Poll

okay, gw buat polling lagi yg berhubungan dgn karakter mh. kesempatan terakhir, siapa yg anda inginkan tuk jd mh??? perlu diingat, jumlah vote tdk mempengaruhi keputusan terhdp penentuan karakter mh, gw cuman ingin liat suara hati para pembaca sekalian, t

Sheldon
6 (40%)
alden
9 (60%)

Total Members Voted: 13

Author Topic: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER 9#  (Read 13126 times)

Offline dafa yuvi

  • Junior
  • **
  • Posts: 202
  • love is trust
  • Location: surabaya
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER ONE# 23 oct'11
« Reply #90 on: October 26, 2011, 04:34:52 am »
what what mam? mana minhox gubrakx. ald ato sheld. nicknamex berending "d" pisan. duh. sapose it?hergh cnt think clearly mam. ~geleng2~
luph u mam slalu make pnasaran

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER ONE# 23 oct'11
« Reply #91 on: October 26, 2011, 05:11:20 pm »
opo mam berry wine taun depan kok tega sekali dikau mam aku udah kangen mampus ma berry winne plus ranttang pe tiap hari ane dengerin lagunya cascada mulu yang everytime we touch tu ayo lah mam jangan taun depan bulan depan aje yee [sweat] [sweat]so november kurang dari seminggu lagi

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER ONE# 23 oct'11
« Reply #92 on: October 26, 2011, 06:35:12 pm »
opo mam berry wine taun depan kok tega sekali dikau mam aku udah kangen mampus ma berry winne plus ranttang pe tiap hari ane dengerin lagunya cascada mulu yang everytime we touch tu ayo lah mam jangan taun depan bulan depan aje yee [sweat] [sweat]so november kurang dari seminggu lagi
mimpi plus ngigau luuuu hammer2 hammer2 [hmpfh] [hmpfh]

dafa, ayo ayo sapa minho na #kokblknanya [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER ONE# 23 oct'11
« Reply #93 on: October 27, 2011, 06:32:08 am »
dimanaaaaaa dimanaaaaaaa my jeje si jeje tak muncul kurindu padanya ya ya ya ya *pelikpelukjejeciumampelemes* [hmff]

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER ONE# 23 oct'11
« Reply #94 on: October 27, 2011, 09:07:59 am »
asyiiiikkkk...mami bikin ff baru lg [clap] [clap] [clap] (gw ketinggaln ngasih selamat,mam...mian ya [AddEmoticons04254])

klo gitu ane baca dulu ya,mam...koment menyusul [hmpfh]

HWAITING,mami [AddEmoticons04262]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER ONE# 23 oct'11
« Reply #95 on: October 28, 2011, 12:34:28 pm »
Spoiler ...




“Lihat!!”

Sheldon menunjuk ke depan setelah menghentikan langkahnya. Elsie yang berjalan dengan kepala tertunduk mengangkat malas kepalanya yang terasa berat. Namun, …. Matanya terbelalak seketika.

“I .. ni …. “ Mulut Elsie tergangga tak percaya. “Ba .. bagaimana … mungkin … ?”

“Indah ya?” tanya Sheldon dengan nada yang sangat halus.

Tanpa terasa, … Elsie mengangguk. Dia tidak mampu menjawab. Dia seakan dibuat membisu oleh keindahan yang terhampar di depan matanya sekarang.




Sepasang mata Elsie terbelalak lebar. “Apa?!!” Elsie berbalik dengan cepat, menatap penuh kebencian pada postur yang semakin menjauhinya itu.

“APA YANG KAU TAHU?!!!” teriak Elsie sekeras-kerasnya. “APA YANG KAU KETAHUI TENTANGKU? APA???!!! JIKA TIDAK TAHU APA-APA, SEBAIKNYA KAU TUTUP MULUT—PRIA TIDAK TAHU DIRI!! KAU—HANYA SEORANG BAWAHAN!! TIDAK BERHAK MENASEHATIKU!!!”

Elsie melempar ranting kering yang disambarnya dari pinggir kolam ke bayangan Alden yang sudah menghilang di balik bayang-bayang pohon dan pintu taman. Pelan tapi pasti, bulir-bulir air menuruni sepasang matanya.

“Kau tidak tahu apa-apa tentangku .. “ Elsie terisak halus. “ … apa hakmu berkata seperti itu …. Kau bahkan … bukan apa-apaku, lalu mengapa …. Apa hakmu …. “

Elsie menutup wajah dengan sepasang tangannya dan menangis tersedu-sedu.

“Tidak ada yang akan mengerti … tidak akan … “
« Last Edit: October 28, 2011, 12:36:59 pm by Be my self »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #SPOILER#
« Reply #96 on: October 28, 2011, 05:49:23 pm »
Si Els itu labil ye mam... [sweat] [sweat]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #SPOILER#
« Reply #97 on: October 28, 2011, 06:27:51 pm »
Si Els itu labil ye mam... [sweat] [sweat]
apa yg mendasari dugaanmu???

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #SPOILER#
« Reply #98 on: October 28, 2011, 07:24:26 pm »
“Kau tidak tahu apa-apa tentangku .. “ Elsie terisak halus. “
… apa hakmu berkata seperti itu …. Kau bahkan … bukan
apa-apaku, lalu mengapa …. Apa hakmu …. “


ecieeeeeee abis di apain tuh ama alden [on] [bav] [hmff] gw makin yakin si alden itu si mino oon lol

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #SPOILER#
« Reply #99 on: October 28, 2011, 08:17:54 pm »
“Kau tidak tahu apa-apa tentangku .. “ Elsie terisak halus. “
… apa hakmu berkata seperti itu …. Kau bahkan … bukan
apa-apaku, lalu mengapa …. Apa hakmu …. “


ecieeeeeee abis di apain tuh ama alden [on] [bav] [hmff] gw makin yakin si alden itu si mino oon lol
[AddEmoticons04269] [AddEmoticons04269] [AddEmoticons04269] [AddEmoticons04274] [AddEmoticons04274] [AddEmoticons04263] [AddEmoticons04263] [AddEmoticons04261]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #SPOILER#
« Reply #100 on: October 28, 2011, 09:01:57 pm »
elsi kenapa toh segitu hestrisnya  [what] updatenya entar malam ya mom  [biggrin] [biggrin]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #SPOILER#
« Reply #101 on: October 28, 2011, 09:13:53 pm »
penasaran dengan apa yg di omongin Ald sampe bikin Elsi agak histeris seperti itu sampe2 Elsi memaki Ald dengan sebutan "kau hanya seorang bawahan" [goodgrief]

Sheldon kasih surprise apa sih ampe Elsi tersepona begono, hmmmm


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #SPOILER#
« Reply #102 on: October 28, 2011, 09:23:11 pm »
penasaran dengan apa yg di omongin Ald sampe bikin Elsi agak histeris seperti itu sampe2 Elsi memaki Ald dengan sebutan "kau hanya seorang bawahan" [goodgrief]

Sheldon kasih surprise apa sih ampe Elsi tersepona begono, hmmmm
nurut lu [what] [what]

kyaaa kyaaaaaaaaaaaaaaaa masih binun nentuin minho na [collapse] [collapse]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #SPOILER#
« Reply #103 on: October 28, 2011, 11:25:32 pm »
Kapan neh di updet....heheee...Tambah bikin penasaran aja ini spoiler.

Ditunggu yaah...

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I See The Light, .. Maybe?? #SPOILER#
« Reply #104 on: October 29, 2011, 02:47:13 am »
CHAPTER 2




Characters :

Elsie Han—25 tahun, tidak begitu mengerti akan 'Dirinya sendiri’. Hidup terlalu berpengangan pada ‘Apa yang dipercayainya’, yang sebenarnya—belum tentu benar.

Sheldon Han—24 tahun, dia mudah ceria ataupun akrab dengan orang-orang di sekelilingnya. Namun demikian, terkadang emosinya gampang tersulut. Tidak banyak yang mampu menebak perasaan hatinya. Namun satu yang pasti, cintanya tidak bercela.

Alden Song—24 tahun, pendiam tapi mampu menerka pikiran orang dengan sangat baik. Dia seorang pengamat jitu. Calon pemimpin yang bisa diandalkan. Namun, .. siapa yang mampu menebak perasaannya?





           Elsie menyepak gumpalan salju tebal di bawah kakinya. Sejumput rumput yang sudah mati dan mengering di balik timbunan salju ikut terlempar ke dalam kolam kecil yang berada di tengah-tengah taman belakang Han’s Palace itu. Elsie memperhatikan salju dan gumpalan rumput tersebut secara perlahan-lahan tenggelam di dalam kolam berair dingin yang belum seutuhnya membeku.

“Kau sedang ada masalah?!”

Panggilan mendadak dari samping membuat Elsie tersentak dan menoleh dengan cepat.

“Sheld???” Alis Elsie naik ke atas—hampir menyentuh poninya yang terjuntai lemas di sekitar jidat dan kedua sisi wajahnya.

Sheldon tampak sedang berdiri menyandar pada sebuah arca cupid taman yang terbuat dari batu. Pria itu mengamatinya_menyengir pada saat Elsie memperlihatkan reaksi yang berlebihan atas kehadirannya di situ, .. sementara sepasang tangan kokoh itu terselip pada saku mantel warna hitam yang dikenakannya. Mantel tersebut panjangnya melebihi lutut Sheldon.

“Sedang apa kau di situ?” Elsie mengerutkan wajah tak senang. “Sudah lama memperhatikanku?”

Sheldon menarik punggungnya dari badan arca dan mengangkat bahu sebagai jawaban. “Tidak juga. Saya berada di sini baru sekitar lima menit yang lalu .. “ Kemudian, dia melangkah mendekati Elsie. Rautnya terlihat mengoda. Tiba-tiba saja, Sheldon mencondongkan tubuhnya ke depan, menyengir dengan sangat lebar. “ … dan, melihatmu terlihat gelisah .. “

“Kyaaaa … “ Elsie memundurkan kepalanya dengan kaget bercampur kesal. Pria ini kurangajar sekali, rutuknya dalam hati.

Sheldon tidak terlihat kecewa dengan reaksi Elsie, .. justru sebaliknya—dia memperdengarkan suara tawa yang renyah dan enak di telinga begitu Elsie memanyunkan bibir bawah sambil mempelototinya.

“Ada apakah?” tanya Sheldon kemudian.

“Tidak ada!!” Elsie menjawab ketus. Dia berbalik_membelakangi Sheldon.

“O—benarkah?”

“Tentu saja!!”

Elsie menyentak hak sepatu kulitnya dan bermaksud meninggalkan Sheldon yang masih cengar-cengir sendiri.

“Eh—tunggu dulu!!”

Elsie merasakan tarikan di pergelangan tangannya.

“Apa?!!” teriak Elsie, sambil menyentak tangannya hingga terlepas dari genggaman Sheldon. Sepasang mata bundar itu membeliak lebar. Dia menatap pemuda itu dengan wajah merah padam. “Ada apa lagi?!!”

“Ada yang ingin kubicarakan .. ,” jawab Sheldon jujur. “Bukankah sudah kukatakan padamu sebelum kepergianku pagi ini?”

“Lalu?” tanya Elsie dengan emosi ditahan. “Katakan sekarang juga karna saya sedang tidak ingin bercanda … “

“Ok .. “ Sheldon mengangkat kedua tangannya, dan memperlihatkan sikap seakan menyerah. Kemudian dia mengerakan tangan kanan_melambai pada Elsie sebagai ajakan untuk mengikutinya.

“Apa?”

“Ikut denganku! Ada yang ingin kutunjukan padamu .. “ Sheldon mulai melangkahkan kakinya, .. perlahan tapi pasti--menuju perbatasan hutan yang berada di belakang Han’s Palace.

“Hey!! Mau kemana?!!” teriak Elsie kaget. Dia masih berdiri kaku di tempat sambil memperhatikan gerak punggung Sheldon yang semakin jauh .. seakan enggan mengikuti pria yang kini sudah sampai di perbatasan jalan masuk hutan.

“Ikut saja!!” balas Sheldon keras, tanpa menoleh sedikitpun.

“Itu hutan terlarang, tahu??!!!” Suara Elsie berkumandang dan menimbulkan gaung yang cukup keras. “Kakek tidak mengijinkan seorangpun menginjakan kakinya ke dalam hutan itu!!”

“Karna itu kubilang_ada yang ingin kutunjukan padamu .. “

Tanpa menghiraukan Elsie yang terlihat ketakutan, Sheldon meneruskan langkahnya. Sampai bayangannya hampir menghilang di antara jejeran pohon dan kelamnya hutan.

“Heyy!! Tunggu!!”

Elsie yang tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kekerasan dan kenekatan Sheldon, dan juga ditambah rasa takut kalau sampai terjadi apa-apa pada pria itu, .. dengan terburu-buru—segera menyusul Sheldon masuk ke dalam hutan.


__________



“Hoyyy!! Berhenti sebentarrr!!” Teriak Elsie dengan nafas terengah-engah,_berusaha menghentikan langkah Sheldon yang sudah mendekati penghujung hutan. “Kau mau membawaku kemana sih??!!”

Elsie menghentikan langkahnya, menekan perutnya yang terasa nyeri. Olahraga yang cukup berat baginya setelah mengejar Sheldon di sepanjang hutan yang terlapis salju itu, … membuat nafasnya hampir habis. Sekuat tenaga Elsie menarik nafas. Beberapa butir keringat dingin menuruni jidatnya yang putih mulus meski udara terasa begitu dingin menusuk. Elsie menghapus keringat dari wajahnya, lalu mengamati keadaan di sekitar mereka. Di depannya, berjarak sekitar lima meter—Sheldon ikut menghentikan langkahnya.

Serpihan-serpihan salju yang mulai berhenti sejak tadi siang, kembali diturunkan ke bumi. Pohon-pohon dengan daun-daunnya yang sudah sangat menipis berhembus kencang dan mengapai satu sama lain_menimbulkan suara-suara aneh mendirikan bulu kuduk. Elsie menyipitkan sepasang matanya, … sedangkan kedua tangannya bergerak pelan merapatkan jaket wol yang melekat di tubuhnya dengan sekujur tubuh gemetar.

“Kita mau kemana …?”

Sheldon melirik Elsie sejenak. Dia terlihat ragu-ragu ketika menjawab, atau lebih tepatnya bertanya.

“Sudah hampir sampai, tapi …. Apa kau tak masalah?”

Sheldon memperhatikan keadaan Elsie yang sedang mengigil keras.

“Apa kau perduli?” Elsie balas bertanya dengan nada ketus yang bergetar.

Sheldon membuka mulut sedikit. Tapi entah mengapa, bantahan yang ingin dikeluarkannya diurungkan begitu saja. Sambil menghela nafas dia melepas mantel panjang yang melekat di tubuhnya kemudian berjalan mendekati Elsie. Sebelum Elsie menyadari apa yang akan dilakukan Sheldon, mantel yang terasa hangat itu sudah menyangkut di pundaknya.

“Pakailah! Kau akan lebih baik begini!

Sheldon kemudian memutar tubuh dan melanjutkan langkahnya kembali. Sepasang tangannya bersidekap di depan dada_berupaya mengusir hawa dingin yang semakin terasa di kulit tubuhnya yang hanya terlindungi oleh sweater berkerah tinggi kini.

“Eh—“

Panggilan itu membuat Sheldon memutar kepalanya.

“Ada apa?”

“Ba .. bagaimana .. dengan mu .. ?” tanya Elsie terputus-putus. Sambil melirik penampilan Sheldon yang meragukan di udara sebeku itu. Untuk sesaat—ya, hanya sesaat—hatinya merasa tersentuh.

“Saya?” Sheldon mengangkat pundaknya. “Tidak apa-apa. Ayo, cepatlah!! Kalau tidak, kita bisa kemalaman …”

Tergesa-gesa Sheldon melanjutkan langkahnya. Elsie memperhatikan punggung lebar yang semakin jauh terpisah darinya itu. Tanpa sadar, sepasang tangannya menarik mantel besar yang disandarkan Sheldon di tubuh mungilnya tadi—sampai menutupi hampir seluruh tubuhnya. Setelah beberapa saat, barulah dia mengerakan kaki—mengikuti dengan setengah hati_pria yang masuk semakin dalam ke dalam hutan itu.


__________



“Lihat!!”

Sheldon menunjuk ke depan setelah menghentikan langkahnya. Elsie yang berjalan dengan kepala tertunduk mengangkat malas kepalanya yang terasa berat. Namun, …. Matanya terbelalak seketika.

“I .. ni …. “ Mulut Elsie tergangga tak percaya. “Ba .. bagaimana … mungkin … ?”

“Indah ya?” tanya Sheldon dengan nada yang sangat halus.

Tanpa terasa, … Elsie mengangguk. Dia tidak mampu menjawab. Dia seakan dibuat membisu oleh keindahan yang terhampar di depan matanya sekarang.

“Saya rasa, .. ini dibuat khusus oleh kakek buat nenek …. “

Elsie berpaling perlahan-lahan kepada Sheldon. “Bagaimana .. kau tahu … ?”

Sheldon mengangkat pundaknya. “Hanya menebaknya …” Sementara arah pandangnya masih tertuju ke depan—tidak berkedip.

“Oh—“ Hanya itu yang bisa dikeluarkan Elsie lewat mulutnya. Kemudian, perhatiannya ditujukan kembali ke pemandangan di depan matanya.

Sebuah kolam berair jernih dan bening—yang hampir seperempatnya sudah membeku, … dengan tanaman air berdaun lebar dan bunga kecil-kecil berwarna unggu dan jingga yang mengapung di atasnya—yang kalau dipikir-pikir, entah kenapa masih bisa bertahan di musim dingin ini, … jembatan kecil dari kayu coklat kusam_melengkung di sisi kanan kolam sampai ke ujung kiri dengan salju yang melapisi setiap ujung-ujungnya, .. sedangkan yang paling mempesona dari semua itu … agak terpisah di sudut paling kanan jembatan kayu—dekat pinggir kolam—berdiri sebuah tempat peristirahatan kecil berbentuk kubah. Terdapat beberapa kursi yang mengelilingi sebuah meja—semuanya terbuat dari pualam warna kuning gading yang sudah agak kusam.

Elsie yakin, dulunya--warna kuning tersebut merupakan kuning transparan yang sangat indah. Dua buah arca Cupid yang tidak berbeda dari arca Cupid yang terletak di taman belakang Han’s Palace berdiri anggun di kedua sisi jalan masuk ke dalam rumah kubah tersebut. Elsie jadi berpikir, mungkin kakeknya sengaja memesan empat buah arca Cupid yang sama agar orang yang dihadiahinya tempat ini, akan ikut merasakan kehangatan yang dirasakannya di Han’s Palace. Jika benar begitu, tidak salah dugaan Sheldon. Orang itu adalah nenek Han.

“Bagaimana .. kau menemukan tempat ini .. ?” Elsie berpaling perlahan kepada Sheldon. “Bukankah .. kakek .. “

“Ya!” Sheldon mengangguk. “Kakek memang melarang siapapun memasuki hutan ini. Karna itu saya menduga, tempat ini dikhususkan kakek buat nenek. Tapi apa kau lupa .. “ Sheldon menyengir lebar. “ … saya tidak pernah mau diperintah olehnya, .. karna itu kadang-kadang saya merasa—dia tidak pernah menyukaiku .. “

Elsie mengamati Sheldon dengan seksama. Raut pemuda itu jadi sendu, meski cengiran tidak terlepas_ masih tergantung bebas di bibirnya. Untuk saat ini Elsie menduga-duga, .. apa sebenarnya yang sedang dipikirkan Sheldon?

“Saya menyelundup kemari sore itu … “ Sheldon menerawangkan pandangannya kearah kolam. “ … dan menemukan ‘surga’ kecil ini. Waktu itu saya berpikir—‘Waooooo!! Bagus. Saya bisa menunjukan tempat ini pada Els. Dia pasti senang melihatnya. Akan sangat mengelikan melihat reaksinya nanti … “

“Kau bermaksud membawaku kemari limabelas tahun yang lalu?” potong Elsie kaget.

“Ya .. ,” jawab Sheldon. “Memangnya kenapa?”

“Tidak apa!” Elsie berdecak agak kesal. “Lalu kenapa tidak jadi?” tuntutnya kemudian.

Sheldon membalas tatapan Elsie untuk beberapa lama. Dia tidak segera menjawab. Atau mungkin, .. dia enggan melakukannya. Setelah lima menit berlalu, dan Elsie menarik lengan sweaternya dengan tatapan yang lebih menuntut—Sheldon menarik nafas dan menjawab dengan nada yang dibuat secuek mungkin.

“Terjadi sesuatu waktu itu .. “

“Terjadi sesuatu?” Alis Elsie berkenyit semakin dalam. “Apa itu?”

“Saya menginjakan kaki di rumah sekitar pukul 6 sore, dan mendengar pertengkaran itu … “

“Pertengkaran?” Elsie berpikir keras. “Antara .. “

“Ya!” Sheldon memotong dengan agak keras. “Pertengkaran antara orangtuaku dan kakek! Saya tidak begitu tahu penyebabnya tapi, … papa dan mama memaksa pindah hari itu juga dari Han’s Palace. Saya harus ikut dengan mereka walau tidak rela. Kakek sangat murka, dan beberapa hari kemudian mengirim sepucuk surat pada mama yang isinya ancaman—akan menghapus nama mama dari hak waris jika mama dan papa tidak juga menyesal dan minta maaf padanya. Tapi mama tidak mau menyerah_apalagi papa. Mereka tidak kembali ke Han’s Palace, begitu juga Han’s Group. Papa dan mama memutuskan membuka usaha sendiri. Dari tahun ke tahun, usaha tersebut semakin maju_sampai sekarang. … Lalu … ‘masalah ini’ .. “ Sheldon melebarkan tangannya kearah ‘surga kecil’ di depan mereka. “ .. terlupakan olehku begitu saja … Sampai, aku menginjakan kaki kemari lagi … “

Sunyi. Elsie tidak memberi reaksi ketika Sheldon menjelaskan keadaannya selama ini. Begitu juga, setelah pria itu menyelesaikan ceritanya.

“Tempat ini tidak berubah … “ Sheldon melanjutkan setelah kebisuan yang berlangsung beberapa menit. “Mungkin kolamnya sudah agak sempit dari dulu, .. begitu juga kursi dan meja pualam, juga dua arca Cupid itu sudah agak kusam, .. namun tanaman-tanaman yang mengapung di atas kolam itu masih sama … “

“Kau-- …. Masih ingat dengan jelas tempat ini … ?”

Sheldon menganggukan kepalanya. “Tentu saja.”

“Kenapa .. ?” tanya Elsie dengan nada berbisik. “Maksudku, .. sudah hampir limabelas tahun kan .. ?”

“Sudah kubilang, .. tempat ini seperti surga .. “

“Lalu, kenapa kau tunjukan padaku .. ?” todong Elsie tidak mengerti. Dia menatap heran pada Sheldon. Pemuda ini sungguh tidak dimengertinya.

“Karna saya ingin kau punya tempat sendiri .. “ Jawaban yang tidak disangka-sangka terlontar dari mulut Sheldon.

“Apa?”

“Tempatmu untuk berlindung jika ada masalah ..
“ Sheldon menatap Elsie dalam-dalam. “Tempat yang bisa kau jadikan pelarian … , dan ini tempat yang paling cocok … “

“Ehm—“ Elsie tercekat. Agak terburu-buru dia membuang muka.

“Kedatanganku kemari juga untuk maksud itu … ,” lanjut Sheldon.

“Eh?!!” Elsie menoleh dengan cepat. “Maksudmu?”

“Untuk melindungimu!!”

“ … “ Bisu.

Sheldon meletakan telapak tangannya di pundak Elsie, dan sedikit menekannya.

“Saya yakin kau benar-benar mengerti maksudku, Els. Saya tidak akan membiarkanmu kehilangan apa yang sudah kau miliki. Dan ini janjiku padamu. Sekalipun aku tahu, .. kau menerimaku hanya karna ‘status’ yang memberikan ‘sedikit’ harapan bagimu ini, namun …. “ Sheldon mencondongkan wajahnya, hingga cuping hidungnya hampir menyentuh cuping hidung Elsie. Elsie tersentak kaget, reflek_dia memejamkan mata rapat-rapat. “ .. kupastikan--suatu saat kau akan menerimaku dengan tulus. Kau—AKAN JATUH CINTA PADAKU!”

DEG! Elsie membuka mata lebar-lebar. “A .. apa?!”

Sheldon menyengir lebar. “Aku tidak masalah kau menerimaku dengan alasan itu sekarang. Tapi ingat, jangan lama-lama! Karna aku tidak suka itu .. “

Sheldon memundurkan kakinya selangkah, berbalik_lalu mulai berjalan meninggalkan Elsie.

“Kita harus pergi dari sini sebelum gelap, kalau tidak ingin tersesat .. ,” kata Sheldon tanpa berhenti.

“Hey!!” jerit Elsie kaget. Tergesa-gesa dia mengejar Sheldon. “Tunggu!! Kau tidak bermaksud meninggalkanku begitu saja, kan?!!”

“Grrrgggrr—dingin!!” Sheldon melipat sepasang lengannya di depan dada. Sambil mengerak-gerakan pundaknya, dia mengosok keras sepasang lengan tersebut dengan telapak tangannya yang sudah terasa membeku. Sesekali, dia meniupkan nafasnya yang beruap ke udara.

Elsie melebarkan mata menatap punggung pria itu. Tanpa sadar, dia tersenyum. Mantel besar yang membungkus tubuhnya, entah sejak kapan dan mengapa, terasa semakin hangat dan nyaman. Elsie menarik kedua sudut mantel hingga menutup rapat tubuh bagian dadanya, kemudian mulai mengerakan kaki_menyusul Sheldon.      


___________



Elsie menatap ujung sepatu kulitnya yang terlapis salju tipis dengan pandangan nanar. Segalanya terasa samar dalam otaknya, pikirannya. Dia tidak mengerti, dan juga tidak yakin bagaimana harus melangkah. Dinginnya udara di taman kecil itu seolah tidak dirasakannya lagi. Begitu juga kelamnya suasana yang hanya diterangi dua lentera taman dan beberapa bintang di langit.

Sampai suara langkah kaki yang menginjak timbunan salju tebal menyadarkannya. Elsie mengangkat kepala. Pria itu—sahabat Sheldon—sudah berdiri di depan matanya. Posturnya yang tinggi agak silau oleh sinar yang disorotkan lampu taman yang tergantung tinggi di belakangnya. Elsie mengenyitkan alis dan mata agar bisa melihat dengan jelas.

Tidak tahu sudah berapa lama Alden menatapnya seperti itu.Tatapan yang lekat dan penuh teguran.

“Jika kau tidak yakin dengan perasaanmu, sebaiknya—hentikan semua kekonyolan ini!!”

“A .. apa .. ?” Elsie mengenyitkan alis dalam-dalam. Seakan tidak mengerti perkataan Alden.

Alden tidak segera menjawab. Hampir lima menit lamanya dia menatap Elsie tanpa berkedip—seolah ingin melihat isi hatinya. Apa yang sebenarnya dipikirkan wanita itu.

“Yang ingin kukatakan hanyalah—‘Jangan melakukan sesuatu yang akan membuatmu menyesal!’ Saya yakin kau mengerti, nona.”

“Saya tidak mengerti!” jawab Elsie dingin.

Sekuat tenaga dia mengingkari, dan berusaha membuang jauh-jauh ‘sesuatu’ yang disadarinya ‘kebenaran’ itu—kebenaran yang terkandung dalam kata-kata Alden.

“Pikirkanlah itu!” Alden kemudian melangkah melewati Elsie .. begitu saja.

Sepasang mata Elsie terbelalak lebar. “Apa?!!” Elsie berbalik dengan cepat, menatap penuh kebencian pada postur yang semakin menjauhinya itu.

“APA YANG KAU TAHU?!!!” teriak Elsie sekeras-kerasnya. “APA YANG KAU KETAHUI TENTANGKU? APA???!!! JIKA TIDAK TAHU APA-APA, SEBAIKNYA KAU TUTUP MULUT—PRIA TIDAK TAHU DIRI!! KAU—HANYA SEORANG BAWAHAN!! TIDAK BERHAK MENASEHATIKU!!!”

Elsie melempar ranting kering yang disambarnya dari pinggir kolam ke bayangan Alden yang sudah menghilang di balik bayang-bayang pohon dan pintu taman. Pelan tapi pasti, bulir-bulir air menuruni sepasang matanya.

“Kau tidak tahu apa-apa tentangku .. “ Elsie terisak halus. “ … apa hakmu berkata seperti itu …. Kau bahkan … bukan apa-apaku, lalu mengapa …. Apa hakmu …. “

Elsie menutup wajah dengan sepasang tangannya dan menangis tersedu-sedu.

“Tidak ada yang akan mengerti … tidak akan … “


___________
« Last Edit: October 29, 2011, 03:37:57 am by Be my self »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun