Author Topic: GARA-GARA 4L4Y chapter 1, 2, 3, 4 happy read  (Read 2214 times)

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
GARA-GARA 4L4Y chapter 1, 2, 3, 4 happy read
« on: July 19, 2011, 12:54:03 am »
GARA-GARA 4L4Y

A 2011 MinSun Fanfiction by Voldi ‘unyuunyuu'

Summary

Apa jadinya jika seorang Lee Min Ho punya fangirl 4L4Y?

A mess, I suppose...

“4kk0 M4CcIE3 teTepP c4iia4nkk m1n0-4 . . . !!”

 
WARNINGGG
Mengandung unsur :

Ke-4L4Y-an parah!! Saya bukan anak alay jadi kalo ada tulisan alay yang salah tolong kasih tahu ya...

 
Dedicated to

Anak 4L4Y yang sukses buat mata gw jereng liat tulisannya sehingga menginspirasi gw buat nulis fict ini.

Ch4pt3R 54tU

 

 
Lee Min Ho

 

Artis muda berbakat yang namanya melejit lewat drama Personal Taste yang dibintanginya bersama artis Sohn Ye Jin. Titisan Tuhan yang maha banget sangat SEMPURNA. Tampan, cool, kaya, pintar, dan playboy. Tak ada yang bisa menandinginya. Dengan kulit sawo matang dan rambut lebat tertata apik, Oh Gosh it’s so stunning. Badan menjulang tegap menantang, dada bidang menggoda, mata setajam elang, akting mengagumkan. Cocok deh, jadi idola wanita seluruh Asia. Semua gadis mau jadian sama dia, bahkan rela menghangatkan ranjangnya. Beberapa pria ‘normal’ pun ada yang mengaku secara terang-terangan ingin ikut menghangatkannya.

 

Iuuuh...

 

Menjadi aktor pujaan para wanita berarti merelakan masa mudanya dengan melayani para fansnya yang kebanyakan perempuan berdaun muda. Dimulai dari cubit pipi, colek dagu, rangkul-rangkulan, sampai yang paling parah, SMA 4L4Y!!

 

Gosh.

 

Dengan bermodalkan wajah tampan ditambah sedikit pemanis senyuman, Min Ho dengan langkah berani curhat kepada sahabat-sahabat sejatinya. Yoo Ah In dan Goo Hye Sun. Dua orang yang selalu bertengkar tapi entah kenapa malah lebih akrab dibandingkan dengan Min Ho.

 

“Apa? Penggemarmu?” Hye Sun menaikkan sedikit alisnya mendengar penuturan alias curhat dari Min Ho.

 

Min Ho hanya menangguk singkat. Ah In yang duduk di depan mereka yang tengah menonton ikut-ikutan berbalik dan menatap dengan pandangan tertarik. Min Ho langsung mengambil ponselnya dan menunjukkannya pada Hye Sun dan Ah In.

 

From : +815629363999

 

H4!, m1N0-4 . . .

4kK0 d3nGer k4MU b4Ru puL4N9 y44chh . . .

M3Th iScIR4haatcH . . .

 

c4l4M caaiiaankk

YumMMii . . .


 

“Bukan hanya sms ini saja. Masih banyak yang lain, tapi sudah kuhapus.”

Dua detik hening.

Tawa membahana.

Hye Sun tertawa sambil memegangi perutnya yang kram, sedangkan Ah In harus rela tangannya perih karena ia dengan sangar memukul lantai apartemen Min Ho. Min Ho keki melihat para sahabatnya itu. Niat pengen cari jalan keluar, eh malah di ketawain.

“Truuuuusss!!! Trus aja ketawa. Besok gak ada traktiran!” tandas Min Ho kejam. Ia memalingkan mukanya menghadap jendela besar.

Dengan susah payah Hye Sun harus menghentikan tawanya, daripada besok gak dapet traktiran. Bersikap sebagai seorang sahabat yang baik (padahal innernya sudah berteriak, “Mampus lo!! Makan tuh penggemar alay!! Khukhukhu.”) Hye Sun menepuk-nepuk pundak Min Ho SOK berwibawa.

“Tenang saja,” nahan cekikikan, “Kami,” nahan cekikikan lagi, “Akan membantumu dari,” berdehem nahan cekikikan supaya gak keluar, “Anak” nutup mulut takut keceplosan ketawa, “ALAY!!!” kali ini Hye Sun ikut-ikutan memukul lantai di bawah kaki Min Ho.

Lengkap sudah penderitaan Min Ho. Yah, sekitar satu jam-lah, Hye Sun dan Ah In dengan tidak berperi-kesahabat-an menertawakan penderitaan sahabat mereka.

“Siapa namanya tadi?” tanya Ah In begitu ia dan Hye Sun sudah puas dengan tertawa mereka (padahal tangan mereka sudah memrah.)

“Yumi,” jawab Min Ho datar. Wajahnya masih terlihat kesal.

“Hei hei..jangan ngambek gitu. Oke, kami mau membantumu.” Hye Sun mengambil posisi duduk di bawah berdampingan dengan Ah In. Mereka berdua menatap Min Ho dengan pandangan –err...kasihan.

“Apa rencanamu sekarang?” tanya Ah In.

Melihat kedua sahabatnya yang memasang tampang kek waria Tamang Lawang, Min Ho akhirnya ikut duduk juga dilantai, berhadapan dengan Ah In dan Hye Sun.

“Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.” Ia mengacak pelan rambutnya. “Menurut kalian?”

Hye Sun yang memang otaknya paling encer karena sering mengerjai orang langsung nyengir kuda. Di atas kepalanya tiba-tiba muncul lampu bohlam yang entah didapat darimana.

“Bagaimana kalau kau cari pacar?”

“Pacar?”

“Mm!! Kalau kau punya pacar, pasti si cewek alay itu tidak berani mengganggumu lagi. Benar kan?”

“Eh, tapi kan dia artis. Ntar kalo ceweknya kena teror gimana?”

“Laaah...otak lo gak jalan ya. Cari cewek yang bisa jaga rahasia dong. Tuh cewek tugasnya cuman ditunjukin aja ke si Yumi itu, terus kita ancam dia supaya gak bocorin rahasia kalo Min Ho udah punya pacar. Si Yumi pasti mau, terus karena dia udah kalah telak, dia gak bakalan ngirim sms lagi deh. Beres kan?”

Dua orang pemuda di hadapannya mengangguk-angguk setuju. “Tapi...siapa cewek itu?” tanya Min Ho.

“Menurutku, cewek itu harus dekat denganmu. Dia juga bisa jaga rahasia, harus!. Tapi siapa ya??” Ah In meletakkan telunjuknya di dagunya, berpose seperti Shinichi kesasar berpikir.

Lima menit berselang. Dua lampu bohlam muncul di atas kepala Min Ho dan Ah In. Dengan gerakan slow motion keduanya menoleh ke arah Hye Sun. Hye Sun sendiri tidak menyadari adanya bahaya yang sedang menghampirinya. Dengan cuek ia memandang langit-langit diluar sambil berpikir. Tapi sayangnya tidak ada satupun ide yang muncul dikepalanya, soalnya bohlam yang biasa dia pake udah dikorupsi Ah In dan Min Ho.

“Weo?” tanyanya ketika ia menyadari seringaian kedua sahabatnya.

Seringai. “Kau! Jadi! Pacarku!”

Uwoouwoouwooo. Galau.
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME

Share on Bluesky Share on Facebook


Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: GARA-GARA 4L4Y chapter 1, 2, 3, 4 happy read
« Reply #1 on: July 19, 2011, 12:56:56 am »
"Dan karena itulah absen digital harus dianggap penting oleh seluruh warga sekolah...—" Kepala sekolah beramanat panjang-lebar-tinggi-bervolume di apel pagi.

Hye Sun yang baris di urutan kelima dari depan pada deretan murid XI IPA 2 nyipit-nyipit. Pandangan mulai berkunang-kunang, keringat dingin mengucur.

Singkatnya: kebelet pingsan.

Min Ho yang baris di urutan keenam dari depan pada deretan murid XI IPA 1 lirik-lirik khawatir. Muka gelisah, hati tak tenang.

Singkatnya: kebelet pipis—eh, kebelet pengen nolong.

"Hye Sun-a, udah ke UKS aja..." So Eun yang berdiri di samping Hye Sun bisik-bisik.

Hye Sun ngegeleng "Ga papah, bentar lagi juga selesai..."

So Eun ngerutin dahi tanda ga setuju. Dia noleh ke belakang, ke arah Min Ho. Sambil ngasih pandangan 'cewe lu mau tepar nih!'.

Min Ho bolak-balik ngeliatin Hye Sun-So Eun-pembina upacara. Dan memberi balesan tatapan 'what the fvck that I should do?'.

"Heh! Kamu dua! Baris yang bener!" Soo Jung-sosaengnim sang guru teladan membentak Min Ho dan So Eun. Dua-duanya langsung sikap sempurna lagi.

"—tidak lupa juga soal seragam yang masih juga harus saya ingatkan..." sang kepsek masih tetap bicara.

Hye Sun blacking out dengan pendengaran terakhir; "Yah yah yah! Hye Sun! Min Ho! Gimana neh?" dari So Eun.

 

 

GARA-GARA 4L4Y

A 2011 MinSun Fanfiction by Voldi ‘unyuunyuu’

 

Summary

Apa jadinya jika seorang Lee Min Ho punya fangirl 4L4Y?

A mess, I suppose...

“4kk0 M4CcIE3 teTepP c4iia4nkk m1n0-4 . . . !!”

 

(ps : Min Ho, Hye Sun, dan Ah In, masih bau kencur alias bauk ketek, eh bukan, masih anak SMA gitu loh. masih gahoool)

 

WARNINGGG

BAHASA TAK BAKU!

Mengandung unsur :

Ke-4L4Y-an parah!! Saya bukan anak alay jadi kalo ada tulisan alay yang salah tolong kasih tahu ya...

 

Dedicated to

Anak 4L4Y yang sukses buat mata gw jereng liat tulisannya sehingga menginspirasi gw buat nulis fict ini.

 

 

Ch4pt3R Du4

 

PLESBEK ON

 

“UAPAAAAAA? GA! GUE GA MAU! ANJRIT LO! LO PIKIR MENTANG-MENTANG LO ARTIS, LO GANTENG, LO DIPUJA-PUJA TRUS LO BISA MERINTAH GUE SEENAK UDEL LO! GAAAAAAAAAA GUE GAK MAU! BEGO LO!” raungan Hye Sun memecah keheningan yang sempat tercipta—tadi sebelum Min Ho dan Ah In dengan gebleknya kasih satu usul.

 

Min Ho, tentu saja setelah mengetahui kelemahan Hye Sun, langsung pasang tampang persis banget kayak pengungsi gempa. “Lo gak kasian sama gue? Lo mau biarin temen lo yang ganteng ini punah? Hye Sun-a, spesies gue langka banget loh, lo mau gue gugur ditangan cewe alay itu? Tega banget sih lo.” Ditambah cucuran air mata (baca:obat tetes mata)

 

Kalo dalam kondisi normal mungkin saja Hye Sun akan cekikan mendengar penuturan asal milik Min Ho. Tapi untuk sekarang, BIG NO! Dia harus nahan tawanya agar tidak meledak (yang berakibat keram perut)

 

“Ga!”

 

Ah In yang seari tadi hanya cengo ditempat—setelah mendengar frekuensi teriakan Hye Sun akhirnya bersuara, “Sun-a. Kasian Min Ho. Apa ruginya sih lo bantu dia? Kita kan sohib. Lo juga sering bilang kita harus saling bantu kan? nah sekarang, dimana sodilaritas lo?”

 

“Solidaritas bego!”

 

“Iya, itu maksud gue. Nah gimana? Mau ga? Kasian tuh Min Ho. Lo gak perhatiin mukanya aja udah kayak banci lampu merah kalo gak dapat om-om?”

 

“Anjrit lo!” Min Ho dengan tampang persis anjing penjaga neraka menatap Ah In.

 

Ketiganya terdiam lagi. “Gue ga tau deh.” Hye Sun segera bangkit, mengambil tasnya yang tergeletak dibawah kaki Ah In dan kemudian keluar dari apartemen mewah itu, meninggalkan Min Ho dan Ah In dengan kebingungan luar biasa.

 

“Gimana sekarang?” tanya Ah In.

 

Min Ho hanya menggeleng pelan. Perlahan ia menjatuhkan tubuh jangkung disofa dan kemudian...tidur.

 

“Ngoook...”

 

Kata terakhir dari mereka bertiga untuk hari itu.

 

PLESBEK OFF

 

"Kamu cepet ambilin kayu putih di meja ibu!" Hye Sun yang baru sadar denger suara guru biologi merangkap penanggungjawab UKS—Hye Kyo-sosaengnim.

 

Dan sekelebat kepala berikat kuda (?) yang lari keluar UKS.

 

"Ergh..." Hye Sun buka mata dikit-dikit.

 

"Hye Sun, kamu ga papah? Ga papah kamu? Apa yang kerasa?", Hye Kyo-sosaengnim bicara ala guru yang khawatir pada murid kesayangan.

 

Hye Sun merem-melek. "Pusing... Mual..."

 

"Aduh, gimana ya... Bentar ya, ibu ambil teh anget dulu!", Hye Kyo-sosaengnim keluar ruangan.

 

Hye Sun masih melek sipit sebagaimana orang yang baru sadar dari pingsan. Dan saat itu dia ngeliat;

 

Dewa Apollo.

 

...

 

Ya Tuhan.

 

"Hye Sun...?" suara tenor seksi mandraguna itu terdengar bagai alunan nada surga (LEBAAAAAAY...)

 

"Hmm...?" Hye Sun jawab sebisanya.

 

Hening. Min Ho bingung mau nanya apaan. Mau nanya 'gapapa?' kesannya klise banget. Mau nanya 'mau diambilin apa?' udah dilaksanain sama So Eun plus Hye Kyo-sosaengnim. Mau nanya 'will you marry me?' takut disangka gila—grogi juga sih nanya gitu.

 

"Kamu tidur lagi aja..." Min Ho akhirnya ngomong.

 

"Em-hmm..." Hye Sun ngangguk pelan.

 

Min Ho narik selimut sampe nutupin badan Hye Sun sebatas dagu. Hye Sun ngehela nafas berat. Dengan tatapan khawatir, Min Ho megang dahi Hye Sun.

 

Demam.

 

Min Ho liat sekeliling, siapa tau ada kompresan nganggur. Ternyata ga ada. Dia ngeliat Hye Sun lagi, mukanya udah merah. Kayanya demam parah nih.

 

"Kayu putih dan teh!" So Eun menerobos masuk.

 

Min Ho men-deathglare. "Sssst!"

 

So Eun nutup mulut. "Sori..."

 

"Udah sadar, dia?" So Eun nanya sambil naro kayu putih sama teh di meja kecil.

 

"Udah. Tidur lagi." Min Ho jawab.

 

"Lo pelajaran apa abis ini?" So Eun nanya lagi.

 

"PLH." kata Min Ho.

 

"Bagus! Ga penting, kan? Gue ada susulan biologi. Lo jagain si Hye Sun, yak!" So Eun buru-buru keluar lagi. "Thanks, Min Ho!"

 

Min Ho cengo.

 

Guru biologi kan Hye Kyo-sosaengnim..., susulan..., So Eun ikut susulan.

 

Waduh.

 

"Mampus gue..." Min Ho ngomong pelan.

 

.

 

.

 

“Sebenarnya lo kenapa bisa kena demam sih?” Min Ho nanya ke Hye Sun yang masih bobo. Bego.

 

“Atau jangan-jangan lo setres gara-gara permintaan gue kemarin?”

 

Hening.

 

“ Yaudah kalo emang lo ga mau. Gue gak bakalan maksa kok.”

 

Hening lagi.

 

“Sori.” Mata Hye Sun perlahan terbuka. Ia nengok ke samping, menatap dengan dalam mata elang Min Ho. “Bukannya gue ga mau bantu, tapi gue...”

 

“Hn?”

 

“Gue takut,” bisik Hye Sun dengan sangaaaaat pelan—tapi Min Ho masih bisa dengar.

 

“Lo takut kenapa?” bisik Min Ho tak kalaaaaaaaaah pelan. Posisi keduanya kini sangat dekat. Dengan pelan Min Ho mengusap kening Hye Sun dengan jari-jarinya. Bohong banget kalo dia ga gugup.

 

Hye Sun diam. Tak kuat menatap mata Min Ho yang memancarkan pandangan teduh (EEEAAAAAA) ia membuang pandangannya ke langit-langit kamar. Gue takut gue akan semakin ga kuat lepasin lo, bisiknya dalam hati.

 

“By the way, siapa yang ngangkat gue kemari?”

 

PLESBEK ON

 

"Yah yah yah! Sun-a! Min Ho! Gimana neh?" So Eun nahan badan Hye Sun yang udah setengah ambruk.

 

Min Ho—secepat kilat—keluar dari barisan dan nahan badan Hye Sun.

 

Plus menggendongnya.

 

Barisan langsung ribut. Baik dengan pertanyaan 'kenapa tuh?' atau teriakan 'adeuh... cie...' dsb.

 

Min Ho ngegendong Hye Sun ke belakang barisan. Lengkap dengan bentakan; 'minggir!' ke yang ngalangin.

 

~tiada kisah paling indah kisah kasih di sekolaaaaah...

 

Dengan Hye Sun masih di dalam pelukan, Min Ho jalan ke UKS. Diiringi So Eun dan sekarang Hye Kyo-sosaengnim.

 

Nyampe di UKS, Min Ho ngerebahin Hye Sun di satu ranjang.

 

"Kamu cepet ambilin kayu putih di meja ibu!", Hye Kyo-sosaengnim merintah.

 

PLESBEK OFF

 

Hye Sun nyengir.

 

“Badan lo berat banget tauk. Lo diet aja deh.”

 

PLAK

 

Dan satu tamparan di atas kepala sang Lee Min Ho mendarat dengan mulus. Mereka sama sekali tidak sadar, ada satu orang yang terus mengintai. Huehehe.

 

Besoknya...

 

"Woi, tampan!" Hyung Joong datengin Min Ho yang baru keluar kelas.

 

"Hn."

 

"Hye Sun ga masuk yak?" Hyung Joong nanya.

 

"Hn."

 

"Bagus deh, jadi dia ga akan dikagetkan gosip itu." Hyung Joong manggut-manggut. "Lo yang sabar yak."

 

"Hn?"

 

Hyung Joong ngerutin dahi. "Jangan bilang lo ga tau?"

 

"Hn. Tau apaan?"

 

Hyung Joong mangap, ga percaya. "Man! Lo tuh jadi pusat gosip hari ini! Masa lo ga tau?"

 

"Langsung ke maksudnya aja."

 

Hyung Joong ngeluarin BB-nya—yang selalu OL Facebook non logout. "Lo liat nih."

 

Min Ho ngeliat satu note.

 

The Lovely Scandal

by Kim So Eun yesterday at 3:04 pm

 

oh my effing God.

I just knew it would happen!

*eep!*

xDD

 

teman-teman tercinta, memang sulit dipercaya, tapi ini memang terjadi.

-picture 1-

 

jadi saksi MinSun ;;)

 

WE LOVE SCANDAL :*

 

anywaaaaay, jangan lupa isi poll note gue sebelumnya;

cosplay apa yang paling cocok buat gue dan Bummie...?

vote will be very appreciated :)

 

'till then, I'm off!

 

Dan FYI, picture 1 itu adalah foto Min Ho yang sedang mengelus pelan nan lembut dahi Hye Sun.

 

Both smiling.
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: GARA-GARA 4L4Y chapter 1, 2, 3, 4 happy read
« Reply #2 on: July 19, 2011, 01:01:35 am »
Min Ho pucet.

 

Hyung Joong nyengir. "Hahahaaaai! Ketauan lo! MUPENG...!"

 

Setelah melancarkan bogem mentah ke Hyung Joong, Min Ho jalan ke parkiran dengan hoodies menutupi kepala.

 

GARA-GARA 4L4Y

A 2011 MinSun Fanfiction by Voldi ‘unyuunyuu’

 

Summary

Apa jadinya jika seorang Lee Min Ho punya fangirl 4L4Y?

A mess, I suppose...

“4kk0 M4CcIE3 teTepP c4iia4nkk m1n0-4 . . . !!”

 

(ps : Min Ho, Hye Sun, dan Ah In, masih bau kencur alias bauk ketek, eh bukan, masih anak SMA gitu loh. masih gahoool)

 

WARNINGGG

BAHASA TAK BAKU!

Mengandung unsur :

Ke-4L4Y-an parah!! Saya bukan anak alay jadi kalo ada tulisan alay yang salah tolong kasih tahu ya...

 

Dedicated to

Anak 4L4Y yang sukses buat mata gw jereng liat tulisannya sehingga menginspirasi gw buat nulis fict ini.

 

 

Ch4pt3R T1g4


 

 

Bukan.

 

Bukan perasaan sayang yang bikin Min Ho sekarang ada di dalem mobil Harrier item-nya, di depan rumah Hye Sun.

 

Bukan khawatir juga.

 

Just plain accident.

Yep, cuma kebetulan tepatnya.

 

Kebetulan Min Ho ngambil jalan pulang muter meski jalan biasa lancar-lancar aja. Kebetulan Min Ho ngambil jalan muter yang lewat kompleks di mana rumah Hye Sun berada. Kebetulan Min Ho lewat toko buah. Kebetulan Min Ho beliin strawberry fresh sebox penuh—with pink box and red ribbon, kebetulan loh, milihnya. Kebetulan Min Ho ngeliat kartu di meja kasir—dan memutuskan untuk beli dan nulis 'get well soon, sorry'.

 

Semua cuma kebetulan.

 

Dan ga, Min Ho ga ngebuat-buat.

 

Dan ga, Min Ho ga menghindar.

 

So there he is, standing in front Hye Sun's door, a box full strawberry on his hand.

 

(insert hariku indah... dua hati menjadi satu...~ here)

 

TOK TOK

 

Belum ada jawaban.

 

TOK TOK lagi.

 

Sayup-sayup terdengar 'ya sebentar'.

 

Pintu terbuka.

 

Hye Sun berdiri di depan pintu dengan selimut tebal. Dia nyengir, dan dengan sekali melangkah tangan mungilnya tengah melingkar ditubuh Min Ho. “MINHOOOOO...”

 

Dengan segenap jiwa Min Ho menahan diri untuk tidak mimisan.

 

“Ehm..ehm...Hye Sun. bisakah kita masuk saja? Ga enak diliat tetangga.”

 

Bukannya dibuat-buat, tapi memang tetangga Hye Sun—yang terdiri dari ibu-ibu—mulai memperhatikan 'pasangan' kita. Beberapa bahkan mulai menggosip.

 

"Hehee... Iya yaa... Ayo, masuk..." Hye Sun narik lengan Min Ho.

 

Min Ho merhatiin rumah Hye Sun. Not so big, not so small, rapi. Dari pintu masuknya, ada step beberapa level turun, ke ruang keluarga/ruang tamu. Disambung ruang makan, dan dapur. Tipikal rumah cul-de-saac khas kompleks rumah Hye Sun. Dan yang paling penting dari rumah itu adalah;

 

Sepi.

 

Uhwaw.

 

"Err... Hye Sun...?" Min Ho nanya sambil naro strawberry-nya di meja kopi.

 

"Yaaaaaa?" Hye Sun—yang masih ngegandeng lengan Min Ho—ngedongak.

 

"Keluarga lo, mana...?"

 

Hye Sun berpose mikir ala anak kecil. "Hmm... Papa kerja di Busan... Mama masih ada shift di rumah sakit... Adekku masih ada les..."

 

Penjelasan itu diakhiri dengan senyum oh so sweet dan semakin eratnya pegangan Hye Sun pada Min Ho.

 

"Oh..." Min Ho manggut-manggut nahan blushing. "Lo istirahat gih sana... Biar cepet sembuh..."

 

Hye Sun masih lelendotan. "Hmmm... Gendoooong...~"

 

Min Ho (hampir) pingsan. "Ehm. Ya..."

 

Dengan satu gerakan, Hye Sun ada di punggung Min Ho, digendong ke sofa, dan direbahkan secara lemah lembut (insert PRIKITIIIIIW~! here).

 

Min Ho narik selimut menutupi setengah badan Hye Sun.

 

"Min Ho-aaaaa...?"

 

"Hn...?"

 

"Kalo mau minum, ambil di kulkas yaaaa..." Hye Sun ngomong pelan—menuju tidur.

 

"Hn..."

 

Sedetik kemudian, Hye Sun udah tidur. Min Ho jalan ke arah dapur (rumah Hye Sun model one room for many appliances). Pangeran kita ngebuka kulkas dan ngambil segelas air putih. Menegaknya jumawa. Buset, udah berasa rumah sendiri aja, mas!

 

Min Ho duduk di kursi tinggi dapur Hye Sun. Men-deathglare gelas yang tidak berdosa di tangannya. Somehow, dia merasa kalo the whole visiting thing adalah keputusan yang akan berakhir salah. Apalagi mengingat gosip gila dari 'skandal' sebelumnya. Dear God, heaven may shine on him.

 

Or her.

 

Melihat kejadian berikut:

 

"Min Ho-aaaaaa...~?"

 

Min Ho ngebalik cepet. Di belakangnya, Hye Sun duduk di lantai—Min Ho berasumsi dia ngesot ke situ—dengan selimut berantakan.

 

"Hn!" Min Ho langsung ngangkat Hye Sun. "Kalo ada apa-apa bilang... Jangan makasain diri...!"

 

Hye Sun—yang digendong bridal style sama Min Ho—mengkerut. "Aku ga mau bobo sendiri..."

 

Min Ho (BELIEVE IT OR NOT) blushing berat. "Err... Tapi—"

 

"Kalo ga, aku marah!" Hye Sun motong omongan Min Ho.

 

Kelebat-kelebat memori UKS terbayang oleh Min Ho.

 

Sepertinya emang lebih baik diikutin aja maunya.

 

"Ya udah..."

 

"Asik...!" Hye Sun meluk Min Ho.

 

Min Ho berakhir dengan duduk di sofa, Hye Sun tidur dengan kepala ada di pangkuannya.

 

Min Ho's POV

 

Gue harus mikirin sesuatu yang lain.

 

Apapun, asal bukan Hye Sun.

 

YANG SEKARANG LAGI TIDUR DI PANGKUAN GUE.

 

...

 

Whoosah... Tenang, Lee Min Ho...

 

"Hmm... Min Ho-aaaaa...~" Hye Sun gerak sambil narik selimutnya.

 

...

 

Harus. Mikirin. Sesuatu. Yang. LAIN.

 

Pikirin... Sesuatu yang bikin ilfeel. Hn.

 

Ramen. Yuck, tapi masih bisa ditoleransi.

 

Spandex. ... Eyebrows duo freak. Too much.

 

Ack!

 

Harus ada yang bisa ngalihin pikiran gue!

 

Apapun. Sumpah, apapun.

 

Sumpah.

 

Ternyata salah permintaan.

 

"Nunaaaaa...! AKU PULAAAANG...!"

 

I am so dead.

 

Dan dua hari kemudian Min Ho baru tahu kalo ternyata ketika sakit Hye Sun bisa jadi sangat manja.

 

"Jadi kalian harus beneran kaya pacaran...! Jangan kaku!", So Eun ngewanti-wanti 'pasangan' di depannya.

 

Hye Sun udah berasa kaya udang rebus. Merah banget mukanya. Sedang Min Ho...- hmm... Sepertinya ada sedikit semburat pinkish di wajahnya...

 

"Min Ho, buka jaket lo.", So Eun meminta/memerintah.

 

"Hah? Buat apa?"

 

"Udah buka ajaaa!", So Eun melotot.

 

Min Ho nurut. Ngebuka jaket putih dengan strip lengan item yang dia pake, dan ngasih jaketnya ke So Eun.

 

"Hye Sun, lo pake nih.", So Eun ngasih ke Hye Sun.

 

"Haaaaah?", Hye Sun mangap.

 

"Pakee! Mau berhasil ga?", So Eun melotot lagi. Sekali lagi melotot dapet piring cantik deh.

 

Takut dikutuk jadi batu, Hye Sun akhirnya make jaket yang (pastinya) kedodoran di badannya itu. Tapi lumayan, kerah tingginya bisa nyembunyiin blushing.

 

"Sekarang lo berdua ke kantin sana!", So Eun ngedorong 'pasangan' itu.

 

Dan berjalanlah 'pasangan' itu ke arah kantin. Hening. Ga ngobrol, ga bersuara.

 

Dan tiba-tiba, tangan kanan Min Ho bertaut dengan tangan kiri Hye Sun.

 

Sayup-sayup terdengar; tiada kisah paling indah kisah kasih di sekolaaaaah...

 

"Er... Min Ho...?", Hye Sun noleh ke arah Min Ho—yang semburat pinkishnya makin parah.

 

"Jangan mikir macem-macem. Kata Kim Bum, pasangan itu normal gendengan tangan...!"

 

Hmm. Ngelesnya jago juga dia...

 

"Min-a!", satu suara bikin 'pasangan' kita berbalik.

 

"Oh ****. Itu dia.", Min Ho bisik-bisik ke Hye Sun.

 

Satu cewe, berkulit tidak-bisa-disebut-putih, berambut sebahu, bermata muram efek eyeliner emperan, berseragam sok-indis-tapi-malah-jadi-keliatan-kaya-lidi-berjalan, sok memakai syal garis-garis-biar-modis, dan ber-rok sekolah over hipster sampe keliatan kaya merosot, deketin mereka.

 

"Hai!", cewe tadi nyapa dengan senyuman SUPER manis.

 

"Aku udah denger dari orang-orang... Katanya Min udah punya pacar...", cewe tadi ngelirik Hye Sun.

 

Min Ho mempererat pegangan tangannya (insert CIEEEEE...~ here)

 

"Hn. Begitulah..."

 

Si cewe senyum SUPER tertindas. "Oh... Ini ya cewe beruntung itu...? Kenalin, aku Yumi...", katanya sambil ngulurin tangan.

 

"Oh, iya... Aku Hye Sun...", Hye Sun jabat tangan sama the Yumi girl.

 

"Ya udah deh, aku ga mau ganggu... Selamat, ya...! Aku duluan...", Yumi jalan ngelewatin 'pasangan' baru.

 

Mungkin maksudnya mau sok sok melodramatis kaya di drama-drama romance gitu, satu cewe yang tersakiti jalan dengan rela melepas cowo yang amat sangat dia cintai. Tapi gara-gara pemeran 'si gadis tertidas'nya bermuka lebih cocok jadi 'si TKW semprul', feel-nya ilang. Dia sama aja kaya hulubalang lain yang melewati pangeran dan putri yang sedang berjalan-jalan.

 

Pity.

 

'Pasangan' kita meneruskan perjalanan ke kantin. Tapi..., tidak satupun sadar kalo pegangan tangannya belum diakhiri...

 

Min Ho's POV

 

Apa-apaan nih? Kenapa jadi gini?

 

Tenang, Lee Min Ho...

Seorang. Lee Min Ho. Tidak. Pernah. Gugup.

 

Tapi kenapa nih jantung jadi ga keruan sih? Sial... Harusnya dari awal emang gue ga minta bantuan ke sekumpulan orang imbisil itu...! Kecuali Hye Sun, dia ga imbisil. Jelas ga. Dia pinter. Denger-denger kemaren dia dapet ranking 7 buat TO seangkatan. Dia juga ga bersikap gila kaya temen-temennya yang lain. Dia ga termasuk dalam minoz—apapun itu. Dia—

 

Tunggu.

 

Kenapa jadi diaa?

 

Ack.

 

Harus. Berhenti. Mikirin. Hye Sun.

 

...

 

...?

 

Damn heartbeat!

 

"Emm.. Min Ho...?"

 

Gue noleh kecepetan. "Ya?"

 

"HP kamu kayanya bunyi tuh..."

 

Gue diem sesaat. Ternyata emang HP gue bunyi. Great. Sekarang gue jadi keliatan tuli. Siapa juga yang sms saat-saat begini?

 
+2122899xxxx

 

, min-A . .

, akkO tAww mIn-A uddh nEmuin cEue iiAn9 trrbAiq . .

& akk0 bahAg9ya buAt mIn-a . .

, tApi aKko cumA maWw bl9 . .

, Akk0 mAcci teTepp tHaiiAnk min-A , , ! !

, 4eVer lUpph Yu . .

 

-iiUmi chAn-


 

...

 

I'm dying.

 

"Min Ho...? Lo ga apa-apa?", Hye Sun nanya sebelum ngeliat layar HP gue yang gue sodorin.

 

Dia diem.

 

Kayanya sih nahan muntah.

 

"Ini... Cewe yang tadi...?", dia nanya dengan muka mengasihani. Super great, sekarang gue dianggap tuli DAN dikasihani.

 

"Hn..."

 

"Haha... Sabar ya...", dia senyum sambil ngelus tangan gue.

 

Somehow, I'm alive.

 

Normal POV

 

"Hye Suna! Ada yang nyariin nih...!", salah satu temen sekelas Hye Sun teriak dari pintu kelas XI IPA 2.

 

Bel pulang udah berbunyi. Satu-satunya alasan Hye Sun masih di kelas adalah kenyataan dia males pulang berhubung hujan turun dengan derasnya.

 

Merasa terpanggil, dia jalan ke arah luar kelas.

 

There he is, standing handsome-ly, The Lee Min Ho.

 

~tiada kisah paling indah kisah kasih di sekolaaaaah...

 

"Min Ho? Ngapain?", Hye Sun nanya kalem, padahal nahan girang.

 

"Hn. Ngambil jaket."

 

"O iya! Bentar ya, gue ambil dulu!", Hye Sun balik ke kelas. Setelah melewati lautan sorakan 'adeuh', 'ciee', dan 'prikitiw', Hye Sun muncul lagi di luar kelas.

 

"Nih... Ga mau gue cuci dulu...?", Hye Sun ngasih jaketnya ke Min Ho.

 

"Ga usah. Lo ga pulang?"

 

Ha.

 

TUMBEN MIN HO NANYA.

 

"Mmm, belum. Nunggu ujannya agak reda deh.", Hye Sun jawab dengan senyum oh-so-sweet. "Lo sendiri? Kenapa belum pulang?"

 

"Pelatihan olimpiade kimia."

 

"Oh...", Hye Sun ngangguk-ngangguk. "Ya... Ati-ati pulangnya ya!"

 

Min Ho ngangguk sekali.

 

Silent mode ON.

 

"Gue anterin pulang deh.", Min Ho memecah hening.

 

Oh God.

 

(insert ADEEEUUUUH...~ here)

 

"Ha? Udah ga usah... Hahaha. Bentar lagi juga berhenti ujannya...!"

 

Seakan tidak mendukung perkataan Hye Sun, hujan malah terdengar makin deras.

 

"Min-a..?"

 

Suara itu...

 

Min Ho berbalik pelan kaya di film-film horor.

 

Yumi.

 

Hye Sun senyum ikhlas sambil refleks megangin lengan Min Ho. Kayanya sih, jaga-jaga kalo Min Ho pingsan.

 

"...hn."

 

"Jemput Hye Sun, ya...", Yumi senyum balik ke arah Hye Sun. "Romantis banget..."

 

Hye Sun (masih) senyum. "Yumi belum pulang...?"

 

Yang ditanya ngegeleng. "Baru selesai ngumpul minoz."

 

Senyum Hye Sun sedikit terhiasi rasa ngeri. "Oh..."

 

"Hye Sun...!", So Eun terlihat berlari mendekat dari kelasnya—XI IPS.

 

"Hei, Miss Piggy...", Hye Sun nyengir.

 

"Heh. Asem lo.", So Eun manyun sesaat. "Duh... Yang baru jadian... Mau kemana nih, pulangnya?", sambungnya kemudian.

 

"Hmm? Kita ga—"

 

"Mau ke The Peak.", Min Ho ngomong.

 

Ha.

 

TUMBEN MIN HO NGAJAK.

 

"The Peak?", So Eun dan Yumi setengah teriak di saat yang bersamaan. Cuma ekspresinya beda. Kalo So Eun kaya ibu yang bangga anaknya dilamar pangeran. Kalo Yumi lebih kaya orang baru nelen raket listrik. Ouch.

 

"Iya.", Min Ho gantian megang tangan Hye Sun. "Berangkat sekarang kan, Sun-a...?"

 

Hye Sun—yang tiba-tiba dapet panggilan mesra dari Min Ho dan dipastikan akan jalan-jalan ke The Peak sehabis ini—mangap sesaat. "Eh, oh... Iya iya...!"

 

"Aku ngambil tas dulu...", Hye Sun berjalan masuk ke kelasnya. "Kamu tunggu di bawah aja...!" (Sok romantis dengan gak pake elo-gue lagi) ehm ehm.

 

Bukannya mengusir. Tapi Hye Sun tau kalo Min Ho lagi pengen banget pergi dari hadapan the Yumi girl saat itu juga. Maka pilihan terbaik adalah menyarankan agar sang pangeran turun duluan dalam rangka kabur-ga-langsung dari the Yumi girl. Dan Min Ho mengiyakan.

 

Ga lama setelah Min Ho pergi, dan Hye Sun masih di dalem kelasnya, So Eun ngeliat ke arah Yumi.

 

"Aren't they look so cute together...?", So Eun senyum penuh arti.

 

"Haha... Iya...", Yumi jawab dengan emo mode ON.

 

"Gue jadi jaminan.", So Eun berubah serius.

 

"Hah? Jaminan apa...?", Yumi ga ngerti.

 

"Jaminan hubungan mereka. Kalo sampe ada yang ganggu, liat aja ntar...", So Eun berhenti bentar biar dramatis, "...rumah dia rata."

 

Ditambah efek sebelah tangan mengikuti gestur pancung/gantung diri di leher. Wow.

 

"So Eun, gue duluan ya!", Hye Sun baru keluar dari kelas. "Yumi, duluan ya...! Daaah!"

 

Hye Sun jalan ke arah tangga.

 

So Eun balik lagi ngeliat Yumi. "Apalagi kalo yang ganggu anaknya cuma berani 'maen belakang' aja.", diakhiri senyum Blair Wardolf lagi nyiksa.

 

"Good day, Yumi-girl!", So Eun jalan balik ke kelasnya.

 

Yumi pucet.

 

"Gue turun di halte depan aja...", Hye Sun ngomong pelan.

 

"Ngapain?", Min Ho yang lagi nyetir ngerutin dahi.

 

"Pulang naik bis. Udah ga usah dianter sampe rumah kok...", Hye Sun ngeliat Min Ho.

 

"Emang lo ga suka The Peak?"

 

Hye Sun diem bentar. "Hah?"

 

"Kalo ga mau ke The Peak, bilang mau ke mana...", Min Ho masih fokus ngeliat jalan yang setengah banjir gara-gara ujan.

 

"Oh...! Ini beneran mau ke The Peak...? Gue kira cuma alasan buat—"

 

"Jadi mau kemana?", Min Ho motong. Sebelum blushing.

 

Hye Sun nahan girang (lagi). "Ke The Peak gapapa. It's fine..."

 

"Hn."

 

Sementara itu, di mobil Noah di belakang Harrier Min Ho...

 

"Tuh kan! Beneran ada yang nguntit mereka!", So Eun ngeliat ke belakang mobil.

 

"Kita juga termasuk ngikutin, kan...", Kim Bum jawab males dari kursi supir.

 

"Iih! Maksud gue si Yumi-girl itu...! Pasti dia mau mastiin deh, beneran ga, Min Ho ngajakin Hye Sun jalan...!", So Eun bersungut-sungut, "Pasti si Yumi-girl!"

 

"Nyampe nih...", Kim Bum menginformasikan.

 

"OKE! Parkir di tempat yang ga jauh dari si Min Ho, tapi tersembunyi!", So Eun mengomando.

 

Kim Bum muter mata. "Merepotkan..."

 

"Itu aja dulu.", Hye Sun senyum dan ngasih balik daftar menu ke pelayan.

 

Min Ho ngeliatin Hye Sun. Hye Sun salting. Rombongan pengintai berusaha menahan ekspresi manis-asem-asin mereka dan bersembunyi di balik menu.

 

'Pasangan' kita ngambil tempat di lantai tiga The Peak. Di mana sekelilingnya adalah jendela lebar yang bikin pemandangan hujan dan pemandangan kota tersaji romantis amis. Ditambah live-music dengan lagu I'm Yours-nya Jason Mraz, oh cinta para remaja.

 

"Kirain tadi cuma alasan aja...", Hye Sun mulai pembicaraan.

 

"Hn. Kalo ga direalisasikan, bisa ketauan bohong.", Min Ho jawab jaim.

 

"Hah? Ga ngerti. Maksudnya...?", Hye Sun nanya dengan muka innocent.

 

Min Ho nahan mimisan.

 

"Ya... Ga ngerasa diikutin...?", Min Ho ngomong bisik-bisik.

 

Hye Sun ngeliat sekeliling. "Oh...!", dia baru ngerti. "Ya ya ya..."

 

"Hot chocolate dan coffee.", satu pelayan nganterin dua cangkir minuman.

 

"Makasih...", Hye Sun senyum.

 

Hening. Dua-duanya sok sibuk sama minuman masing-masing.

 

HP Hye Sun bunyi.

 

sweetie, if you don't make a move, MINOZ will notice the whole plot.

GO FLIRTY!

;;D

 

Sender : So Eun

17:34 xx/xx/xx


 

Hye Sun menghela nafas. Dia senyum ke arah Min Ho yang ngasih pandangan 'dari siapa'.

 

"Dari So Eun.", Hye Sun jawab.

 

"Oh...", Min Ho ngangguk.

 

"Denger-denger yang kepilih olimpiade kimia dari sekolah kita semua kelas 3 kecuali lo, kan?"

 

Min Ho ngangguk lagi.

 

Hye Sun senyum bangga. "Wah... Berarti lo pinter banget, ya...!"

 

Seandainya Min Ho bukanlah seorang artis papan atas, pasti dia udah goyang gergaji untuk merayakan pujian yang dilontarkan seorang Hye Sun. Tapi gimanapun, ini adalah dunia nyata yang ga bisa di-rewind seandainya sudah berbuat bodoh. Karena itulah Min Ho Cuma senyum super kecil dan mengeluarkan respon sakti seorang aktor pada umumnya.

 

"Hn."

 

Hye Sun berusaha nyari topik lagi. Untungnya, sebelum terlihat bodoh karena diem kelamaan, pelayan dateng bawain makanan.

 

"Dua beef cordon bleau...", si pelayan ngeletakkin makanan yang dimaksud di depan Min Ho-Hye Sun.

 

"Makasih...", Hye Sun ber-regards.

 

Dua-duanya makan stik dengan pemotongan ala Eropa—dipotong dulu, baru dimakan.

 

Kita semua pengen sesuatu yang romantis di scene ini, jadi, here it is...

 

Hye Sun nuker piring Min Ho yang berisi beef yang baru setengah dipotong-potong dengan piringnya yang sudah terisi beef potongan kecil-kecil.

 

Dan ngasih senyum ke Min Ho.

 

Oh cinta, oh cinta.

 

Min Ho berusaha sekuat tenaga buat ga blushing.

 

"Ehm... Err- thanks.", Min Ho ngomong pelan sambil nunduk-nunduk merencanakan nempelin muka ke piring.

 

"That's what girlfriends are for, kan...?", Hye Sun jawab (setengah) bercanda.

 

Min Ho melayang.

 

"Nanti bakal ada White Day party, ya?", Hye Sun nanya.

 

Min Ho ngegeleng. "Ga tau."

 

"Hm... Katanya bakal kaya theme-party gitu... Pasangan cosplay...", Hye Sun nerusin.

 

"Anime?", Min Ho nanya singkat.

 

"Ga harus anime... boleh apa aja.", Hye Sun ngejelasin. "Kita mau cosplay apa, nih...?"

 

Min Ho keselek.

 

"Aduh, maaf maaf...! Kaget ya? Minum dulu, minum dulu...", Hye Sun ngasih air putih yang belum tersentuh dari tadi.

 

Min Ho minum. "Gapapa gapapa. Bukan kaget kok. Ehm. Tadi lo nanya apa?"

 

Hye Sun masih ngeliatan watir. "Em... Kita mau cosplay apa... Tapi kalo lo ga mau dateng, gapapa ko—"

 

"Ga!", Min Ho motong, "Err- maksudnya, gapapa. Dateng aja. Gapapa."

 

Hye Sun ngangguk pelan. "Oke... Jadi mau cosplay apa...?"

 

Min Ho ga bisa ngeliat muka Hye Sun, "Terserah. Lo aja yang nentuin."

 

"Apa ya...", Hye Sun mikir. "Oh! Gue tau!"
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: GARA-GARA 4L4Y chapter 1, 2, 3, 4 happy read
« Reply #3 on: July 19, 2011, 01:05:23 am »
"Iya, gue bukan Yumi." si cewe berkata sok misterius.

 

"Hah?" So Eun mangap, tanda berpikir.

 

"Gue bukan Yumi."

 

So Eun nyipit. Sekali lagi dia ngeliat dari bawah ke atas. Masih; cewe berkulit tidak-bisa-disebut-putih, berambut sebahu, bermata muram efek eyeliner emperan, berseragam sok-indis-tapi-malah-jadi-keliatan-kaya-lidi-berjalan, sok memakai vest bleaching-kaya-kelunturan, dan ber-rok sekolah over hipster sampe keliatan kaya merosot.

 

Yumi kok!

 

"Aduh, terserah deh ya." So Eun geleng-geleng. "Nih, lo kasih ke perkumpulan lu."

 

So Eun sebenernya cuma ditugaskan ngasih surat perintah pembubaran MINOZ oleh sang kepala sekolah. Tapi tugas mulianya itu kini terganggu karena argumen kecil tentang 'gadis-yang-dia-sangka-Yumi-tapi-ngakunya-bukan' itu. Ga mau ambil pusing, So Eun bersiap ngeloyor pergi.

 

"Eh, tunggu!" si cewe manahan langkah So Eun.

 

"Apaan?" So Eun nanya setengah sewot.

 

"Lo siapa?"

 

So Eun ngerutin dahi. "Wah, beneran mabok lo. Nantangin apa gimana neh?"

 

Cewe itu balik menggestur kerutan di dahi. "Gue nanya, lo siapa? Soalnya Yumi belum ngasih tau gue..."

 

So Eun sekarang menaikkan sebelah alis. "Hah? Yumi apa?"

 

"Ck." si cewe berdecak sok ga sabar. "Yumi belum ngasih tau gue siapa lo..."

 

So Eun nyilangin tangan. "Emang lo siapa?"

 

Si cewe nyengir, memperlihatkan gigi jarang-jarangnya. "Gue IMUY."

 

GARA-GARA 4L4Y

A 2011 MinSun Fanfiction by Voldi ‘unyuunyuu’

 

Summary

Apa jadinya jika seorang Lee Min Ho punya fangirl 4L4Y?

A mess, I suppose...

“4kk0 M4CcIE3 teTepP c4iia4nkk m1n0-4 . . . !!”

 

(ps : Min Ho, Hye Sun, dan Ah In, masih bau kencur alias bauk ketek, eh bukan, masih anak SMA gitu loh. masih gahoool)

 

WARNINGGG

BAHASA TAK BAKU!

Mengandung unsur :

Ke-4L4Y-an parah!! Saya bukan anak alay jadi kalo ada tulisan alay yang salah tolong kasih tahu ya...

 

Dedicated to

Anak 4L4Y yang sukses buat mata gw jereng liat tulisannya sehingga menginspirasi gw buat nulis fict ini.

 

 

Ch4pt3R EmP4t


 

 

Min Ho ngeliat sosok itu dari jauh.

 

Sosok cewek mungil, beriris cokelat madu.

 

~I love you, and I need you. baby, I love you, I do need you... no matter what I do... all I think about is you...

 

Udah lewat dua hari dari kejadian 'laknat' itu. Min Ho merinding mengingat apa yang terjadi di rumah keluarga Goo.

 

Baru dia tau, ada sister-complex yang segitunya...

 

FLASHBACK ON

 

"Nunaaaa...! AKU PULAAAANG...!"

 

Min Ho berbalik cepat ke arah pintu masuk.

 

Di sana berdiri satu anak laki-laki dengan rambut berwarna sedikit lebih tua dari rambut Hye Sun. Dia diem ngeliat Min Ho.

 

Min Ho diem ngeliat dia.

 

Dan mereka pun jatuh cinta.

 

YA GAK LAH.

 

"Kamu..." si anak laki-laki ngomong pelan. "...siapa?"

 

"Eh..." Min Ho berusaha berdiri—yang pastinya ga bisa, secara Hye Sun tidur di pangkuannya.

 

Anak tadi ngeliat Hye Sun, lalu Min Ho, lalu Hye Sun, lalu Min Ho.

 

...

 

"OM-OM MESUUUUUM~~!" si anak teriak.

 

Waduh.

 

Tanpa basa-basi busuk lagi, si anak melempar sepatunya ke arah kepala Min Ho. Pertama yang kiri CIATT! Berhasil Min Ho hindari dengan gaya Metriks. Lalu yang kanan HEITT! Masih bisa Min Ho hindari.

 

"Eh! Tunggu! Gue bukan—ANJRIT!"

 

Lemparan ketiga—sebuah tas bekal ala anak SD—mengenai kepala Min Ho dengan indahnya.

 

"Anak setaaaan...!" Min Ho berdiri paksa.

 

Yang mana membuat Hye Sun terjatuh.

 

Kejeduk pinggir meja pula.

 

"Aduh~..." suara Hye Sun yang udah kaya orang sekarat terdengar.

 

...

 

Teriakan 'nuna' dan 'Hye Sun' terdengar di saat bersamaan.

 

Disusul gerakan para lelaki muda yang tadinya akan berperang rajam menggendongnya kembali ke sofa.

 

"Nuna... Huhu... Nuna diapain sama om ini...?" si anak menangis meratapi ketidaksadaran kakaknya.

 

"Hye Sun... Heh! Gue bukan om-om!" Min Ho ngedepak kepala si anak.

 

"Aduh! Kalo bukan om-om, terus apa?"

 

"Uhuk uhuk...!" Hye Sun batuk pelan.

 

"Hye Sun... Oi! Lo ambilin aer sana!" Min Ho merintah.

 

"Enak aja nyuruh! Kamu aja sana!"

 

"Bocah! CEPET!" Min Ho men-deathglare si anak tak berdosa itu.

 

Takut berubah jadi batu (ternyata memang si Min Ho turunan Medusa gitu), si anak berlari ke arah dapur, mengambil segelas air mineral anget.

 

"Minum dulu, nuna..." si anak memberi minuman itu ke Hye Sun.

 

Setelah Hye Sun minum dikit, mereka bertiga hening lagi.

 

"Dong Hae...?" Hye Sun ngeliat si anak a.k.a adeknya.

 

"Ne? Nuna ga diapa-apain sama om ini kaan...?"

 

Min Ho menahan hasrat untuk mem-bonk kepala si anak pake vas bunga. Jaga image gitu deh ceritanya.

 

"Ga lah... Ini Min Ho... Pacar nuna..." Hye Sun nyender ke Min Ho yang duduk di sebelahnya.

 

...

 

"APAAAAAAAA~~?"

 

FLASHBACK OFF

 

Yang Min Ho inget, setelah itu Hye Sun-lah yang jadi 'tamengnya' dalam menghadapi si tuyul cilik bernama Dong Hae itu.

 

Dan penjelasan dari Dong Hae kalo Hye Sun sakit, emang jadi manja stadium 12.

 

Not that he complaining though *wink wink*.

 

Sekarang, setelah Hye Sun sembuh, semua berakhir.

 

Ga ada lagi lelendotan manja.

 

He miss it.

 

He miss it A LOT.

 

Siyhal.

 

Dia ngeliat sosok Hye Sun lagi, yang sekarang lagi ngobrol sama So Eun.

 

"Dan dia jawab dengan senyum mengerikan, kalo dia itu IMUY." So Eun melotot mendramatisir.

 

"HAHAHAHAHAHAHA..." Min Jung ngakak ga tertahan.

 

"Hah? Tapi itu dia kaaan?" Hye Sun nanya.

 

So Eun ngangguk. "TOTALLY. Makanya gue jadi bingung sekaligus eneg...!"

 

"Oh my goat oh my goat..." Min Jung ngelap air mata gara-gara ketawa. "Ada-ada aja tuh anak satu...!"

 

"Gila, gue pengeeeen banget muntah ke mukanya saat itu juga! Hahahahaha~" So Eun melebay.

 

"Ta-tapi bisa aja kan, di-dia punya kembaran..." Yoona tampil sebagai malaikat di antara penggosip.

 

So Eun muter mata. "Aduh, Yoonaaaa. Ckckck, naif banget sih looo..."

 

"Eh, ya wajar kalo dia naif, pacarnya aja SI WON. HAHAHAHAHAHAHAHA~..." Min Jung ngakak duet sama So Eun.

 

Yang diejek malah blushing begitu nama pacarnya disebutkan.

 

"Tapi tapi, kalo dipikir-pikir, bisa jadi gitu loh...!" Hye Sun ngebelain Yoona.

 

So Eun ngegeleng. "Ga mungkin, gue udah cari dari informan, Yumi-girl ga punya kembaran..."

 

Min Jung ngeliat curiga. "Informan lo dahsyat bener...!"

 

So Eun nyengir.

 

Semua kembali sibuk sama minuman yang baru mereka beli di kantin.

 

Dan So Eun nyengir lagi.

 

"Hye Sun, kayanyaaaa ada secret admirer tuh..."

 

Hye Sun ngerutin jidatnya. "Hah?"

 

So Eun nunjuk-nunjuk arah balkon lantai 2. Tempat Min Ho sekarang berdiri, dan langsung memalingkan pandangan begitu diliat Hye Sun.

 

"Hahahaa! Menggarami tuh, dia...!" So Eun ketawa-ketawa.

 

"Apaan sih, lo! Apa pula itu menggarami?" Hye Sun sekarang mulei blushing.

 

"SALTING hahahahahahaha~"

 

Hye Sun muter mata. "Zonk abis, tau ga sih lu. ZONK abis. Hahahaa..."

 

HP Hye Sun bunyi.

 

pulang bareng.

 

Sender : Min Ho

09:53 xx/xx/xx


 

Hye Sun senyum.

 

"Yaaaah, jatuh cintrong nih anak...!" So Eun geleng-geleng ngeliat Hye Sun yang mesem.

 

“Eh bythweway, Ah In kok ga keliatan? Kemana tuh anak?”

 

Hye Sun diam. Gugup mau jawab apa.

 

"Eh, gue balik ke kelas yak! Mau nyontek PLH dulu neeh." Min Jung berdiri dari bangkunya.

 

"A-aku juga ma-mau ke R.O..." Yoona ikut pamitan.

 

"Gue mau pacaran. Hahahaa. Dah neeeee...!" So Eun paling cepet maburnya.

 

Tinggal Hye Sun sendirian.

 

Jam istirahat masih lama. Dan lagi katanya guru Fisika—yang pelajarannya pas sesudah istirahat—ga masuk. Hye Sun mengamcong di kantin.

 

Suasana aman terkendali sampe ada satu tangan nepok bahu Hye Sun.

 

"Hei...!"

 

Hye Sun ngebalik.

 

"Hei, Yumi...!"

 

Wah. Seru.

 

"Ahahaa... Udah gue kira pasti lo bakal ngomong gitu..." 'Yumi' menjawab.

 

"Hahaha..." Hye Sun ikut ketawa, biar nyambung gitu. "Emang kenapa? Kok gitu...?"

 

"Hah? Apanya?" 'Yumi' duduk di bangku yang hadepan sama bangku Hye Sun.

 

Hye Sun senyum khawatir, takutnya dia ngobrol sama anak autis. "Ya... Kenapa kamu udah ngira aku bakal ngomong 'hei, Yumi'..."

 

'Yumi' nyengir (COVER YOUR EYES, PEOPLE...!). "Oooooh, iya iya. He-eh. Gue bukan Yumi..."

 

Hye Sun seperti mengalami flashback tentang gosip dari So Eun tadi di kepalanya. "Bukan...Yumi?"

 

'Yumi' mengangguk. "Iya. Kenapa sih orang-orang nyangka gue tuh Yumi? Gue tegasin yaa, gue bukan Yumi..."

 

Hye Sun ngeliat 'Yumi' sekali lagi.

 

Masih; cewe berkulit tidak-bisa-disebut-putih, berambut sebahu, bermata muram efek eyeliner emperan, berseragam sok-indis-tapi-malah-jadi-keliatan-kaya-lidi-berjalan, sok memakai vest bleaching-kaya-kelunturan, dan ber-rok sekolah over hipster sampe keliatan kaya merosot.

 

Tapi takut digigit dan malah jadi terkena rabies, Hye Sun sok ngerti.

 

"OH...! IYA YA!" Hye Sun ngangguk-ngangguk. "Yumi kan pake syal ya? Bukan vest...!"

 

Cewe-yang-mengaku-bukan-Yumi itu ngacungin jempol. "BENER. Lo yang pertama nyadar loh!"

 

Hye Sun senyum-senyum ngeri sambil ketawa seikhlasnya. "Oh iya... Haha... Hahaha..."

 

"Gue Imuy." si cewe memperkenalkan diri. "Lo Hye Sun, kan?"

 

"Iya..." Hye Sun nyengir pasrah.

 

"Kata si Yumi, lo pacarnya Min Ho. Iya emang?" Imuy bertanya.

 

Hye Sun agak memblushing. "Ya, bisa dibilang gitu..."

 

"Kasian tau si Yumi." Imuy berkata serius. "Dia menderita banget sejak lo jadian sama HTS-annya."

 

Hye Sun keselek. "HAH? HTS?"

 

Imuy mengiyakan. "Iya, si Min Ho sama Yumi kan udah deket gitu. Ah dasar cowo, suka ngasih harepan kosong!"

 

Krik.

 

Hye Sun mencoba mencerna apa yang terjadi. HTS? Deket? HAREPAAAAN?

 

"Oh..." Hye Sun cuma bisa berkomen demikian.

 

"Dia tuh udah selangkah lagi jadian sama si Min Ho. Ah, parah parah." Imuy sok ngegeleng mendramatisir.

 

Hye Sun masih cengo.

 

"Lo ati-ati aja. Gue cuma mau ngingetin, MINOZ tuh ga akan tinggal diem." Imuy mengencam (?).

 

Krik.

 

"Oooke..." Hye Sun ngeiyain aja.

 

Imuy sok mengibaskan rambut. "Udah ya, gue mau ke kelas."

 

Dan sosok gaib itu pun berlalu.

 

Hening.

 

Hye Sun ngeliatin cup minumannya. Mencoba meyakinkan diri kalo tadi dia tidak sedang berdialog dengan jin.

 

"Hye Sun?"

 

Yang dipanggil negedongak. "Ya...?"

 

Ternyata Min Ho.

 

*wink wink*

 

"Kenapa lo?" Min Ho duduk di sebelahnya.

 

Hye Sun—yang masih syok karena diancem lidi berjalan—jawab tanpa sadar. "Baru diancem orang."

 

Min Ho ngerutin dahi. "Hah?"

 

Hye Sun ngeliat Min Ho lagi. "Gue diancam MINOZ."

 

Krik.

 

Jam pulang...

 

"Gue pulang sendiri aja..." Hye Sun ngomong ke Min Ho yang udah daritadi standby di depan kelas our princess-dolly.

 

"Kenapa?"

 

"Ng..." Hye Sun ngeliat ke arah anggota MINOZ yang lagi bisik-bisik sambil ngeliatin dia dan Min Ho. "Kayanya lebih baik gitu..."

 

Min Ho baru mau ngikutin arah pandangan Hye Sun begitu Hye Sun megang pipinya dan mengalihkan mukanya.

 

"Kamu pulang duluan aja. Aku masih ada rapat kelas." Hye Sun senyum meyakinkan.

 

Min Ho-yang-sangat-amat-teramat-ingin-blushing ngangguk pelan.

 

Pasti. Min Ho memastikan dia ga akan cuci muka.

 

Hye Sun masih senyum. "Ya udah, ati-ati ya!"

 

Min Ho tersadar dari surga tingkat 7. "Eh, iya iya. Kamu juga..."

 

Dengan senyum juga, kali ini yang paling menusuk asmara meradang cinta membakar asa, Hye Sun mengiyakan.

 

~I love you, and I need you. baby, I love you, I do need you... no matter what I do... all I think about is you...

 

Min Ho pun pergi.

 

Tidak menyadari cinta-nya sedang ada dalam bahaya ke-alay-an massal.
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: GARA-GARA 4L4Y chapter 1, 2, 3, 4 happy read
« Reply #4 on: July 19, 2011, 01:10:11 am »
spesial buat mami yg terus  demo  [AddEmoticons04254]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: GARA-GARA 4L4Y chapter 1, 2, 3, 4 happy read
« Reply #5 on: July 19, 2011, 01:58:42 am »
yeahhh akhirnya dibawa ke sini jg [smiley-gen013] update dong [hmpfh]
nah loh kejebak ama gw [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

iiuuu

  • Guest
Re: GARA-GARA 4L4Y chapter 1, 2, 3, 4 happy read
« Reply #6 on: July 19, 2011, 02:47:54 am »
voldii... chapt 4nya abis ospek ya...@plaaaaak ditabok voldi...

lanjooot...

Offline minhye

  • Newbie
  • *
  • Posts: 89
    • View Profile
Re: GARA-GARA 4L4Y chapter 1, 2, 3, 4 happy read
« Reply #7 on: July 19, 2011, 02:50:34 am »
Voldi lucu banget ceritanya.... [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

alay banget ...itu yumi ama imuy beneran 2?atau.... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] tapi tetep lanjut....

iiuuu

  • Guest
Re: GARA-GARA 4L4Y chapter 1, 2, 3, 4 happy read
« Reply #8 on: July 19, 2011, 05:59:55 am »
maksudnya gak sabar nggu chapt 5... hhe, slh ketik td

Offline aii.d luffy

  • Full
  • ***
  • Posts: 301
    • View Profile
Re: GARA-GARA 4L4Y chapter 1, 2, 3, 4 happy read
« Reply #9 on: July 19, 2011, 06:53:41 am »
Jiah mau minta update an di fb ternyata dah post dimari.lanjut neh bikin perut ikut ketawa
BELIEVE IN HAPPY ENDING--MINSUN

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Re: GARA-GARA 4L4Y chapter 1, 2, 3, 4 happy read
« Reply #10 on: July 19, 2011, 08:47:10 am »
FF baruuu...CONGRATS ya Voldi...

Lucu banget ne FFnya. Gue ngakak2 abes dari awal ampe akhir. tapi banyak bahasa2 ga ngerti.  maklumlah, sayah pan bukan anaj jakartah.... jadi ga ngerti bahasa2 pergaulan yang baru  [hmpfh] [hmpfh]...

ditunggu lagi ya updetannya....

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
Re: GARA-GARA 4L4Y chapter 1, 2, 3, 4 happy read
« Reply #11 on: July 20, 2011, 02:54:54 am »
FF baru..komennya harus alay juga yach [hmpfh] [hmpfh]


4lluw @uthor,thx ea dh upd4t3..w k1rA y9 4lay m1No to hy35uN terNy4ta f4n5 b3Ratx d 5kUl. [hmpfh] g4k pUchiNk tu mIno hY35un n 4h 1n bac4 5m5x si youmee. [laughing] [laughing] [laughing] s3c4r4 tul154nya ga keB4ca m4t4 nORm4l [goodgrief] [goodgrief]..m1No coooo cweeeeetttt bGd capa y9 bis4 ny4n9ka cMn bOOng4n p4caRannya..CEMANGADHHH EAAAAAAA!!! [AddEmoticons04262]


 [wacko] [wacko] [wacko] susahnya komen disini [rofl] [rofl]
[/size][/color][/b]

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: GARA-GARA 4L4Y chapter 1, 2, 3, 4 happy read
« Reply #12 on: July 22, 2011, 01:59:28 am »
Hehehe. Komennya jangan alay dong. Ga tau kapan bisa lanjutin. Chap depan rencananya udah mulai masuk ke scene: 'dimanakah ah in?' Tapi sejujurnya kondisi ah in itu kondisi serius. Sedangkan gue sudah sangat terbiasa menulis dengan genre humor, jadi part part yg udah selesai sering gue hapus dan ganti karena masih ada genre humornya, hapus lagi, ganti lagi, makanya ga kelar kelar. Kyk skripsi tetangga gue.

Well, thq udah komen. Buat Mawar Jingga hehehe, iya namanya juga fic alay  ƪ♥ε♥ʃ

Doain gue selamat di ospek ya #galau  ⌣́_⌣̀
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: GARA-GARA 4L4Y chapter 1, 2, 3, 4 happy read
« Reply #13 on: July 23, 2011, 06:03:28 am »
Hehehe. Komennya jangan alay dong. Ga tau kapan bisa lanjutin. Chap depan rencananya udah mulai masuk ke scene: 'dimanakah ah in?' Tapi sejujurnya kondisi ah in itu kondisi serius. Sedangkan gue sudah sangat terbiasa menulis dengan genre humor, jadi part part yg udah selesai sering gue hapus dan ganti karena masih ada genre humornya, hapus lagi, ganti lagi, makanya ga kelar kelar. Kyk skripsi tetangga gue.

Well, thq udah komen. Buat Mawar Jingga hehehe, iya namanya juga fic alay  ƪ♥ε♥ʃ

Doain gue selamat di ospek ya #galau  ⌣́_⌣̀
ah in kondisinya serius [chin] kok bisa [what] dia bukannya pengikut ALAY minsun ya? gw ngerasa bgt wkt baca adegannya ama minho dan hyesun di chp awal. kan dia jg yg ngaanjurin hyesun jd pacar boongannya minho buat menangkis kejaran yumy alay ke minho [goodgrief]

update dong, vol. pingin baca ff nih,, mondar mandir di sini, yg ngupdate cuma gw. bosennnnnnnnnn [collapse]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: GARA-GARA 4L4Y chapter 1, 2, 3, 4 happy read
« Reply #14 on: July 23, 2011, 07:15:36 am »
Mami, gimana kalo gue bikin ah dan hyesun itu sebenarnya pacaran? Tapi karna mereka ga pengn nyakitin minho karna merasa dibohongin jadi hyesun pura2 terima tawaran minho. Oke jangan dulu galau, ini baru rencana. Hehehe
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME