Anyeong..awal dari SR,bukan SR,akhirnya pengen ikutan nimbrung bawa ff.
maaf banged ya klo ceritanya sangar,ga logis,biasa aja,ribet mala.
INDEX CHAPTER :
CHAPTER 1 ---
#######
CHAPTER 1Disebuah toko perhiasan yang mewah, seorang pemuda tampan, tubuhnya yang jangkung terbalut jas hitam
sedang berkeliling memandangi kotak-kotak kaca. Matanya menelitik satu persatu deretan cincin yang berkilau dan yang pasti orang lain tahu kalau harga benda berkilau tersebut bisa mencapai selangit. Tapi bagi Lee Minho,anak dari direktur utama sekaligus pemilik Lee Corporation dan dia juga penyandang gelar manager, baginya tak masalah. Harga selangit itu akan terbalas dengan balasan yang setimpal.
Ia tersenyum manis mengingat akan kekasihnya yang sudah menjalin hubungan dengannya selama kurang lebih 3 tahun. Yoon Eun Hye, itulah nama wanita yang beruntung yang akan dilamar Minho beberapa hari nanti. Wanita yang cantik, dia adalah seorang mantan model di sebuah Negara terkenal, Paris. Disitulah mereka berdua bertemu, saat Minho tengah berpergian bersama tugas-tugas kantornya. Lagi-lagi memori itu berputar di dalam otak Minho. Pemuda itu tersenyum semakin lebar tanpa sadar pelayan toko melihatnya tersenyum juga. Sudah biasa baginya menerima pelanggan seperti Minho,jika berkunjung kemari. Pasangan yang dimabuk asmara.
“anyeong haseyo,doronim. Bisa saya bantu?” sapanya ramah dengan membungkukkan badan,hormat.
“oh..ya..aku mencari..cincin. sepasang cincin..” jawab Minho tersentak dari lamunannya.
“untuk pasangan anda, doronim?” langsung saja wajah tampan bak dewa matahari itu berubah merah merona. Ia tersenyum kikuk.
“ehhm..ne..untuk calon istri saya..” ujarnya tak kalah kikuk.
“mau yang bagaimana?”
“ahh..aku tak tahu seleranya bagaimana..” kata Minho polos. Pelayan toko itu tersenyum kembali.
“saya bisa membantu anda. Bisa anda sebutkan pasangan anda seperti apa?”
“ehh..dia..dia itu mantan seorang model. Dia..cantik..” jawab Minho menerawang.
“baiklah. Tunggu sebentar,doronim. Biar saya carikan” pelayan toko itu kini yang berganti menelitik deretan cincin dihadapannya. Dan dengan senyum simpul, ia menarik sepasang cincin dari kotak kaca.
“sepertinya ini cocok untuk pasangan anda.” Disodorkannya cincin itu pada Minho. Minho menelitinya. Cincin itu sepasang. Keduanya terbalut berlian putih dengan dasar berwarna emas yang semakin menambah sisi kemewahan dan berharga tinggi.
“ini..?”
“biasanya seorang model mempunyai cara hidup yang glamour. Mereka akan suka sesuatu yang berkilauan. Wanita anda pasti akan menyukainya,. Saya bisa janjikan itu”
“jeongmal?” Tanya Minho takjub. Pelayan toko mengangguk.
“anda boleh mengembalikannya jika calon istri anda tak menyukainya dan mengganti dengan yang baru. Gratis” tambah pelayan toko. Lee Minho tersenyum puas. Senyumnya semakin lebar,ia pastikan cincin mahal itu jatuh ke genggamannya.
_***_
Cerita beralih ke sudut kota Seoul. Seorang wanita muda,bertubuh mungil sedang menari-nari dengan memegang kalender kecil. Senyumnya merekah memperlihatkan lesung pipinya. Rambut panjangnya ikut berlambai-lambai indah sesuai gerakannya.
“dia akan pulang..dia akan pulang..” katanya dalam dendangan lagu. Gerakan dan nyanyian itu terhenti ketika pintu kamarnya menjeblak terbuka.
“omo... yang sedang senang. Sampai lupa tugasmu, Hye sun-aa” wanita paruh baya yang masuk dengan membawa lipatan selimut tertawa geli. Goo Hye sun anaknya, tersipu malu.
“omma..” protesnya cemberut.
“aigo. Baru omma sadari kau sudah dewasa. Rasanya tak rela melepasmu walau bersama oppa tercintamu itu.” nyonya Goo mengusap puncak kepala putrinya lembut.
“yya..kenapa omma berkata begitu? Memangnya oppa akan melamarku apa..”
“bukankah itu janjinya 4 tahun yang lalu?”
Hye sun memutar ingatannya lagi peristiwa 4 tahun yang lalu tepatnya.
Detik-detik saat pria yang dimaksud ibunya akan pergi sementara meninggalkan dirinya.
FLASHBACK
Dengan raut masam yang ditutup-tutupi, Hye sun berusaha tersenyum.
“jaga kesehatanmu ya disana” katanya lirih. Pria itu tersenyum.
“seharusnya aku yang bilang begitu padamu,jelek. Jangan khawatirkan aku,aku akan selalu sehat kok.” Pria tinggi itu mengusap puncak kepalanya lembut. Hye sun sudah tak bisa membendung air matanya,kini air mata itu terjatuh perlahan. Dia terisak rintih.
“yya..kenapa menangis?” pria itu cemas,diguncangnya perlahan bahu Hye sun. dan dia hanya sanggup memandang wajah oppanya pilu,dan mata yang seakan berkata “jangan pergi”.
Hati pria itu ikut sedih, dengan lembut diusapnya air mata Hye sun hingga tak bersisa. Lalu berganti mengusap pipi putih gadis kecilnya. Dipandanginya hangat,dan tersenyum.
“aku tak suka kau menangis karena ku..” dan perlahan dijatuhkan kepala Hye sun ke dalam dada bidangnya. Hye sun merasakan hangat saat tubuh itu merengkuh tubuhnya erat,tak ada jarak secuil pun.
“mianhe.. Aku harus pergi. Aku tak bisa merepotkan bibi dan paman lagi. Aku akan kembali bila aku sudah bisa menanggung diriku sendiri. tapi aku berat untuk melangkah jika kau seperti ini,Hye sun-aa..” ujarnya lirih,sangat lirih. Hye sun sudah akan menangis lagi tapi ketika dirasakannya sebuah kalimat yang membuat ia bingung.
“maukah kau berjanji satu hal padaku?” Tanya si pria sambil masih terus mengusap punggung Hye sun.
“janji apa?”
Pria itu mengurai pelukannya,kini sepasang mata coklat itu menatap Hye sun tegas tapi masih dengan sisa kehangatan.
“bisakah..kau menungguku? Dan akan tetap menungguku..sampai aku datang?” hye sun tercekat. Tak diminta pun dia pasti akan menunggu pria dihadapannya ini.
“kurom. Aku akan selalu menunggu oppa..”
Pria tersebut tersenyum tak percaya,”benarkah?”
Hye sun lalu mengangguk cepat.
“hemm..aku akan pegang janji ini,Hye sun. karena,suatu hari nanti ketika kita bertemu..” diam sesaat. Yang ada hanya keramaian suasana Bandara.
“aku akan mengatakan sesuatu yang penting padamu..” lanjutnya. Hye sun bingung.
“penting?”
“sangat penting..”
“kenapa tak sekarang saja?”
Si pria menghela napas. “tak bisa. Hanya saat kita bertemu. Kau harus ingat janjimu ya..”
Dengan perlahan Hye sun mengangguk.
Terdengar haluan suara yang memberitahukan bahwa penerbangan menuju Hongkong akan berangkat 5 menit lagi. pria jangkung itu menegakkan badannya.
“sepertinya..aku harus berangkat..oke. kau harus benar jaga dirimu,Hye sun-aa.” Pria itu mencubit pipi Hye sun jail. Hye sun tak terpengaruh dengan kenakalan oppanya. Malah dia merasa air matanya akan turun kembali.
“jangan menangis. Kau itu sudah jelek,menangis jadi semakin jelek.”
“oppa..” Hye sun memprotes saat oppa nya itu mengacak poninya.
“hahaha..baiklah. aku berangkat ya..dimana ommamu?..bilang ya aku berangkat. Terima kasih telah merawatku selama ini..dan..” pria itu tahu Hye sun berusaha menahan air matanya jatuh.
“ingat janji kita,Goo Hye sun..”
Perlahan,ia mundur dan melambaikan tangannya pada Hye sun sambil tersenyum dan kemudian berbalik masuk ke dalam pintu. Tapi ketika ia masih di ambang,ia berbalik lagi saat Hye sun berteriak.
“OPPA..SELAMAT JALAN..” ia tersenyum dan pergi.
Pesawat itu terbang sudah. Hye sun menatapnya dengan pedih. Tapi hatinya bahagia,ia masih punya janji. Janji yang harus diingat. Ia tersenyum memandang langit biru yang kini sangat cerah.
“oppa..saranghae..”
END OF FLASHBACK
Janji..ya ia masih punya janji. Dan besok,janji itu akan terlaksana setibanya pria itu pulang kembali ke Negara kelahirannya. Selama 4 tahun sudah Hye sun,si dokter lajang ini menunggu kepulangan sang cinta pertama. Teman masa kecilnya dulu,kakak yang selalu ada untuknya. Tapi Hye sun masih penasaran,apa yang akan dikatakan oppanya itu nanti? Penting,sangat penting? Apa benar dugaan ommanya,bahwa ia..akan melamarnya. Sebetulnya bukan hanya ibunya saja yang menduga begitu,tapi ia juga.. sejak 4 tahun yang lalu.
“hei,kenapa diam saja. Tuh kan benar. Pasti dia akan melamarmu..” goda ibunya seketika membuat Hye sun gugup.
“omma,apa sih..”
“kalau menurut omma,mungkin itu benar adanya,sayang. Omma bisa melihat kalau oppa mu mencintaimu juga. Walau tak pernah mengungkapkannya. Kau juga begitu kan? Diam-diam mencintainya juga. Bahkan saat umur sebiji jagung..” nyonya Goo tertawa melihat Hye sun semakin malu,tertunduk.
“sudahlah. Ayo kita siapkan kamar tidur untuk oppa mu. Oh ya,kemarin dia menelpon kalau dia juga membawa salah satu temannya. Mungkin laki-laki. Jadi kita hanya menyiapkan satu kamar saja.” Tambah ibunya bangkit berdiri,membenarkan posisi gelungan rambutnya.
“mwo? Telpon? Aku tak pernah tahu oppa telpon kemari. Kenapa tak memberitahuku omma?”
“dia sendiri yang bilang jangan. Ingin membuat ‘surprise’ ” nyonya Goo tersenyum lucu.
Hye sun mengerutkan kening dan lama-lama digantikan senyum lebar.
Kini hatinya semakin mantap,kalau pria yang ia cintai belasan tahun selama ini benar-benar akan melamarnya..sesuai petunjuk hatinya.
[/color]
_***_
Lee beom soo, pria paruh baya yang masih terlihat gagah dengan pakaiannya yang formal berjalan disertai anggukan dari bawahannya. Tentu saja direktur sekaligus pemilik Lee Corporation(LC) ini salah satu pria yang dihormati,karena semua yang ia dapati dari usaha kerasnya membuahkan hasil membanggakan. Tak membuat umurnya sebagai beban untuk bekerja, tapi ia sudah membuat siaga satu. Dengan memberikan jabatan cukup tinggi pada anaknya, Lee Minho, dan bila suatu saat nanti ia harus meninggalkan semua jerih payahnya ini, putranya akan maju untuk memposisikan tempatnya pada tempat ayahnya dulu, pikirnya senang.
Masih dengan senyum bangganya, ia hendak masuk ruangan miliknya tetapi terhenti ketika didengarkan 2 suara yang cukup akrab ditelinganya di sebelah ruangan. Tuan Lee mengerling,perlahan ia mundur dan hendak melirik sekilas apa benar orang yang ada dibenaknya benar. Pintu coklat itu ternyata terbuka sedikit. Kesempatan itulah digunakan tuan Lee untuk mengintip.

Dan ia hampir saja terjatuh setelah melihat apa yang ada didepannya jika saja ia tak berpegangan pada dinding.
“kumohon,sayang. Kumohon. Kau harus bisa,kau sudah berjanji padaku kan kalau kau akan bersama ku?” pemuda itu,Kim Jae Wook, asisten utama direktur yang dibayangkan seperti penasehat rajanya, merangkul erat wanita cantik didepannya dan sesekali mengecup bibirnya.
“tapi..itu tak mudah,Jae-aa. Bagaimana kalau dia tak mau..” dan dialah,wanita cantik yang biasanya tuan Lee akan tersenyum bila putranya membanggakan wanita itu kerumahnya. Yoon Eun Hye,atau paling tidak bisa disebut sebagai sang kekasih putranya. Dan apa yang dimaksud dengan..”sayang”?
“..berikan aku waktu. Tak semudah itu mengatakan pada Minho. Dia..pria yang keras kepala..” Eun hye duduk di sofa. Wajah ayunya sedikit pucat. Jae wook berlutut dihadapannya.
“akan kuberi kau kesempatan. Tapi tak bisa lama,sayang. Dengan adanya kau disisiku, aku bisa dengan segera meraih kepercayaan tua Bangka itu dan aku lah yang akan menguasai semuanya..semuanya sayang” ujar Jae wook bangga. Eun hye tersenyum,lalu ia mengecup bibir Jae wook.
“kuusahakan secepatnya. Aku akan selalu ada untukmu..” kembali mereka berciuman,dan semakin lama bertambah panas. Tak urung juga tua Bangka yang dimaksud Jae wook kini berdiri dibalik pintu. Matanya menyulutkan api. Dia tak tahan dengan semuanya,jadi selama ini orang kepercayaannya melebihi putranya itu malah mengkhianatinya sampai sejauh ini.
Kedua pasangan yang tengah berciuman sangat panas itu berhenti ketika pintu didobrak keras dan tuan Lee masuk. Ototnya menegang wajahnya memerah. jae wook tersentak kaget. Begitu juga dengan Eun hye.
“tu..tuan Lee..”
“aboji..”
“kalian..” kata tuan Lee geram,”MENYINGKIR DARI KEHIDUPAN KAMI..”
Kedua pasangan ini memucat. Nafasnya tersengal. Tuan Lee maju dan menampar pipi kiri Eun hye.
PLAAAKK
“tuan Lee..apa yang kau lakukan?” cegah Jae wook.
“kau..kau wanita brengsek..murahan..tak berharga malah. Pergi dari hidup putraku atau kau kubuat menyesal seumur hidupmu..” bentak tuan Lee. Para karyawan yang terkejut mendengar teriakan keras,datang dan melihat semua kejadian itu.
Eun hye semakin memucat,bekas tamparan dipipinya memerah. tenggorokannya tak bisa mengeluarkan suara.
“tuan Lee..apa ini caramu memperlakukan wanita? Hah?” suara itu mengalihkan pandangan tuan Lee menuju Jae wook. Tetap dengan pandangan membunuh.
“kau..mulai hari ini JANGAN PERNAH KEMBALI KE TEMPAT INI LAGI. AKU TAK SUDI MENERIMA PENGKHIANAT SEPERTI DIRIMU..” para karyawan yang melihat itu takut untuk masuk dan melerai. Pandangan Jae wook nanar,perlahan ia melepaskan tangannya yang mengurung tubuh bosnya itu. ia mundur pelan.
“aboji..dengarkan penjelasan kami..”
“AKU TAK MAU KAU KEMBALI KEPADA MINHO.URUS SAJA BAJINGAN INI YANG SAMA BAJINGANNYA DENGANMU. SAMPAI MATIPUN,TAK AKAN KURESTUI KAU BERSAMA ANAKKU” teriak tuan Lee semakin kencang. Uratnya hampir saja terputus,dan ia ingin pergi dari tempat menjijikkan itu tapi dihentikan oleh Eun hye yang berlutut padanya.
“kumohon..aboji..aku bisa menjelaskannya dulu..jangan katakan ini pada Lee Minho kumohon aboji..” isak Eun hye parau. Dengan keras,tuan Lee menyentak kakinya dan lengan Eun hye terlepas dari kakinya.
“kau..benar-benar murahan.. Eun hye-ssi..”
Eun hye menangis pilu,saat tuan Lee menyeruak kerumunan karyawannya dan berteriak.
“APA YANG KALIAN LIHAT? KEMBALI BEKERJA SANA!!”
Sedangkan Jae wook,dia masih berdiri membeku. Ia dipecat. Padahal usahanya tinggal sedikit lagi,perusahaan besar itu akan jatuh ketangannya.
_***_
Lee Minho baru pulang dari pabrik cabang dari LC. Dia terlihat lelah,tapi masih terlihat raut kegembiraan. Disakunya ada benda sakral yang teramat indah. Ia mendapati kamarnya yang luas gelap gulita. Dinyalakan tombol lampu,hampir saja ia membentur dinding ketika seseorang berdiri dalam jarak 5 meter darinya.
“appa? Mengagetkanku saja. Apa yang..”
“tinggalkan Eun hye..” kata tuan Lee dingin. Sontak Minho terkejut.
“mwo? Apa yang appa bicarakan sih?”
“tinggalkan wanita murahan itu. dia bajingan..”
“bbo? Kenapa..aku masih tak mengerti maksud..”
“KUBILANG TINGGALKAN WANITA MURAHAN ITU. DIA SUDAH MENGKHIANATIMU ANAK BODOH..” kini dapat terlihat lagi urat-urat tuan Lee nampak.
“hah? Weo?”
“dia berselingkuh darimu”
“MWO? Tak mungkin.. Aku tak percaya. Sebenarnya ada apa dengan appa hari ini?”
“kau tak percaya? Banyak saksi mata. Dia berciuman dengan Jae wook,asistenku sendiri. dan mereka berciuman didepan mata tuaku ini..”
Minho benar-benar terkejut mendengar kata ayahnya. Ia yakin ayahnya mengigau atau apalah.
“appa,kuperjelas ya,Eun hye tak kenal Jae wook. Bagaimana mungkin dia..”
“aku yang melihatnya sendiri. terserah kau percaya atau tidak bila orang lain yang mengatakannya. Tapi ini aku yang mengatakannya. Ayahmu sendiri. seharusnya kau percaya.”
“appa bercanda..” tawa Minho mengejek.
“apa selama ini aku selalu bercanda? Apa pernah aku bercanda sampai kedua bola mataku hampir terlepas dari tempatnya. KUBILANG TINGGALKAN WANITA BRENGSEK ITU”
Minho terpukau,hampir saja detak jantungnya berhenti. Selama ini ayahnya menyukai Eun hye. Tapi kenapa sekarang..mencelanya wanita brengsek?
“kalau aku menolak,bagaimana?”
Ayah Minho geram,ia maju dan semakin memperlihatkan uratnya yang menegang.
“kau kuusir dari sini. Tapi setidaknya aku yakin kau lebih memilih ayahmu yang tua Bangka menutur versi Jae wook” Minho tertawa getir.
“aku bingung,kenapa appa berubah 180 derajat? Kemarin appa mendesakku supaya menikahinya. Dan sekarang? Ohh dunia sudah tak waras..”
“karena aku baru saja tahu kebusukkanya siang tadi. Kalau saja telah terungkap kemarin-kemarin,aku sudah membunuhnya mungkin bersama Jae wook pengkhianat itu.”
“appa,Eun hye tak kenal dengan Jae wook” tegas Minho membentak.
“tak kenal didepanmu. Tapi ia berciuman panas dibelakangmu” mata Minho melebar. Ayahnya sudah keterlaluan.
“aku hendak melamarnya besok..” dengan nada dan intonasi merendah ia berkata. Tapi itu membuat tuan Lee naik pitam.
“hentikan,Minho. Hentikan..HENTIKAN”
“APPA,AKU MENCINTAINYA”
“BISA-BISANYA KAU MENGATAKAN ITU SETELAH APA YANG IA PERBUAT DIBELAKANGMU. BAHKAN IA BERENCANA MEMUTUSKAN HUBUNGAN DENGANMU,ANAK BODOH”
Tubuh Minho limbung. Tanpa sadar ia berjalan kebelakang. apa benar yang dikatakan ayahnya itu benar? Dia masih belum bisa percaya. Diputuskan untuk pergi dari situ. Ia berbalik badan dan membuka pintu.
“mau kemana kau?” suara parau ayahnya terdengar. Tanpa berbalik, Minho menghembuskan nafas dan menjawab..
“aku akan melamarnya saat ini juga..”
Minho pergi meninggalkan ayahnya yang mengepalkan sepuluh jarinya kuat-kuat. [/color]
_***_
“min..ho-aa?” Eun hye terkejut melihat kedatangan Minho di ambang pintu. Wajahnya lusuh. Tapi ia tetap tersenyum.
“boleh aku masuk?” eun hye mengangguk. Saat sudah didalam,Minho segera meraup tubuh Eun hye ke pelukannya,erat,dan menyakitkan. Eun hye tersentak dan meronta,pelukan itu erat sekali. Membuat dadanya sesak. Tapi Minho tak peduli,tak sampai hitungan menit,ia mencium gadisnya kasar,tanpa ampun. Menguak bibir Eun hye hingga lidah kasarnya bermain di dalam mulutnya. Eun hye benar-benar terkejut dan dicobanya dengan keras pelukan dan ciuman ganas itu. minho tak peduli. Ia tetap mencium kasar,menyesap bibir itu hingga terasa bengkak. Dan setelah puas,ia beralih pada leher jenjang wanita miliknya.
“LEE MINHO..” PLAAKK.. tamparan keras mendarat di pipi Minho. Dari situlah Eun hye segera mendorong tubuh Minho dan mundur kebelakang. lehernya memerah akibat gigitan Minho. Ia mengusap bibirnya,dan air mata itu jatuh. Minho menatapnya sayu.
“apa itu benar? Semua yang dikatakan appa,apakah itu benar?” Tanya Minho masih dengan senyum anehnya.
Eun hye menggigit bibir bawah. Apa ia harus mengaku?
“JAWAB AKU,SAYANG. JAWAB AKU..” bahu Eun hye dicengkram kuat oleh sepuluh jari Minho.
“katakan kalau itu salah,dugaan appa..” mata eun hye semakin deras meneteskan air mata.
Ia menggeleng membuat hati Minho mencelos lega.
“itu semua..salah..”
Hening sejenak,Minho menghela nafas bahagia.
“tapi..aku minta putus darimu..”
Kalimat itu membuat mata Minho melebar.
“weo?”
“ayahmu tak merestui hubungan kita. Jadi lebih baik kita akhiri sampai disini. Percuma..”
“tap..tapi..” kelegaan yang sempat muncul sirna sudah.
“mianhe..” tambah Eun hye melepas cengkraman Minho. Lagi-lagi ia mundur,menjauh dari Minho yang diam membeku.
“mengapa?” hanya itu yang keluar dari mulutnya.
Eun hye menatap sejenak,lalu menunduk diam. Keterdiamannya itu membuat Minho marah. Dicekalnya tangan Eun hye.
“MENGAPA?
“KARENA AKU TERLANJUR SAKIT HATI ATAS HINAAN AYAHMU..” eun hye terisak keras.
“kau seorang pemaaf..”
“tidak untuk saat ini..” katanya eun hye tajam. Ditambah ia menghentakkan lengannya keras-keras.
“lebih baik kau pulang. Aku tak mau ayahmu menghinaku atas perbuatanmu. percuma kalau melawan ayahmu. Lebih baik aku yang mengalah..” dari situlah Eun hye masuk meninggalkan Minho yang terpekur sendiri.
Dirasakannya wanita itu telah pergi,Minho memandang pintu dalam itu sekilas. Ia pun beranjak pergi dengan langkah terhuyung.
Sementara itu dilantai 2,Eun hye menangis tanpa suara dalam pelukan seorang pria. Kim Jae wook yang tersenyum sinis,matanya bak mata elang yang akan menerkam mangsanya.

“YOU GOT IT,LEE MINHO..”
_*****_[/color]
End of chaptermian ya klo jelek and garing..
nyoba-nyoba sih
![[smiley-dance013]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/smiley-dance013.gif)
happy reading
![[lovestruck]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/lovestruck.gif)