Author Topic: I CAN’T CALM MY HEART ″ending super LONG″  (Read 37623 times)

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
I CAN’T CALM MY HEART ″ending super LONG″
« on: June 19, 2011, 06:59:03 am »
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] hollaa pasti pada kaget dikira ini ff aku  [hmpfh] [hmpfh] #narsis made on lol


Title : I CAN’T CALM MY HEART
Author : Cut Rosdiana aka cud_na
Started: 19 juni 2011
End:-----

INDEX CHAPTER :

CHAPTER 1                          CHAPTER 2

CHAPTER 3                          CHAPTER 4

CHAPTER 5                            CHAPTER 6

CHAPTER 7





Chapter 1


Incheon International Airpot, Seoul
Saturday, Morning
[/color]
“Aiiiissshh…. Kenapa aku harus melakukannya?? Memalukan sekali!!!”

Goo Jun pyo perlahan membuka pintu toilet itu, sudah jelas di depannya perpampang lambang -orang pakai rok- toilet khusus wanita. Memang benar, ia sengaja masuk ke tempat yang salah.

Kreeeeekkkk.....

Senyap, junpyo menjulurkan kepalanya ke dalam, celingak celinguk melihat kiri dan kanan, kepalanya di apit oleh pintu dan dinding toilet. Sesaat junpyo tertegun, ada seorang wanita disana dengan short skirt-nya sedang menekuk membenarkan highheelsnya, posisinya tepat membelakangi junpyo. Gadis itu  mengenakan pakaian kantor. Bokongnya membuat junpyo sesak nafas, matanya melotot memperhatikan pemandangan indah di depannya.

“Kakinya... oh God… pahala apa yang sudah ku perbuat”, batinya nakal.

Putih, mulus, jenjang, sensual, belum pernah ia melihat kaki seindah ini meski dia sudah tidur dengan banyak super model lokal maupun import.

Junpyo melangkah masuk tanpa melepaskan pandanganya dari kaki indah itu. Gadis ini merasakan seseorang sedang memperhatikanya, dari tadi ada seseorang yang masuk, namun ia mulai merasa aneh saat menyadari orang tersebut masih berdiri di belakangnya tanpa ada pergerakan apapun. Mulanya cuek saja, tetap merasa aman, pikirnya sudah pasti yang masuk adalah wanita. Ya.. siapa lagi? ini kan toilet wanita. Selesai dengan highheelsnya, ia berdiri tegak membenarkan rok dan kemeja yang bagian dadanya sedikit terbuka. Melihat pergerakan gadis itu junpyo jadi panik, tapi entah kenapa kakinya terpaku tidak bisa bergerak sama sekali. Ia tidak tau mau lari kemana.

Gadis itu berbalik memutar tubuhnya, BLAP... matanya terbelalak shock, reflek melangkah mundur, nafasnya tersengal, tangannya langsung memegang dadanya, mendapati seseorang yang sedari tadi memperhatikannya ternyata adalah seorang pria.

Geum Jandi   : “Oh my God!!! APA YANG KAU LAKUKAN DISINI !!!”

Junpyo pun tidak kalah terkejutnya oleh bentakan gadis bernama jandi itu, melihat reaksinya saja sudah bisa ditebak betapa galaknya gadis ini. Lengkingan suaranya memaksa junpyo sepenuhnya kembali ke alam sadar. Gadis itu sekarang tampak ketakutan, mundur selangkah demi selangkah mengantisipasi gerak laki-laki –yang diduga- brengsek ini. Sebelum ia berteriak lebih keras lagi, junpyo dengan cepat membekap mulutnya. Tubuh jandi terdorong ke dinding, terkunci oleh tubuh tinggi Goo Jun Pyo yang bisa dibilang sempurna. Gadis ini meronta-ronta, jika saja tangan junpyo terlepas dari mulutnya –yakinlah- teriakan mengerikan akan menggema di toilet luas itu atau bahkan terdengar oleh seisi Airport.

“emmm.... ummmmm.......... eeemmmm.....”

Junpyo : “Sssssttttt....... diam! Aku tidak bermaksud buruk. Kau bisa tenang sedikit tidak?!”

Telapak tangan junpyo yang lebar hampir menutupi seluruh wajah jandi, ia sampai sulit bernafas.

Jandi   : “uummmm.... eemmmm...”

Junpyo: “aaiiiiissssshhh...... aku akan melepasmu, tapi kau jangan berteriak! Arassoo???”

Jandi mengangguk kencang. “ummm... ummm...”

Junpyo membuat kesalahan besar dengan percaya begitu saja pada seorang gadis yang merasa sedang terancam oleh lelaki asing di dalam toilet wanita. Ia melepaskan tangannya dari mulut jandi, seketika jandi berteriak sekencang-kencangnya....

“aaaaaaaaaaa...... toloooooooooooong”

Junpyo : “yaahh... yaaah.... diam!!” kali ini tangan kokoh junpyo buru-buru membekap mulut jandi lagi, menghasilkan warna merah di hidung mulus jandi sakin kasarnya. Tubuh mereka sangat rapat, jandi benar-benar ketakutan.

Junpyo : “Kau ini! Tidak bisa dipercaya.” Memelototi jandi, geram.

Jandi mulai diam, berusaha tenang menuruti kata-kata junpyo. Merasa mulai jinak, junpyo ragu-ragu melepaskan cengkramannya lagi, jandi masih ngos-ngosan sambil menatap marah pada junpyo.

Jandi : “Kau!!! Apa yang kau lakukan? Kau mengintip? Tidak disangka, penampilanmu begitu menipu!” memelototi junpyo dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Junpyo : “Kau bisa diam tidak?! Siapa yang mau mengintipmu! Kau pikir tubuhmu menarik untuk dilihat?” Gengsinya selangit.

Jandi : “Yah.. kau.... kau bilang apa?? Aiishh.. dasar laki-laki brengsek!”

Tangan jandi mengayun ke wajah junpyo, namun berhasil ditahan olehnya. Tidak mau kalah, jandi terus meronta-ronta, tapi tubuh tinggi dan tegap itu bukanlah saingannya, junpyo membuatnya tak berdaya. Dalam pertarungan yang tak seberapa itu tiba-tiba saja sesuatu terjatuh dari saku jas junpyo.

Keduanya terdiam, menatap benda ‘aneh’ itu di lantai. Ya, mata indah jandi semakin membulat lebar tak percaya, ia sempat melongo sebelum kembali menatap junpyo dengan tampang bingung.

Jandi : “ Yah... a..apa itu??” Suaranya pelan.

Wajah junpyo memerah, ia memalingkan wajahnya, menghindar dari tatapan menyidik gadis ini. Dengan sisa-sisa kepercayaan diri yang dimilikinya junpyo memungut benda itu dengan tetap mempertahankan arogansinya.

Junpyo   : “Wanita macam apa kau tidak tau benda ini.”

Keduanya kembali saling menatap was-was, jandi menyipitkan matanya, junpyo menatapnya kesal.

Junpyo:  “Sial, pasti gadis ini sedang memikirkan hal yang menjijikkan.” Batinnya.

Perlahan senyum licik beserta lesung pipi manis muncul di wajah mulus jandi, membuat junpyo semakin terpojok.

Jandi   : “Bwakakakakakakakakakaaaakakkkkkkk………… aku tau, aku tau… tapi buat apa seorang pria membawa pembalut wanita? Kau ini operasi plastik yaaa??? Lihat dirimu, benar-benar penyamar yang menakjubkan, huh?? Bwahahahahahahaha……..”

Tawa jandi meledak, sambil mengangguk-angguk sok tahu, bahkan buih-buih air mata memercik di sudut-sudut matanya. Membuat junpyo kesal setengah mati.

Junpyo : “Yah, diam!”

Tidak peduli dengan yang diucapkan jandi, junpyo seperti baru menyadari sesuatu. Dia mengarahkan pandangannya mengelilingi seluruh sudut toilet kemudian menatap jandi sinis.

Jandi   : “Wae?” tatapan jandi benar-benar menjudge junpyo sebagai orang aneh.

Junpyo   : “Dimana dia??? Aaaiiissshh…” kembali melirik seluruh sisi toilet.

Tiba-tiba terdengar suara rebut - ribut dari depan pintu.

“Itu dia… disini…” suara -seorang wanita- berasal dari luar pintu toilet. Junpyo dan jandi tampak kebingungan, mereka saling menatap kesal satu sama lain. Tiba-tiba pintu itu terbuka, beberapa orang masuk dan menatap mereka dengan tampang marah. Khususnya saat menatap junpyo. Seorang pria bertubuh tegap tampak was-was. Yang ternyata security Airport.

“Itu dia pak orangnya” ibu ini mengarahkan telunjuknya ke junpyo.

Security itu mendekati junpyo, tampang angkuh junpyo kini terlihat bodoh. Tapi di luar dugaan, si security malah menundukkan kepala memberi hormat padanya.

Security      : “Maaf tuan muda, ada yang bisa saya bantu?”

Melihat reaksi security itu, orang-orang jadi kebingungan. Saling berbisik satu sama lain. Jandi melongo menyaksikan keadaan ini, wajah angkuh junpyo mendadak muncul lagi, dipalingkannya dengan sombong.

Junpyo   : “Ehem.. Aku mencari seseorang!”

Security : “Maaf tuan muda, tapi ini toilet wanita.” Dengan tampang takut, si security menjelaskannya ragu-ragu.

Junpyo   : “A… apa aku harus mencari seorang wanita di toilet pria? Lagian, SIAPA SURUH KALIAN SEMUA KESINI !!” mulai mengeraskan suaranya.

Jandi tidak tahan lagi.

Jandi   : “ Yah… apa-apaan ini? Kau ini bodoh ya, siapa suruh kau masuk ke toilet wanita, huh? Dengar, DIA MENGINTIP KU !!”
Jari telunjuk jandi tepat -hampir- menempel di hidung mancung junpyo. Junpyo menganga kaget, buru-buru ia menghempas tangan jandi, menyingkirkannya dari wajahnya. Keadaan menjadi riuh kembali.

Security      : “Ah, Nona.. mungkin ini hanya salah paham. Pasti Tuan Muda ini salah masuk. Iya kan? Bagaimana?”

Jandi   : “Oh, kau ini buta ya!! Kau tidak bisa melihat tanda di pintu itu? Kenapa? Mentang-mentang dia seorang ‘Tuan muda’ lalu kau mau melepaskannya begitu saja? Aiiisssh..... keterlaluan sekali!” melotot pada si security yang langsung ciut nyalinya.

Junpyo   : “Siapa bilang aku tidak lihat? Aku datang mencari seorang wanita. Harusnya dia ada disini. Sudah ku bilang, aku tidak tertarik mengintip mu!”

Menatap sepele pada tubuh jandi, membuat jandi semakin naik darah.

Jandi   : “ Kau!!! Dasar brengsek! ” Plaaaak....

Sebuah tendangan mendarat di tulang kering kaki junpyo, membuatnya meringis kesakitan.

Junpyo   : “Aarrrrkkkkh..... aaiiiisssshh... kau! Sialan! Aaarrrgghh....”

Junpyo loncat-loncat kesakitan sambil memegangi kaki malangnya. Si security terlihat panik tak tau harus berbuat apa.

Orang-orang semakin ribut menyaksikan tontonan gratis yang sangat menarik ini. Tanda para tamu tak diundang semakin ramai saja, berkumpul di depan pintu toilet. Tiba-tiba......

“Goo Jun Pyo !!! oh... apa yang terjadi junpyo??”

Suara itu berasal dari seorang gadis yang buru-buru menuju ke arah mereka, wajahnya terlihat khawatir pada junpyo yang masih meringis kesakitan karena tendangan maut geum jandi.

Jaekyung      : “Gwenchanayo? Apa yang terjadi?”

Junpyo   : “Aiiisshh.. kau kemana saja? Aku bilang tunggu di toilet!”

Jaekyung   : “A…aku.. tadi menunggu mu…. di toilet dekat escalator...”

Tuiiiiiiiing @#$%^&*#! -_-“

Junpyo   : “Mwo?” O_O

Gadis itu menatap junpyo heran sambil menganggukan kepalanya pelan pertanda ‘benar’, junpyo merasa malu setengah mati harus mengetahui ternyata dia salah menandai toilet.

Security      : “Nah, sudah.. sudah.. benarkan, ini hanya salah paham! Nona, kau seharusnya tidak melakukan ini. Itu sangat berbahaya, aku tidak tau apa yang akan terjadi padamu kalau kaki Tuan muda Shinwa ini sampai patah? Iya kan?”

Lagaknya seperti orang pamer, apa hebatnya meski disini hanya dia sendiri yang mengenali Tuan muda Shinwa ini. Perusahaan nomer satu itu, siapa yang tidak tahu. Orang-orang kembali ribut, berbisik satu sama lain membahas pernyataan tolol itu, si security ini malah ikut-ikutan berlagak sombong. Semua orang bisa melihat dia sedang cari muka.

“ohh… dia Presdir Shinwa”
“apa yang dia lakukan di toilet wanita”

Si security malah senyam-senyum tak jelas, lehernya bisa patah sakin tingginya mendangak. “Siapa yang tidak kenal Shinwa.. Ya kan?” ocehnya lagi.

Wajah junpyo semakin memerah sakin malunya, ia meraih kerah baju security itu, tubuhnya terangkat ke atas mengimbangi tubuh jangkung junpyo.

Junpyo   : “Siapa suruh kau banyak bicara?” Jaekyung segera melingkarkan tanganya di lengan junpyo, berusaha meredam amarahnya.

Jaekyung      : “Junpyo -yaa.. hentikan! Jangan seperti ini..” suaranya lembut.

Seperti sebuah sabda yang harus dipatuhi, junpyo hanya menghempaskan security itu begitu saja.

Junpyo   : “Bubarkan mereka semua!!”

Jandi menatap mereka heran, pikirnya gadis ini pasti adalah kekasihnya. Hanya dengan sekali bicara, pria arogan seperti junpyo bisa-bisanya menurut begitu saja oleh ucapannya. Gadis ini tampak sangat berbeda dengan junpyo, bicaranya lembut penuh sopan santun.

“Kenapa mau berkencan dengan pria seperti ini..” batinya, sambil menatap mereka berdua.

Orang-orang sudah meninggalkan mereka. Junpyo memandang jandi sinis, begitu juga sebaliknya.

Junpyo   : “Kau lihat, apa yang kau perbuat? Lain kali jangan gunakan highheels jika kau tidak bisa menempatkan diri!”

Jandi   : “Siapa suruh kau meng….” Ia tidak jadi menyelesaikan ucapanya, hanya melirik ke arah jaekyung. Bagaimana mungkin jandi bisa mengatakan bahwa kekasihnya mengintip wanita lain, ia tidak tega. ==’

Jaekyung      : “ah.. mianhe nona, dia memang salah masuk toilet. Jeongmal mianhe..”

Jaekyung membungkukan tubuhnya, kemudian menarik lengan junpyo untuk pergi dari sana. Jandi hanya melongo, ia heran kenapa mereka sangat berbeda. Sikap dan penampilan mereka terlihat sangat berbeda. Gadis itu cantik dan lembut. Penampilanya sederhana. Sedangkan tuan muda ini arogan dan kasar, penampilanya tampak sangat elegan.

“Presdir Shinwa, huh..??” ucap jandi hampir tak bersuara.



               =======================



Jandi merasa bosan menunggu seseorang yang sedari tadi tidak muncul, alasan kenapa dia berada di Airport hari ini. Kepalanya tertunduk, tubuhnya tersandar pada dinding tiang, memainkan kakinya mengais-ngais lantai.

Jandi : “Seharusnya sudah sampai.” melirik jam di pergelanganya.

Tiba-tiba seseorang berdiri di hadapanya, perlahan jandi mengangkat kepalanya, sesosok pria tampan sedang tersenyum manis padanya, memamerkan deret giginya yang rapi. Senyumnya memancarkan pesonanya, pangeran dari langit, mungkin saja. Jandi membalas senyum maut itu tidak kalah mematikan.

Jihoo   : “nona, kau menungguku?”

Jandi   : “kau tahu, aku hampir gila menunggu mu oppa!”

Jihoo   : “Jinjaa? Ah, memang terlihat di wajah mu, kesal sekali huh??”

Jandi   : “Ne !! hari ini di mulai dengan kejadian buruk. Aiiissshh...” bibirnya meruncing.

Jihoo   : “Sepertinya tidak merindukan ku?” jihoo tersenyum nakal pada jandi.

Jandi   : “Bagaimana kau tau??” senyumnya tidak kalah jail.

Jihoo   : “Lupakan! Aku tidak meminta mu untuk menjemput ku.” Jihoo beranjak pergi, ia melangkah lebar sambil menyembunyikan senyum, membiarkan jandi membuntutinya.

Jandi   : “Yaahh… oppa! Oppa! Tunggu! Seharusnya dia berterimakasih...” kalimat terakhirnya tak terdengar.

Jandi berlari kecil mengikuti langkah jihoo, menuju parkir. Setelah makan siang dan mengantar jihoo ke rumahnya, jandi kembali ke kantor.



            =======================



Kediaman keluarga Yoon
Saturday, night

Jihoo   : “Junpyo-yaa, aku tidak menyuruhmu menjemputku. Berhenti menyalahkan ku!”

Junpyo   : “Gadis brengsek! Kau lihat, aku harus berjalan seperti orang pincang dengan gips ini. Memalukan!”

Yijung   : “Separah ini? Sampai retak...” menyentil gips junpyo.

Junpyo   : “Yaaaa…. So yijung!! Hentikan! Ini benar-benar sakit! Aiiiisssh… bahkan aku terpaksa membatalkan kencan ku bersama Jessica.”
Kata-kata terakhirnya terdengar putus asa.

Woobin   : “hmphf.. aku rasa dia akan menerima keadaanmu. Aku dengar dia sangat agresif! Arrrggh…” menirukan gaya singa mengaung.

Junpyo   : “Yah... memalukan. Aku tidak pernah terlihat setidakberdaya ini. Sial !! Dia akan kembali ke Prancis besok, aku tak bisa menemuinya.”

Jihoo   : “Gadis itu hebat juga, hampir mematahkan kaki Goo jun pyo yang hebat.” Katanya datar.

Junpyo   : “Aiiisssh… Gadis macam apa itu, kaki indahnya sangat disalah-gunakan!“

Yijung   : “Jadi benar kau mengintipnya??”
Ketiga sahabatnya langsung menatap junpyo dengan senyum dan tatapan menuduh.

Junpyo   : “Mwo? Aku bahkan tidak sudi memandangnya.”

Teman-temannya hanya menertawainya, tentu saja mereka tau benar seorang goo jun pyo luar dan dalam. Tak ada yang lebih naif di antara mereka selain junpyo.

-Ponsel junpyo berdering-

Junpyo   : “Yeoboseyo, jaekyung-aa.. aku bersama jihoo. Aku…. kaki ku masih sakit. Lain kali saja kita bertemu.”

Pembicaraan yang cukup singkat, tanpa basa-basi junpyo langsung menutup teleponnya, melambangkan moodnya sedang buruk.

Woobin   : “Suruh saja jaekyung kemari.”

Junpyo   : “Anyi, dia pasti lelah seharian mengurusku di rumah sakit tadi.”

Yijung   : “Yah, Jihoo-yaa, mana gadis itu??”

Yijung dan woo bin tersenyum nakal satu sama lain, kemudian melirik jihoo.
 
Jihoo   : “Siapa?”

Yijung   : “Aku dengar dia menjemputmu…”

Woobin   : “Payah kau! Dua tahun tinggal bersama di Boston masih tidak mengenalkanya pada kami, huh??”

Jihoo hanya tersenyum penuh arti, sepertinya dia tidak tertarik untuk menjawab pertanyaan mereka. Semua yang melihat reaksinya juga akan tau, kali ini ‘gadis’ yang sangat istimewa bagi jihoo.

Jihoo   : “Junpyo,  kau mengencaninya?”

Junpyo   : “Mwo? Mengencani siapa??”

Jihoo   : “Aku dengar selama aku di Boston akhirnya kau bersama Jaekyung.”

 Yijung   : “Bagaimana bisa dia menyerahkan hidupnya padamu junpyo-yaa, kau bahkan tidak tau yang mana kekasihmu.”

Junpyo   : “Menyerahkan apa... Aku tidak ingin dia bertemu pria yang salah. Itu saja!”

Jihoo   : “Aku rasa dia sudah menyerahkan dirinya pada pria yang paling salah di dunia ini.”

Junpyo   : “Yaaah…”

Woobin   : “Kau mengencani semua gadis, dia bahkan mengetahuinya. Benar-benar gila.”
 
Junpyo   : “Aku tidak menyakitinya. Kau... jangan membuat ku menyesal!”

Woo bin dan yijung memandang satu sama lain, kemudian menertawai kelakuan junpyo.

Jihoo   : “Sudah 7 tahun sejak aku ke Boston.”

Kalimat terakhir jihoo sama sekali tak terdengar, dia hanya memperhatikan junpyo yang terlihat cuek. Meski awalnya ia hanya bermaksud mengalihkan pertanyaan yijung, namun pada akhirnya jihoo mengkhawatirkan sahabatnya ini. Dia tidak merasa yakin dengan apa yang terjadi antara junpyo dan jaekyung.

Mereka sudah berteman sejak kecil, begitu pula dengan jaekyung. Han Jae Kyung adalah gadis sedehana yang tegar. Sejak kecil junpyo melindunginya, tidak ada orang yang berani menyentuhnya. Meski demikian, jaekyung tidak pernah mengandalkan uang dan kekuasaan junpyo untuk kehidupan pribadinya. Dia tidak pernah mengeluh atau datang pada junpyo setiap kali berada dalam kesulitan ekonomi. Jaekyung dan ibunya tinggal di sebuah ruko sederhana dan menjual makanan. Junpyo mengenal jaekyung karena dulunya ayah jaekyung adalah supir pribadi junpyo saat kecil. Ayahnya sering membawa jaekyung bersamanya, membuat junpyo sangat iri. Junpyo sejak kecil sudah kehilangan perhatian dari orang tuanya yang sibuk kesana kemari dengan bisnisnya, melihat kehangatan keluarga Han membuat junpyo ingin berada di dalamnya. Junpyo kecil sering menindas teman-temannya, dan jaekyung selalu menjadi tempat pelampiasan kekesalan junpyo. Karena jaekyung yang sangat manis dan penurut, lama kelamaan junpyo tidak tega. Mereka menjadi akrab sejak itu.

Ayah jaekyung meninggal dalam kecelakaan bersama junpyo saat mereka (junpyo dan jaekyung) berusia 10 tahun. Junpyo selamat, bahkan tidak lecet sedikitpun, tapi nyawa ayah jaekyung bahkan tidak bisa diselamatkan. Saat pemakaman paman Han (panggilan junpyo pada ayah jaekyung), junpyo melihat jaekyung menagis begitu haru. Kepergian ayah jaekyung meninggalkan kepedihan yang mendalam, perekonomian keluarganya semakin dalam kesulitan. Junpyo merasa iba, sejak saat itu ia sering mengunjungi jaekyung. Bermain bersamanya, menghiburnya, membawanya bertemu jihoo, woo bin dan yijung. Meski tidak bersekolah di tempat yang sama karena perbedaan status keluarga, junpyo selalu datang pada jaekyung setiap saat. Mereka sangat akrab. Sampai mereka tumbuh dewasa.

Junpyo selalu datang pada jaekyung setiap kali dia bermasalah. Bahkan saat ia merasa penat setelah mengencani gadis-gadis supermodel. Jaekyung selalu ada untuknya, memasakkan makanan kesukaanya dan bernyanyi untuknya. Dia sangat manis.

Sejak tamat SMA Shinwa, junpyo, jihoo, woo bin, dan yijung mengambil jalan mereka masing-masing untuk melanjutkan study. Jihoo ke Boston mengambil study kedokteran, dan karena kegeniusanya sekarang dia sudah menyelesaikan program spesialisnya hanya dalam waktu 7 tahun. Yijung dan woobin melanjutkan bisnis keluarga mereka. Junpyo sendiri harus menjalankan perusahaan Shinwa di Korea, hingga sekarang jadilah ia seorang pengusaha termuda dan tersukses di Dunia. Sementara orang tuanya tidak pernah pulang dari luar negeri. Junpyo mengencani jaekyung meski keluarganya tidak tahu. Dia menggunakan kekuasaannya untuk melindungi jaekyung. Tidak ada orang yang berani mengganggunya meski seujung rambut. Hubungan mereka memang aneh, meski berkencan, jaekyung tidak pernah protes saat junpyo mengencani gadis lain. Karena alasan ini lah media tidak pernah mengekspos tentang jaekyung sedikitpun. Junpyo terkenal playboy, namun kenyataanya dia selalu pulang pada jaekyung meski setelah dia puas tidur dengan wanita-wanita kelas atas. Jaekyung tetap diam! Dia tetap menerimanya seperti tidak terjadi apapun. Tapi satu hal yang tidak pernah bisa junpyo berikan padanya, bahkan tidak pernah terfikir olehnya. Yaitu, tidur dengan jaekyung. Dia tidak bisa. Dia tidak tau alasanya. Bahkan meski jaekyung pernah menyerahkan dirinya pada junpyo, dia tetap tidak bisa melakukannya. Junpyo menolaknya mentah-mentah.



            =========================



Monday, Morning
Shilla Hotel

Jandi melirik jam di pergelangannya, pandangannya mengitari ruang meeting. Seluruh kursi sudah terisi, masing-masing sibuk dengan laptop maupun kertas yang berserakan di hadapan mereka. Hanya satu kursi paling besar dan terdepanlah yang masih kosong.

“Sepertinya banyak sekali kebiasaan buruknya.” Batinnya sambil melihat papan nama yg tergeletak di meja, tidak diragukan lagi siapa yang akan duduk di bangku itu.

Kreeek….

Pintu ruangan terbuka lebar, seorang pria tampan -meski tanpa senyum- memasuki ruang meeting bersama pria paruh baya yang sepertinya adalah serketarisnya. Tampangnya angkuh namun penuh charisma, berjalan dengan penuh percaya diri. Ya, dia adalah Goo Jun pyo. Pria aneh yang mengintip jandi di toilet, tentu saja jandi sudah tau kalau hari ini mereka akan bertemu lagi karena ikatan proyek yang ditangani olehnya sangat berhubunan dengan shinwa. Setibanya, junpyo langsung berjabat tangan dengan para petinggi Korea yang sudah sejak tadi menunggunya.

Mr. Kim   : “Mr.Goo, senang sekali berkesempatan bekerja sama dengan anda.”

Junpyo membungkukkan sedikit badannya pertanda hormat karena lawan bicaranya jauh lebih tua.

Mr. kim   : “Mari saya perkenalkan dengan orang nomor satu di bidang ini. Nona Geum jandi, dialah gadis kecil yang telah berhasil melakukan deal dengan pemerintah Jepang. Bahkan presiden sendiri yang meminta bantuannya.”

Dengan bangga Mr. kim memperkenalkan jandi, junpyo terkejut bukan kepalang ketika yang terlihat di depannya adalah gadis di toilet tempo hari, dia shock namun berusaha setenang mungkin menyembunyikannya, sementara semua mata memandang kearah mereka dengan senyuman yang terlihat bangga pada jandi.

“What the hell she’s doing here?” batinnya sambil menatap tajam pada jandi.

Jandi sendiri sangat profesional, dia tidak bergeming sedikit pun, bahkan semua orang tidak akan tau kalau mereka pernah bertemu, dalam keadaan yang sangat buruk tentunya. Jandi tersenyum, menganggukkan kepala, kemudian menjulurkan tangan pada junpyo.

Jandi   : “Senang bertemu dengan anda Mr. Goo Jun Pyo.” Dengan nada sedikit menggoda lagi-lagi ia tersenyum.
Oh God, senyum itu, lagi-lagi menghipnotis Junpyo. Seberusaha apapun junpyo mencoba tenang namun tampang bodohnya dapat terbaca oleh se-isi ruangan. Orang - orang di ruangan itu tersenyum satu sama lain, mereka sudah bisa menebak apa yang ada di otak junpyo. Tidak heran, mengingat sudah banyak pria jatuh hati dan terpesona oleh kecantikan Geum Jandi. Junpyo membersihkan tenggorokannya –termasuk- kegugupannya sebelum menyambut tangan jandi.

Junpyo   : “ehem... senang bertemu anda!” tatapanya kembali dingin. Ia mulai kembali ke dunia sadar. Berlagak sinis seperti biasanya.

Rapat di mulai, jandi mempresentasikan hasil kerja dan planningnya di hadapan para petinggi Negeri, tampaknya junpyo dan jandi adalah manusia termuda di ruangan ini. Jandi sangat lugas dan penuh percaya diri, melakukannya dengan santai, membuat orang yang menyaksikannya puas. Jandi gadis pintar, semua orang tau itu -kecuali junpyo-. Ia sama sekali tidak bergeming dengan tatapan tajam -satu-satunya- dalam ruangan itu yang jelas-jelas tidak menyukainya.

“Apa dia benar-benar tidak mengenaliku?” pikiran junpyo melayang-layang, tidak konsentrasi dengan pekerjaan yang seharusnya.

Junpyo berbisik pada serketaris Jung yang berdiri di sebelahnya.

Junpyo   : “Cari tau siapa gadis itu!”

Serketaris jung : “Tuan muda, dia adalah nona Geum jandi, puteri dari mantan Perdana Menteri Geum yang sekarang adalah Presdir. Independent Group.”

Tanpa diduga ternyata serketaris jung juga sudah tau tentang gadis ini. Junpyo semakin tertarik, sepertinya hanya dia sendiri yang tidak mengenal gadis toilet menyebalkan ini. setidaknya itu lah yang ada di dalam pikirannya saat ini, ia semakin penasaran.

-Percakapan berlanjut di dalam mobil setelah meeting selesai.-

Sepertinya junpyo sangat penasaran, ia menyuruh serketaris Jung untuk terus berdongeng tentang geum jandi.

“Nona geum baru saja terjun ke dunia bisnis dan langsung mencuri perhatian para politisi karena kecerdasan dan latar belakang keluarganya. Dia berada di Boston selama dua tahun sebelum akhirnya kembali ke Korea setahun yang lalu.”

Junpyo   : “Boston ???”

Mr. Jung : “Ne, tuan muda.” Mr. Jung merasa ragu untuk melanjutkan ceritanya, karena baru kali ini ia di suruh ‘mendongeng’ oleh junpyo. Yang ia tau, kalau tuan mudanya ini tertarik pada seorang gadis, dia tidak akan perduli siapa ayah gadis itu maupun latar belakangnya. Persetan dengan semua itu, ia tidak takut pada siapa pun.

Junpyo   : “Lalu???”

Mr. jung : “ne???” Tanya nya ragu.

Junpyo   : “ayo lanjutkan !!” junpyo sedikit mengeraskan suaranya.

Mr. Jung : “ah.. ne.. Tuan muda. Kabarnya ayah nona geum bersusah payah membujuknya untuk bergabung, sebelumnya dia gadis mandiri yang tidak bisa terikat. Banyak wartawan yang melacak keberadaannya, selain cantik, dia juga sangat pintar, banyak majalah yang ingin menjadikanya objek mereka, namun tidak berhasil karena sebelumnya nona geum tidak pernah bisa di tebak keberadaannya. Tidak di sangka, bahkan kepintarannya menarik perhatian presiden untuk menjadikannya icon “Puteri Korea”, tapi dia lagi-lagi menolaknya.”

Junpyo   : “Tidak mau terikat? cih, tidak heran, gadis liar.” Junpyo mengingat kembali kejadian di toilet, ia meraba kakinya. “Aiiissssshhh…. Puteri Korea apanya....huh...”

Mr. jung : “Maaf tuan muda???” Mr.jung tidak mendengar makian junpyo dengan jelas.

Junpyo : “ah, anyi! Lalu kenapa kita harus berkerjasama denganya?”

Mr. jung : “Awalnya Presdir sudah melobi pemerintah untuk memuluskan proyek ini, namun responnya sangat lambat, karena pemerintahan Jepang hanya memandang sebelah mata. Pada akhirnya nona Geum dari Independent group berhasil menembus pasar modal Jepang, sehingga Omigo coop perusahaan terbesar di Jepang itu menuruti pemerintah korea untuk memuluskan proyek ini, bahkan tanpa lobi. Brilliant !! Presiden sangat berterimakasih pada nona Geum karena proyek kita ini sangat membantu perekonomian Korea Selatan.”

Junpyo   : “Lalu kenapa Independent group tidak melakukannya sendiri? Apa mereka tidak punya modal?”

Mr. jung : “Tuan muda, konsep proyek ini milik kita. Mereka hanya membantu memuluskannya.”

Junpyo   : “Dari awal perasaanku sudah tidak enak dengan proyek ini, tapi appa masih saja melanjutkannya. Andai dia tau kita berkerjasama dengan gadis yang sudah mencelakai puteranya. Sh!t.”

Mr. jung   : “Dan satu hal lagi tuan muda, sepertinya ada ikatan emosional lain antara Independent dan Shinwa yang membuat keduanya tidak terlalu berbicara soal keuntungan. Mengingat presdir pernah berbagi saham bersama Independent group dalam mendirikan sebuah yayasan di Boston, mungkin saja ini sebagai ucapan terimakasin mereka pada Shinwa.”

Junpyo   : “Mwo??? Yayasan?? Aku tidak mengetahuinya.”

Mr. jung    : “Yayasan itu sangat independent dan mandiri, tidak menerima dana dari luar. Presdir tidak ingin mengumbarnya ke public. Aku rasa, ini sangat mulia.”

Junpyo   : “Benarkah?? Aku bahkan tidak tau appa bisa berpikiran seperti itu.”
Senyumnya sinis.



            ======================



Kediaman keluarga Geum


Suasana di ruang makan sangat hangat –setidaknya- sebelum beberapa menit kedepan. Sebagai satu-satunya puteri di keluarga Geum, jandi bisa dibilang sangat mandiri. Meski di rumah eomma dan appa nya sangat menyayanginya, namun dia tidak manja. Gadis ini tumbuh mandiri.

Sebelum menetap di Boston selama dua tahun, ia mungkin hanya bisa menghabiskan waktu sebulan untuk berada di rumah. Selebihnya, jandi berkeliling dunia sesukanya. Tidak ada yang tau pasti letak keberadaannya selain orang tuanya.
Orang tuanya memaksa jandi menetap di Korea dan menyelesaikan studinya disini, mereka takut dia kabur lagi jika menyelesaikan studinya di Boston. Meski demikian, jandi adalah anak yang sangat menyayangi kedua orang tuanya. Selain kecintaan dan hobinya berkeliling dunia, tidak ada lagi yang ia harapkan selain kebahagiaan orang tuanya. Meski ia memiliki segalanya.

Mr. Geum : “Jandi-yaa, makanlah yang banyak. Maaf appa sudah membuatmu sibuk di kantor, kau terlihat kurus sekarang.”

Ayahnya memang merasa bersalah karena telah memaksanya melakukan hal yang tidak ia sukai, tapi mr.geum punya alasan untuk itu. Jandi pun tidak pernah mengeluh. Ia sebisa mungkin bertahan dan melakukan semuanya dengan baik.

Jandi   : “Appa… aku memang diet! Anak gadis kan harus berbody bagus. Iya kan omma?” mengedipkan matanya pada ommanya ;)

Mrs. Geum   : “Ne! Tapi makan mu itu tidak seperti orang diet. Lihatlah sayang!” menyuruh appa jandi melihat ke piring puterinya yang terisi penuh.

Mr. Geum : “Hahaha.. ne. ternyata memang sudah banyak. Tapi kau tetap kurus sayang. Pasti kau sangat lelah.”

Mrs.   Geum : “Jandi-yaa… makan mu banyak begitu, pria mana yang mau melirikmu!”

Mr. Geum : “Sayang, kau tidak tau ya.. banyak pria tergila-gila pada puteri ku ini. Jandi-yaa, kebetulan sekali, ada yang ingin appa bicarakan..”

Jandi   : “emm… ada apa appa?”

Mr. Geum   : “Jandi-yaa, appa ingin kau segera menikah nak.”

Jandi   : “Huk... huk...” demi Tuhan jandi tersedak. Ia kaget bukan kepalang. “appaaaaa....” :O protesnya.

Mr. Geum   : “Sayang, sahabat baik appa meminta kau menjadi menantunya. Appa mengenal baik keluarganya. Appa yakin kau pasti bahagia bersamanya.”

Jandi   : “Appa, kenapa tiba-tiba bicara tentang ini lagi? Bukankah kita sudah sepakat, waktu itu adalah perjodohan yang terakhir.”

Mr. Geum   : “Kali ini Appa serius sayang…”

Jandi   : “Appa selalu berkata begitu, lagi pula ini bukan sesuatu yang bisa di lobi.”
 
Mr. Geum   : “Appa tidak menjadikan ini sebagai bisnis, tidak untuk kali ini jandi-yaa.”

Jandi   : “Aku sangat mencintai kalian, tapi aku mohon appa… jangan begini.”

Mr. Geum tertunduk sedih, ia sangat berharap jandi menerima idenya.

Mrs. Geum   : “Jandi-yaa, lihatlah appa mu jadi sedih begitu.”

Jandi tidak tega melihatnya, ia mengeluarkan jurus ampuhnya untuk membujuk ayahnya. Ia tersenyum manis, menggenggam tangan appanya.

Jandi   : “ appa… aku ini kan masih 22 tahun. Masih banyak hal yang bisa aku lakukan. Bukankah appa menyuruhku mengurus perusahaan, ayolah appaaa...”

Jandi memperlihatkan senyum manja pada appanya. Biasanya jurus ini sangat manjur, appanya selalu luluh. Tapi ntah kenapa tidak untuk kali ini.

Mr. Geum   : “Geum jandi, justru karena itu. Appa mendirikan sebuah yayasan di Boston karena mu. Karena ingin kau bergabung dengan perusahaan. Tapi justru karena itu juga, appa menemukan seseorang yang cocok untukmu. Appa ingin kau bahagia nak.”

Jandi   : “Aku tidak mengerti maksud appa...” belum sempat jandi berfikir, ibunya menyanggah.

Mrs. Geum   : “Jandi-yaa, kau kan belum bertemu orangnya. Omma yakin kau pasti menyukainya. Oh.. dia sangat tampan! Kau pasti jatuh cinta padanya.” Mengedipkan mata pada jandi ;)

Ibu jandi memang terkenal centil, ia bahkan lebih sering ke salon dari pada puterinya. Wajahnya tidak berkeriput sedikitpun seperti orang-orang seusianya. Ibunya memiliki selera yang tinggi, ia mewariskan kecantikanya itu pada jandi. Ommanya ini sulit untuk di ajak bicara serius, tapi itulah sebabnya appa jandi tidak pernah merasa stress. Malah jandi yang capek menghadapinya. Tapi ibunya sangat bijaksana dan kalau sudah serius maka biasanya semua akan beres.

Jandi   : “ommaaaaa!!!”

Mr. Geum   : “Baiklah, kalau kau tidak mau appa tidak akan memaksa.”

Air matanya menetes. Jandi terkejut melihatnya. Berkali-kali appanya berusaha menjodohkan dirinya dengan putera rekan bisnisnya, tapi jandi berhasil menggagalkanya. Bahkan terkadang ia lari keluar negeri saat perjalanan menuju pertemuan kedua keluarga. Tapi appanya tidak pernah menangis, dia selalu menerima jandi dengan pelukan hangat saat puterinya ini kembali pulang.

Jandi   : “Appaaa... kenapa menangis??”

Mrs. Geum   : “Geum jandi, lihat apa yang sudah kau lakukan. 22 tahun adalah usia yang pantas untuk menikah. Omma yakin kau akan menyukainya.”

Mr. Geum   : “appa yakin kau akan bahagia bersamanya. Mereka keluarga yang sangat baik. Appa sudah lama bersahabat dengan mereka.”

Jandi terdiam, melihat ayahnya mengusap air matanya dengan sapu tangan yang di berikan ibunya. Ia merasa pedih mendapati ayahnya menangis karena ulah dia.

Jandi   : “Baiklah, aku akan menemuinya dulu. Tapi jangan paksa aku ya appa, jika aku tidak menyukainya” memonyongkan mulutnya pertanda tak ikhlas.

Mrs. Geum   : “Ne!! Begitu anak manis.”

Appa jandi ingin menghela lagi, bermaksud untuk memberitahu jandi bahwa ‘tidak boleh ada kata tidak’ namun dicegah isterinya. Ia menyuapi suaminya dengan makanan penuh seisi mulutnya, membuat appa jandi tidak bisa bicara.

Jandi hanya memperhatikan kelakuan kedua orang tuanya dengan tanpang memelas.



               End Of Chapter
            ======================







[/color]
« Last Edit: February 06, 2012, 08:20:49 pm by virna yuniar »

Share on Bluesky Share on Facebook


Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: I CAN’T CALM MY HEART «chapter 1« by cud_na
« Reply #1 on: June 19, 2011, 07:37:32 am »
akhirnya di launching jugaaa ma MPIRRR  [hmff] [hmff] [hmff] tetep ye spoke person sejati  [hmff] [hmff] [hmff] ssatu kataaa


UPDATEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE  [hmff]


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I CAN’T CALM MY HEART «chapter 1« by cud_na
« Reply #2 on: June 19, 2011, 07:45:12 am »
gw ngikuttttt [smiley-gen013] [smiley-gen013] update juga [smiley-dance013] [smiley-dance013]
yg mau dijodohin ama jandi si junpyo ya [what] wah bisa2 si jandi lgs melarikan diri nih,, lain ama junpyo yg so pasti lgs [drool] [drool] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: I CAN’T CALM MY HEART «chapter 1« by cud_na
« Reply #3 on: June 19, 2011, 07:47:08 am »
akhirnya di launching jugaaa ma MPIRRR  [hmff] [hmff] [hmff] tetep ye spoke person sejati  [hmff] [hmff] [hmff] ssatu kataaa


UPDATEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE  [hmff]


[guns] [guns] enak aja spoke person  [nono] [nono]

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
Re: I CAN’T CALM MY HEART «chapter 1« by cud_na
« Reply #4 on: June 19, 2011, 08:26:42 am »
Thanks buat sist cud na n mpir coalnx dach update disini..och yach bnyk y9 q mau tanyain nich
1.apakah jun pyo cinta ke jae keon9 b9tu pula sebaliknya.
2.apa hubun9an jandi sma ji hoo.
3.apakah y9 mau d jodohin sma jandi tu jun pyo.
4.kenapa jun pyo y9 kasar+arogan bsa nurut gitu aja ama keong.
5.knpa jun pyo n9elaran9 keon9 dkat d9n laki2 lain.
6.apa jun pyo pcran sma jae keong hnya krna ksihan bkn cinta.
Mian yah klo prtanyaany bnyk abis pnasaran b9t sich,,dan mohon d9n sangat utk di jawab smua prtanyaan sya. sekian terima kasih.

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Re: I CAN’T CALM MY HEART «chapter 1« by cud_na
« Reply #5 on: June 19, 2011, 08:52:31 am »
Horeeee. ada FF baru....congratssss yaaa... [clap] [clap] [clap]

JP dan JD mau dijodohin ya? gimana dunk dengan Jekyung dan Jihoo? Terus Jandi selama di Boston tinggal bersama gitu ama Jihoo???atau gue yang salah ngetiin?? kalo emang iya, wwwooow....sesama hidup bebas ne kayanya...asssikkk.... [hmpfh] [hmpfh]...

Gue rada risih juga ama hubungan JP dan JK. Kayanya mereka tidak terpisahkan, tapi juga gak bisa bersatu?? Wah, bisa jadi duri dalam daging neh Jaekyungnya....

OKD sist, jangan lama2 updetnya yaa...

TErima kasiii.... [arms] [arms]

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Re: I CAN’T CALM MY HEART «chapter 1« by cud_na
« Reply #6 on: June 19, 2011, 10:14:15 am »
chukea tuk ff barunya [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
mian belum baca, nanti ane edit ya after i read it [biggrin] [biggrin]

omona mak jantungan..sampai mengerjapkan mata berkali2, termangu, mengerjapkan mata lagi
apakah penglihatan mak yang salah or mak salah baca, oh mpirr hampir emak terkecoh lol
mabok di mana tiba2 mpir punya ff [hmpfh] [hmpfh] emang salah liat lol [laughing] [laughing
]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline Cud na

  • Junior
  • **
  • Posts: 100
  • Love Minsun
    • View Profile
Re: I CAN’T CALM MY HEART «chapter 1« by cud_na
« Reply #7 on: June 19, 2011, 10:52:16 am »
[arms] Annyeong all.. Mian baru nungul.. OL dr hp susah komen, gomawo mpiiiiir udah di post
[Arms]

Maaaaak... Baru juga launcing udah nagih update ajaa  [sweat]

Mami, rath update jg?? [Clap] mianh aku biasa SR ajee krn pyah dr hp.. Tp ngikut dr A smpe Z
[Drool]
Ho'oh mam, junpyo n jandi dijodohin [hmpfh]

Adinda.. [Sweat] buaaanyaaak yee pertanyaannya hahaha.. Soal jp sm jk perlahan ketauan koq perasaan'a.. Jp sayang sm jk, apalagi jk, cinmat dia.. Jihoo sm jandi jg ntr di chap2 berikut'a keliatan jelas masing2 gimana.. Jd sm jp dijodohin..
Jp ngelindungi n syg sm jk krn ada alasan'a, n itu msh lama terungkap..

Mawar, gw juga risih sm hub jk n jp [hmpfh] tp tenang aja, ntar jg bakal tersiksa si jk hihihi..

Gomawoooo ya all komen'a.. Yg SR jg ikutan komen dunk.. Kasih kritik n saran membangun biar tambah belajar..
Maklum yaw sebagai pemula klw banyak yg berantakan [hmpfh] gomawooooo [arms]

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Re: I CAN’T CALM MY HEART «chapter 1« by cud_na
« Reply #8 on: June 19, 2011, 11:31:07 am »
tsaaah.....akhirnyaaa udin nyampe dengan selamet ni ff [hmpfh] [hmpfh]
Cud Na ----> siap2 ditagihin updatean,,tanggal 22 [laughing] [laughing]

Love you more than I can say

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: I CAN’T CALM MY HEART «chapter 1« by cud_na
« Reply #9 on: June 19, 2011, 11:44:03 am »
tumben mereka berada pd tingkat yg sama...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


tapi jandi bakal susah diajak kompromi... [bored] [bored] [bored]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
Re: I CAN’T CALM MY HEART «chapter 1« by cud_na
« Reply #10 on: June 19, 2011, 02:38:55 pm »
wah..ada ff baru..slamat buat sist virna yg sdh punya tret walau ffnya titipan dr @cud_na ya...Salam kenal sista.
Disini JP jd lelaki buaya darat.ckck trus JD pikiranx lbh dwasa dibanding JP y sist?..Jp beliin Jk pembalut ya,g takut imagex jd runtuh?haha..bakalan ada cinta segi4 nih,.ntar yg jatuh cinta duluan sapa JP or JD??krn sepertinya saling benci membenci.pnasarn reaksi mrka pas tau dijdhkan.btw thx update perdanax longgg chap
[/size][/color][/b]

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
Re: I CAN’T CALM MY HEART «chapter 1« by cud_na
« Reply #11 on: June 19, 2011, 05:41:43 pm »
Jd jp ke jae keon9 bl0m tentu cinta donk...

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I CAN’T CALM MY HEART «chapter 1« by cud_na
« Reply #12 on: June 19, 2011, 07:15:24 pm »
Chp 2 mesti update tgl 22 [goodgrief] peringatan buat pembawa ff ini, si virna [smiley-gen013] klu misalnya author ga semapt update, si pembawa mesti tanggungjawab bikim kelanjutannya ,, wahhhh HOREEEEEEE #kaborrrrrrrrrrrr,,, meninggalkan asep di belakang, ala ff nya voldi the henna wkkk

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
Re: I CAN’T CALM MY HEART «chapter 1« by cud_na
« Reply #13 on: June 19, 2011, 07:22:37 pm »
sist.Virna...congratulation buat ff barunya [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

JP-JD bakaln nikah kn??? Jae Kyung ama Ji Hoo aja,sist...biar JP-JD bs naik pelaminan (mian,dtng2 dh bw permintaan yg aneh2 [hmpfh])

UPDATE lg yah tgl 22 [hmpfh]

HWAITING!!! [AddEmoticons04262]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Cud na

  • Junior
  • **
  • Posts: 100
  • Love Minsun
    • View Profile
Re: I CAN’T CALM MY HEART «chapter 1« by cud_na
« Reply #14 on: June 19, 2011, 09:02:34 pm »
itaraya, gomawooo.. Ditunggu ya komen'a..  [arms]

Vhia.. Emang pengen JD sederajat sm JP, jd gak ada msalah dgn status sosial..hahaha... Kbalik si jk'a yg malang.. [hmpfh]

Moow, tgl 22 nunggu news asli dr korea sono aja, pasti bini pulang  [love eyes]

Adinda, Yg pasti junpyo sayang sm jk, Tp gak pernah menelusuri perasaan'a lbh dalam soal itu. Makanya kehadiran jandi bikin jk merasa terancam. Cuma dia punya alasan kenapa selalu ngelindungi jk..

Unique, salam kenal jg [arms]
Soal pembalut itu, sesayang itu lah jp sm jk. Sampe rela ngelakuin itu. Junpyo sbnar'a penyayang, tp gengsian..
Klw soal jatuh cinta sih yg lebih jujur ya jandi, sedangkan jp kayak ada beban yg buat dia harus bohongi diri sendiri..
Bener sist, jandi lebih rasional sbnar'a, jadi keliatan lbh dewasa. Sdangkan junpyo lbh kekanakan, egois, gengsi, tp sbnar'a naif..
Tp masing2 sifat mreka akn berubah saat jatuh cinta, apalagi jandi, dia jadi gak seperfeksionis biasa'a. Lebih ngikutin perasaan'a drpd logika. Bahkan harus terima kenyataan wktu jatuh cinta sm junpyo yg 'brengsek' sm perempuan.
Ada saat dimana keduanya gak bisa bohong sm perasaan mreka, klw udah mupeng, lupa diri deh..

Wkwkwk mpiiiir ditagih mamiii noh  [rofl]
Kabooor dah kalo gt tgl 22 biar mpiiir di demo  whistling