Author Topic: The Wildest Affair of Ours (Chapter 4 Update - 7/9/2011)  (Read 5522 times)

Offline minyounglee

  • Admin
  • Junior
  • *****
  • Posts: 165
    • View Profile
The Wildest Affair of Ours (Chapter 4 Update - 7/9/2011)
« on: August 01, 2011, 04:43:45 am »
The Wildest Affair of Ours




*****




Chapter Directory


Chapter 1 - Page 1
Chapter 2 - Page 1

Chapter 3 - Page 2
Chapter 4 - Page 4


*****



CAST

Lee Min-Ho as Sebastian Marcus
Gu Hye-Seon as Elizabeth Reyes




Chapter 1


Jantung Elizabeth Sunshine Reyes bertalu-talu dan matanya menyipit.

Kalau-kalau ia salah.

Tapi, ini hanya pembodohan terhadap diri sendiri. Ketampanan Sebastian Marcus sangat nyata, senyata sinar matahari yang menembus dari balik entah-berapa-banyak jendela dalam ruang kerja seluas taman umum itu.

Dibelakang meja mahogani, salah satu alis Seb yang terangkat meremehkan merupakan komentar bisu atas penampilan Libby di hari pertamanya bekerja.

Yah, paling tidak Libby tahu posisinya. Tak masalah betapa kelewatan banyaknya asisten di benua Australia yang bersolek demi menggoda sang bos, Libby toh berada disini untuk uang. Tidak lebih dan tidak kurang. Jaket wol cokelat muda dan celana panjang polos adalah pilihan tepat untuk membangun reputasi oh-aku-disini-untuk-bekerja, meskipun ia terlihat bagai langit-bumi dengan Seb yang mengenakan setelan jas abu-abu bermerek.

Kaki Libby, walaupun terbungkus sepatu flat nyaman, berganti topang dengan gelisah setelah beberapa menit berlalu tanpa duduk. Mata gelap Seb yang tengah menilai kepribadian Libby sama sekali memperburuk pekat ketegangan di udara.

"Miss Reyes, kuharap Anda sungguh kompeten seperti kata Barb." Seb menyilangkan tangan didepan dada. Garis-garis muka Seb yang keras meneriakkan aura keditatoran nyata, mendorong kepercayaan diri Libby ke tepi jurang, sehingga ia hanya mampu mengeluarkan anggukan setuju.

"Baiklah, silahkan memulai Miss Reyes, tak ada yang perlu dibicarakan lagi." Seb melepas pandangannya dari Libby dan mulai memperhatikan tumpukan kertas rumit seakan hidupnya bergantung pada dokumen-dokumen tersebut.

Libby menghela nafas sebelum melangkah perlahan menuju sudut ruangan, ia lolos! Barbara, resepsionis pribadi Seb, sudah memperingati bahwa memenuhi syarat bukan berarti Seb akan menerimanya begitu saja. Seb tidak akan menjadi jalan bebas hambatan, ia adalah gang sempit, dan tak semua orang mampu melewatinya.

"Omong-omong, Miss Reyes." Seb tidak mengangkat wajah dari sesuatu yang sedang dibacanya ketika Libby berbalik terkejut. "Jangan coba-coba mengganti penampilanmu." Perintah Seb tegas. Dan Libby tahu kenapa, Barb memberitahu kalau asisten pribadi Seb sebelum dirinya bertransformasi menjadi sefeminin pelacur pada minggu kelima, mencoba peruntungan akan ketampanan juga kekayaan Seb. Tetapi Seb menikah dengan pekerjaannya, ia tidak akan berselingkuh pada seorang wanita, apalagi rekan kerja, di dalam kantor!

"Ya, tentu!" Libby menjawab yakin dan menghilang dibalik pembatas kaca, memasuki suatu ruangan kecil yang terhubung tanpa pintu dengan ruang kerja Seb. Sesungguhnya, 'ruangan kecil' yang dimaksud berukuran sebesar ruang tamu rumah Libby. Diperlengkapi dengan meja panjang, kursi, beberapa sambungan telefon, serta laci-laci dokumen dan alat tulis, Libby merasa semangat kerjanya berputar dalam pusara yang meluap-luap.

Persetan dengan bos setampan dewa Yunani, Libby menarik gambaran Dad ke permukaan, dan itu sudah cukup memperjelas tujuan semulanya yang sempat buyar karena paras Seb.

Tujuan untuk mengumpulkan uang bagi pengobatan Dad, tujuan yang tidak melibatkan romansa ataupun gairah.


*****


Pintu yang diketok Libby baru terbuka sesudah lima menit berselang. Selelah apapun Libby, ia tidak akan memaksa tulang kaki berbalut kulit berjalan dengan kecepatan normal.

"Libby sayang, bagaimana bos barumu?" Wajah tirus Pascal Reyes mengkhianati umur ia yang sesungguhnya, hati Libby terenyak setiap kali ide tentang kanker itu muncul.

"Begitulah Dad, berlaku seperti bos pada umumnya." Libby melangkah masuk dan memaksakan senyum yang berakhir menjadi ringisan di wajah. Ia berbohong, sehari bekerja dengan Sebastian Marcus sungguh tidak sedikitpun mengacu terhadap komentar 'pada umumnya'. Seb berbeda, dalam arti yang mengesalkan.

Pascal sesegera mungkin mendudukkan diri setelah menutup pintu kembali, terengah menaruh tongkat bersandar pada ujung meja makan, sementara Libby bergegas mengeluarkan obat-obatan dari laci konter di dapur.

"Lib, Dad sangat merepotkan, kau pasti lelah."

"Melawan penyakit seganas kanker lebih melelahkan Dad. Aku bisa lihat itu." Gumaman Libby menggantung di udara ketika ia menaruh kantung obat dan segelas teh panas diatas meja makan. Libby menelan ludah memperhatikan Pascal melahap semua itu dengan mudah, seakan obat pahit berubah menjadi Jell-O dalam lidahnya.

"Siap tidur? Dad?"

"Aku ingin mengobrol, duduklah Lib!"

Libby menurut, walaupun otot-ototnya serasa digigiti ribuan semut merah dan ia rela melakukan apapun untuk berbaring diatas tempat tidur.

"Jadi, ada apa Dad?"

"Elizabeth, kau bisa dan boleh berubah pikiran kapan saja, kau tahu kan?" Pascal tergolong sangat keras kepala meskipun ia tahu tidak seorangpun diantara mereka dapat bermain takdir. Libby adalah anak tunggal, orangtuanya yang tersisa hanyalah Pascal Reyes pengidap kanker, jadi peduli apa kalau Libby memiliki cinta sebesar laut terhadap negara ibunya yaitu Korea?! Menetap di Australia dan mengurusi ayahnya adalah solusi terbaik untuk saat ini, titik.  

"Dad, aku sudah menjelaskan berkali-kali. Aku tidak akan tinggal diam di Korea sementara kau berjuang sendiri dengan kanker. Kau tidak bisa berharap aku hidup tenang disana sembari menunggu telefon hasil kemoterapi setiap minggu, kan?!" Libby tampil meyakinkan, tetapi hatinya tak mampu berkemas dan meninggalkan Korea lalu memulai hidup lagi di benua Australia. Betul 9 tahun pertama dari hidup Libby dihabiskan di Australia, tetapi Korea memegang peranan penting sepanjang 16 tahun setelahnya.

"Aku merasa sangat egois Libby, kau punya kehidupan disana, Dan tiba-tiba aku merampas semua darimu." Penyesalan menggelapi raut Pascal, segala hal seakan menyerap energinya termasuk diskusi kecil ini. Ya, Libby nyatanya punya kehidupan bahagia di Korea. Bahkan sampai ibunya meninggal tiga tahun lalu, gagasan pindah masih terasa sejauh bulan. Paling tidak begitu, sampai detik dimana ia menerima kabar penyakit yang diidap Pascal.

"Maaf Dad kalau kau merasa egois, tapi itu jauh lebih baik daripada menjadi durhaka," canda Libby, ia meraih tangan Pascal, dan meremasnya lembut.

"Tuhan juga tahu kau terlalu baik untuk kata durhaka, Libby. Kita tidak pernah dekat selama ini, tapi bisa kulihat kau tumbuh menjadi kloning Hye-Rin." Komentar polos Pascal memancing tawa Libby dan menarik serangkaian memori akan ibunya. "Hye-Rin, wanita itu. Aku senang kau memiliki gennya."

Orangtua Libby bercerai baik-baik, mereka terlalu berbeda dalam kapal rumah tangga, dan Libby menyadari fakta tersebut sepanjang masa kanak-kanaknya. Bagaimana mereka tampil sangat kaku sebagai suami istri ketika pertemuan orangtua, bagaimana mereka saling menyerang dengan kata-kata dingin selama makan malam, bagaimana mereka berseteru dalam bisikan sewaktu Libby berpura-pura tidur..., Libby mengingat kenangan-kenangan itu serupa tabel alfabet yang akan terus membeku pada otaknya sampai ia mati. Orangtua Libby bagaimanapun, ditakdirkan untuk tidak melewati batas persahabatan.

"Perceraian itu pasti sangat sulit bagimu Lib. Aku juga begitu..., melihatmu harus pergi bersama Hye-Rin ke Korea, aku tak pernah berhenti menyesal. Tapi semua jauh lebih baik daripada tumbuh dalam keluarga yang terus bersitegang."

"Memulai bahasa Korea lalu pindah ke negara seasing itu ketika umurmu 9 tahun bukan hal mudah Dad, tentu. Tapi aku berhasil membangunnya disana, manusia beradaptasi, dan aku akan memastikan hal itu terjadi juga disini. Kita akan baik-baik saja, Dad, aku janji."
« Last Edit: August 07, 2011, 10:11:02 am by minyounglee »
"One of my top escapades is to dive through this infinite world of imagination." - Me

Just tweeting...

Share on Bluesky Share on Facebook


Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: The Wildest Affair of Ours
« Reply #1 on: August 01, 2011, 05:11:25 am »
Huahaha. Akhirnya di post juga. ~(˘▾˘~) ~(˘▾˘)~ (~˘▾˘)~
Jangan tiduran dilapangan lepas landas lagi ya. Btw ini ga ada unsur korea sama sekali? Terus itu seb siapa? Minho kah? Gue suka namanya, libby. Gampang diingat.

Oke. Next chap jgn lama2 ya. Entar kehapus lagi loh #cuciOtak. Huahahahaha.

Ps : kok lo ketagihan bgt ngetik di hape. Ga keriting jarinya. Gue aja yg bbm-an di grup semalaman besok paginya langsung mules -lho?-

UPDATE!

------edit-------

Judulnya bikin merinding ya. Hhehehe
« Last Edit: August 01, 2011, 05:19:35 am by voldi »
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline el_minoz

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • upssss.....
    • View Profile
Re: The Wildest Affair of Ours
« Reply #2 on: August 01, 2011, 05:26:16 am »
anyong sist!wah ff baru lagi
tp jujur rada kagok gt baca nama2 yg ada hahaha karna belom terbiasa mgkn yah!
d update lg donk sist!biar lebih jelas n paham!

wkwkwkwkwk

Offline aii.d luffy

  • Full
  • ***
  • Posts: 301
    • View Profile
Re: The Wildest Affair of Ours
« Reply #3 on: August 01, 2011, 05:43:13 am »
Miny ff baru..heaven jangan ditelantarin dunk :((
Nyang ini yg kehapus ya datanya,akhirnya bisa meluncur juga.
Seb siapa??minho kah??

Ditunggu next chap miny.chukkae ^^
BELIEVE IN HAPPY ENDING--MINSUN

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Wildest Affair of Ours
« Reply #4 on: August 01, 2011, 05:57:36 am »
woww miny, akhirnya beneran bikin ff lagi [lovestruck]
gw baca dulu ya, komentnya menyusul kemudian,, miny fighting [smiley-gen013]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Re: The Wildest Affair of Ours
« Reply #5 on: August 01, 2011, 06:33:22 am »
Yippiee....FF baru...Castnya semua bernama barat...tapi teuteup Minsun kaannnn???  [clap] [clap]

Ditunggu ya lanjutannya...

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: The Wildest Affair of Ours
« Reply #6 on: August 01, 2011, 06:45:40 am »
woh.. ada ff baru lagi neh dari Miny  [clap] chukkahea dari judulnya kayanya seru neh Liar dlam maksud apa ya  [chin] [hmpfh] .
libby/ Elizabeth Sunshine Reyes anak yang tanggunh  [briggin] bekerja keras demi biaya perawatan ayahnya bahkan harus bertahan dengan bos Seb/Sebastian Marcus super ketat  [nono] apa lagi sudah menikah dengan pekerjaannya  [hmpfh] apa akan terjadi mungkinkah seb bisa bercerai dengan istri pertamanya setelh seringnya pertemuan / kedekatan Sebastian Marcus  [chin] .di tunggu next nya ya Miny  [biggrin]

Offline minyounglee

  • Admin
  • Junior
  • *****
  • Posts: 165
    • View Profile
Re: The Wildest Affair of Ours
« Reply #7 on: August 01, 2011, 07:55:45 am »
Biar lbh jelas, Seb-Minho, Libby-Hyesun

Cerita ini perpaduan barat sm Korea, bosen kalau masukin unsur Korea semua. Tp tenang, nanti bagian2 akhir dr cerita ini berpusat di Korea kok..

Well begini, anggap Seb itu Asian yg tinggal di Australia. Dan Libby itu, sprt yg udh kalian baca, dia anak campuran, ayahnya org Australia dan ibunya org Korea.

Karakter selebihnya, terserah imajinasi kalian aja bagaimana, yg penting karakter utama disini itu MINSUN.  [jumpy]

Thx buat comments-nya  [arms]



PS: Cerita ini udh ditulis smp chapter 4, buat cadangan, sbnrnya cerita ini udh ditulis smp chp 7, tp kmrn datanya hilang semua, terpaksa ngulang dr awal. Plus sbnrnya yg cuci otak ane itu VOLDI, makanya FF ini akhirnya dipost hahaha
"One of my top escapades is to dive through this infinite world of imagination." - Me

Just tweeting...

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Wildest Affair of Ours
« Reply #8 on: August 01, 2011, 08:14:50 am »
miny, ini ff yg elu ceritain kemarin malam ya [what]

edit ------------------------------------

seb tuh asian yg tinggal di australia ya? tp kok namanya barat banget [hmpfh] [hmpfh] #di [head break] [head break] miny, lum apa2 dah protes [hmff] [hmff]
nama para castnya dimasukin di page one nya dong biar para readers yg baca ga bingung [biggrin] [biggrin] terus, spt kebiasaan miny ya castnya minsun doang [chin] pan miny suka teler ama cast yg seabrek [hmpfh] [hmpfh]
terusin miny, chp 2 kapan diupdate [hmpfh]
« Last Edit: August 01, 2011, 08:36:54 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: The Wildest Affair of Ours
« Reply #9 on: August 01, 2011, 08:37:23 am »
Biar lbh jelas, Seb-Minho, Libby-Hyesun

Cerita ini perpaduan barat sm Korea, bosen kalau masukin unsur Korea semua. Tp tenang, nanti bagian2 akhir dr cerita ini berpusat di Korea kok..

Well begini, anggap Seb itu Asian yg tinggal di Australia. Dan Libby itu, sprt yg udh kalian baca, dia anak campuran, ayahnya org Australia dan ibunya org Korea.

Karakter selebihnya, terserah imajinasi kalian aja bagaimana, yg penting karakter utama disini itu MINSUN.  [jumpy]

Thx buat comments-nya  [arms]



PS: Cerita ini udh ditulis smp chapter 4, buat cadangan, sbnrnya cerita ini udh ditulis smp chp 7, tp kmrn datanya hilang semua, terpaksa ngulang dr awal. Plus sbnrnya yg cuci otak ane itu VOLDI, makanya FF ini akhirnya dipost hahaha
Kalo udah di ketik sampai chap F berarti besok udah bisa update chap 2 nya lagi donk [bav]
Suka sama cerita& nama krekternya masing'' perpaduan dua negar korea & australia [lovestruck] di tunggu besok ya nextnya Miny

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
Re: The Wildest Affair of Ours
« Reply #10 on: August 01, 2011, 08:47:58 am »
gumawo,sist.Miny buat ff baru yg amat sangat menarik ini [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

judulnya aja dh bikin tertarik,apalg pas baca chap 1-nya...tmbh tertarik lg

lanjut,sist...gak sabar nunggu chap slanjutnya,nih...HWAITING!!! [AddEmoticons04262]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

siti minsun

  • Guest
Re: The Wildest Affair of Ours
« Reply #11 on: August 01, 2011, 09:15:41 am »
chukkae atas ff terbarunya,,,  [flowers]
aku suka ffnya lain dr yg lain walaupun aku masih bingung dgn certanya..... [AddEmoticons04246]
mudah2an dichapter selanjutnya akan lebih jelas lagi.. [hmpfh]
ditunggu lanjutannya miny... [AddEmoticons04237]

Offline minyounglee

  • Admin
  • Junior
  • *****
  • Posts: 165
    • View Profile
Re: The Wildest Affair of Ours
« Reply #12 on: August 01, 2011, 09:22:36 am »
Iya maklum kl masih bingung, soalnya ini baru perkenalan aja sih istilahnya. Konflik dan plot antara hubungan Libby n Seb baru kerasa nanti chapter 2 keatas..

Chapter 1 biar readers tau, posisi Seb itu sebagai BOS, kebetulan asistennya dipecat, jadi dia nyari asisten baru, nah Libby yg baru pindah dari Korea krn ayahnya sakit, langsung ngelamar jadi asisten dan diterima. Kenapa Libby ngelamar kerja? Selain buat biaya sehari2, ini krn ayahnya Libby lg sakit kanker (yg menjadi alasan jg kenapa dia balik ke Australia, biar bisa ngurusin ayahnya).

Anyway, Mami Love bener banget, ini biar pembaca ga pusing ngingetin karakter seabrek, mending dibebasin aja imajinasi mrk sendiri2 haha  [mischevolous]

"One of my top escapades is to dive through this infinite world of imagination." - Me

Just tweeting...

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: The Wildest Affair of Ours
« Reply #13 on: August 01, 2011, 09:33:42 am »
miny..., wellcome home, sista. I really miss your fanfict here. I always wait you to continue your past ficts. hope you will do it. especially for 'heaven'


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline minyounglee

  • Admin
  • Junior
  • *****
  • Posts: 165
    • View Profile
Re: The Wildest Affair of Ours
« Reply #14 on: August 01, 2011, 10:08:42 am »
Chapter 2

Sebastian menggeram kesal.

"Orang itu?"

"Ya, aku yakin sekali panggilan barusan dari Mr. Wright."

"Brengsek."

Sekali ini Seb sangat ingin merutuki kepiawaian Libby dalam bekerja dan menangani tiga sambungan telefon yang senang meraung-raung disaat bersamaan. 

"Maaf, kukira  Mr. Wright... yang itu, selalu membawa keuntungan besar." Libby mengeriyit bingung, wanita dihadapan Seb tersebut ketakutan seperti anak kucing yang akan disiram air es. Buku jari Libby memutih saat cengkramannya pada map dokumen mengencang.

"Duduklah Miss Reyes." Tubuh mungil Libby yang tenggelam dalam kursi putar memancing pertanyaan tak diundang melewati pikiran Seb, apakah tubuh Libby serapuh ukurannya? Rahang Seb berdenyut tak nyaman ketika ia menangkap sekelebat imajinasi ngawur mulai bermunculan mengisi benaknya tanpa kendali. Libby memang menarik, tapi apa peduliku, batin Seb kesal.

Helaan nafas Libby mengetuk kesadaran Seb yang sempat terinterupsi. Seb memaksa otaknya berderu menyusun rencana. Si bapak tua itu pasti tidak akan berhasil dikibuli lagi. "Jaimes Wright," Seb memutar bolpoin Mont Blanc diatas meja, tiba-tiba berlaku seakan Libby adalah rekan bisnis. "Aku takkan bisa lari darinya kali ini."

"Jangan berkata Anda terlibat kasus penipuan?!" Pekikan Libby dibalas dengan tatapan menusuk Seb.

"Tentu saja otakku masih mampu menghasilkan uang tanpa harus menipu, Miss Reyes!" Seb menjawab ketus, Libby mengigit bibir bawahnya dengan keras karena berani menyuarakan kesimpulan tolol.

"Lalu apa? Kenapa Anda menyuruh saya duduk?" Libby bertanya kaku untuk melenyapkan rasa malunya. Rona yang perlahan menjalari pipi Libby sangat manis, Seb tidak bisa mengingat kapan terakhir kali ia bertemu wanita yang tak perlu menyumbang keuntungan pada pabrik blush-on.

"Aku berpikir mungkin kau bisa menelefon Jaimes dan berpura-pura kalau aku tak bisa menemuinya dalam waktu dekat." Seb telah mengantisipasi pelototan tidak setuju itu.

"Anda mungkin atasan saya, tapi saya tidak akan melakukan hal semacam itu apalagi terhadap Jaimes Wright!" Libby berteriak setengah histeris, sementara Seb mengutuk hari dimana gelar 'orang-terkaya-Australia' dilayangkan kepada Jaimes.

"Lalu apa solusimu, Miss Elizabeth Reyes? Agar aku mendapatkan lima menit perjanjian bisnis tapi membuang satu setengah jam ceramah pernikahan dari Jaimes..., yang konon mau memotong kepala anjing agar aku menikah!" Amukan Seb mencabik nyali Libby yang sempat mencuat untuk melawannya.

Pundak Libby menegang ketika keduanya membisu, berada dalam sebuah ruangan yang terletak di lantai 45 hanya menambah beratnya ketegangan, tidak ada suara apapun bahkan samar-samar deru kendaraan.

"Mungkin mencari dan menyewa kekasih rekayasa bisa mempersingkat jam temu Anda dengan Mr. Wright, mengingat Anda tak bisa membatalkan salah satu pertemuan terpenting dalam bisnis perusahaan ini," jawab Libby dingin, menjaga nadanya tetap sedatar papan walaupun ketidakaturan irama nafas Libby mengungkapkan emosi ia yang sesungguhnya.

Seb menyeringai atas ide cerdik Libby. Selama ini ia selalu mengarang cerita tentang kekasih fiksi pada Jaimes dan memperburuk durasi waktu ceramahnya. Mengatakan bahwa kekasihnya sibuk, kekasihnya sakit, kekasihnya sedang mengunjungi Roma..., Seb mengira bisa membodohi Jaimes yang ternyata membaca majalah gosip istrinya dan suatu hari menemukan artikel Sebastian Marcus masih setia melajang sejak entah kapan! Sekarang Seb bisa menutup mulut Jaimes dengan membawa wanita nyata tanpa perlu menyusun karangan imajinatif apapun.

Dan..., melihat bagaimana karakter istri Jaimes yang polos sangat mirip dengan wanita didepannya, keberuntungan tiba-tiba mengerumuni Seb.

"Miss Reyes, kurasa masalah ini baru saja selesai."


****


Kantin kantor yang sepi pada jam 12 siang adalah kemustahilan, namun menolak permintaan Seb tanpa menghadapi resikonya tampak lebih mustahil bagi Libby.

"Barb, tapi ini keterlaluan, dia ingin aku jadi kekasihnya!" Beberapa minggu bekerja di perusahaan itu, mustahil bagi Libby untuk melewatkan kebiasaan bergosip Barbara saat jam makan siang. Topik favorit wanita 50 tahun itu tidak lain adalah Sebastian Marcus, lajang tampan incaran para gadis sekaligus atasannya sendiri. Kebetulan sasaran obrolan mereka kali ini juga menyangkut diri Libby.

"Uh-hu, kukoreksi, kekasih bohongan Libby! Makan malam gratis bersama Wright dan Marcus, idiot kalau kau merasa begitu rugi. " Barb mengomel sambil menancapkan garpunya pada steik ikan untuk yang kesekian kali.

"Aku akan kehilangan waktu berhaga bersama Dad, itu merugikan. Oh Barb, stop menyiksa ikan malang dengan Mr. Garpu, makan sajalah please!" Libby menggerutu kesal.

"Demi Tuhan Miss Vegetarian Sejati, ikan ini mati dan aku akan makan seperti orang kelaparan jika memiliki badanmu." Barb mendecak iri, tubuh Libby bagaimanapun akan terlihat fantastis jika ia berhenti mengenakan blus dan jins yang kelonggaran. "Aku ingin mencakar pakaianmu sampai robek Elizabeth."

Libby terbahak, untung ia belum meneguk jus, Barb pasti keberatan kalau setelan mahalnya menjadi target semburan.

"Aku serius Lib! Kurasa Seb tidak salah memilihmu, matanya akan keluar tatkala melihat kau berdandan nanti."

"Barb, terima kasih, tapi pujianmu tidak mengubah apapun. Kau tahu aku tidak akan berdandan ala model Victoria Secret jika ini maksudmu." Tidak ada seorangpun yang pernah bilang Libby jelek, karena kenyataannya jauh daripada itu. Dengan rambut hitam sebahu yang dipotong modis, mata cokelat yang cerdas, dan tubuh mungil yang ramping, setidaknya beberapa agensi pasti bersedia merekrut Libby menjadi model mereka. Hanya saja, Libby mewarisi sifat ayahnya yang tidak rela menghabiskan jam-jam berharga untuk merombak penampilan, menjadi diri sendiri adalah kualitas berharga dalam hidup, Libby tidak mau melebih-lebihkan kecantikan yang sudah alam berikan jika memang tak diperlukan.

"Kau akan bersantap satu meja dengan para  miliuner Australia, berdandanlah yang layak Libby atau aku akan meneror rumahmu." Barb mengancam setiap saat, jadi kenapa Libby harus mulai merasa takut terhadap satu dari ribuan ancaman Barb yang tidak pernah terbukti benar?!

"Kau sedang bercanda Barbara!" Dengus Libby, Barb orang yang baik tapi tidak ada sepasang rekan kerja yang dapat bertingkah sepeduli teman lama ketika mereka bahkan tidak akan mengenal satu sama lain jika bertemu di Woolworths bulan lalu.

"Sayang, tatap mataku dan apakah kau menemukan candaan disana?" Kelembutan disela nada Barb memanggil selusin kupu-kupu terbang dalam perut Libby.

Mungkin...., Libby salah.

Dan mungkin
...., apapun yang akan ia lakukan nanti, Barbara memang benar-benar akan peduli.
"One of my top escapades is to dive through this infinite world of imagination." - Me

Just tweeting...