Author Topic: this is my live. psssstttt.  (Read 3093 times)

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
this is my live. psssstttt.
« on: July 03, 2011, 09:56:42 pm »
Cast:
Lee min hoo as ricky



ramah namun terkadang menyebalkan,Memiliki keahlian dalam berbagai bidang, mempunyai otang yang cerdas, suka mengkoleksi jam tangan, suka balap, anti MIE. Memiliki cita-cita menjadi seorang psikolog.
Satu yang disayangkan: cinta yang tak pernah diungkapkan, malah lebih memilih menjadi playboy tingkat akut.

Goo hye sun as putri



Berpenampilan tomboy tapi manis, sering disebut DOUBLE CUTE DOLL karena dia bisa merubah diri menjadi laki-laki, dan bisa merubah diri jadi wanita “ just penampilan”.
Teman dekat ricky sejak kecil. Terobsesi menjadi seorang detektif.

Park jung min as arya (pria idaman putri)



Pintar, baik, ramah, sudah dianggap kakak bagi putri namun dianggap musuh bagi ricky, dalam arti kata musuh kejailan seorang ricky. XD

Jae hee as jae (kakak pertama ricky)



Anak pendiam tak pernah menyapa orang yang tidak dia kenal. Hanya berbicara secukupnya.

Lee jae jin as jack (kakak kedua ricky)



Pintar, suka menjahili ricky, paling senang dengan makanan pedas. Memiliki hobi yang tak jauh berbeda dengan ricky “ balap”.

Ket:
disini ayahnya ricky adalah keturunan jogja-amsterdam.  Ibunya keturunan korea.
Kaitan ricky dengan putri , hub. Sepupu yang rumit mean saudara jauh.
Latar tempat: INDONESIA
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Share on Bluesky Share on Facebook


Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #1 on: July 03, 2011, 11:05:47 pm »
ayo, mana chap pdananya.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #2 on: July 04, 2011, 07:47:13 am »
Chapter 1 part1:

kim so eun as asley kim


pacar pertama ricky. cinta jarak jauh yang sangat sulit membuat hubungan mereka berakhir. keplinplanan asley jugalah yang mendominasi kebubaran sehingga seorang ricky yang ingin bebas.



“kring...kring... “ suara bel sepedah laki milik seorang bocah kecil berambut hitam yang bergelombang, wajahnya yang putih kekuning-kuningan dengan baju merah putih aka anak SD.

“PUTRI!!! Mau berangkat bareng gak??” sang bocah berteriak di depan rumah yang besar, pagar besi berwarna merah,tembok yang berlapiskan ubin berwarna biru, dikelilingi tanaman dan sebuah mobil menghiasi kemewahan rumah tersebut.

Seorang bocah manis berambut panjang , memakai sepatu hitam dengan baju merah putihnya dia berjalan dengan anggun ,menambah kesan imut untuk anak perempuan.

Putri membuka pintu gerbang yang tinggi menjulang  mengalahkan tinggi badannya.

“berangkat?” tanya ricky sambil tersenyum terkembang.

“ckckck..” putri menggerakkan jari telunjuknya kekiri dan kekanan.

“kenapa?” tanya ricky dengan wajah melongo.

“ehem.. kamu gak nyuruh aku berdiri diblakangmu dengan penampilanku seperti ini kan?” putri melebarkan roknya layaknya seorang putri yang anggun.

“apa masalahnya?” tanya ricky dengan kebingungannya.

“papi.....” putri  berlari kedalam rumahnya.

“putri!!” ricky memanggil, berharap putri kembali menghampirinya.

“cuit..cuit..” alarem mobil yang terparkir manis berbunyi, menandakan kunci terbuka.
Putri keluar lagi dengan langkah riang, tas punggung biru kecil telah menghiasi tubuh mungilnya.
Putri menghampiri ricky yang masih menunggu.

“kau lihat.. aku berangkat dengan papi.”putri tersenyum senang.

Ricky menunjukkan ibu jarinya keatas, 2 detik kemudian jari itu berputar terbalik.

Putri menyengir ngeri, sambil tertawa garing.

Putri membuat tangan kanan seperti tembakan, tangan kirinya menyanggah di bawahnya. Mengarahkan ke dada sebelah kiri ricky. “ bang!!”

“akh.,..”ricky memegang dada kirinya , berpura-pura kesakitan.

“ah.. sudah.. sana berangkat.” putri melambaikan tangannya.

ricky bersiap dengan sepedahnya. “sampai ketemu disekolah.” Ricky langsung melajukan sepedahnya.

“putri.. ayo berangkat.” Papi memanggil dari dalam mobil  yang sudah terparkir diluar.

“iya. .pap.” putri tersenyum senang menghampiri mobilnya.

#

aku ricky, memacu sepedahku dengan kencang, berlomba dengan kendaraan yang lain.

Fikiranku seakan kembali kemasa lalu, 4 tahun yang lalu. Tak terasa sekarang aku telah menginjak bangku SMP kelas 1.

Who will know i have same school with putri?

Aku melepas kedua tanganku, merasakan hembusan angin pagi ini yang masih begitu segar.

Fikiranku, kembali melayang kemana-mana, memikirkan senyuman putri, tingkah lakunya, wajahnya yang belepotan ice cream. Aku selalu mengingatnya.

“ya!!” tiba-tiba seseorang memukul punggungku, membuatku segera mengendalikan laju sepedahku yang oleng.

“oh.. putri..”ricky mengerjap-ngerjapkan matanya seakan tak percaya dengan kedatangan seorang putri mengendarai sepedah mininya.

“wae?” tanya putri dalam bahasa korea.

“ya... kenapa kamu jadi sering pake bahasa seperti itu.” Ricky menggerutu .

“hey.. that’s your mom teach me.” Putri tersenyum senang.

“oh.. arasso. she is teach me too.” Ricky berbicara lemas , menatap kedepan.

“ya!!.. kapan kamu main kerumahku?” ricky kaget sendiri dengan menyebut nama momnya.

Putri cekikikan sendiri dengan tingkah ricky yang berlebihan.

“baru minggu kemarin.” Putri masih cekikikan.

“ah,. Waktu itu Aku sedang pergi.” Terlihat wajah ricky yang seperti menyesal.

“go with Oppa jack, right? “ tanya putri sambil menampilkan senyumannya.

“yeah.. “ jawab ricky lemas.

“kemana? Dapat apa lagi?” putri bertanya antusias.

“kau fikir, apa yang bisa ku dapati dari abang ababil itu?” tanya ricky sengit.

“ya.. jangan seperti itu.. begitu-begitu , aku pernah dapat coklat.” Putri membela jack.

Dari arah belakang, sepedah keluaran baru, yang memakai gigi, menyalip dengan cepat dari sebelah kiri.

“oppaaaaaa.......!!! segerombolan anak SMA berteriak dari dalam angkot pada pria yang barusan menyalip.

“ricky, bukannya tadi itu.. kakakmu jack? “Tanya putri dengan mata berbinar.

“iya.” Ricky sedikit kesal.

“put, aku duluan ya.” ricky mengayuh sepedahnya dengan kencang, meninggalkan putri yang masih santai mengayuh sepedah.

#

“Kamu fikir ini semua main-main? Ricky!! Kamu bercanda ya! kita udah lama jadian! Sekarang aku bilang putus, kamu bilang iya gitu aja? Kamu itu cinta sama aku gak sih? Kamu gila ya! gak ada kata-kata buat nahan aku? Gak ada kata-kata mempertahankan hubungan kita yang udah 4 tahun? “

“Miane, tapi aku gak mau hubungan ini terus lanjut juga, mungkin kamu tersiksa dengan hubungan jarak jauh kita ini. Sekarang kamu boleh mencari pria lain.”

“ya... aku masih cinta kamu.” Suara asley sendu.

“oh.. mian asley’a..  tapi kau sudah mengatakannya.” Suara ricky menyesal.

“tapi kita masih teman?”tanya asley dari seberang telfon.

“ya.. jika kamu mau.” Suara ricky datar.

“oh.. ya sudah. Aku pergi. Bye.” Suara asley agak bergetar.”

Aku ricky , tak menjawab sapaan penutupnya, karena memang asley sudah memutuskan duluan hubungan telefon.

“YESS.....” aku berjingkrak-jingkrak di tempat tidur.

“ya.. kau lupa ada aku disini?” jack yang sedari tadi asik chat melalui laptopku mulai bersuara.

Aku segera menutup mulutku, mengambil posisi disamping jack“oh.. miane hyung. Kau tak akan mengatakan sesuatu kan?” aku menyenggol tubuhnya , walaupun ku tahu dia sedang sibuk dengan kegiatannya.

Jack menoleh, melihatku yang sedang merayunya.

“tidak akan?” jack membenahi posisi kaca matanya.

“Ah.. ada satu cara membuatku lupa.” Jack membuat wajah sumringah.

Aku ricky mengambil bantal, ku hantamkan kewajahnya, kubejek-bejek, sampai dia tersandar ke tempat tidur.

Ku buka bekapan bantal dari wajahnya.“sudah lupa?”tanyaku dengan senyuman iblis.

“emm.. masih ingat, tadi kamu bersorak senang karena menyuruh asley mencari pria baru.” Wajah jack masih berfikir.

“nanti dulu, pasti ini hubungannya rumit, kalau aku bilang pada omma.. ditambah lagi kalau aku bilang sama asley kalau kamu sengaja cari yang baru, kesalahanmu yang sangat banyak, uang jajanmu yang mungkin dikurangi karena kebiasaanmu yang balapan liar dengan menggunakan motor jae hyung. Ah.. ada lagi, kamu memakai mobil balap dad buat balapan di sirkuit sentul. Wah.. dihitung-hitung kesalahanmu banyak juga.” Jack bertingkah seperti orang yang ketakutan.

“ya.. ricky.. kau bisa bayangkan kalau kau tak dapat uang saku selama sebulan?” wajah jack yang seperti ketakutan itu, benar-benar membuatku kesal.

“sudah,.. apa maumu?” tanyaku sengit.

“melihatmu menderita.” Jack tersenyum senang.

“sudah kuduga.” Aku melihatnya dengan mata disipitkan.

“Ayo siap-siap, aku traktir.” jack menutup laptopnya, lalu bangkit meninggalkan kamarku ralat kamar kami. Aku dan jack
hyung.

Ini dia yang aku tak suka. Kata traktir dari mulu abang ababil itu bagaikan kata suruh menelan paku banyak-banyak.  Tapi,
memang inilah kesialanku, selalu ketahuan oleh abang ababil. Huft..

Ok.. kembali kealam nyataku, menghadapi cobaan dari jack hyung, aku ambil sisi baiknya.. traktir bisa berarti baik juga kan,
tak perlu membayar. Yah.. walaupun aku tak yakin.

#
“ya.... mwoya!!!” aku ricky berteriak dengan isi makanan ini yang begitu menjijikan.

“kau fikir apa? Itu mie ayam!” jack cengengesan melihat tingkahku yang sudah sangat jijik.

“ckckck.. jangan membenci makanan! Ini ibarat berkah. Kamu dapat berkah dariku berupa mie.” Jack masih cengengesan.

Mau tak mau aku memakan makanan menjijikan itu dengan berat hati.

“oh.. ricky.. aku lihat kamu tak senang dengan makananmu itu.”jack melihatku dengan iba.

Hello hyung... kemana saja kau. Aku meliriknya dengan menyelidik. Mencari maksud dari perhatiannya.

“Pelayan..!!” hyung memanggil seorang pelayan .
“saya pesan..hamburger, dan jus alpukat.” Jack meneruskan makanannya yang sama denganku.

aku paksakan mie ini masuk ke mulutku. Yang aku herankan, siapa sih pencetus mie?? Benar-benar..

“ricky.. kau tahukan jane teman sekelasku, yang pernah datang kerumah itu loh.”jack nyerocos sendiri, sedangkan aku tak
peduli masih asik aja dengan mie,.

“mau ku belikan jam tangan?” reflek membuatku menatap wajah jack yang cengengesan itu.

Siapa yang akan tahu selanjutnya fikiran abang ababil ini, aku benar-benar tak mau menyelaminya.

Aku melanjutkan makanku.

Tiba-tiba satu mangkok sambal tergelincir masuk ke dalam mangkukku, ralat: digelinciri oleh jack.

“YA!!”bentakanku dengan mulut terisi penuh mie.

“habiskan.”jack tersenyum namun matanya mendelik.

ya.. ku tahu akhirnya begini. Aku harus menurutinya. Dan aku seperti kucing pliharaan yang sangat menurut dibawah
perintah jack hyung.

Sebuah hamburger dan jus alpukat datang.

“kalau mienya sudah habis. Baru di makan yang ini”. Jack menyodorkan kehadapanku sambil tersenyum manis. Bagiku,
senyumannya adalah sial dan kesedihan untukku.
#

Ya.. sukses besar rencana jack hyung mencelakaiku, karena ada masalah dengan pencernaanku, jadilah aku disini

sekarang rumah sakit yang sepi dan sunyi. Sendiri. Hanya ada HP tercinta dan laptop terkasih.
“ricky. Kamu masuk lagi kesini. Hebat sekali.” Suara putri membahana di ruangan VIP kelas 1.

“hebat apanya..” jawabku sengit.

“sabar aja.jangan marah-marah. Nanti mami bawa keponakan aku loh. Lucu deh. Paling juga bentar lagi sampe.”

Cklek.. (panjang umur si bibi dateng dengan seorang bocah laki-laki yang sangat lucu, matanya yang bundar, rambutnya
yang hitam, baju kodoknya yang membuat dia lucu.)

Anak kecil itu bersembunyi di balik tubuh bibi, seperti ketakutan melihat selang infusku yang banyak. (padahal Cuma 2).

Putri menghampiri bocah kecil itu, menggendong tubuh bocah itu menghampiriku.

“miki.. kenalkan, dia paman ricky.” Putri mengenalkanku dengan bocah itu, sang bocah yang bernama miki melihatku malu-
malu.
“tante.. pamannya kacian, ditucuk-tucuk pake kabel.” Miki bersuara dengan suara khas anak kecilnya.

Aku tersenyum melihat tingkah miki, entah mengapa, seperti melihat malaikat kecil, membuatku ingin memeluknya.

“miki.. mau coklat?” aku mengeluarkan coklat bulat yang biasa aku makan kalau sedang ada masalah.

Miki masih melihatku dengan malu-malu, namun tangannya lama-lama terjulur mengambil coklat yang kuberikan. Setelah
sampai di tangannya, tanpa dia ragu, langsung menyobek bungkusan coklat itu. Aku kagum dengan anak ini, CERDAS. Satu
kata, PEMANFAATAN SUMBERDAYA. Aku berfikir, mungkin aku akan membawa anak ini pulang, dan harus kudidik sampai
pintar. Hohoho.

Upss.. khayalanku terlalu tinggi.

“umur miki berapa?”tanyaku lembut sambil melihat wajahnya.

“tiga tahun.”miki menunjukkan jari telunjuk kiri-kanan dan jari tengah kanannya, sampai-sampai coklat yang dia pegang
terjatuh.

“ya... totatna tatoh.” Wajah miki cemberut dan terlihat sedih, aku melihat dia berusaha turun dari gendongan putri.

“ini.. paman punya banyak.” Ku keluarkan satu toples plastik kecil berisi coklat.

“ah.. kalo manggil paman kepancangan. Aku panggilnya om aca ya” miki cemberut seperti sedang meminta keringanan.

“oh.. iya.” Aku mencubit pipinya pelan.

“om.. aku mau main yang tadi om mainin dong! Yang itu tu.” Miki menunjuk kearah laptopku dengan bibirnya yang
dimajukan.seperti terhipnotis, aku malah mempersilakan dia duduk disampingku naik keatas ranjang.

Miki yang sudah mulai mengerti cara bermainnya, jadi tenggelam dalam kesenangannya. Aku merebahkan diri untuk
istirahat, putri menemani miki yang asik bermain. Baru saja ku mulai memejamkan mata.

“ricky.. tadi ibumu telfon bibi, katanya dia dan ayahmu akan pulang sore ini.” Aku melupakan bibi yang malah mulai sibuk
mencuci buah-buahan.

“oh.. iya bi, tadi mom juga sudah telfon aku.” Aku  ricky mulai memejamkan mata kembali. Tak menghiraukan keadaan
sekitar lagi.

#

“oh.. ricky anak mom.. kenapa kamu masuk rumah sakit lagi?” suara mom terdengar masuk kedalam indra pendengaranku,
namun mataku masih berat untuk terbuka.

“daddy.. kalau jack selalu mencelakakan ricky seperti ini, bisa-bisa ricky tambah parah. Bagaimana kalau kita kirim dia ke
Korea aja? Biar jack tinggal bersama ommaku disana.”

“ya sudah. Nanti saja dibicarakan kalau ricky sudah keluar dari rumah sakit ini.”

Aku hanya mendengarkan saja, terdengar juga suara isakan mom. Tapi aku sudah tak mendengar suara putri, dia
kemana? Ah.. sudahlah, aku hanya butuh istirahat sekarang, aku sudah tak betah disini, serasa badanku lemas semua.

Kembali lah aku kealam mimpi.
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #3 on: July 04, 2011, 05:38:32 pm »
Ckckck, jack ad2 aja. Ok mom, surh jack k korea aja.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #4 on: July 05, 2011, 10:43:47 pm »
Om, chukaeyo buat Short FF nya [smiley-gen013] [smiley-gen013] btw LoveSick jangan ampe dianggurin ye [hmpfh]

kasian bener si Ricky dah tahu ga doyan mie masih tetep dipaksa,dasar hyung gila, itusih namanya menyiksa secara perlahan [hmpfh]

ricky tuh kyknya dah suka ye ama Putri cuma putri nya aja yg masih cuek bebek,bener ga Om???



    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #5 on: July 06, 2011, 08:34:37 pm »
sisicia: wah... parah ngusir. >__< 

kk shanty: iya, nanti sakit cinta'a dilanjut.  [biggrin]

ricky kan nurutin semua kemauan jack gara" rahasianya ricky ada sama jack semua. ibarat kata pepatah, jangankan mendaki gunung, mendaki gedungpun kan kulakukan tuk menutupi semua kesalahan. ahahaha >__<

btw, makasih ya pada mau baca FF super gaje.  [sweat]
semoga pada gk bosen sama saya yg fakir komment.  [biggrin]
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #6 on: July 09, 2011, 09:25:34 pm »
hahaaaahaa bagus ne haaaa lanjuttttttttttt
SAKIT CINTA KAPAN NIEEEEEEE ayoooo updete [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #7 on: July 10, 2011, 01:45:16 am »


kang min hyunk as zen

penggemar terang-terangan putri. gayanya yang selalu proaktif* pada putri,membuat semua mengira kalau putri adalah pacarnya.  XD 


Chapter 1 part 2:

“Oh.. ricky, kamu sudah baikkan?” tanya mom padaku yang masih bersandar  diranjang rumah sakit.

“emm..” aku hanya berdemem dengan memberikan anggukan kepala.

“ya sudah, kamu istirahat lagi saja.” Mom membaringkan aku kembali di tempat tidur.

Aku berfikir kembali. Bagaimana nasib abang ababil??

Ow..ow..ow..

Tapi, kenapa aku memikirkannya? Gara-gara abang ababi, aku Selalu kembali kerumah sakit, rumah sakit ini sudah
bagaikan rumah ketiga. =__=”
“mom.. aku sudah sehat. Siang ini aku harus pulang.”aku menatap wajah mom dengan pasti.

“oh.. ya sudah.” Mom menjawab dengan ragu-ragu.

#

“eaa...” teriakan sekumpulan orang yang sedang berlatih gerakan-gerakan karate.

Aku ricky berjalan menghampiri senpay yang memiliki potongan rambut seperti abri, badannya yang tinggi, dan sabuk
hitam yang menghiasi pinggangnya menambah kesangaran sang senpay.

Aku membungkukan tubuhku 90 derajat, sebagai tanda menghormatinya.

“kenapa kau baru datang? Jam brapa sekarang! Mana ricky yang selalu tepat waktu! Jam tanganmu sudah kau buang!”
teriakan senpay membahana diruangan bergema ini.

“apa perlu sabuk hitammu itu ku cabut!” teriakan senpay membuat murid-murid yang tadinya berlatih jadi terdiam.

“siapa yang menyuruh kalian berhenti! Cepat lanjutkan.”senpay meneriaki , para murid melakukan gerakannya kembali.

“sorry senpay, i have some problem. If you want this, i will give you.” Aku menyodorkan sabuk hitamku.

“senpay!” suara putri muncul diantara kumpulan murid-murid yang sedang berlatih.
Aku melihat putri keluar dari barisan , menghampiri tempatku dan senpay berdiri.

“kenapa? Ada masalah?” tanya senpay pada putri , sambil mengambil sabuk hitam milikku.

“maaf senpay, bukannya saya lancang, tapi.. “putri berbicara ragu, dia menundukkan wajahnya, kemudian memberitanda,
meminta senpay untuk memberikan telinganya, putri membisikan sesuatu ditelinga sang senpay.

Sang senpay mengangguk-anggukkan kepalanya.

Kemudian kulihat putri kembali ke barisannya. Senpay menatapku dengan mata sangarnya.

“kau!!” senpai menunjuk diriku.

“aku tak butuh sabukmu.” Senpay melempar sabuk mikikku kearahku.

“thank you senpay.” Aku membungkukan tubuhku lagi.

“karena kamu terlambat 20 menit. Maka kamu keliling ruangan ini 20 putaran.” Tanpa mengeluarkan kata-kata, aku
langsung mengelilingi ruangan basket ini.

##

Aku meluruskan kakiku yang keram, duduk bersandar di tembok.

Tiba-tiba di depan wajahku terpampang minuman kaleng yang meneteskan air, dan itu menandakan kalau minuman itu
dingin.

Belum sempat aku melihat orang yang menyodorkan minuman itu,Dan tiba-tiba juga handuk sudah melayang di kepalaku.
Dan aku merasakan seseorang mengeringkan rambutku yang basah karena berkeringat.

Aku memegang sebelah  tangan manusia yang berada di sampingku ini.

“Drek.”terdengat seperti kaleng yang berisi air terjatuh.
Ku ambil handuk yang menghalangi penglihatanku.

Benar saja, dia PUTRI .Kueratkan pegangan tanganku, ku tatap matanya.

Dia menatap mataku, dari tatapan matanya, seakan kaget dengan reaksiku.

“ehem..” seseorang berdehem, aku mendengarnya, tapi siapa peduli? Toh putri yang ada dihadapanku saja masih
menatap mataku.

“ehem..” orang itu berdehem kembali, membuat putri menoleh tak menatapku lagi.

“oh.. zen.” Putri tersenyum menyapa kedatangan zen.

“put, kok kamu lama banget sih, aku kan nungguin kamu di depan. ayo pulang.”zen menarik satu tangan putri. Langkah
zen terhenti, tentu saja karena aku masih memegang sebelah tangan putri.

“oh, kau ada disutu ricky.” Tatapan mata zen seperti pura-pura kaget.
“kalau kamu mau pulang, pulang aja sendiri!” aku berbicara sengit.

tapi, yang jadi bahan perebutan malah asik melihat penampilan kakak kelas yang bermain basket.

“kalian sedang apa sih!” tanya putri yang merasa risih, kemudian melepaskan pegangan tanganku dan tangan zen.

Putri menghampiriku. Memegang wajahku, menatap mataku. Aku hanya membelalakkan mataku, menunggu apa yang ingin
dia lakukan.
“dia.. kak arya.. lagi liatin aku gak?”putri menekan pipiku sampai bibirku seperti ikan.

Aku melirikkan mataku untuk melihat, kemudian aku menggelengkan kepalaku.

“Ck.” Dengan kesal putri melepaskan pegangan pada wajahku.

Putri memungut minuman kaleng yang tadi terjatuh.

“nih minum.”putri menyodorkan minuman itu kepadaku. Kemudian dia menoleh pada zen.

“oh.. zen, kamu pulang saja duluan, aku nanti aja pulang bareng ricky.” Aku putri.

“ah.. aku menunggumu disini.” Zen tertawa ringan.
Putri jalan menuju lapangan basket, kemudian bermain basket dengan arya.

“ya ricky! Ini semua gara-gara kamu.”zen menatap wajahku dengan sangar.

“whatever.”aku memejamkan mataku. Kuintip sedikit, melihat zen yang seperti orang uring-uringan mondar-mandir sambil
melihat kesal putri yang tertawa riang dengan arya.

Ya.. aku hanya merasa agak risih aja, putri terlalu dekat dengan arya,tapi.. gak mungkin juga kalo aku ngelarang. Bisa-bisa
putri malah aneh ngeliat aku yang suka ngelarang-larang.

##

“Hati-hati ya kak pulangnya.” Putri melambaikan tangan pada arya yang sudah menjauh menaiki sepedah.

“ayo kita pulang.” Zen menarik tangan putri menuju motor besarnya.

“put, bener mau pulang sama zen?”tanyaku tuk memastikan. Kumelihat tatapan mata putri seperti minta tolong.

Aku mengambil HP dari kantong bajuku.

“oh.. bibi. Iya, putri ada sama aku kok. Oh, bibi mau bicara?” suaraku begitu keras, ya, aku harap putri mengerti nada
bicaraku.

“put, nih ada telpon dari mamimu.” Aku menyodorkan HP-ku pada putri.

“hallo..”putri bersuara, kemudian dia melihat layar Hp. Aku melihat putri menatapku dengan heran, namun hanya sebentar.

“oh.. iya mami, aku pulang dengan ricky. Ok. Tidak ada orang lain, aku pulang bersama ricky. Bye.”putri langsung
mengembalikan Hp padaku.

“zen, maaf ya, aku disuruh pulang bareng ricky. Kamu pulangnya hati-hati ya.” putri menaiki sepedahku, berdiri dibelakang,
berpegangan dibahuku.

“bye zen..” aku tersenyum mengejek.

Aku merasa.... terlalu dibodohi oleh hatiku sendiri. >_<

melakukan hal bodoh, buat menolong putri, tapi... sampai sekarang aku tak tau apa yang dia rasakan. Ah.. masa bodo
buat kehidupan hari esok, yang penting sekarang aku sedang bersama dengan putri, dengan hubungan tanpa status
upss..


Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #8 on: July 10, 2011, 10:43:13 am »
wah, putri jadi rebutan ricky ma zen, tapi yang dipilih kok malah arya  [hmpfh] [hmpfh]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Ega_putrii

  • Newbie
  • *
  • Posts: 38
  • Minsunners forever..
  • Location: palembang
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #9 on: July 11, 2011, 08:06:22 am »
 [lovestruck] [lovestruck]
[lovestruck] [lovestruck]

           ^^ You’re My Everything ^^

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #10 on: August 06, 2011, 09:43:52 pm »
om kapan neh nextnya  [chin]

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #11 on: August 06, 2011, 11:32:57 pm »
makasih ya dah mau baca.  [heh]

kalo bisa sih update'a secepat'a.  [bye]
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #12 on: August 17, 2011, 06:51:35 am »
park ji yoon as tante kunti



hantu gentayangan yang membutuhkan pertolongan.


Chapter 1 part 3:

“happy birthday!” aku membuka selimut tebal yang menutupi tubuh jack.

“terlalu pagi.” Jack menutup selimutnya kembali.

Cklek...(pintu terbuka lebar. Tak kusangka, abangku jae datang kekamar? Kejadian langka yang hanya terjadi pada saat
aku ataupun jack ulang tahun)

Jae membawa sebuah ember berisikan air, tepung terigu, dan telur.
“hyung??? Buat apa itu semua?” aku menjauh dari ranjang. Aku merasakan gelagat aneh yang pasti akan tak
terbayangkan, atau lebih tepatnya aku tak ingin membayangkannya.

“jangan melakukan hal aneh. Ku bakar kertas-kertas sampah yang ada dimejamu.” Jack membuka suara di balik selimut
tebalnya.

“ah... miane..” jae bersuara datar. Membawa kembali peralatannya.

(Wow.. hebat bukan, jack selalu bisa mengendalikan semua yang bisa mengancamnya.)

“Hyung... jadi tidak mengajariku balapan?” tanyaku halus.

“oh..” dia membuka selimutnya dengan cepat. “ kita makan asinan pedas.ok” jack mengedipkan sebelah matanya.
Langsung berlari ke kamar mandi.

Aku memutar bola mataku, berfikir sebentar, kemudian aku mengambil sekotak obat, mencari-cari obat penangkal yang
memperkecil kemungkinan agar tidak terjadi gangguan pencernaan lagi.

“ayo berangkat.” Jack melemparkan kunci kepadaku.

Aku hanya menurut. Mengikuti jack dari belakang.

Baru jack mau membuka pintu. “ricky!” jack memanggilku.

“Kenapa hyung?” tanyaku seperti orang bodoh.

“buka pintunya.” Jack berbicara datar. Aku menurutinya.

BYUUUUUURRR***( aku mengap-mengap mendapatkan guyuran air.)

“ricky bodoh! Aku heran dengan teman-temanmu yang membanggakan kepintaranmu.”jack menepuk pundakku dan keluar
dengan santai.

Aku membuka bajuku dengan kasar. “ akh... selalu saja. Pabo!pabo!” aku memukul kepalaku pelan.

##
“Perhatikan! Setiap ditikungan, kamu jangan mengerem mendadak! Tinggal belokkan saja, tapi kurangkan kecepatan!
Cepat lakukan!” jack memerintahkan dari kursi penumpang.

Aku melakukannya dengan pasti. Mobil yang ku kendarai menikung dengan mulus.

“hm... tidak buruk” jack memainkan hp-nya.

“kalau mau membalap lawanmu,jangan pernah ambil bagian kanan.” Jack memberi saran.

“ne hyung.”aku mengiyakan saja. “ini buatmu.” Jack memberiku sebuah coklat.

“oh.. gomawo.” Aku mengambil dari tangannya.

“ki, mau gak dapet sesuatu yang bisa ngebuat kamu jadi orang hebat?” jack memakan coklat yang sama denganku.

“maksud hyung apa? “ aku menoleh padanya.

“coklat yang kamu makan ada racunnya. Sebentar lagi kamu akan mendapat sakit perut yang sangat menyiksa. Dan
kemudian kau akan menginap lagi.” Hyung bercerita dengan wajah seperti menakuti anak bocah.

“eits....” aku menggerakkan jari telunjukku kekiri dan kekanan.

“Aku sudah terbiasa dengan tipu muslihatmu. Aku tak memakan coklatmu tadi.” Aku mengeluarkan coklat yang tadi
diberikan jack padaku.

“benar-benar anak pintar.” Dia mengacak-acak rambutku.

“kamu lulus.” Dia menepuk kepalaku dengan sangat kencang.

“akh....” aku mengerem mendadak mobilku.” kenapa ada orang menyebrang ditempat ini??” aku berbicara dengan nafas
memburu.

“wah.. kau bisa melihatnya?”tanya jack dengan tampang bahagia.
“maksudmu? Tentu saja aku bisa melihatnya. Aku kan punya mata.” Aku menunjuk kedua mataku dengan sinis.

“kenapa wanita itu bisa menyebrang ditempat balap seperti ini? Apa kau tak berfikir?” hyung melihatku , menaikan sebelah
alisnya seakan mengejekku.

“kau lihat kakinya! Dia tak menapak. Kakinya mengambang. Jangan kau lihat dia. Dia pasti tak menyukai itu. Kalau Kau
melihatnya, mungkin dia akan mengikutimu.” Hyung terus menatap mataku.

“oh.. aku mengerti.”aku terkekeh hambar.

Tetap saja mataku mengarahkan kepada wanita tadi. Wanita itu menolehkan wajahnya lambat-lambat.

“bodoh!!!! Apa yang kau lakukan!” jack berteriak keras.

Tapi telah terlambat. Aku membuktikan perkataan jack, dan sekarang aku hanya terpana, wajah wanita itu cantik, tapi, matanya berwarna putih, seperti pemain film horor di tivi-tivi.

Aku ingin sekali mengalihkan perhatianku, tapi sekuat apapun aku mencobanya, aku tak bisa. Tatapan wanita itu seperti
menghipnotisku. Kemudian tak lama, sosok itu menghilang.

“hyung... kau benar.”jawab ku ketakutan.

“ah.. sudah kukatakan. Dia ada dibelakangmu. Kau mau mendengar suaranya?” jack langsung memegang telingaku.

“tolong aku... kau bisa melihatkukan.... tolong bantu aku.” Bulu romaku sudah beterbangan, seakan menjerit dan hendak
berlari dari tempatnya.

“akh... hyung.... kau benar-benar selalu membawaku kedalam gerbang kesesatan.” Aku mencoba tertawa, menenangkan
fikiranku.

“akh.. tidak perlu memuji seperti itu.. anggap saja ini hadiah untukmu dihari ulang tahunku.” Jack mengibaskan tangannya.

Keringat dingin terus mengucur di dahiku, ku perbesar suhu AC.

“dengarkan! Jangan kau gugup. Anggap saja kau tak melihatnya. Jangan lihat-lihat lagi. Ok.” Jack masih sibuk memainkan
hp-nya.

Aku menarik nafas dalam-dalam. Mencoba menenangkan diriku.

Lama-kelamaan aku mulai terbiasa. Tapi aku merasa seperti mengacuhkan orang lain. Tak tega memang, tapi, kalau aku
menganggapnya, bisa-bisa aku yang stres sendiri.

“ingin merasakan perasaan dan membaca fikiran juga?” jack menoleh padaku, seakan meminta persetujuan. Aku
meliriknya dengan tatapan seperti ingin membunuhnya jika berani melakukan itu.

“aku tahu kau ingin.” Dia tersenyum dan menatap ke depan. Aku menghentikan mobil dengan mendadak.

“hyung!.” Aku mau meprotesnya

“kau pasti tak akan menyesal. “hyung tersenyum kepadaku. Aku bosan dengan perkataannya. Aku keluar dari mobil.tak
lama hyung juga keluar.

Dia merangkulkan tangannya hingga menyentuh dadaku.

“kau menyukai wanita cantik seperti itu? Wah.. senyumnya manis, aku juga suka dengan senyumnya.” Perkataan jack
membuatku menoleh padanya.

“ah,, tapi sayang, kau sepertinya tak ada didalam fikirannya.” Hyung merubah mimik wajahnya menjadi sedih.

“bodoh!!” jack menggeplak kepalaku.

“ya!!! wae??” aku memegang kepalaku.

“jangan sekali-kali kau memikirkan ingin mencumbunya seperti itu! “ hyung merubah mimik wajahnya sangar.

“wah.. hyung bisa mengetahuinya?” aku menatapnya kagum.

“Tentu saja. Dia putri kan.” Jack tersenyum kepadaku.

“wah.. hebat.. seperti membaca fikiranku.” Aku memberikan tepuk tangan yang meriah.

“bagaimana, mau sepertiku?” jack seperti menantangku.

“tentu saja aku mau.” Tanpa aba-aba, jack menepuk pundakku. Memberikan perkataan-perkataan.

“dengarkan aku. Kamu harus relex, anggap kau seperti anak bayi yang tak tahu apa-apa, keluarkan fikiran burukmu.
Bersihkan hatimu. Coba kau rasakan perasaan orang yang ada disekelilingmu. Anggap kau dan dunia mereka tanpa batas.
Kau rasakan seperti menjadi dirinya. Ok.” Dia menepuk pundakku lagi.  Aku terbangun.

“kau rasakan perasaanku, baca fikiranku. Tatap mataku.”aku mencoba yang diperintahkan jack.

aku seperti menerobos lorong-lorong, seperti memutar video yang lampau.

Pada satu gambaran aku berhenti dan melihatnya, seperti masuk kedunia itu.

“kau jahat!! Kau sudah melukai hatiku! Jangan kau datang kepadaku! Lupakan aku! Jangan kau sebut cinta padaku.”

“aku bersama adikmu untuk membalas keburukanmu yang telah berselingkuh pada kakakku. Jangan kau racuni dia. Aku
sudah mencintainya. Pergilah”

“aku benci kau. Kau yang sudah membuat aku putus darinya. “ Plakkk..*

Aku tersadar.

“kau lihat bagian mana?” hyung melihatku dengan tatapan menyelidik.

“tidak.. aku tak melihat apapun” aku shock.

“Kau lupa aku bisa membaca fikiran juga.” Jack tersenyum paksa.

“Ayo pulang.” Jack masuk kedalam mobil, kemudian aku menyusulnya.

##

“Jadi kau akan menolongku?” tanya sang wanita.

“tante kunti jangan bawel ah.. iya besok saya bantu.”aku sibuk membaca buku matematika.

“bagaimana kau membaca buku itu! Kerjakan soalnya!” dia berubah memarahiku.

“kau tahu ini apa?” tanyaku takjub.

“tentu saja. Aku kan juga pernah sekolah.” Tante kunti itu membuang wajahnya, pertanda kesal.

“ah.. tante, kau seram sekali dengan mata putihmu itu. Tak bisakah kau merubah warnanya?”tanyaku pelan.

“oh.. kau terganggu? Aku kira kau terbiasa.” Tante kunti itu memejamkan matanya, kemudian matanya berybah menjadi
biru terang.

“bagaimana yang ini?” tanyanya meminta pendapat.

“ya.. lebih baik.” Aku tersenyum hambar.

Jae membuka pintu kamarku pelan.

“ki, tolong bantu aku untuk menghentikan jack memakan makanan pedas itu. Jack memakan makanan pedasnya terlalu
banyak. Mungkin dia terlalu bahagia dengan hari ulang tahunnya.” Jae keluar lagi dari kamarku.

“wah.. kakakmu tampan juga ya. kenapa kamu bisa imut?” tanya tante kunti seperti wanita yang sedang menggoda.

“jangan berisik! Atau kau  kreekkk**” aku menggariskan leherku dengan telunjukku.

“hihihihii.. kau lupa kalau aku mati dengan menggantungkan diriku?” tante kunti terkekeh.

“hentikan tawamu.” Aku meliriknya dengan tajam.

Aku keluar dari kamarku. Menuju ruang makan.

“aku tak akan tinggal disini lagi. Aku bosan denganmu.” Jae meneriaki jack.

“ya sudah. Pergi! Urusi semua usaha dad. Makan semua pelajaran gila tentang bisnis. Aku juga bosan denganmu
hyung.pria yang menjadi pendiam gara-gara seorang wanita. Gila!!” jack bangkit dari kursinya.

“kakakmu yang satu lagi kok jadi berubah??” tanya tante kunti.

“minggir kau.” Jack mendorongku yang menghalangi jalannya menuju kamar.

Aku menyusul jack dari belakang. Aku membuka pintu dengan perlahan.

“hyung.. gwenchana?” tanyaku pelan.

“miane ricky. Aku tak memberi tahumu. Aku menyukai asley. Miane.  Aku tahu kau menyukainya juga.  Bisakah kau kembali
pada asley?” tanya jack dengan tatapan menerawang.

“ya.. hyung!!! Kenapa kau jadi aneh sih?” aku bingung.

“aku tak ingin kau menyakitinya!!  Kembalilah padanya. Lupakan putri! Dia tak akan menyukaimu.” Jack menundukkan kepalanya.

Perkataan jack seperti petir yang membakar seluruh tubuhku.

Apa benar cinta yang aku pendam untuk putri tak akan pernah bisa sampai padanya? Haruskah kulupakannya?
Senyumnya... apa tak bisa ku dapatkan? Apa yang harus kulakukan? Aku kacau. Asley? Hyung? Cinta apa itu? Perasaan
hyung yang sangat sakit, kenapa aku merasakan juga.

Apa alasan hyung memberiku untuk membaca fikirannya? Abaikan!!!!!!!!!!!!!

Aku mengambil jaket dan kunci motorku. Pergi meninggalkan rumah tuk menenangkan diriku.

Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #13 on: August 17, 2011, 07:29:15 am »
hah, kok ada tante kunti segala, sih? terus knapa jack malah nyurh ricky balikan ma asley. eh, emg cowk lo sdh suka cewk gt, ya?


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: this is my live. psssstttt.
« Reply #14 on: August 17, 2011, 03:46:03 pm »
kenapa ada tante kunti? Takdir kali. XD
Kan tante kunti'a pengen minta tulung sama yg bisa ngeliat dia. Bukan tante kunti doank, semua hantu yg gentaygan emank begitu kan?
Kenapa jack nyuruh ricky balikan sma asley?
Kita pake teori hati aja ya. Kalo kk tau perasaan org yg kk cinta bkn untuk kk. Apa penyelesaian'a? Klo jack lbh milih melihat org yg dia cintai bahagia. Laki" cuma d luar'a doank keliatan kuat. Tp, siapa yg tau dlm hati'a bergejolak? Laki" lbh rapuh dr wanita. Ya, sekian teori'a. ^^
Makasih dah baca ya. kk. :D
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..