asal suara itu…dan….

“mickey….” Sapa Ny.Geum, pada lelaki berwajah culun itu

“selamat pagi bibi…” mickey membungkukkan kepalanya.

 “jandi…sedang bersiap- siap, ayo..masuk dulu” perintah Ny. Geum, pada pemuda yang berdiri didepan pintunya.

“bibi, kau tahu… aku sangat bersemangat, saat sore kemarin jandi menelponku dan mengatakan bahwa hari ini ia akan kembali bekerja”

Mickey perlahan duduk, diiringi senyum bahagianya yang melingkar manis diwajahnya.




“ne…tapi…bibi tidak yakin, ia sudah sembuh, tubuhnya masih terasa sedikit lemah, namun…ia masih ingin tetap memaksakan untuk bekerja hari ini”

“bibi…tidak usah khawatir, aku..akan menjaganya… lagi pula..bibi tahu, kan jandi gadis yang keras kepala” tukas pemuda itu, dengan tidak melepaskan senyumannya.



“untuk itu, bibi tidak bisa membatalkan niatnya untuk kembali bekerja”

“oh…iya…bagaimana, kabar ibu dan ayahmu? Apa mereka sehat?” Tanya Ny. Geum


“ne…mereka semua sehat, bi…”



Percakapan terus berlangsung, dan sayup- sayup…jandi dapat mendengar percakapan itu dari kamarnya.


“mickey….kau sudah datang” bisik jandi, sambil tersenyum kecil



……......................................................................





Jandi menatap wajahnya dicermin, sambil sesekali menyentuh bibir ranumnya, pandangannya nanar… membayangkan kejadian buruk lima hari yang lalu. Kejadian saat lelaki itu dengan buas dan liar mencium tiap jengkal bibirnya, bagaikan sebuah hukuman.


Entah mengapa, jandi merasa lelaki itu menghukumnya, lelaki itu membencinya…sangat membencinya.

“dia…lelaki itu…lelaki pertama yang pernah menciumku, bahkan seolah menguasai setiap jengkal tubuhku. Terkadang, aku ingin melupakan wajah itu, wajah bengis yang terlukis jelas dalam gurat- gurat kemarahan…seolah menghukum, menghukumku tanpa ampun!!!


Perlahan ia pejamkan matanya, mencoba menenangkan diri….

“jandi….kau tidak harus seperti ini. lupakan kejadian itu, anggap semua mimpi burukmu. Mulailah semua dari awal…”

Hati kecil itu berbisik, seolah memberiku kekuatan untuk bertahan…


“ini hanya akan menjadi rahasia kecilmu, rahasia kecil, antara kau…dia…dan tuhan…”




………………………………………….




TAP…TAP…TAP… terdengar suara kaki melangkah, mendekati Mickey dan Ny.Geum yang masih asyik berbincang…


“jandi….” Sapa mickey, yang dengan cepat berdiri dari duduknya.

Pemuda itu tersenyum melihat sosok gadis dengan tubuh mungil berdiri dihadapannya.

“mickey….senang melihatmu!” tukas jandi sambil tersenyum kecil.

“ siap untuk..bekerja hari ini?!!!!!” sambil mengedipkan kedua matanya.

“ne!!!!” tukas jandi dengan semangat, diiringi senyum tipisnya.








________OOO_________






Di kediaman keluarga Goo








“a…ayo…hari..ini..tugasmu, membangunkan Prince Jun….ayo…” bisik seorang pelayan, sambil mendorong kecil tubuh temannya.

“ta…tapi…. Aku…ta..ta..kut”

“ayo!!!”

Dengan gugup pelayan muda itu mengangkat lengannya, membentuk suatu epalan tangan diiringi, rasa pekat ditenggorokan sehingga sulit baginya menelan ludah…namun….

Belum sempat mengetuk….




CRAKKKKKKKKKKK pintu itu terbuka!!!




HAHHHHHHHHHHH!!!!


Ketiga pelayan itu terkejut saat lelaki bertubuh jangkung itu membuka pintu kamarnya.

“se…se…lamat…pa…gi….Prince…jun” tukas pelayan itu dengan gugup, diikuti sapaan pelayan yang lain.

Lelaki itu menatap pelayannya dengan pandangan dingin…dan… tanpa membalas sapaan ia segera berlalu, berjalan kearah koridor dan… dapat terdengar jelas langkah- langkah kakinya yang besar, menuruni setiap anak tangga.


Pelayan 1 : “hah,…tidak biasanya prince jun bangun sepagi ini”
Pelayan 2 : “ bangun pagi, dan berpakaian rapi, kau…lihat…dia sangat gagah dengan mantel hitamnya!”
Pelayan 3 : “benar…sepagi ini….kemana ia akan pergi ??”





“selamat pagi, Prince….”


Jun pYo, bisa mendengar dengan jelas kata- kata sapaan itu setiap kali bertemu pelayan diistananya. Sapaan yang terdengar membosankan, dan menurutnya terkesan bagai….”penjilat”.

Ya…penjilat. Ia menganggap semuanya penjilat, menganggap semuanya budak,!!!, budak peliharaan sang Prince, kecuali dua orang… yang mungkin cukup dihormatinya bahkan menjadi kepercayaannya.


Pertama, ajudan setianya…Ajudan Kim
Kedua, pelayan setianya….Pelayan Jang


Dua orang kepercayaan sang Prince…

 


BUZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZ




Sebuah sedan sport hitam dengan kencang melesat keluar dari Istana besar Goo II Joo.




Raut wajah itu terlihat berurat, tanpa senyuman. Tatapan dingin, lebih dingin dari udara dipagi itu.



Biiiiip…biiip…biiiiiiip…




“hmm, sudah kau dapatkan apa yang aku inginkan ?!”

“ya, Prince Jun…sesuai dengan perintah anda!”

“bagus, Ajudanku akan segera membayarmu!!”

Sambungan itu terputus….



“hari ini, untuk pertama kalinya aku merasa…bahwa dunia ini terlihat indah dalam pandanganku, terkadang aku berfikir, bahwa tidak ada keadilan bagi iblis sepertiku, tidak ada rasa kasih akan jiwaku yang kotor, tapi…ternyata aku salah! Tuhan mengizinkanku, memberiku kesempatan bagi iblis sepertiku menghukum, cinta yang kian usang dan bernoda dihatiku… tanpa aku harus meminta…tanpa aku…harus mencari…”



BUZZZZZZZZZZ



Mobil itu kembali melesat kencang, diiringi hembusan angin pagi yang menghiasi, kota seoul….







……………………………………….









Di sebuah toko roti




“selamat datanggggggggggggg…..”


Terdengar sapaan hangat ditoko roti milik Mr. Jang…..



“wah…ramai sekali, hari ini…. “ Tukas mickey, sambil memasukkan beberapa buah roti, pesanan pelanggan.

“ne… benar- benar hari keberuntungan, ini pasti..karenamu noona!” tukas harim, sambil melirik jandi yang asyik dengan roti- roti hangatnya yang baru saja keluar dari oven.

Gadis cantik itu hanya tersenyum simpul, dihiasi dua lesung dikedua pipinya.

“harim, ini bukan karena kehadiranku…tapi, karena roti buatan Mr.Jang sangat enak” balas jandi.

Mickey tersenyum mendengar pernyataan gadis yang kini ada dihadapannya.

“ tapi…mungkin yang dikatakan harim benar, karena kehadiranmu sebagai satu- satunya wanita ditoko ini, membawa keberuntungan bagi toko kita”

Jandi memicingkan matanya, diiringi dengan wajahnya yang memerah menahan rasa malu.

“ne!! kau benar, hyung!!” celetuk harim sambil menyeringai.



Tiba- tiba…

“jandiiiiiiiii, kemari!” panggil Mr.Jang, dari arah dapur.


“oh,ne….” balas jandi, diiringi langkah kakinya yang cepat.

“ada apa…Mr. Jang?” Tanya jandi.

“sebuah perusahaan besar, telah memesan 200 buah roti milik kita, siang ini… dan aku ingin, kau dan harim mengantarkannya”

“200 buah roti, disebuah perusahaan besar?” Tanya jandi sambil sedikit membelalakkan matanya.

Harim yang mendengar sayup-sayup perkataan, Mr.jang perlahan menghampiri lelaki separuh baya itu, yang tengah mengeluarkan roti dari ovennya.

“wah…pertama kalinya, sebuah perusahaan memesan roti milik kita, whoaaaaaaaa …benar- benar suatu keberuntungan!”





Mr.Jang melirik harim yang berdiri, sambil memasang wajah polosnya.




“harim!!! Bisakah kau tidak menyela disaat aku bicara?!”

“oh…mianhe, Mr.Jang, tapi….ini bener- benar hari keberuntungan kita, aku senangggggg!!!

Harim terlihat bahagia, sambil mengelilingi tubuh mungil jandi, lalu kembali lagi menuju beberapa pelanggan, diiringi senyum sumringahnya.

“anak yang aneh!!, dia terlihat senang karena kau telah kembali bekerja, jandi” tukas Mr.jang sambil tersenyum.

“dia memang terlihat sangat merindukanku, bahkan saat aku datang, ia telah duduk didepan pintu sambil membawa beberapa balon dan ucapan selamat datang untukku” tukas jandi sambil tersenyum.

Mr.Jang tertawa mendengar ucapan polos dari bibir gadis mungil yang berdiri di hadapannya.

“aku pun begitu…aku sangat senang kau telah sembuh,…dan bekerja lagi disini!” tukas lelaki separuh baya itu.

Untuk sesaat mereka saling memandang, dengan rasa kasih… rasa kasih seperti antara seorang ayah dan puterinya.

“ ya sudah, ayo bersiap- siap!!, aku berjanji pada mereka akan menghantarkan roti- roti ini, tepat pada pukul 12 siang!” tukas Mr. jang seolah menahan agar air matanya tidak jatuh.

Mr. jang, lelaki berumur 49 tahun itu… sangat menyayangi jandi, seperti puteri kandungnya sendiri. Ia orang pertama, yang telah membantu jandi dan ibunya,  setiba mereka di seoul,Korea 5 tahun yang lalu. Mr. Jang adalah seorang duda, yang hidup bersama putera lelakinya II bo, yang bekerja ditoko roti yang sama.

“oh…ne, aku akan memanggil, II bo untuk membantu kita Mr.Jang” tukas jandi sambil berlari menuju II bo, yang juga tengah sibuk melayani pembeli.

Namun, sebelum ia melangkahkan kakinya, ….jandi membalikkan tubuhnya, sambil melontarkan sebuah pertanyaan yang sedari tadi menggelayut diotaknya.

“Mr.Jang, perusahaan besar mana yang telah memesan roti pada toko kita?” Tanya jandi, dengan rasa penasaran




Mr.jang memandang wajah jandi, sambil tersenyum…


“SHINWA, SHINWA yang telah memesannya!” tukas Mr Jang, diiringi senyum tipis gadis itu.



............................................................................................




“no…noona…kau yakin, ini perusahaannya?” Tanya harim, sambil menggigit kecil bibirnya.

“tentu saja, lihat…………..



Tangan jandi menunjuk tepat kearah gedung pencakar langit nan mewah, yang bertuliskan SHINWA.

“a…aku…takut, kita salah tempat noona ….karena,…tidak mungkin, perusahaan besar atau…tepatnya… perusahaan raksasa seperti ini, akan memesan roti dari toko kecil milik kita…”

BUKKK

Tanpa ragu Jandi memukul pelan kepala harim





“jangan pernah meremehkan toko roti kita!!!, walaupun kecil,…tapi… roti buatan Mr.Jang, tidak ada duanya… bahkan mungkin setara dengan roti buatan toko- toko terkenal yang ada di seoul!”

Tukas jandi dengan nada semangat


“neeeeeeeeeeeeeee….arasso…arasooo!!!” balas harim, sambil menaikkan bibirnya.

Perlahan gadis itu turun dari mobilnya diikuti harim….


Langkah kaki mereka sedikit ragu, namun dengan rasa percaya diri jandi buang rasa itu….,

Jika bukan perusahaan itu yang memesan, toh mereka tidak perlu merasa malu. Namun, kali ini bukan itu yang menjadi alasannya…entah mengapa jandi merasakan sesuatu, sesuatu yang lain saat pertama kali ia langkahkan kakinya,menampakkan jejak dilantai berkaca itu.



“per…permisi, kami dari toko roti Jang, telah membawa pesanan, yang telah dipesan oleh perusahaan SHINWA… tadi pagi”


Sapa Jandi kepada salah seorang penjaga yang berdiri didepan pintu masuk perusahaan itu. tubuhnya sangat besar, dengan wajah yang sedikit garang menatap jandi dengan pandangan dingin.


Harim yang terlihat gugup bahkan sejak kakinya berjalan menuju lantai berkilau perusahaan itu, menutup tubuh besarnya dibelakang jandi.


“tunggu sebentar!” tukas lelaki itu, sambil melangkahkan kakinya masuk.

Jandi dan harim dapat melihat jelas, lelaki itu menghampiri dua resepsionis yang berada diaula utama, dan berbincang kepada mereka.

“no…noona,…kau lihat…wajahnya seperti seorang pembunuh!, bisik harim.

“hush!!!

“kita…terlihat seperti orang tolol, bukan? Xixixi bisik harim lagi diiringi tawa kekehnya.

“aishh, bisakah kau diam, harim!!!” balas jandi



TAP…TAP…TAP…


Lelaki bertubuh besar itu melangkah, kembali menghampiri mereka.


“silahkan masuk!, dan bawa semua pesanan kelantai 7” tukas lelaki itu dengan suara tegas

“neee!!”







TINGGGGGGGGGGGGGGGGGG




Pintu lift terbuka, yang akan segera membawa mereka kelantai 7.



“apa….tidak ada yang membantu kita, kau lihat noona…. Tubuhnya besar, dan dia hanya melirik kita saat membawa semua roti ini!” tukas harim berbisik


“harim…mereka pemesan, tentu saja kita sebagai penjual, harus mengantarkannya sampai ketujuan, lagi pula ini sama sekali tidak berat!!” tukas jandi, sambil menarik nafasnya.


“tentu saja, kau hanya bawa 50 roti dan aku…150 noona! Seratuus lima puluh!!!”

Jandi menatap harim dengan wajah kesal

“jika mickey tidak menjadi andalan ditoko roti, lebih baik aku pergi bersamanya,menghantarkan semua roti ini, dari pada harus mendengar gerutu dari mulutmu”

Harim tersenyum menatap gadis yang berdiri disampingnya.


“noonaaa aku kan hanya bercanda,” tukas harim sambil meyentuh lengan gadis itu dan tersenyum.







TINGGGGGGGGGGGGGGGG



Lift terbuka….



Kini kedua penjual roti itu telah berada dilantai 7 !



Jandi melangkahkan kakinya perlahan diiringi pemuda itu dibelakangnya.

Mereka menyusuri koridor…. Dan….


Terlihat dua orang lelaki berdiri, disalah satu pintu masuk sebuah ruangan.

“se…selamat siang…. kami… dari…

Belum sempat gadis itu menyelesaikan kalimatnya.


“masukkan, masukkan semua kedalam ruangan ini” tukas salah seorang pria dengan suara yang parau.


“o…ne….” tukas jandi sambil tersenyum kecut.




Perlahan gadis itu melangkahkan lagi kakinya masuk kedalam ruangan, diiringi harim yang berjalan dibelakangnya.


Ruangan itu terlihat besar dan gelap karena tirai yang masih tertutup, dengan beberapa kursi yang tersusun rapi mengelililingi sebuah meja besar panjang… terlihat seperti ruangan untuk rapat.

Jandi meletakkan keranjang roti besar itu diatas meja, diikuti harim.

“berapa jumlah roti ini semuanya ??” Tanya salah satu lelaki bertubuh besar itu.

“ini…berjumlah 200 tuan” balas jandi, sambil menyusun semua box roti dengan rapi.

“200 ?, bukankah kami memesan sebanyak 300 buah, nona” balas lelaki itu lagi.

Jandi menatap wajah harim, dengan sedikit bingung, begitu juga sebaliknya.


“ti...tiga ratus... ?..


“ta…tapi,…bos kami bilang… perusahaan ini, hanya memesan 200 buah roti” balas jandi.

Kedua lelaki itu diam, sambil memandang gadis itu dengan tatapan dingin.

“mmm baiklah sa…saya,…akan mencoba menghubungi toko kembali, …” tukas jandi sambil mencoba meraih ponselnya.


<
<
<

“aishhh….harim, ponselku tertinggal dimobil” tukas hye sun dengan suara pelan.

“kalau..begitu, aku akan mengambilnya noona…” harim berkata sambil memandang gugup dua lelaki yang berdiri dihadapan mereka.

sambil melangkahkan kakinya dengan cepat, harim meninggalkan jandi bersama dua lelaki berbadan tegap, yang berdiri dihadapannya kini.







TIK….TIK…TIK….


Detik jam seolah terdengar jelas karena sunyinya suasana diruangan itu…

“harim…kenapa lama sekali?” bisik jandi dalam hati.

Untuk beberapa saat, tubuh mungilnya terasa gugup saat harus berdiri bersama kedua lelaki asing, didalam ruangan besar yang sedikit gelap.


Tiba- tiba……..


BIPPPPPPPPPP BIPPPPPPPPPP BIPPPPPP


Salah seorang pria berbadan tegap meraih ponselnya,

“ ya tuan?”

“baik… kami akan segera kesana!”

Dengan segera kaki besar mereka melangkah meninggalkan gadis itu sendirian. Jandi menatap kepergian mereka, dengan wajah heran…

Mereka pergi tanpa menyapanya atau…paling tidak bersikap ramah dengan mengatakan ”anda… tunggu disini nona, sebentar lagi kami akan kembali”

Jandi sama sekali tidak mendengar kata- kata itu…

Tapi,… meskipun begitu paling tidak jandi merasa sedikit lega, meski kini ia sendiri didalam ruangan itu.

"huhhhhhhhhhhhh"

perlahan.....ia hembuskan nafas panjang...................



………………………………………..






Mata jandi menatap ruangan itu, sambil sesekali jemarinya menyentuh perlahan setiap ujung kursi yang tertata rapi diruangan itu…

perlahan ia langkahkan kaki mungil nya… berjalan menuju kearah jendela yang tertutup tirai dan ….



Sretttttttttt membuka tirai itu sedikit.


Bola mata itu menangkap secercah cahaya…. Dan entah mengapa jandi merasa menikmati cahaya yang sedikit menyinari ruangan.


kini matanya menatap sebentar keadaan diluar.............


Dan….



Srettttt ia tarik kembali tirai itu, yang perlahan menyembunyikan cahaya indah itu.



<<<





CRAKKKKK….KLEKKKK




Suara pintu terbuka….dan dikunci.






TAP….TAP….TAP….



Sayup- sayup…. terdengar langkah kaki yang berat……. Melangkah kearahnya.



“si…si apa….?” Bisik jandi,


jandi coba balikkan tubuhnya…. namun..sebelum ia melakukan hal itu…







Tiba- tiba….


Tubuhnya seketika mengejang…. Saat… Sebuah lengan kekar dengan lembut… memeluk erat pinggangnya……..


HAHHHHHHHHHHHHHHHH





Mata jandi terbelalak, didalam kegelapan ruangan itu.


“jangan…jangan menoleh kebelakang, ada baiknya kita tetap dalam posisi seperti ini” suara itu terdengar berbisik, tepat ditelinga kanannya ….



Tubuh mungil itu gemetar…. Diiringi nafasnya yang tercekat….


“ sudah lama….aku merindukan aroma tubuh ini…dan entah mengapa…aku yakin, akan segera menikmatinya lagi…”

Bisikan nafas lelaki itu bisa dirasakan dengan jelas… dileher dan pundaknya… yang seolah melingkar… bagaikan sebuah tali gantungan.


Perlahan jandi bisa merasakan, saat lelaki itu membiarkan cuping hidungnya mengecup aroma pundak tubuh nya lagi, kali ini seolah benar- benar menikmati….


Jandi terdiam… tubuhnya kembali gemetar dengan hebat saat, kecupan itu berubah menjadi sebuah gigitan kecil ditelinganya….


“tidak!!! Tidak!!!

Dan……


Sekuat tenaga jandi berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan erat itu, dengan mendorong tubuh lelaki itu dengan sikunya…sayang, lagi- lagi ia gagal!!!


Perlawanannya membuat tubuhnya semakin tertawan akan lengan kekar itu lagi.

Dengan gesit, seolah tahu apa yang akan dilakukan jandi, lelaki itu menarik lengannya dan membawa tubuh itu kedalam pelukannya lagi…



Bisa ia lihat mata indah itu meneteskan air mata ketakutannya….

“stttt…..tenangkan dirimu,… relax…” suara itu terdengar bagai bisikan kematian

Jandi tercekat saat menatap wajah itu, bahkan sejak awal lelaki itu memeluk erat pinggang rampingnya….

“masih ingat aku” bisiknya, sambil terus memeluk erat tubuh itu, bahkan lebih erat dari sebelumnya….

“bibir itu tidak mampu berkata apapun…terasa keluh…sangat keluh. Kakinya gemetar, diiringi nafas yang terasa sesak serta detakan jantung yang lebih cepat dari biasanya…. Ia hanya mampu menangis, saat menatap wajah menakutkan itu…… merasakan cuping hidung disertai nafas memburu mereka yang seolah menyatu….saat pikirannya kembali pada kejadian yang lalu, saat lelaki itu…lelaki itu memperlakukannya bagai binatang!!!”




“jangan menangis…. Saat ini, aku sedang tidak ingin menyakitimu…” bisik lelaki itu, sambil terus memandang wajah ketakutannya

Dan …..dengan perlahan… dengan berani…. Sang PRINCE…


Mencium bibir gemetar itu, ciuman lembut pada awal namun..semakin menuntut….dan lebih menuntut…


“setiap ciuman itu terasa menyakitkan…disetiap jengkal bibir ranum itu… lagi- lagi, terasa bagai hukuman, sangat kasar…liar, tanpa ada rasa iba, dari suara yang seolah berbisik, dan mengharapkan pengampunan”


Jandi,…gadis itu memohon untuk dilepaskan… sambil sesekali memberontak, dengan memukul dada kekar lelaki itu, dengan lengan mungilnya yang lemah…


Dan… lagi lagi, ia harus menerima rasa sakit saat….



BUKKKKKKKKKKK


Lelaki itu menghempas tubuh mungilnya disalah satu kursi yang ada didalam ruangan itu…


“ kau pikir….perusahaanku akan memesan roti murahan ini….!!!!”


PRAKKKKKKKKK


Ia tepis semua keranjang dengan satu pukulan dari lengannya, sehingga membuat semua roti- roti itu berhamburan dilantai.


Jandi hanya duduk terpaku, ketakutan…sambil memandang roti- roti itu dengan kedua matanya………


“tatap aku….tatap aku nona…”

Lelaki itu, mengangkat wajah mungil jandi dengan kedua lengannya…. Sambil berbisik.

“aku sudah bilang…kau milikku, kau…masih ingat?”

“dan…sesuatu yang telah jadi milikku, harus tetap selamanya seperti itu!!!, tidak peduli seberapa besar kau mencoba untuk lari,… aku…sudah memberimu banyak waktu!!!”

Jandi menatap amarah itu lagi, kali ini terlihat sangat jelas….

“a…apa..yang…kau..inginkan…dariku” suara itu terdengar bagai isakan yang memecah kesunyian.

“ aku ingin…kau menuruti semua keinginanku… semuanya!!!”

Perlahan lelaki itu mendekatkan cuping hidung mancungnya, menyentuh pipi pucat dan basah karena air mata.

“jika…itu…kau lakukan…maka semuanya akan baik- baik saja… Toko roti Jang… dan ….ibumu”

Bisikan itu lagi- lagi, bagai bisikan kematian yang menari- nari dihadapannya.

Jandi menatap wajah lelaki itu… dengan ketakutan yang luar biasa, saat ia merasa, lelaki itu mengetahui semua tentang kehidupannya.

“a…a…pa…mak…sud…an…da….?”

“jadilah pelayanku,… jadilah pelayan, yang selalu berada dibawah kakiku, !!!”

"budakku" bisiknya dengan nafas yang memburu..........













4 jam yang lalu..................


TOK…TOK…TOK…



Ketukan itu membuat Ny.Geum menghentikan kegiatannya, meletakkan buku yang baru dibacanya tepat diatas meja.

Dengan langkah sedikit terburu, wanita itu perlahan melangkahkan kakinya menghampiri asal suara.

“siapa…? tunggu sebentar….” Tukasnya.



CRAKKKKKKK


Pintu perlahan dibuka, ….


Dapat ia rasakan hawa dingin yang menusuk saat perlahan membuka pintu itu…

Ny.Geum memicingkan matanya yang sedikit rabun, saat menatap Seorang lelaki jangkung yang berdiri membelakanginya.


“si…siapa…?” tukas Ny.Geum,menyapa.


Dengan balutan mantel hitamnya, perlahan lelaki itu membalikkan tubuhnya…menatap wanita yang kini berdiri dihadapannya.




“apa…kabar Ny. Geum, sudah lama tidak bertemu” sang Prince menundukkan sedikit kepalanya.

Mata itu tiba- tiba terbelalak lebar, karena keterkejutan yang kini ada didalam dirinya. Ia merasa mengenal lelaki yang kini berdiri dihadapannya, lelaki yang menatapnya tajam diiringi dengan senyuman yang terasa dingin dan membunuh .

“ya…tuhan…. Apa yang kulihat … tidak…ini tidak benar, Prin…ce…Jun Pyo…kini berada dihadapanku, dihadapanku!! Ti…tidak…..!!!”


 “boleh…saya masuk?

Wanita itu berdiri dengan tubuh yang seolah membeku, tidak bergeming

“aku tahu…kehadiranku akan membuat anda sangat terkejut, Ny…tapi…ada baiknya, anda mempersilahkan tamu besar seperti ku, untuk masuk!”

Suara itu terdengar parau dan menekan, dan sang Prince sadar wanita itu tengah melawan kegugupan yang luar biasa.
Namun…Sebelum sang prince melangkahkan kakinya dengan sedikit memaksa, tiba- tiba ia tersentak saat wanita separuh baya itu menutup pintu masuk dengan lengannya.

“hentikan!!! Apa yang kau inginkan, Prince Jun!!”

"Prince Jun? ternyata....kau masih ingat padaku, ingatan yang cukup kuat.... untuk wanita tua cacat sepertimu!, dan...kau tahu apa yang kuinginkan, bukan??!”

Dengan kasar ia tarik lengan tua itu, dan dengan tenaganya yang besar, perlawanan Ny.Geum pun roboh.

Wanita tua itu meringis …sambil menggenggam erat lengannya yang terasa perih.

“huh!!! Jadi ini rumah kalian,?” tukas junpyo sambil mengamati langit- langit rumah itu.

Ny. Geum hanya diam seolah tidak peduli dengan apa yang dikatakan pemuda yang kini telah berada didalam rumahnya.
Sang prince perlahan duduk disebuah sofa kecil, yang sebelumnya telah ia bersihkan dengan sapu tangan yang berada didalam mantelnya.

“kotor! Dan tidak layak!!” tukasnya dingin.

Ia rebahkan tubuhnya yang besar, dan masih dengan senyuman ejeknya perlahan lelaki itu mengangkat kedua kakinya dan meletakkan tepat diatas meja.






Ny geum hanya diam melihat tingkah pemuda itu, yang mungkin terlihat sangat tidak sopan.

“anda…pasti terkejut, bagaimana aku bisa menemukan kalian, bukan?”

Prince jun melipat kedua tangannya dan meletakkan kedadanya.

“karena tuhan…telah berbaik hati padaku….Nyonya…memberiku kesempatan untuk menghukum” suara itu terdengar  datar dan menekan





Ny.geum terisak dan beberapa langkah, ia beranikan kakinya untuk mendekati pemuda itu…

“P…Prince jun…a…ku..mohon….ma…afkan atas…semua yang terjadi…a..ku…mo…hon” suara itu terdengar gugup, terdengar bagai isakan, namun … lebih jelas terlihat bagai suatu ketakutan.

Prince mengangkat sedikit senyum sinisnya.





“cihh, memaafkan….??? Aku…Bukan seorang malaikat Ny.Geum, aku seorang iblis!!, iblis penghukum yang tidak akan melepaskan tawanannya!!!

Ny. Geum kini bisa melihat kemurkaan yang ada dihadapannya

 “lalu….lalu…apa yang anda inginkan, !!!” pekik Ny.Geum. wanita itu terlihat kalut, sehingga…. Dengan menjerit ia berharap dapat keluar dari rasa ketakutannya.

Dengan senyuman dinginnya junpyo berdiri, terlihat aura kebencian yang jelas tergambar diwajah tampannya.

Dengan langkahnya yang besar…. Ia dekatkan tubuhnya mendekati perempuan tua yang berdiri ketakutan, lalu perlahan mensejajarkan pandangannya pada wanita itu

“aku kesini…hanya untuk, mengatakan pada anda…bahwa aku…akan membawa milikku, MILIKKU!!!

“jandi, bukan milikmu!”  ucap wanita itu geram.

“kau tahu…dia milikku, Nyonya…” bisik junpyo parau.

Perlahan ia angkat wajahnya, saat ia sadar wanita itu telah mengejang ketakutan.

“ aku akan membawanya sore ini, jadi…jangan cemas jika ia tidak pulang!”

Dengan santai junpyo melangkahkan kakinya, menuju arah pintu yang akan membawanya keluar dari rumah itu.
Namun…sebelum ia melangkah lebih jauh….

“jangan…jangan lakukan Prince…ja..ngan” Ny.geum menggenggam erat lengan kekarnya, diiringi isak tangisnya sambil mengiba.

“ maafkan…jandi…maaf… kan puteriku…” isakan itu perlahan memecah, memecah menjadi sebuah tangisan….

Junpyo tersenyum dingin, dan memandang wajah perempuan itu, dengan pandangan tajam....


“tidak…jangan pernah memintaku untuk melakukannya....,dosa itu terlalu besar Nyonya…., dan aku…tidak akan pernah memaafkannya…tidak!!!”






END CHAPTER








Mian atas keterlambatan updatenya...........  [heh] [heh] [heh] [heh]


selamatt membaca dan....... mian juga klo ngebosenin  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]








« Last Edit: June 02, 2011, 10:39:42 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 1 20 Mei 2011
« Reply #111 on: June 02, 2011, 10:41:43 am »
PRINCE JUNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN

PRINCE JUNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN


ICE PRINCEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE kok lom muncul muncul siw [hmpfh] [hmpfh]


All.....udin updateeeeeeeeeeeeeeee  [biggrin] [biggrin] [biggrin]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 2 2 Juni 2011
« Reply #112 on: June 02, 2011, 11:15:31 am »
ommaaaaaa...gumawo dh d update [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

hanya beberapa kata saja yg dpt saya tuliskn utkmu,omma :

kenapa anak keduamu ini lbh beringas drpd anak pertamamu??? moga2 aja dia sadar sesadar2nya (kyk abangnya [hmpfh])

kasian Jan Di...bener2 kasian...nasibnya berbanding terbalik dgn menantu pertamamu ya,omma??? bikin Jan Di agak baikan donk nasibnya,omma...klo perlu next chap dia jgn banyak2 menderita lg deh...kn kasian [sweat]

jd penasarn ada apa sih sbnrnya ama ommanya Jan Di & si prince...kok kyk ada perjanjian gitu deh antara mereka [heh]...tp,kok kyknya jg ada hub.sm Jan Di,deh...soalnya ommanya Jan Di minta si prince maafin Jan Di kan??? salah apa sih Jan Di ama prince,omma??? bingung,nih [sweat]

btw,abis ini brarti update abangnya si prince,donk??? (huaaaahhhh...bang cass...i tunggu update-an u [hmpfh])

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 1 20 Mei 2011
« Reply #113 on: June 02, 2011, 11:16:46 am »
i felt very curious now!
prince sangat mencintai jd but on the other hand wants revenge ke jd [what]

aku benar-" penasaran sama dialogue yg ini :

“aku kesini…hanya untuk, mengatakan pada anda…bahwa aku…akan membawa milikku, MILIKKU!!!

“jandi, bukan milikmu!”  ucap wanita itu geram.

“kau tahu…dia milikku, Nyonya…” bisik junpyo parau.

Perlahan ia angkat wajahnya, saat ia sadar wanita itu telah mengejang ketakutan.

pasti itu bersangkutan dengan masa lalu mereka juga. apa jd hilang ingatan? but, kalo sekalipun jd hilang ingatan kenapa prince harus sampe sedendam itu?  [chin]

i know, unni pasti gak mw ngasih jawabannya couse, itu untuk membuat kami para reader semakin penasaran dan itu juga yang buat nih ff semakin menarik and menegangkan!

unni, i beg you do not update too long, please [what]

hampir lupa, thank's 4 update!  [smiley-gen013] [smiley-gen013] fighting! [hug]

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 2 2 Juni 2011
« Reply #114 on: June 02, 2011, 11:59:25 am »
Hye sista [hug] [hug] thanks udin di update [biggrin] [biggrin]
masi ga mudeng nih..kalo emang JD pernah buat kesalahan sama JP knp JD sampe ga inget mukanya yak?? [what] JD lupa ingatan ya?? [what] sampe ga ngeh bgono [sweat] [sweat]

Love you more than I can say

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 2 2 Juni 2011
« Reply #115 on: June 02, 2011, 12:32:02 pm »
ommaaaaaa...gumawo dh d update [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

hanya beberapa kata saja yg dpt saya tuliskn utkmu,omma :

kenapa anak keduamu ini lbh beringas drpd anak pertamamu??? moga2 aja dia sadar sesadar2nya (kyk abangnya [hmpfh])

kasian Jan Di...bener2 kasian...nasibnya berbanding terbalik dgn menantu pertamamu ya,omma??? bikin Jan Di agak baikan donk nasibnya,omma...klo perlu next chap dia jgn banyak2 menderita lg deh...kn kasian [sweat]

jd penasarn ada apa sih sbnrnya ama ommanya Jan Di & si prince...kok kyk ada perjanjian gitu deh antara mereka [heh]...tp,kok kyknya jg ada hub.sm Jan Di,deh...soalnya ommanya Jan Di minta si prince maafin Jan Di kan??? salah apa sih Jan Di ama prince,omma??? bingung,nih [sweat]

btw,abis ini brarti update abangnya si prince,donk??? (huaaaahhhh...bang cass...i tunggu update-an u [hmpfh])



thanks udin baca sistaaaaaaaaaaaaa [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]


nasib jandi ama hye sun beda tipissss sih cuma hye sun agak tebelan dikit  [goodgrief] [goodgrief] [goodgrief] [goodgrief]
tebelll senengnya...secara hye sun kaya  [biggrin] [biggrin] [biggrin]

maklum anak kedua ku ini kurang sajennnn jadi errorrrrr  [laughing] [laughing] [laughing]
bukan perjanjian kok  [nono] [nono] [nono] [nono]

salah jandi [chin] [chin] [chin] [chin] [chin] ada dehhhhhhhhhh  [hmpfh] [hmpfh]


jiahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh break dulu ah selama 1 bulan capekkk  [biggrin] [biggrin] [biggrin]
asyikkkkkk votingggg  [heh] [heh] [heh] [heh]





[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 1 20 Mei 2011
« Reply #116 on: June 02, 2011, 12:36:27 pm »
i felt very curious now!
prince sangat mencintai jd but on the other hand wants revenge ke jd [what]

aku benar-" penasaran sama dialogue yg ini :

“aku kesini…hanya untuk, mengatakan pada anda…bahwa aku…akan membawa milikku, MILIKKU!!!

“jandi, bukan milikmu!”  ucap wanita itu geram.

“kau tahu…dia milikku, Nyonya…” bisik junpyo parau.

Perlahan ia angkat wajahnya, saat ia sadar wanita itu telah mengejang ketakutan.

pasti itu bersangkutan dengan masa lalu mereka juga. apa jd hilang ingatan? but, kalo sekalipun jd hilang ingatan kenapa prince harus sampe sedendam itu?  [chin]

i know, unni pasti gak mw ngasih jawabannya couse, itu untuk membuat kami para reader semakin penasaran dan itu juga yang buat nih ff semakin menarik and menegangkan!

unni, i beg you do not update too long, please [what]

hampir lupa, thank's 4 update!  [smiley-gen013] [smiley-gen013] fighting! [hug]


thank u so much sistaaaa [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [flowers] [flowers]


yups prince cinta tapi....cinta dalam arti untuk menghukum jandi.... cinta yang mungkin kasar, buas, atau....membunuh  [drool] [drool] lebyyyy bhs gw....

update ku panjang yak...buat pusinggg ye... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
maklum banyakkk ide.....  [hmff] [hmff] [hmff]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 2 2 Juni 2011
« Reply #117 on: June 02, 2011, 12:39:18 pm »
Hye sista [hug] [hug] thanks udin di update [biggrin] [biggrin]
masi ga mudeng nih..kalo emang JD pernah buat kesalahan sama JP knp JD sampe ga inget mukanya yak?? [what] JD lupa ingatan ya?? [what] sampe ga ngeh bgono [sweat] [sweat]



ya...gw maklumin klo sistaa bingung...ane aja bingung  banghead banghead banghead banghead [hmff] [hmff]

Princenya yang oplas mungkin jadi jandi ga inget  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

kidding.com

pokoknya ntar bakal jelasss dah sistaaaaaaaa
thanks udin baca ya............... [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [flowers] [flowers] [flowers]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 2 2 Juni 2011
« Reply #118 on: June 02, 2011, 01:47:59 pm »
hi sist. ^^
Boleh koment kan? Boleh donk. Lol
Keren bgt cerita'a. Tp... Saya atas nama pria (an) akh, merasa trjolimi. Msa garang bgt jd cwo. =_="
Gk adakah sedikit kebaikan? Play boy imut kek atau apa lah. Lbh keren playboy cap kadal dr pd sangar. Gk rela lah.
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Offline mbah dukun

  • Junior
  • **
  • Posts: 142
  • My Name Is JangKelin
    • View Profile
Re: THE PRISONER OF PRINCE CHAPTER 2 2 Juni 2011
« Reply #119 on: June 02, 2011, 04:22:33 pm »
 [chin] ini rumit..iblis dalam diri prince terlalu menguasai,gw pikir si iblis ini terobsesi sm jandi dr kecil,cm krn msh kecil jd skr jandi g ingat lagi sm iblis jadi2an ini.bgmna thor?di iyain sj ya,jgn bkin malu gw [heh]