Author Topic: New World >'<Chapter 10/ending>'<update 4 Maret 2012  (Read 6962 times)

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
New World >'<Chapter 10/ending>'<update 4 Maret 2012
« on: October 11, 2011, 04:42:39 am »
mau nyampah dimari lagi.....  [sweat] [sweat]


New World





Cast
Goo Hye sun aka Goo Min Hye
Lee Min Ho aka Lee Sun Ho[/color]
[/size][/b]



Chapter 1

Apa yang terjadi denganku????
Apa kekuranganku???
Aku cantik, aku memiliki bakat, bisa di bilang aku wanita yang multitalen, tapi kenapa orang-orang hanya melihat aku karena aku adalah pewaris tunggal dari Goo’s group, anak dari Mr. Goo..
Aku sangat tahu akan hal itu, mereka mendekatiku karena semata-mata aku adalah penerus tunggal dari Goo’s group. Tapi bagaimanapun mereka tak suka dan tak menyadari, bahwa aku hanya wanita biasa yang tak memerlukan kasih sayang yang palsu, aku ingin cinta yang nyata.


Malam ini aku seperti biasa lembur, aku sangat berusaha untuk mempertahankan perusahaan appa, dokumen dan file-file masih menumpuk di meja kerjaku.. ini sudah menjadi kemauanku untuk menyelesaikan pekerjaan ini sampai selesai, karena prinsipku adalah.. jika aku sudah mengerjakan sesuatu, tak mungkin akan menyeleseaikannya setengah setengah.. ini harus ku selesaikan sendiri sampai habis, bukan karena aku tak percaya dengan kemampuan orang-orang sekitarku, tapi memang aku tak suka pekerjaanku diambil. Jika tak mau melihatku seperti ini, sebaiknya jangan menyuruhku dari awal.. karena inilah aku Goo Min Hye..


  “Min Hye agashi..!, sebaiknya anda pulang dan istirahat, ini sudah sangat larut, saya khawatir agashi akan jatuh sakit..”


  “aniyo.!, paman Jung, anda seperti tak mengenal saya.. saya masih belum menyelesaikan semuanya.. sebaiknya paman jung pulang saja..”

  “tapi..”

  “sudahlah.. mungkin pekerjaan ini akan lebih cepat selesai jika paman jung tak mengganggu saya” jawabku ketus, meskipun begitu.. orang yang kupanggil paman jung itu, sangat mengenal sifatku.. mungkin ini salah satu sifat jelekku..

  “ne.. arasseo.. saya akan pulang.. dan saya berharap agashi jangan sampai pulang pagi”

  “ini tak akan sampai pagi..”
 
 “arasseo”

Setelah mendapat perintah dariku, paman jung pun meninggalkan ku sendiri, dan sekarang tempat itu benar-benar sepi.. sungguh penat rasanya, kapan semua ini akan pergi.. kapan aku bisa menghindar. Aku ingin duniaku yang sesungguhnya. Setelah beberapa jam, akhirnya tugas, dokumen, file-file yang sedari tadi berserakan di atas meja kerjaku, kini sudah tersusun rapi, waktu sudah menunjukan pukul 02.00 waktu korea, aku merapikan tas dan bergegas ke parkiran. Hanya ada satu buah mobil candilac berwarna merah marun bertengger disana, ku dekati dan perlahan ku buka..

Ku lajukan dengan kecepatan normal, di tengah jalan aku memijat kepalaku yang agak pusing.. tiba-tiba mataku tertuju pada tulisan “2XX”, ku berhentikan mobilku tepat di depat tulisan itu. Aku tertarik masuk ke tempat itu. Pernah ku dengar kalau tempat itu adalah bar yang sangat populer, banyak minuman yang di jual disana, aku sangat menyukai itu, karena jujur saja, aku adalah peminum.
Tanpa ragu kulangkahkan kakiku masuk ke tempat itu, di sana terlihat sepi, lampu kerlap kerlip sudah tak terlihat lagi.. hanya ada seorang bartender sedang merapikan botol-botol minuman itu. Ku hampiri dia.. wajahnya tak terlihat jelas, yang terlihat hanya postur tubuh seorang laki-laki yang tinggi.

  “ada yang bisa saya bantu agashi?”

  “ne.. aku dengar tempat ini terkenal dengan minuman yang enak”

  “ne.. anda benar sekali, kami juga banyak memiliki minuman impor”

  “kalau begitu keluarkan aku minuman yang paling enak”

  “mianhae... agashi.. tapi bar ini sudah tutup, satu jam yang lalu..”

  “omo..?, kenapa secepat itu??, biasanya tempat seperti ini, akan tutup sampai pagi”

  “aniyo.. karena ini adalah hari jumat, makanya bar di tutup lebih awal”

  “jadi kau mau bilang aku kurang beruntung?”

  “sepertinya begitu, jika anda mau.. anda bisa datang besok”

  “yaa... bagaimana kalau aku ingin sekarang?”

  “tapi bar ini sudah tutup, apa anda tak membaca itu?” tanya bartender itu sambil menunjuk ke arah tulisan “close”

  “aku mohon berikan aku minuman, walau hanya satu gelas saja..” pintaku dengan wajah sedikit memelas, dan ternyata
usahaku berhasil..



  “arasseo..”

Bartender itu pun akhirnya menuangkan satu gelas wine, perlahan ku teguk, dan benar saja.. minuman itu sangat lezat, baru kali ini aku merasakan minuman selezat ini..


Sepasang mata terus saja menatap ke arahku, aku tak tahu apa yang kini ia pikirkan.. tapi aku tak peduli, masih saja ku teguk minuman yang ada ditanganku saat ini, tanpa ku sadari segelas wine telah habis..


  “berikan satu gelas lagi” pintaku

  “apa anda yakin?”

  “tentu saja, jangan remehkan aku.. aku ini masih sadar… tenang saja…”

  “baiklah agashi”


Bartender itu terlalu berbaik hati, ia setia menemaniku menghabiskan sampai 7 gelas wine, dan aku masih dalam keadaan sadar, ku minta 1 gelas lagi..


  “aku masih ingin, silahkan berikan aku gelas ke 8” pintaku lagi, namun bartender itu hanya tersenyum di tengah cahaya remang itu

  “aniyo agashi.. anda janji akan berhenti saat gelas ke 7, bahkan sebelum gelas ke 7 anda bilang gelas ke 6 adalah yg terakhir, dan kali ini saya sudah tak bisa member anda gelas yang ke 8”

  “yaaaa…. Berikan padaku!” perintahku

   “anyi.. sayatak akan memberikan lagi” jawaban yang tenang dan datar, tapi cukup membuatku jengkel, aku bangkit
dari dudukku, dengan tatapan nanar

   “AKU BILANG BERI AKU SATU GELAS LAGI!!., KAU TAK TAHU AKU SIAPA HAH…???” saat ini pikiranku sudah tak bisa berfikir dengan baik… tapi aku yakin ini bukan karena pengaruh minuman itu, tapi karena ia telah memancing amarahku

   “tentu saja saya tahu anda agashi”

   “LALU APA MASALAHMU……!??, JANGAN MEMBUATKU MARAH….!”

   “anda sudah mabk agashi”

   “aniyooo” jawabku sambil memainkan telunjukku dan tersenyum mengejek kepada bartender tersebut.

  “sebaiknya anda segera pulang agashi.. tidak baik seorang wanita berada malam-malam di temapt ini, apalagi dengan seorang bartender seperti saya??”

  “KAU SIAPA??, BERANI MEMERINTAHKU??”

  “saya bukan siapa-siapa, tapi anda orang yang cukup memilki nama di Negara ini”

  “kau piker.. kau mengenalku???”

  ‘tentu.. anda adalah penerus dari Goo’s group, Goo min hye agashi”

  “kau pikir aku peduli dengan nama itu??, kalian semua sama saja….!, hanya melihat aku dengan nama itu, seandainya nanti terjadi sesuatu padaku, dan merubahku menjadi yang baru.. apa kalian masih mengingatku sebagai goo min hye??”

   “jika anda merasa dunia tak adil dengan anda, kenapa anda tak mencoba masuk ke dunia baru, yang akan bisa membentuk pribadi anda.. yang akan membuat diri anda menjadi bangga akan hal itu, tak pernah kah anda pikirkan, betapa anda adalah salah satu orang yang beruntung mendapatkan kehidupan yang layak??, banyak di luar sana tak seberuntung anda”

  “beruntung katamu??, dari segi apa kau melihat itu, seandainya kau ada di posisiku ka pasti akan melakukan hal yang sama”

   “aniyo… saya bisa saja berfikir hal yang sama dengan anda, tapi saya tidak akan melakukan sesuatu yang akan semakin memperkeruh pikiran saya dengan angan-angan yang tak sanggup saya lakukan”

  “berhenti menceramahiku… jika kau tak mau memberiku satu gelas lagi, sebaiknya aku pulang”

  “itu terdengar lebih baik, tapi aku tak yakin anda akan mampu mengendarai mobil anda”

  “jangan cemaskan aku tuan bartender, aku masih sadar dan masih mampu” cegahku, tapi saat beranjak dari duduk.. tubuhku oleh dan tertangkap oleh tubuh jangkung milik bartender itu…



hmmm…. Aroma apa ini??, begitu wangi, aroma tubuh yang membuat wanita meleleh saat berdekatan dengannya. Dada yang begitu hangat, sinar mata yang meneduhkan, wajah yang sedari tadi termakan oleh keremangan kini terpapar jelas, lekuk wajah yang terpahat sempurna, oh… demi tuhan dia terlihat seperti malaikat tanpa sayap… ukiran sang pencipta terlihat jelas di wajah sang bartender.. mata yang memancarkan keteduhan, hidung yang menjulang, lebih-lebih dari gedung pencakar langit, mematahkan pinggangku, bibir padat yang begitu mempesona, rambut tebal yang tertutup oleh slayer berwarna silver…. Oh… mengapa ada orang seperti dia, ku yakin dia pasti bukan manusia, melainkan malaikat.. atau saat ini aku sedang bermimpi??. Jika ini mimpi, ku mohon jangan bangunkan aku dari mimpi indah ini…


   “gwenchana??, apa anda baik-baik saja agashi??”

Siaaalll…. Suara lembut itu mebuyarkan pandanganku, karena malu.. ku langsung memperbaiki posisiku”

   “aku tak apa.. apa urusanmu?” kembali sifat cuek dan jutekku merajai, ingin rasanya mengutuk diriku sendiri

   “saya akan mengantar anda sampai ke depan rumah anda agashi”

   “tak usah repot repot” tolakku, padahal jujur saja aku ingin, bahkan saat ini juga aku igin dia berada di dekapanku, oh my angel without wings!

   “saya tak bisa membiarkan seorang wanita dalam kondisi seperti ini mengendarai mobil sendiri”

   “terserah kau saja”

…………………………………………………………………………………………………..





Langit malam yang begitu indah, oh bukan ini sudah menjelang pagi, ku lirik jam tangan yang melingkar di pergelanganku, waktu menunjukan pukul 03.30, padahal paman jung memintaku untuk tidak pulang pagi, tapi apa.. ku tetap terfokus menatap langit.. bintang yang begitu banyak dan cahaya yang terang, ia.. aku tahu.. jika ingin melihat bintang yang indah.. ini adalah waktu yang tepat, sampai-sampai leherku lelah menengadah

  “apa tak lelah seperti itu dar tadi?” suara itu lagi-lagi membuyarkanku

  “apa urusanmu?, apa ada larangan untuk melihat bintang??”

  “tentu saja tak ada, tapi saya rasa anda akan sakit dibagian leher anda”

  “aku tak peduli!, yang penting aku merasa senang”

  “jika anda berfikir begitu, mengapa tam menyuruh saya memberhentikan mobil ini. Lalu kita akan terkapar di atas
rumput dan berbaring sambil menatap langin bertabr bintang sampai anda bosan”

   “hei… tuan bartender kau sangat percaya diri.. aku tak akan mau melakukan kekonyolan semacam itu”

   “itu hanya sekedar saran saja..”

   “huh..”

Hening sejenak..


   “oya… kau sangat tidak sopan sekali”

   “mwo??, waeyo??”

   “dari tadi kau berbicara padaku, memelukku dengan sengaja, menumpang dan mengndarai mobilku, tapi dari tadi aku
sendiri tak mengenalmu”

    “hoho… mianhae agashi, aku seharusnya tak selancang ini, tapi aku tak mungkin menyuruh anda pulang dalam keadaan seperti ini, kenalkan nama saya adalah lee sun ho, panggil saja sun ho, saya harap anda tak menyesal telah mengenal seorang bartender seperti saya”

    “jika kelakuan ini seperti ini dari tadi, mungkin aku tak akan membentakmu”

    “ak sudah biasa mendapat perlakuan seperti itu, jadi anda tak perlu cemas”

…….


    Akhirnya sampai juga di depan gerbang rumahku, kediaman Goo.  Ku bertanya pada Bartender yang bernama lengkap Lee sun ho berkata sebelum dia keluar dari mobilku

    “apa kau yakin melihat bintang dengan berbaring di rumput akan Nampak indah?”

    “mengapa anda tak mencoba?”

    “aku akan mencoba saat aku ingin mencobanya”

Bartender itu hanya tersenyum mendengarku mengucapkan kalimat itu, dan..

    “itu adalah jawaban yang sangat bagus.. dan saat anda ingin melakukan sesuatu, maka lakukanlah”

    “benarkah??”

    “tentu saja” jawabnya ringan. Dan saat itu pikiran gila tengah menghampiriku, kalimat itu akan melekat di otakku ‘saat anda ingin melakukan sesuatu, maka lakukanlah’. Kau tahu apa yang kini aku ingin lakukan???



“cuuuppp………..hmmff” ya.. ini yang ingin ku lakukan sekarang, mencium bibir padat itu, sungguh terasa manis, bibirku mencoba menantang, sedikit melumatnya, tapi apa… balasan tak kalah agresif yang ku dapat, mataku terpenjam kuat saat mendapat sensasi ini, ini terasa sangat berbeda.. ini ciuman yang berbeda yg ku dapat dari mantan-mantaku sebelumnya,,, aku terperangkap oleh umpanku sendiri… oh… kapan aku bisa berhenti.. aku tak akan bisa berhenti sebelum ia mengakhirinya, karena aku termasuk wanita yag tak bisa mengendalikan pikiran di saat seperti ini… ciuman itu terjadi sampai 5 menit, berakhir terpaksa oleh suara gerbang pintu yang terbuka,,




Kreeeeengggg……


Ia melepaskan ciuman itu, menatapku nanar, ku balas dengan senyuman


    “kau tahu… itulah yang ingin ku lakukan sekarang, tuan malaikat tanpa sayap” ku dorong tubuh jakung itu kluar dari candilac marunku, ia hanya tersenym dan segera pergi meninggalkan tempat itu.


    “ajari aku bagaimana memasuki dunia baru itu tuan malaikat tanpa sayap” ucapku lirih




To be Continue

« Last Edit: March 04, 2012, 06:27:58 am by vhia_minsuners »


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Share on Bluesky Share on Facebook


Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 1>'<update 11 Oktober 2011
« Reply #1 on: October 11, 2011, 07:46:03 am »
Yaaay...FF baru...Selamat yaaah....I love it...

Hihi....namanya dibalik2 ya.Tapi ga papa. Yang penting teteup Minsun. MInsun foreva deeh....

Kayanya kelakuan minhye di sini kok gak asik banget yah. Suka mabok. Kalo Sun Ho di sini ceritanya gimana? Kok kayanya dia emang jadi bartender karena melakukan kesenangannya. Latar belakang Sun ho kaya gimana???

Ditunggu yah lanjutannya.... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 1>'<update 11 Oktober 2011
« Reply #2 on: October 11, 2011, 07:56:59 pm »
Yaaay...FF baru...Selamat yaaah....I love it...

Hihi....namanya dibalik2 ya.Tapi ga papa. Yang penting teteup Minsun. MInsun foreva deeh....

Kayanya kelakuan minhye di sini kok gak asik banget yah. Suka mabok. Kalo Sun Ho di sini ceritanya gimana? Kok kayanya dia emang jadi bartender karena melakukan kesenangannya. Latar belakang Sun ho kaya gimana???

Ditunggu yah lanjutannya.... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

minhye mabok bukan karena kebiasaan juga sih, tapi karena pengen ngilangin stres aja... klo sunho emang latar belakang orang biasa, beda ma minhye yg bisa dikatakan pewaris tunggal goo's grup, sunho memang kerja sebagai bartender... jadi perbedaan tu yg bisa bikin mrka nyambung...  [hmff] [hmff]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 1>'<update 11 Oktober 2011
« Reply #3 on: October 12, 2011, 01:23:56 am »
Vhiaaaaaaaaaaaaaa, ane baru ngeh ama ni FF yang kemaren lanjutannya dikau post di grup [hmpfh] miane [heh] pantesan ane agak ga mudeng ye waktu di chapter 3 kenapa sun Ho ama hye mi nampak liar begono rupanya oh rupanya mereka berdua udah saling tertarik ye [hmpfh] busyet dah awal kenalan salam tempelnya ampe lumat2an [drool] [on] [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline el_minoz

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • upssss.....
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 1>'<update 11 Oktober 2011
« Reply #4 on: October 12, 2011, 03:51:23 am »
 [bye] [bye] chukae buat ff barunya!
Si hye sun diceritain ‎​Ъ suka ma kehidupannya gt y?dia pengen k dunia laen y sist!deuh q masih rada bingung #emang oon kok!hihihihi

Sapa tahu Si angel without wings bakalan kenalin dunia baru yg d idam2kan hahahahhaha

Lanjutt sist

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 1>'<update 11 Oktober 2011
« Reply #5 on: October 12, 2011, 07:15:33 am »
Vhiaaaaaaaaaaaaaa, ane baru ngeh ama ni FF yang kemaren lanjutannya dikau post di grup [hmpfh] miane [heh] pantesan ane agak ga mudeng ye waktu di chapter 3 kenapa sun Ho ama hye mi nampak liar begono rupanya oh rupanya mereka berdua udah saling tertarik ye [hmpfh] busyet dah awal kenalan salam tempelnya ampe lumat2an [drool] [on] [hmpfh]

ya begitulah eon.... dasar anak muda jaman sekarang (minsun), salam tempelnya kaya gitu... terlalu nempel malah...

ye... setiap chap rencananya wajib kudu pardu ada kissnya, cerita lepas gt eon..  [love eyes] [love eyes]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 1>'<update 11 Oktober 2011
« Reply #6 on: October 12, 2011, 07:35:23 am »
[bye] [bye] chukae buat ff barunya!
Si hye sun diceritain ‎​Ъ suka ma kehidupannya gt y?dia pengen k dunia laen y sist!deuh q masih rada bingung #emang oon kok!hihihihi

Sapa tahu Si angel without wings bakalan kenalin dunia baru yg d idam2kan hahahahhaha

Lanjutt sist


bingo...!! dunia baru minhye mmg si sunho sang bartender tu... [lovestruck] [lovestruck]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 2>'<update 14 Oktober 2011
« Reply #7 on: October 14, 2011, 08:53:02 am »
Chapter 2

Cast
Goo Hye sun aka Goo Min Hye
Lee Min Ho aka Lee Sun Ho


Mianhae… dah lama nganggurin ni ff, mungkin udah pada lupa ma cerita di chap sebelumnya, klo gitu kita mulai aja..
Kilasan sebelumnya…..
Ia melepaskan ciuman itu, menatapku nanar, ku balas dengan senyuman

    “kau tahu… itulah yang ingin ku lakukan sekarang, tuan malaikat tanpa sayap” ku dorong tubuh jakung itu keluar dari candilac marunku, ia hanya tersenyum dan segera pergi meninggalkan tempat itu.

    “ajari aku bagaimana memasuki dunia baru itu tuan malaikat tanpa sayap” ucapku lirih

   “Hoamm…” aku menguap setelah merasa sang mentari mulai menantang dibalik celah tirai kamarku

  “agashi.. anda sudah bangun, bagaimana tidur anda, nyenyakkah??” suara yang selalu terdengar saat ku terbangun.

  “ne… “

  “saya sudah menyiapkan segelas susu dan roti untuk sarapan anda”

  “gomawo bibi kim”

Bibi kim adalah orang yang berjasa dalam keluarga kami, sudah lama ia mengabdi, bahkan setelah kepergian omma, ia yang bertugas mengurus semua keperluanku.. ya semua..

  “pulang pagi lagi??” tiba-tiba suara itu mencelos

  “ne.. itu tak bisa dipungkiri… Goo’s Group membuatku jenuh bibi”

  “siapa yang bisa diandalkan kalau bukan agashi, anda adalah satu-satunya keluarga yang dimiliki Tn. Goo”

  “baiklah… jangan menggodaku lagi dengan kalimat itu”
Ku sibak selimut yang sejak tadi melilit tubuhku, dan segera beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.

20 menit kemudian…

  “hmmm….” Aku merasa agak segar setelah membasuh tubuhku dengan air.

  “weekend ini agashi mau kemana..?” Tanya bibi kim

  “tak ingin kemana-mana bibi, aku ingin menghabiskan waktu di rumah saja..”

  “baiklah..”
Hidup sebagai seorang pewaris dari Goo’s group membuatku jenuh, namun tak mampu berbuat lebih atas ini semua..

Sarapan pagi ini sama seperti kemarin-kemarin.. tak ada yang berbeda.. setelah cukup lama menghabiskan waktu untuk sarapan, kemudian ku duduk di bangku panjang dekat jam dinding besar yang terpasang di ruang itu.

Jam dinding yang selalu berdetak.. berputar selalu ke kanan, berputar di situ-situ saja.. tanpa menemukan hal yang baru.. ‘apakah hidupku seperti jam dinding itu?’ itu yang terpikir dalam benakku.. mengapa malang sekali kau jam dinding..

Kerjaanku saat ini hanya menatap jam dinding.. 1 menit.. 2 menit.. 3 menit.. 4 menit.. 5 menit.. 10 menit.. 15 menit.. 30 menit..

  “aisshhh….. kau membosankan sekali hah…!, hidupmu disitu-situ terus, apa kau tak lelah berputar disitu terus…?” omelku pada jam dinding yang mungkin tak tahu apa-apa. Omelanku yang terdengar aneh, membuat bibi kim tercengang

  “agashi… kenapa ada tak jalan-jalan saja.. biar saya temani”

  “apa yang menarik di luar sana… adakah yang lebih mengasyikkan selain bergulat dengan tumpukan-tumpukan file?” itu adalah lambang dari kekecewaanku yang selalu bosan dengan pekerjaanku, namun haruskah ku buat appa yang membangun semua dari awal, kecewa.. appa yang selalu sibuk di luar sana.. hanya bibi kim yang ku punya sekarang

  “anda banyak melewatkan hal menarik di luar sana agashi.. sosaenghaeyo.. saya tak menyadari bahwa agashi merasa penat.. hmmm… bagaimana kalau sekarang kita ke taman bermain?”

  “aku harap itu bukan tempat yang membosankan?”

  “pasti..” jawab bibi kim yakin dan aku pun menyanggupinya

------

Puluhan bahkan ribuan kepala berada di tempat yang mereka sebut dengan taman bermain.. bibi kim terus menarik lenganku mencoba naik ke permainan yang terlihat mengerikan itu..

  “apa agashi mau naik ke permainan itu?” tunjuk bibi kim pada permainan berbentuk perahu besar itu, duduk saling behadapan dengan yang lainnya.

  “ne.. nampaknya seru.. aku coba..” aku mengambil tempat paling tengah
Setelah perahu besar itu bergerak…

‘Aaaaaaaaaaaaaaaa……………………..aaaaaaaaaaaa…………………. aaaaaaaaa………..’ mungkin saat itu suaraku paling membahana… bagaimana tidak… rasanya seluruh isi perutku dioyak… rasanya pengen muntah…

  “andweeeeeeeeeee……………………. Aku mau turun… yaaaaaaaaaaa………………. Bibi kim-aaaaaaaaaaaaaa….. cepat turun kan aku…” air mataku sudah mau keluar saat ini juga. Sedangkan orang-orang yang ada di depanku tertawa melihat ketakutanku… aku tak menghiraukan orang-orang itu… yang ada hanya takut..
Dan saat perahu besar itu berhenti, buru-buru aku turun  dan hampir terjatuh.. aku tak memperdulikan bibi kim.. segera berlari menuju toilet, namun tubuhku merasa lemas ‘untung saja aku tak punya penyakit jantung, kalau tidak mungkin aku sudah jadi bangkai disini,,, hmmmf.. rasanya kepalaku hampir melayang, owh… tidak.. aku merasa tubuhku oleng… matilah aku…

‘greeepp…’ tiba-tiba seseorang menyangga tubuhku saat kurasa tubuh ini hampir mencium tanah, omo…?? Mata itu…? Sepertinya aku pernah melihatnya?, yaa… bukan hanya mata itu, tapi senyum itu juga..

  “annyeong  Min Hye agashi…!”

  “mwo… darimana kau tahu namaku?” jawabku ketus pada pemuda itu

  “aisshh… anda memiliki ingatan yang buruk sekali, mungkin karena semalam, oh tidak lebih tepatnya tadi pagi.. anda mabuk berat ya..?”

  ‘Apa yang dikatakan laki-laki ini, mabuk? Aku mabuk?.. oh… apa mungkin dia bartender itu?’ batinku

   “mwo… apa kau bilang..? apa kau bartender itu?”

  “owh… terima kasih tuhan, ia masih mengingatku” senyum laki-laki itu lagi-lagi hampir mematahkan pinggangku

  “mianhae…” tuturku

  “untuk apa?” tanyanya

  “aku….” Aku belum sempat menjawab tapi sesuatu hendak keluar dari mulutku

  ‘howeeekkkk…’ ahhh…. Aku memuntahkan isi perutku tepat mengenai kemeja laki-laki itu

  “aisshh….”

  “agashiiiiiii….!!” Teriak bibi kim memanggilku

  “yaaa…. Gwenchana??”

  “hmmmff…. Gwen… gwenchana..”

  “owh.. sosaenghaeyo agashi…”

  “hahahaha… anyi…” aku tertawa saat melihat kepanikan bibi kim, perasaan mualku lenyap setelah melihat tampang jijik laki-laki yang masih merangkulku

  “yaa… tentu saja… tak apa-apa… karena aisshh….. kemejaku… bau..” keluh laki-laki yang aku sendiri lupa namanya

  “sosaenghaeyo doronim..” maaf bibi kim pada laki-laki itu

  “hhmmm… ne ne… sudahlah… ini sudah terlanjur juga”
----

Laki-laki itu membuka kemejanya yang kotor karena muntahku, ku suruh bibi kim membelikan kaos untuk laki-laki itu..

  “hanya kaos ini yang ada agashi..” bibi kim menyerahkan kaos yang dibelinya di taman bermain itu, yang memang adalah sebuah taman hiburan *semacam Dufan gitu klo di indo*

  “ne..” senyumku sambil menerima kaos itu dan menyerahkannya pada laki-laki itu
Ia kemudian masuk ke ruang ganti, 5 menit kemudian, Nampak laki-laki itu menenakan kaos berwarna  hijau keluar dari toilet itu

  “bibi kim… !” panggilku pada bibi kim

  “ne… agashi” jawabnya

  “aku akan menelpon paman jung untuk menjemput bibi kim.. aku rasa bibi sudah sangat lelah.. dan aku masih ingin berada disini” perintahku pada bibi kim

  “arasseoyo..” ia pasti mengerti maksudku, meskipun ku tahu bibi kim masih ingin menemaniku, tapi ku pikir aku ingin menghabiskan waktu dengan pemuda jakung ini, bartender yang mengubah duniaku dalam semalam
-----

  “aku tak menyangka bisa bertemu dngan anda disini… ku pikir perempuan seperti anda tak suka tempat ramai seperti ini”

  “haha… jangan salah.. aku suka keramaian” aku tak tahu apa yang ku katakana, taapi karena laki-laki ini aku seperti itu.. entah apa yang ku pikirkan seperti terbaca oleh laki-laki ini

  “bagaimana kalau kita coba permainan yang lain?” pintanya

  “mwo…?, permainan apa lagi itu?” aku sudah cukup ngeri mencoba permainan tadi…”

  “anda mau menaiki permainan itu?” tanyanya, aku merasa risih dengan sebutannya untukku

  “panggil aku minhye saja…  jangan panggil aku dengan sebutan anda” tolakku

  “geure… Minhye agashi..”

  “anyi… tanpa agashi..”

  “arasseoyo Minhye-a..”

  “hahaha… aku juga minta maaf.. karena aku lupa siapa namamu”

  “anda.. eh.. maksudku, kau tak usah merasa bersalah minhye-a… apalah aku… namaku tak penting untuk diingat..”

  “kau.. mau bertindak curang hah.. kau masih mengingat namaku, sedangkan aku tak ingat namamu”  aku pura-pura ngambek

  “Lee Sun Ho.. lee sun ho imnida..”

  “ne.. sun ho-aaaaa…” teriakku tepat di telinganya, ia bergidik ngeri

  “yaaa… minhyeeeeee……” balasnya di telingaku

  “ayo kita naik ke sana..”

  “kachaaaa…” ia menggambit tanganku dan membawaku ke tempat permainan yang ditunjukan tadi
-----
Pemandangan yang ada pada tempat itu terlihat semua, permainan yang kami naiki itu memperlihatkan seluruh tempat itu dari ketinggian yang terus berubah-ubah, aku duduk berhadapan dengan sunho, yaa… sunho laki-laki yang bernama sunho itu.. aku akan mengingat nama indah itu.. selalu..

  “apa nama permainan ini?” tanyaku sambil tak lepas dari wajahnya, yang sejak tadi mengedarkan pandangannya ke bawah..

  “mwo…?” Tanyanya, sepertinya tak mendengar apa yang kukatakan

  “apa nama permainan ini?”

  “ini??”

  “Ne..”

  “ini adalah biang lala min hye-a..’

  “aowwh…”

  “waeyo?” tanyanya

  “ini lebih baik dari perahu besar itu”

  “ne.. apa kau benar-benar tak pernah menikmati hal seperti ini?” tanyanya lagi, namun kali ini membuatku sedih

  “anyi… selama aku menikmati hidup mewah.. oh tidak.. ini bukan mewah jika aku sendiri tak pernah menikmati kemewahannya.. apa artinya semua yang ku punya.. sedangkan aku hanya tertuntut untuk bergulat dengan file-file sialan itu”

  “tak ada yang sia-sia minhye-a..”

  “hey.. apa kau sudah terlalu sering kemari?”

  “weekend adalah waktunya bersenang-senang… aku suka main-main kemari… ini adalah tempat yang paling cocok untuk menghilangkan penat..”
*biang lala terus berputar..  putaran yang mungkin sudah ke 4 kalinya. kini biang lala yang kami tempati berada paling bawah*

  “kau sungguh beruntung sun ho-a..” aku menatapnya dengan kecemburuan.. karena ia sangat beruntung dengan kehidupannya yang begitu berwarna.. jika dibandingkan dengan duniaku.. yang selalu berputar seperti jam dinding dan mungkin seperti biang lala yang kami naiki ini, mungkin sangat menjenuhkan

  “tentunya kau juga beruntung..” balas sun ho

  “bagaimana bisa kau bilang aku beruntung..?” tanyaku saat tak menerima apa yang dikatakan sun ho
*biang lala yang kami tempati berada pada puncak*

  “kau tentu adalah perempuan yang beruntung, dengan hidup serba pas-pasan, hidup dikalangan terpandang, memiliki Goo’s Group.. apa yang kurang?”

  “ku rasa kau salah menilai semua itu sun ho..”

  “apa maksudmu?”

  “apa guna semua itu, jika kau sendiri tak mampu menikmati semuanya?”

  “ku pikir karena kau kesepian, makanya kau berpikir seperti itu, namun jika kau memupuk perasaan untuk menikmati dan menerima suatu yang ada, kau pasti akan merasa senantiasa hidup dengan kesenangan”

  “kau berkata seperti itu, karena kau tak mengalaminya”

  “mian..”

   “apa yang kau pikirkan tentangku sekarang ini?”
*biang lala yang kami tempati berada paling bawah*

Tiba-tiba aku merasa ada yang ganjal dalam hatiku.. Sesutu yang membuatku terenyuh dengan kondisiku sekarang ini

  “kau perempuan yang memilki segalanya… mempesona, kau terlihat manja, namun sesungguhnya kau adalah perempuan yang tegar.. bahkan seorang laki-laki sepertiku ini mustahil mampu mengelak semua yang ada pada dirimu…”

  “aku boleh minta Sesuatu padamu?” tanyaku.. entah apa yang ku pikirkan

  “kau boleh minta apapun… selagi biang lala ini masih berputar” jawabnya

  “tinggallah bersamaku di Goo mansion..” pintaku

  “mwo?” ia seperti tak menyangka akan ucapanmu

  “meskipun kau tak memiliki perasaan apa-apa padaku.. meskipun kau telah memilki seseorang di hatimu.. ku mohon tinggallah bersamaku.. meski tanpa ikatan apa-apa.. asal aku bisa mendapat setidaknya, warna yang beberda dari duniaku sebelumnya..”

  “kenapa kau pilih aku?” ia bertanya pelan, seolah ingin menghujamku dengan kalimat yang panjang, namun sepertinya tercekat

  “karena kau yang ku rasa mampu mengubah duniaku.. kau.. malaikat tanpa sayap.. karena kau yang telah mendapatkan ciuman pertamaku.. saat itu aku memang sedang mabuk.. tapi aku masih sadar.. ku rasa itu adalah dunia yang indah MY Angel Without Wings..”

  “aku bersedia mengajakmu masuk ke dalam dunia barumu”

Tangannya terulur menyentuh pipiku, mataku meredup.. karena ku tahu dunia baruku segera menghampiriku.. dunia yang akan membuatku menikmati indahnya hari…  yaa… tepat sekali.. bibir padat milik malaikatku menyentuh lembut bibirku, mengecupnya dengan pelan dan dalam..aku menikmati kecupannya, kubalas setiap esapannya.. sangat menggetarkan.. ciuman lembut itu semakin menuntut… ciuman keduaku..  ciuman Lee sun ho adalah dunia baruku… kamiterus saja berciuman di atas biang lala… begitu lama… bagi orang yang melihat, bagiku terasa singkat sisa putaran biang lala adalah 4 kali putaran, dan 4 kali putaran itu kami habiskan untuk berciuman mesra di tempat itu, kami tak memperdulikan beberapa mata yang melihat, reputasiku sebagai pewaris Goo’s Group tak ku pikirkan, yang ada ku nikmati dunia baruku dengan laki-laki yang baru beberapa jam ku temui ini.. lee sun ho.., sampai biang lala itu berhenti berputarpun, tanganku msih bergelayut manja di leher jenjang sun ho,..

  “hmm… apa anda masih ingin berputar lagi?” Tanya seorang yang bertugas di sana
  ku hanya tersenyum pada sun ho

  “ottokhajyo?” Tanya sun ho

  “kita coba permainan baru..!” ajakku sambil meninggalkan arena permainan itu

------
19.00 waktu korea

  “aakkhh…” aku menggeliat kecapean

  “kau lelah?” Tanya laki-laki yang sedari tadi setia menemaniku

  “aku lelah… tapi aku tak ingin pulang ke rumah..”

  “lalu?”

  “aku ingin menginap di rumahmu”

  “tapi rumahku tak seindah istanamu..”

  “aku tak peduli..”

  “baiklah..”
----
Sesampai di gubuk kecil sun ho namun ku rasa kehangatan yang selama ini ku cari ada di dalam rumah itu
Nampak seorang bibi keluar dari rumah kecil itu, wajahnyanya begitu ayu… ia begitu keibuan

  “sun ho-a..?, kau kenapa baru pulang nak?” tanyanya pada laki-laki yang sejak tadi menemaniku
 

  “mian eomma sayang… aku telat pulang, karena ada Sesuatu”

  “arasseo.. oh ya… siapa perempuan yang kau bawa ini?” tanyanya setelah menyadari kehadiranku

  “apa kau tak mengenalinya?” Tanya sun ho dengan nada menggoda

  “aa… dia mirip dengan Goo agashi.. tapi tak mungkin kau membawa gadis nomor satu itu kemari” Ny. Lee itu tak percaya bahwa aku adalh orang yang dia maksud

  “anda pasti Ny. Lee.. perkenalkan saya.. saya Goo min Hye.. yang anda maksud”

  “jinja??, bagaimana bisa anakku membawa anda kemari.. ini mustahil”

  “tak ada yang mustahil. Ini memang saya”
Ny. Lee menutup mulutnya, rupanya ia tak habis pikir

  “kau memang benar-benar cantik.. bahkan lebih cantik dari yang ku lihat di TV, tak menyangka orang sepenting anda datang kemari”

  “saya bukan hanya sekedar mampir, namu saya ingin meenginap disini Ny.”

  “mwo… anda tak bercanda kan?”

  “anyi…” aku menggeleng

  “panggil saya Min Hye.. please…”

  “ne.. min hye”

  “boleh saya panggil Ny. Lee dengan sebutan eomma..?” aku sedikit ragu mengatakan ini, aku takut ia menolak

  “mwo… owh… ne…”
Setelah mendapat izin untuk bermalam di rumah sun ho, aku menelpon bibi kim, untuk tak pulang malam ini, sudah ku jelaskan semua, dan ia mengerti itu.
------
Ruang yang akan menjadi tempat tidurku sudah siap.

  “ini kamarnya.. semoga nyaman”

  “gomawo eomma.. lalu eomma akan tidur dimana?”

  “eomma bisa tidur dimana saja..”

  “aku ingin eomma tidur denganku”

   “tentu saja.. dengan senang hati..”

  “tidur yang nyenyak ya,,, meski tak seindah istanamu” celetuk sun ho

  “istanamu lebih indah dari istanaku” jawabku dengan suara parau

Sun ho yang tahu perasaanku, mencoba menenangkanku.. memelukku erat.. meski mata eomma dengan malu-malu menatap kami.. ciuman hangat di daratkan sunho di keningku…  aku merasa sun ho sudah ku kenal sudah lama.. pada baru beberapa jam yang lalu, tapi kenapa aku bisa mempercayainya secepat itu, entahlah,,, aku tak tahu… karena kegilaanku…



---
TBC-ke chap 3




kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 2>'<update 14 Oktober 2011
« Reply #8 on: October 15, 2011, 03:47:56 am »
Trims ya buat updetannya.

Waaahhhh...Min Hye dan Sun HO tambah akrab aja. Gue kok punya feeling si Sun Ho ini sedikit misterius. Ketemuan ama Min Hye itu bener2 kebetulan, atau emang disengaja yah? Abis 2 hari berturut2 mereka ketemuan gitu...*mencurigakan*... [hmpfh] [hmpfh]...
Mamanya Sun Ho baek banget. Langsung nerima Min Hye buat ngineo di tempat mereka. Si Min Hye itu kayanya kesepian banget yah hidupnya...jadi kasian ngeliat dia...

Ditunggu ya lanjutannya...

 [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 2>'<update 14 Oktober 2011
« Reply #9 on: October 15, 2011, 06:32:44 am »
Trims ya buat updetannya.

Waaahhhh...Min Hye dan Sun HO tambah akrab aja. Gue kok punya feeling si Sun Ho ini sedikit misterius. Ketemuan ama Min Hye itu bener2 kebetulan, atau emang disengaja yah? Abis 2 hari berturut2 mereka ketemuan gitu...*mencurigakan*... [hmpfh] [hmpfh]...
Mamanya Sun Ho baek banget. Langsung nerima Min Hye buat ngineo di tempat mereka. Si Min Hye itu kayanya kesepian banget yah hidupnya...jadi kasian ngeliat dia...

Ditunggu ya lanjutannya...

 [smiley-gen013] [smiley-gen013]

minhye mmg gadis kesepian, tapi pertemuan bareng sunho mmg sangat sangat kebetulan.... karena ini cerita lepas.... yaa... konfliknyapun mungkin gak ada...  [sweat] [sweat] [sweat]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline sacia

  • Newbie
  • *
  • Posts: 2
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 2>'<update 14 Oktober 2011
« Reply #10 on: October 15, 2011, 11:51:42 pm »
hai lam kenal...makasih buat updateannya kaka.. [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
[/quote]

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 2>'<update 14 Oktober 2011
« Reply #11 on: October 15, 2011, 11:55:00 pm »
hai lam kenal...makasih buat updateannya kaka.. [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
[/quote]

annyeong sizt sacia... salam knal juga.... gumawo udah nyamperin nih FF  [lovestruck] [lovestruck]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 2>'<update 14 Oktober 2011
« Reply #12 on: October 16, 2011, 07:03:57 pm »
akhirnya gw baca ff lagi, and gw memulainya dgn ff ini, eh ternyt asyik,, ringan2 berhadiah gt (kissnya maksud gw [hmpfh] ) ditunggu chp selanjutnya ya? ingat, jgn lama2 loh [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 2>'<update 14 Oktober 2011
« Reply #13 on: October 17, 2011, 06:26:42 am »
akhirnya gw baca ff lagi, and gw memulainya dgn ff ini, eh ternyt asyik,, ringan2 berhadiah gt (kissnya maksud gw [hmpfh] ) ditunggu chp selanjutnya ya? ingat, jgn lama2 loh [laughing]

Spoiler (hover to show)
[/size]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: New World >'<Chapter 3>'<update 17 Oktober 2011
« Reply #14 on: October 17, 2011, 07:31:50 am »
Chapter 3


Cast
Goo Hye sun aka Goo Min Hye
Lee Min Ho aka Lee Sun Ho
[/color][/size]



Detak jam dinding memecah kesunyian malam itu.. aku belum bisa tertidur..
Pandanganku menerawang.. tiba-tiba terdengar suara
 
 “belum tidurkah?”

  “belum eomma… aku sedang memikirkan sesuatu”

  “apa eomma boleh tahu?”

  “hidup eomma dan sunho sangat indah.. aku iri dengan kalian..”

  “kenapa berkata seperti itu...?”

   “eomma.. aku ingin setiap hari seperti ini, datang ke rumah eomma, tidur dengan eomma.. bolehkah?”

   “minhye... rumah ini sangat terbuka lebar untukmu nak..”

   “gomawo eomma telah memperbolehkan aku tinggal disini”

  “sudah semestinya kan..”



Aku yang menginap dirumah sunho sangat merindukan sosok keluarga aku bahkan meminta untuk memanggil eomma sunho dengan sebutan eomma. kupeluk erat tubuh separuh baya itu saat mataku hendak terlelap, hangatnya pelukan seorang ibu.



@lee sun ho
Sedangkan sunho tak bisa tidur, dia uring uringan di dalam kamarnya, ia mengingat kejadian beberapa jam yang lalu, saat ia dengan mudah mendapatkan ciuman dari bibir seksi minhye, ketika minhye menciumnya saat mabuk dan saat dia mencoba mencium minhye di taman bermain dan minhye membalas ciumannya, sungguh ciuman hebat bagi sunho, ia tak kan mampu tidur tenang mengingat ciuman panasnya dengan minhye, tenggorokannya terasa kering, dan ia pun berajak menuju dapur untuk meneguk segelas air agar mampu membasahi kerongkongannya yang kering


----------------



Suasana seperti ini memang nyaman untuk terlelap, namun ini buruk... aku memikirkan sunho tiba-tiba..

   “apa yang dia lakukan sekarang?, apa ia sudah tidur atau belum”


Aku berusaha melepas pelukan eomma sunho, aku merasa deg degan, rasanya aku seperti pencuri yang mengendap-endap di rumah sunho, ya.. mungkin saja aku ini pencuri yang berniat mencuri hati sunho.. ini terdengar gila, namun itulah yang ku rasakan.. saat ku berjalan menuju kamar sunho, tiba-tiba mata ini menangkap sesosok tubuh jakung di luar teras, sempat bergidik ngeri.. namun saat ku perhatikan lebih seksama, itu adalah sunho

   “sun.. sunho-a...!” panggilku pelan. Sunho berdiri di tengah cahaya lampu yang temaram hingga mataku agak susah
mengenalinya, namun ku yakin tubuh jakung itu adalah sunho, dan benar saja... ia menoleh padaku

   “minhye?, kau kah itu?”

   “ne..” aku berjalan mendekati sunho

   “wae... waeyo...?” tanya sunho sedikit terdengar gugup, atau ia tak mengharapkan kehadiranku?

   “aku tak bisa tidur, sepertinya penyakit insomniaku kambuh” dustaku, padahal ini gara-gara aku memikirkan sunho, ya aku memikirkan laki-laki yang kini tengah ada di hadapanku

   “lalu? Kau sendiri kenapa belum tidur?” tanyaku balik

   “tadi aku haus, jadi mengambil air segelas buat membasahi kerongkonganku.. tapi jadinya tak bisa tidur juga”

   “aneh ya.. padahal ini kan sudah pukul 1 dini hari, tapi kau masih berkeliaran di depan teras”

  “aku mencari udara segar, di dalam terlalu panas” jawab sunho, maksudnya kamarnya panas? Benarkah? Perasaan ini bukan musih panas... di dalam juga tidak terlalu panas

  “minhye...!” panggil sunho padaku

  “dhe..?”

   “aku ingin menanyakan sesuatu”

   “mworagu?” sunho berjalan mendekat padaku

   “............” sampai di depanku ia malah terdiam, namun mata tajam itu  seolah ingin mengatakan sesuatu

   “sunho-a!”

   “apakah aku salah?”

   “maksudnya?” aku tak mengerti apa yang ia bicarakan

  “apakah aku salah terlalu berharap padamu.. karena sebuah ciuman mampu membuatku lemah minhye..”

   “ci..ciuman?” tanyaku gugup, aku tak mampu menerka kalimat sunho, aku takut aku salah mengartikannya, padahal
aku sangat berharap alasan sunho tidak bisa tidur adalah ciuman kami tadi sore

   “maksudmu apa? Aku tak bisa menerka sunho”

   “apakah kau tidak keberatan jika aku menciummu lagi minhye?”

   “mwo?”

aku tak mampu berkata... itu permintaan sunho? Ini sangat mengejutkan.... namun mata itu tiba-tiba saja begitu dekat, bibirku terasa basah... karena kini bibir sunho menyesap bibirku, tanpa sadar aku membalasnya.. ciumannya begitu lembut pada awalnya namun sesaat berikutnya terkesan menuntut, bibirnya menyapu setiap sudut bibirku, dan lidah kasar itu memberikan sensasi yang tak biasanya, bibirku basah saat lidah itu menjilatnya.. otomatis membuatku menegang dengan permainannya dan seketika mulutku terbuka segera lidah kasar itu menrobos masuk  ke mulutku.. lidah itu dengan lihai menyentuh langit-langit mulutku... Tuhan... tubuhku terasa gemetar dan menegang, ditambah tangan sunho yang menyentuh lembut pahaku yang hanya tertutup daster pendek dan tipis, nafasku tersengal dan menyebutkan nama sunho disela-sela ciuman kami “sunho.... sunho.. aaahh.. hmmmmff” bibir tersumpal saatku menyebut nama sunho, kemudian bibir sunho melepas ciuman kami dan bibir itu turun ke leher jenjangku kemudian naik ke ketelingaku, sedikit menggigitnya


   “minhye...”

   “hmm?” hanya itu kalimat yang mampu keluar dari mulutku saking terangsangnya dengan sentuhan tangan sunho di
pahaku dan gigitan kecil ditelingaku

   “aku tak bisa tidur karena... aahhhhh. Karena kerongkonganku kering, kering karena mengharapkan bibirmu, aku... aku ingin menciummu..”

   “kau... kau telah mendapatkannya sunho... kau aaahhhh.. kau kini mendapatkannya”

   “hm”


Sunho kembali mengarahkan bibirnya pada bibirku, ia kembali menyesapnya dan melumatnya dengan bernafsu... aku balas dengan tak kalah bergairah, ku peluk semakin erat tubuh jakung itu, dan tanpa kami sadari, kudengar langkah kaki.. namun terdengar menjauh dari tempat kami berciuman. Aku tak pedulikan itu yang ada hanya rasa sensasi yang diberikan sunho saat ini, tangannya yang tadi mengelus pahaku kini terangkat dan menyentuh perut rampingku.. aku semakin menegang, terasa api menjalar di seluruh tubuhku, sunho yang mengetahui gairahku yang semakin memuncak semakin memainkan tangannya dan kini bukan hanya paha dan perutku saja.. namun buah dadaku yang sedari tadi mengeras kini dielusnya, kedua tangannya mengelus dan sedikit menekannya, aku memekik tertahan, sunho sedikit mendesakku mundur dan akhirnya terjatuh di atas sofa yang ada di teras rumahnya, kami terjatuh dan masih berhimpitan, sedangkan mulut kami masih saling membasahi, tangan nakal itu semakin menjadi saat tubuh ini makin menegang.. ia membuka kancing daster yang memang hanya dua buah itu, dan tersingkap bra hitamku yang meyembulkan daging buah dadaku... oh tidak.. aku terbuai dengan remasan tangannya di daerah sensitifku... bibir tebalnya pun turun ke daerah leherku.. aku menggelinjang kuat, kakiku bergulat dengan kaki sunho... diciumnya belahan dadaku, kemudian bergeser sedikit pada gumpalan daging itu sedikit menggigitnya sehingga ku pastikan tanda merah akan tercetak disana, aku sendiri merinding saat mendengar suara desahan yang keluar dari bibirku sendiri, ternyata tangan sunho tak henti hentinya mencari area sensitifku, namun saat itu pula kesdaranku kembali, saat sunho mencoba meraba bagian diantara selakangku, merabanya dibalik celana dalam yang kukenakan, mataku segera terbuka saat tangannya mencoba membuka celana dalamku


   “su...sun.. sunho... mianhae.. aku belum siap” tolakku halus, dan ia pun segera menatap mataku yang sudah sangat
gugup, ku lihat di matanya ia mencoba menahan birahi yang sudah memuncak.. dan aku sangat mnyesali itu, aku tak kuat menatap mata itu, namun aku sendiri belum siap untuk melepas keperawananku, bukan karena aku tidak suka dengan cara ia mencumbuiku, tapi aku masih sangat takut..

   “mian... mianhaeyo minhye, seharusnya aku tak berbuat sejauh ini.. aku seperti orang bodoh yang berharap lebih” tuturnya lemas, aku segera mengancing ke 2 kancing dasterku, dan duduk di samping sunho

   “aku... aku seharusnya tak membalas ciumanmu sunho-a” ucapku

   “sangat minta maaf atas pelakuanku minhye, aku seharusnya sadar kalau aku ini bukan siapa2mu”

   “tapi aku mengharap bahwa saat ini aku adalah kekasihmu sunho”

   “mwo?”

   “aku... aku telah terbius dengan ciumanmu, aku terpikat dengan hati dan pandanganmu, namun saat ini aku tak mampu berkata dan aku menyesali kelemahku ini, aku sangat mengharapkan cumbuanmu, namun aku masih takut saat akan melakukan hubungan yg lebih intim denganmu, aku justru sangat mencintaimu.. makanya aku sangat deg2an saat kau menyentuhku... aku...” kalimatku terhenti saat tiba-tiba bibir sunho menempel di bibirku, dengan lembut disesapnya dan kedua tangannya menempel diantara leher dan pipiku, menopang kepalaku untuk menerima ciumannya... aku balas ciuman itu dengan lembut, namun permainan ini hanya beberapa detik saja.. nafas sunho memburu dan menerpa kulit wajahku

   “dengan menciummu saja aku dapat mengetahui kalau kau juga mencintaiku.. maaf jika aku terlalu memaksamu, saranghae minhye”

   “naedo saranghae sunho..” dan ku peluk erat tubuh itu



----------------------


Kicauan burung  terdengar, cahaya mentari menrobos masuk diruang kamar yang seadanya itu, aku menggeliat dan mencoba membuka mata ini

   “sayang...” panggilan itu begitu merdu terdengar

   “ah.. eomma..”

   “sudah bangun?” tanya wanita paruh baya itu

   “ne..”

   “bagaimana tidurmu? Nyenyakkah?, tentu saja nyenyak, kau sampai mendengkur kok”

   “mendengkur? Cheongmal? Aisshh....... aku jadi malu sama eomma, pasti aku mengganggu tidur eomma” sesalku

   ”tidak juga, itu justru membuat eomma nyaman, eomma yang biasa tidur sendiri terkadang takut.. tapi semalam tidur
denganmu membuat eomma nyaman dan merasa tidak takut”

   “ahhh eomma bisa saja”

   “eomma sudah menyiapkan air hangat untuk kau mandi, setelah itu kita sarapan...”

   “dhe..”



Minhye kemudian mengambil handuk dan segera menanggalkan daster yang memang merupakan pinjaman dari eomma sunho, ini daster pasti daster kepunyaan eomma saat muda, kemudan minhye merendam tubuhnya , saat akan menggosokkan badannya, terpampang jelas warna merah muda akibat gigitan sunho di dadanya. Ia merabanya lembut dan sedikit tersenyum memandang bercak merah itu

   “sunho, kau hampir merenggut keperawananku”  Cetakan gigi yang indah..


Setelah selesai memanjakan diri dengan air hangat, kemudian minhye memakai kaos santai yang dipinjamkan sunho untuknya, karena tak mungkin ia akan meminjam daster eomma sunho lagi, dan segera bergabung dengan sunho dan eommanya di ruang makan


   “akhirnya yang ditunggu datang juga” eomma sunho sudah tak sabar menanti kedatanganku dan menarik lenganku untuk duduk di sampingnya, sedangkan sunho duduk berseberangan, sehingga mataku mudah untuk melihatnya, ia hanya tersenyum dan ku balas dengan senyum pula


   “kau makanlah yang banyak minhye, eomma sudah memasak makanan yang enak utukmu, eomma tidak tahu makanan kesukaanmu, lain kali eomma pasti buatkan makanan kesukaanmu”

   “gamsahamnida eomma”

Eomma sunho sesekali menyuapkan sesuatu ke mulutku, namun mataku terus menatap sunho begitupun sebaliknya

   “minhye...!” panggil eomma, namun terdengar samar

   “minhye...!” panggilnya untuk kedua kalinya

   “dhe? Wae eomma?”

   “dari tadi.. eomma liat kau menatap sunho terus,,,”

   “ah... itu hanya perasaan eomma saja” jawabku dengan malu malu

   ”owwh... mungkin saja... cepat habiskan makananmu, bagaimana? Enak tidak?”

   “dhe... ini adalah makanan terenak yang ku makan eomma”

   “kau pandai merayu...”

   “aku sungguh sunggguh eomma, ini terasa dibuat dengan kelembutan berkali kali lipat”

   “hahaha ada ada saja.. oh ya... tadi malam... eomma sepertinya tak mendapati kau tidur di samping eoma minhye... kau kemana saja?”

   “uhuk...” aku terkejut dengan pertanyaan eomma , “ottoke?” aku berpikir dalam hati

   “ya... eomma jangan merusak acara makan minhye”sunho angkat bicara sambil memberikan gelas minumnya untuk
minhye

   “mian minhye... eomma gak bermaksud seperti itu, tapi eomma kaget saja.. eomma pikir kau keluar ke toilet, tapi karena lama sekali, jadi eomma ....” eomma tak melajutkan perkataannya

   “eomma melihat kami?”

   “yaaa.... jangan berpikir macam2.. eomma tidak mengintip kalian... eomma tahu, pasti kau sedang bersama sunho tadi malam, karena kamar sunho menyala saat itu, jadi eomma balik ke kamar lagi”

   “huuuhh syukurlah...” sunho lega eommanya tidak melihat tingkah putranya ini mencumbuku tadi malam, namun aku yakin eomma sunho memang melihat kami berciuman, aku mendengar langkah kakinya, jadi ini aku merasa malu sendiri

   “kau kenapa.. minhye?” tanya sunho tiba-tiba

   “kenapa apanya?” tanyaku tak mengerti

   “apa yang kau pikirkan sehingga pipimu memerah begitu

   “ah... anyi... kimchi buatan eomma terlalu pedas di lidahku, jadi kepanasan begini, aduh mian eomma masakanmu jadi tumbal untuk menutupi rasa malu, tidak mungkin mengatakan kalau aku malu karena tahu eomma mengintip kami

   “minhye... eomma minta maaf...”

   “anyi... eomma tak salah... aku yg salah, karena tidak kuat pedas”

   “ohya... hari minggu begini kalian mau kemana?”

   “aku tak ingin kemana2 eomma... aku ingin menghabiskan waktu bareng eomma saja... karena esok mungkin agak
sibuk dengan tugas kantorku”

   “ok..”

   “lalu aku?” tanya sunho

   “kau juga bantu bantu...”


Pagi ini rencana kami akan berkebun, memetik buah dan sayuran segar.. pagi ini cukup menghangatkan tubuh, aku juga tak takut jika kulitku berubah menjadi hitam, karena aku sangat ingin membantu memetik buah2an dan sayuran di kebun eomma


aku mengenakan topi untuk melndunginya dari silauan mentari, beraneka ragam buah dan sayur ada di kebun ini.. dengan suka cita ku memetiknya, sesekali terdengan bibir mungilku bersenandung, dan tanpa ku tahu, sunho segera memeluk tubuh mungilku dari belakang...

   “aww....... sunho-a... lepaskan aku....”

   “aku tak mau.... “

   “malu tahu.... dilihat eomma...”

   “biarin... kau mau memetik buah jeruk yang tinggi itu kan?” ucap sunho saat mematiskan tanganku mencoba menjangkau buah jeruk yang ada di ketinggian yang cukup membuat kakiku berjinjit, dan sunhopun mengangkatku dengan memenggang bokongku kuat

   “sunho... lebih atas lagi...”

   “ah... ne..” kucoba meraihnya dan dapat..... karena senang aku pun sedikit menggoyangkan badan hingga membuat
keseimbangan tubuh sunho ambruk... yaahh jadilah posisis sekarang ini.. tubuhku sukses menindih tubuh sunho, wajah sunho mencium pipi kiriku yang memang wajahku menghadap ke kiri saat terjatuh, keranjang yg berisi buahpun jatuh menimpa tubuhku, aku kesakitan... segera kubangkit dan hendak memarahi sunho, namun sunho segera menarik kembali tubuhku dan kamipun bertatapan lama, hingga akhirnya sunho memberikan ciuman singkat di bibir merahku, mataku melotot

   “kau ini, sudah membuatku kejatuhan jeruk2 itu, eh malam menciumku...” aku pura2 marah padanya

   “aku yang lebih sakit, sudah jatuh tertimpa badanmu pula...” benar juga... tapi

   “kau sendiri yang mengangkatku” ucapku tak mau kalah

   “kau ini bagaimana sih,,,?”

   “hei... apa yang kalian lakukan?” tiba2 suara eomma membuatku terkejut dan segera bangun dari posisi yang tak
menguntungkan bagiku

   “mian eomma,, aku terjatuh tadi, dan buah2nya juga jatuh..”

   “tapi kau tak apa2 kan minhye?”

   “dhe..”

   “aku yg kenapa2 eomma..” sunho merengek

   “ah... kau ini laki-laki, jadi tak usah dicemaskan..

   “tega bener....”



------------------



Senja sudah mulai muncul, namun rupanya aku harus segera meninggalkan kediaman Lee itu, berat rasanya namun, tugas kantor telah menanti, namun aku ingin datang lagi saat ada kesempatan...

   “gumawo eomma, .. karena telah mengijinkan ku menginap di tempat yang sangat hangat ini, aku ingin datang lagi lain waktu”

   “tentu saja,, pintu rumah eomma selalu terbuka untuk mu sayang”

Aku segera memeluk tubuh eomma dan kemudian sunho mengantarku pulang, sampai dirumah tanganku belum juga dilepas sunho

   “kau mau masuk?” tawarku

   “tidak... lain kali saja.. “

   “kalau begitu aku masuk dulu”

   “ne..”

   “sunho..!”

   “ne?”

   “aku masuk dulu...”

   “masuklah...”

   “tapi tanganku masih kau pegang, bagaimana aku bisa masuk”

Sunho tiba-tiba menarik tanganku yg memang sedari tadi dipegang, dan tubuhku kini menempel dg tubuh sunho

   “sarangahe minhye” bisiknya ditelingaku

   “saranghae sunho..” kemudian bibir kami menempel sebentar..


   “jika nanti kau ingin tidur jangan terlalu memikirkan ciuman kita, nanti tenggorokanmu kering minhye, dan itu akan memaksamu terbangun dan mencari segelas air... karena aku mau kau tidur dengan pulas tanpa memikirkan ciuman kita, kau tak usah memikirkannya, jika kau mau aku menciummu lagi, kau tinggal menyebut namaku 10 kali aku akan datang dan menciummu lebih dari yg kau bayangkan”

   “kenapa 10 kali biasanya 3 kali?” protesku

   “karena aku hanya punya motor, yang melesatnya lambat... jadi harap maklum saja,, nanti nyampenya lama”

   “baiklah... aku pegang janjimu..”

Segera aku masuk ke dalam... dan langsung merebahkan tubuhku di atas kasur empuk, hari ini sungguh hari yang benar2 manis,, kau bodoh sunho, mana mungkin aku bisa melupakan ciuman kita.. apalagi di teras rumahmu itu,, aku mengharapkannya lagi.. “sebut namaku 10 kali aku akan datang dan menciummu” kalimat itu terngiang di otakku, dan iseng2 aku menyebut nama sunho 10 kali

   “sunho... sunho... sunho... sunho... sunho... sunho... sunho... sunho... sunho... sunho...” buk... suara langkah kaki yang keras, dan saat membuka mata, ku dapati mata tajam sunho... owh... dia benar2 datang dan menciumku, melumatnya dengan lembut dan mengemutnya saat terakhir

   “kau.. kau kenapa bisa datang?”

   “aku belum jauh dari rumahmu, masih di depan pintu rumahmu malah, tapi ku dengan suara memanggil namaku...”


   “kau ini... membuatku malu saja... cepat pulang, dan aku tak akan memanggilmu lagi... aku hanya mengetes sejauh mana kau bisa pegang kata2mu..”

   “dan aku memperoleh ciumanmu berdasarkan panggilanmu minhye... jangan lupa mimpikan aku...” sunho langsung turun melalu balkon kamarku yg berada di lantai 2..


   “kau memang ajaib my angel without wings”






Tebece ^’^

« Last Edit: October 17, 2011, 07:37:31 am by vhia_minsuners »


kissing you baby... muaaaccchhh ^^